

KOMODOPOS.com-MBELILING-
Desa Golo Damu, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sukses menjalankan program 5 PILAR STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Program ini dicanangkan oleh Yayasan Dian Desa, kerja sama dengan Simavi (Basic Health For All), Dinas Kesehatan Manggarai Barat dan Pokja AMPL (Air minum Penyehatan Lingkungan).
Program ini mulai dijalankan di desa Golo Damu sejak dideklarasikan pada 12 November 2019 lalu di desa Watu Galang. Adapun kegiatan yang dijalankan selama 2 tahun ini, antara lain melalui kegiatan gotong royong membangun berbagai sarana penunjang kesehatan, diskusi dan penyuluhan 5 Pilar STBM. Kegiata-kegiatan tersebut dilakukan secara berkala dan didampingi oleh para kader posyandu di setiap dusun serta tim penyuluhan atau petugas posyandu dari Dinas Kesehatan/puskesmas, pemerintah desa dan kecamatan. Segmen target 5 Pilar STBM yang disasar oleh program tersebut adalah segenap lapisan masyarakat, mulai dewasa hingga anak-anak.
Kesuksesan menjalankan program tersebut berkat kerjasama dan semangat pemerintah desa dan seluruh masyarakat desa Golo Damu yang tersebar di 4 dusun, yakni dusun Wae Masa, Ndole, Ranong dan Mejer. Juga tidak terlepas dari pendampingan pemerintah kabupaten Manggarai Barat, pemerintah kecamatan Mbeliling.
5 Pilar STBM ; (1)Stop pembuangan BAP sembarangan, (2) cuci tangan pakai sabun, (3) pengelolaan air minum & makanan rumah tangga, (4) pengamanan sampah rumah tangga dan (5) pengamanan limbah cair rumah tangga.

Disambut secara adat
Hari ini, Rabu (29/1) Yayasan Dian Desa dan Simavi, Kementerian PPN/Bappenas, Bapeda Kabupaten Lombok Utara dan Bappeda kabupaten Manggarai Barat tiba di desa Golo Damu, wilayah pelaksanaan program 5 Pilar TBM di Manggarai Barat. Tampak dalam rombongan itu, Ir.Wahanudin, M.Med.Sc (PH) dari Kementerian PPN/ Bappenas, Yuni Kurniati Maisara dari Yayasan Dian Desa, Catur Adi Nugroho dari Simavi, Ibu Kristin dari Bappeda kabupaten Lombok Utara, NTB, Arnold Ano dari Bappeda Mabar dan juga utusan dari Dinas Kesehatan Mabar.
Terpantau Komodopos.com, saat tiba di pintu gerbang kantor Kepala Desa Golo Damu, mereka disambut secara adat oleh pemerintah dan masyarakat desa Golo Damu.
Dalam sambutan awalnya, Wahanudin. mengaku sangat bangga karena diterima dengan setulus hati oleh warga aetempat.
“Terimakasih luar biasa. Kami diterima secara adat meriah. Kami diberi ayam putih menandakan hati yang putih bersih. Kehadiran kami di sini ingin melihat kondisi di desa Golo Damu. Terutama soal sanitasi sehingga anak kita kesehatannya baik. Luar biasa saya merinding. Kami datang dari jauh dan dianggap saudara oleh bapa ibu di sini. Terima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini”, ungkap Wahanudin.

Sementara itu, Catur Adi Nugroho dari Simavi menjelaskan kunjungan ke desa Goko Damu bertujuan untuk mengetahui perkembangan program 5 PILAR STBM yang dijalankan.
“Kami datang ke sini untuk memperoleh catatan atas capaian ataupun kekurangan yang masih ada dan akselerasi seperti apa yang perlu dilakukan guna memperbaiki hal tersebut di sisa waktu program yang dijalankan”, ujar Catur.
Ia menambahkan, kunjungan ke desa Golo Damu menjadi sangat penting bagi Yayasan Dian Desa karena tidak hanya akan mendapat catatan masalah atau hal yang masih perlu dipacu untuk dicapai, tetapi juga menjadi ajang untuk bersepakat dalam sebuah rencana aksi guna membenahi kekurangan yang masih ada ataupun rencana aksi paska program berakhir.
Pada kesempatan itu, Yayasan Dian Desa dan Simavi meninjau langsung ke sejumlah rumah warga di dusun Ndole. Kepada warga, ia meminta agar 5 PILAR STBM harus menjadi perilaku/gaya hidup masyarakat.
“Semangat itu sudah muncul di desa ini. Apa yang sudah dilakukan itu seyogianya ditingkatkan. Mari..perhatikan drainase rumah tangga”, pintanya.

Kepala Desa Golo Damu, Stefanus Densi dalam laporan singkatnya merincikan data dinamis dan data stasis serta data posyandu terkait program 5 Pilar PILAR STBM.
Dirincikannya, jumlah rumah yang ada di desa Golo Damu sebanyak 177 unit. Dusun Wae Masa 36 unit. Ndole 57 unit, Ranong 40, Mejer 44 unit. Jumlah rumah yang tidak layak huni sebanyak 51 unit.
Data kepemilikan jamban ; jamban camplong tidak ada, jamban plengsengan ada 9 Kepala Keluarga (KK), jamban leher angsa ada 134 KK
Jumlah rumah posyandu di desa Golo Damu ada 3 titik dan kader posyiandu/STMB sebanyak 19 orang. Jumlah balita berstatus gizi buruk 1 orang (cacat sejak lahir). 8 balita berstatus gizi kurang dan 9 balita berstatus gizi baik. Sedangkan penderita stunring tidak ada.

Monografi data dinamis kependudukan desa Golo Damu ; Jumlah penduduk 925 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga 210.
Jumlah penduduk menurut jenis kelamin L = 472 P =453 jiwa. Jumlah penduduk menurut agama ; Katolik 885 orang, Islam 40 orang. Jumlah penduduk menurut usia ;
0-4 tahun = 74 orang, usia 5-9 tahun = 78 orang, usia 10-14 tahun = 50 orang, usia 15-19 tahun = 117 orang, usia 20-29 tahun = 89 orang,
usia 30 -60 tahun = 398 orang.

Jumlah penduduk menurut pendidikan ;
Belum sekolah = 105 orang. Belum tamat SD = 112 orang. Tamat SD/sederajat / 289 orang. Tamat SLTP/sederajat = 142 orang. Tamat SLTA/sederajat = 189 orang. Tamat Akademi/sederajat = 3 orang. Lulusan Diploma III = 20 orang. S1= 64 orang dan S2 = 1 orang
Data statis Desa Golo Damu
Luas wilayah = 700 ha. Sebelah utara ; desa Tiwu Riwung. Sebelah timur : desa Golo Ndoal. Sebelah barat ; Desa Cunca Lolos. Sebelah selatan ; desa Wae Lolos.
Jarak pusat pemerintahan desa dari ibukota kecamatan 18 km, waktu tempuh 30 menit. Jarak pusat pemerintahan kabuoate6n dari ibukota kabupaten 36 km dengan waktu tempuh 1 jam.
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto melalui
Kasie Kesos Kec.Mbeliling, Hieronimus T.K. Very Much menjelaskan bahwa di kecamatan Mbeliling, semua desa melaksanakan program 5 pilar STBM. Kecuali desa Kempo hanya melaksanakan PILAR 1. Dan desa yang telah ditetapkan sebagai desa STBM baru satu, yaitu desa Golo Sembea yang tahun lalu dideklarasikan di tingkat kabupaten.

“Yang telah deklaasi tingkat kecamatan ada 6 desa, Golo Damu, Cunca Lolos, Golo Desat, Watu Galang, Kempo dan desa Cunca Wulang.
Very menuturkan kehadiran Tim monitoring ini dapat memacu semangat untuk meningkatkan hidup sehat melalui program 5 pilar STBM. Ia mengajak warga desa Golo Damu unruk terus bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan.
“Mari kita tingkatkan budaya hidup sehat dengan menjaga 5 pilar STBM”, pinta Very seraya meminta tim monitoring agar senantiasa mengunjungi kecamatan Mbeliling.
Mewakili Bappeda kabupaten Mabar, Arnoldus Ano meminta warga setempat agar infrastruktur yang dibangun pemerintah di desa Golo Damu dirawat dengan baik.

“Kehadiran Bappenas di sini ingin melihat dan mengetahui kondisi infrastruktur di sini. Soal keberlanjutannya yang perlu dijaga dan dirawat. Jika tidak , umur infrastruktur tidak lama. Pesan kami agar masyarakat di sini berpartisipasi aktif dalam seluruh program pemerintah. Dulu proses perencanaan kita top down. Tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga banyak yang mubasir. Sekarang bottom up dari bawah. Misalnya, program Ppansimas, STBM. 5 Pilar STBM tujuan akhirnya agar kita sehat. Apa gunanya semua sarana dan infrastruktur yang dibangun pemerintah kalau masyarakatnya sakit.* (Robert Perkasa)