Imapelma-Ende Gelar RUA ke-14 di Aula Kampus Uniflor

KOMODOPOS.com-ENDE-
Ratusan mahasiswa dan Pelajar yang bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) di Aula Kampus 2 Uniflor Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. RUA ke-14 Imapelma berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Minggu (23-24/11/2019). RUA kali ini
bertajuk “Bersatu Kita Ciptakan Perubahan Menuju Imapelma yang Berprogresif dalam kemandirian”.

Ketua Panitia Ovaldus Jemadur, dalam laporannya mengatakan, Forum RUA merupakan forum terhormat dari sekian forum yang diadakan oleh Imapelma. Dalam forum terhormat ini seluruh anggota Imapelma bersama-sama merancang atau mendesain segala bentuk aktivitas-aktivitas yang menunjang demi kemajuan Imapelma ke depan.

“Adu gagasan merupakan hal yang biasa dalam forum ini, supaya dapat menguji kematangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dari setiap kader-kader terbaik”, ujar Ovaldus.

Dia tegaskan, forum ini juga akan membahas transformasi kepemimpinan dari periode ke periode, supaya dalam periode berikutnya memberikan kesempatan bagi kader terbaik Imapelma untuk memimpin organisasi tersebut.

Ovaldus melanjutkan, kegiatan RUA bertujuan untuk merancang segala bentuk agenda kegiatan yang akan dijalankan selama satu tahun kedepan dan sebagai suatu bentuk proses transformasi kepemimpinan di internal organisasi Imapelma.

Sementara itu, Ketua Imapelma Andrianus Adu, dalam sambutannya mengatakan, RUA merupakan pengambilan keputusan tertinggi di tingkat organisasi. Selain untuk memilih mandataris RUA periode 2019/2020 juga mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2018/2019.

“Di forum RUA ini kader-kader Imapelma merumuskan kembali secara bersama-sama arah pergerakan Imapelma kedepannya sehingga mampu menciptakan kader-kader yang berkualitas dan inilah memen sakral bagi segenap anggota Imapelma” tegas Andrianus.

Andrianus berharap, semua anggota Imapelma agar kegiatan RUA tahun ini berlangsung sukses.

Hadir dalam forum itu sejumlah senior Alumni Imapelma-Ende. Tampak di antaranya Klementinus Elenora. Dalam sambutan singkatnya, ia memberikan pesan kepada para anggota Imapelma untuk menjalankan proses RUA tahun ini dengan baik dan aman.

“Pilihlah mandataris RUA yang kualitasnya bisa menyetir roda perhimpunan ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Jangan memilih mandataris RUA karena ada hubungan seperti teman dekat ataupun keluarga”, tegasnya. *(Enthos) Editor : Robert Perkasa

Indonesia Muda Tersingkir Digasak Awas FC Wolotopo 3-1

KOMODOPOS.com-ENDE-
Juara Pool C Indonesia Muda (IM) tersingkir dari Turnamen sepak bola Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 setelah digasak 3-1 oleh laskar Awas FC Wolotopo di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/11) petang tadi.

Menampilkan permainan ofensif sejak pluit kickoff, laga hidup mati ini berlangsung sengit. Jual beli serangan dan saling mengancam gawang lawan

Indonesia Muda yang bermaterikan pemain muda sempat unggul lebih dahulu melalu freekick Ariyanto Safrudin (23) pada paruh babak pertama. Shoting keras Ariyanto tidak mampu ditepis keluar oleh penjaga gawang Awas. 1-0 IM memimpin.

Foto : Dok/Hero Dores

Teringgal satu gol, tensi permainan bergulir ketat. Laskar Awas Wolotopo mencoba menggempur pertahanan IM. Serangan Awas Wolotopo nyaris menyamakan skor dengan sebuah peluang yang didapatkan Ongki Lobo (7) dari crosing Noldi Umbu Pati (21). Sayangnya, sontekan Ongki Lobo yang sudah berada di depan gawang malah melebar jauh dari gawang.
Skor 1-0 menutup babak pertama.

Di paruh kedua, pola permainan kedua tim makin agresif. Awas Wolotopo mendominasi permainan di menit away babak kedua ini.

Kerja sama squad Awas Wolotopo akhirnya berbuah gol. Kali ini Ongki Lobo (7) tidak ingin mengulangi kesalahannya di babak pertama. Shoting terukur yang dilesakkan Ongko dari sisi kanan membentur mistar gawang. Bola kemudian terpental jatuh persis ke dalam gawang. Wasit pun mengesahkan gol tersebut.

Para pemain dan official IM sempat melakukan aksi protes kepada wasit terkait gol kontroversial itu. Namun wasit tetap pada keputusannya. Skor berimbang 1-1.

Tensi pertandingan makin tinggi. Jual beli serangan datang silih berganti. Kedua tim ini bermain ngotpr dan benerapa saling menebar ancaman ke benteng pertahanan lawan.

Di tengah agresi gempur-menggempur inilah petaka datang menerpa area pertahanan IM. Wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan pain IM terhadap Syahril (15) yang dijatuhkan di kotak pinalti. Kubu IM kembali melancarkan aksi protes atas keputusan wasit hingga pertandingan sempat terhenti sesaat. Kendati demikian, wasit tetap konsisten pada keputusannya.

Sayangnya, Charles Buru yang didapuk menjadi eksekutor pinalti gagal menunaikan tugasnya. Eksekusi Charles malah melambung gawang.

Foto : Dok/Perse Ende News

Hingga usai waktu normal, skor masih imbang 1-1. Laga sengit ini berlanjut ke fase perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Pada paruh waktu pertama squad IM menguasai bola. Laskar hijau Awas Wolotopo nyaris terkurung di lapangan permainan sendiri. Tak lama kemudian anak-anak Awas Wolotopo keluar dari tekanan dan langsung melakukan serangan balik yang cepat.

Heri Gara (10) akhirnya mampu membawa timnya unggul 2-1 melalui aksi headingnya. Gol Heri tercipta ketika ia menyambut tendangan bebas dari kanan yang mengarah ke gawang lawan. Heri lantas menyambar bola dengan heading yang keras.

Gol Heri Gara ini membuat psikis anak-anak IM runtuh. Terbukti beberapa menit kemudian, laskar Awas Wolotopo tampil kian liar. Kerja sama satu dua sentuhan membuahkan hasil manis.
Kali ini giliran Syharil (15) sukses menggandakan keunggulan Awas Wolotopo memanfaatkan asist manis Heri Gara (10).

Foto : Dok/Yos Sudin

Tertinggal dua gol, para pemain Indonesia Muda bangkit menekan arra pertahanan Awas Wolotopo . Namun lini belakang Awas Wolotopo menerapkan skema pertahanan berlapis yang cukup solid dan rapat.
Hingga usai babak perpanjangan

Gol pamungkas Syharil (15) sekaligus menutup laga sengit yang berlangsung sepanjang 120 menit. Dengan kemenangan ini, Awas Wolotopo akhirnya lolos ke babak semifinal turnamen EGDMC 2019. Di babak Semi Final nanti, Awas Wolotopo menunggu pemenang antara Persandora vs Angkasa Kupang yang berlaga, Minggu (24/11) besok. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Pilkada 2020 : Jangan Ada Intimidasi ke Masyarakat (1)

Oleh : Usman D.ganggang*)

HARAPAN para pengamat, agar Pilkada pada tahun 2020 nanti, jangan ada intimidasi ke masyarakat. Harapan ini bukan tanpa dasar. Setidaknya, setiap ada kegiatan Pilkada, selalu saja ada masalah yang bisa memicu konflik, di antara kontituen yang satu dengan konstituen dan kandidat lainnya..

Sekedar disebutkan di sini, salah satu penyebabnya adalah kuatnya hubungan emosional antara kandidat dengan konstituen. Maka dapat dilihat secara jelas, betapa nyata (baca: fakta riil di lapangan) sensitivitas konstituen dalam Pilkada sangat tinggi. Akibatnya, , jika tidak ada manajemen konflik yang baik, , terutama bolong-bolong yang terdapat pada aturan Pilkada, maka bukan tidak mungkin, timbul rasa ketidakpuasan konstituen terhadap konstituen dan kandidat lain , bisa memicu lahirnya konflik di daerah pemilihan.

Tahun depan sekitar 400 hari lagi, Pilkada sudah mulai. Harapan rakyat dalam menuju Pilkada itu, hindari intimidasi dan tekanan dari pihak mana pun. Karena itu, jauh-jauh hari perlu ada kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dari semua elemen penyelenggara. Berilah kepercayaan besar kepada masyarakat pemilik suara untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya. Itu berarti harus hindari intimidasi kepada masyarakat.

Hal ini terlaksana bila ada kerja sama dalam mengamankan Pilkada, dan tentu saja perlu secara kontinyu adakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana masyarakat memberikan hak pilih pada Pilkada. Bukan malah memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengintimidasi konstuen dan kandidat lainnnya.

Oleh karena itu, pilihlah tema yang mendukung kegiatan Pilkada seperti yang sering diungkapkan para pengamat, harus melekat pada kata /istilah : bersih, jujur, dan tanpa celah. Ujungnya, harapan kita semua, agar dalam Pilkada harus mandiri, akuntabel, responsibility, aksebilitas, sinergistas dan objektif, akan terwujud.***) BERSAMBUNG

*) Penulis Sastrawan, tinggal di Bima, Nusa Tenggara Barat

Arsenal & MU Melangkah ke Semi Final Turnamen EGDMC Ende 2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Arsenal Terong Adonara, tim kedua yang lolos ke babak Semi Final usai menghempaskan Persema Menanga FC dengan skor skor telak 3-0 pada laga babak delapan besar hari kedua Turnamen Sepak Bola Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019, Jumat (22/11/2019) petang di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, laskar Maumere United (MU) melenggang ke Semi Final setelah menggulung badai pantura PSM Maurole 4-1, Kamis (21/11) kemarin.

Laga derby yang mempertemukan dua club asal Flores Timur, Persema Menanga vs Arsenal Terong Adonara berlangsung ketat dalam tempo tinggi. Persema dan Arsenal yang sering berhadapan di tanah Nagi, kali ini kembali berduel sengit mencari peruntungan di bumi Kelimutu.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Sejak wasit meniup pluit kickoff babak pertama, kedua tim tampil ofensif saling menyerang. Persema menguasai bola pada menit-menit awal. Variasi serangan Persema kerap kali menusuk ke jantung pertahanan Arsenal. Pengawalan kurang akurat di lini belakang Arsenal membuat Persema bermain leluasa. Persema hampir saja membuka peluang gol dari kaki striker mungil, Syukur Kasim (10) memanfaatkan blunder kiper Arsenal di mulut gawang. Namun sayang, Syukur terjebak offside.

Arsenal yang bermaterikan beberapa pemain bintang Perse Ende seperti Alfian, Adi Atep, Chandra Halim mencoba keluar dari tekanan lawan. Adi Atep dkk membangun serangan balik menekan pertahanan Persema. Namun lini belakang Persema yang dikawal Haji Ali, Muh. Wahid, Abdurahman Usman dan Hasyim Muhidin bermain sangat apik menghalau laju gempuran Arsenal.

Ambisi Arsenal membobol gawang Persema nyaris terjadi melalui kaki Said Rino (21). Rino yang mampu lolos dari kepungan defender Persema tanpa kompromi melesakan sebuah tendangan keras ke gawang Persema.. Sayangnya shoting Rino masih melebar tipis dari gawang Persema.

Kerja sama tim yang kompak di semua lini Arsenal akhirnya membuahkan hasil manis berkat freekick Adi Atep (10). Shoting mendatar Adi Atep menukik tajam ke sudut kanan gawang Persema. Kiper terkecoh. Ia mengkira bola out Namun bola ternyata bersarang di gawangnya. 1-0 Arsenal unggul.
Skor ini bertahan hingga akhir babak pertama.

Selebrasi kemengan Arsenal berlanjut. Baru beberapa menit laga babak kedua bergulir, Adi Atep kembali unjuk taji. Aksi solo Adi yang bergerak dari kiri mampu mengecoh penjaga gawang dan melesakan bola ke sudut kanan gawang Persema. Skor 0-2 Persema tertinggal.

Kebobolan dua gol, tekanan darah squad Persema memuncak. Laju arus serangan pun tancap gas menggempur benteng pertahanan Arsenal. Namun lini belakang Arsenal tampak cukup solid menahan gempuran anak-anak Menanga.

Giliran Arsenal berbalik menekan lawan. Mendominasi permainan, kerjasama satu dua squad Arsenal kembali menuai hasil. Asist terukur Endong Tirtayasa (18) ke Said Rino (21) yang menusuk dari belakang sulit dihalau lawan. Jala gawang Persema disobek 3-0 tanpa balas.

Unggul tiga gol memantik semangat anak-anak Arsenal. Mengurung sambil terus menekan pertahanan Persema.

Meski terkurung, semangat perlawanan serdadu Persema tak pernah kendor. Alih-alih mencicil gol, Persema kembali melancarkan agresi cepat ke jantung pertahanan Arsenal. Satu peluang tercipta di ujung laga dari aksi Syukur Kasim. Namun akurasi tendangannya masih dapat ditangkap kiper Arsenal, Andreas Baran (1).

Hingga usai babak kedua, skor 3-0 berakhir hingga wasit meniup pluit bubar Di babak Semi Final, Arsenal Terong Adonara ditunggu tetangga sebelah Maumere United yang sehari sebelumnya mengalahkan PSM. Maurole 4-1. 4 gol MU ke gawang PSM Maurole masing-masing dicetak oleh Flori Dedi (9), Eka Hera (8), Yanto wada (7) dan Econk Rera (4). 1 gol laskar pantura PSM Maurole dilesakkan Muhamad Guntur (18). *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Kampanye (Politik) ‘yang Kepagian’? (Awasan untuk Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dulla)

Oleh : Sil Joni *)

Penulis memakai ‘lensa hemeneutika kecurigaan’ dalam membedah isu yang disoroti dalam tulisan ini. Tesis dasarnya adalah kata yang diproduksi dan diartikulasi oleh pejabat publik, selalu berpotensi menggendong ‘interes politik subyektif’, entah bersifat implisit maupun yang dinyatakan secara tersurat. Tegasnya, kata-kata para elit (politik) tidak pernah netral dari kepentingan politik, apalagi jika kata itu digelindingkan dalam sebuah forum publik baik formal maupun informal.

Media daring sorotNtt,com, edisi 17/11/2019 melansir pernyataan bupati Mabar tentang ‘ajakan’ untuk mendukung paket calon bupati-calon wakil bupati Edi-Weng dalam kontestasi politik Pilkada Mabar yang akan digelar September 2020. Bujukan politik itu disisipkan Gusti Dulla ketika membawakan ‘sambutan’ dalam sebuah acara syukuran dari salah satu anggota DPRD Mabar, Wilhelmus Syukur di kampung Bentala, Kec. Boleng, Sabtu (16/11/2019).

Tajuk acara bernuansa syukuran itu pun, sontak berubah menjadi semacam ‘panggung kampaye politik mini’ untuk paket Edi-Weng. Diberitakan bahwa Gusti Dulla, dalam kapasitasnya sebagai bupati Mabar, tanpa ragu ‘mempersuasi undangan’ untuk memberikan dukungan politik kepada paket itu. Debut dan kiprah politik Edi Endi sebagai anggota DPRD Mabar empat periode dan saat ini menjadi ‘pemegang palu’ dewan, dikredit untuk memperkuat ajakan politik itu.

Demikian pun, dr. Yulianus Weng yang hadir dalam acara itu, diperkenalkan oleh Gusti Dulla sebagai ‘kekasih politik’ Edi Endi dalam mengarungi musim perebutan kekuasaan politik di level lokal.

Calon bupati lain yang sempat ‘dipromosikan’ oleh sang Bupati adalah ibu Maria Geong, ibu wakil bupati Mabar saat ini yang kebetulan hadir dalam acara sykuran politik itu. Tetapi, menariknya adalah Gusti Dulla sepertinya ‘kurang total’ dalam membujuk publik untuk menjatuhkan pilihan politik kepada sosok ini. Hal itu terbaca dari pernyataannya di mana ia memberikan kebebasan kepada publik apakah mendukung ibu Maria atau tidak.

“Ibu Maria juga belum pernah menjadi anggota DPRD tetapi sudah pernah wakil bupati. Dan tentu punya niat juga mau jadi bupati. Tinggal kita saja mau mendukung baik, tidak mendukung juga tidak apa-apa”, tegas Gusti Dulla.

Kita tidak tahu apa motifnya sehingga Gusti Dulla menggemakan ‘pesan politik yang relatif berbeda’ antara paket Edi-Weng dan Ibu Maria Geong. Mengapa untuk paket Edi-Weng, beliau tidak memberikan semacam opsi kepda publik, entah mendukung atau tidak? Apakah ini semacam ‘kode politik’ yang tersembul dari alam bawah sadar Gusti Dulla tentang ‘arah dukungan politiknya’ dalam kontestasi Pilkada Mabar kali ini?

Sebetulnya, ajakan normatif kepada publik untuk mendukung para paket calon yang berlaga dalam kontestasi politik itu, sah-sah saja dan malah sebuah ‘keharusan moral’. Itu adalah ekspresi ‘hak politik personal dari Gusti Dulla’ sekaligus tanggung jawab etis-politisnya sebagai bupati Mabar. Dalam kaitan dengan itu, tentu kita mengapresiasi ‘niat baik’ sang bupati untuk sekadar ‘mengingatkan publik yang hadir dalam pesta itu’ bahwa sebagian dari para calon itu ‘hadir juga dalam acara itu’. Secara terselubung, ‘kehadiran fisik itu’ bisa ditafsir sebagai bentuk ‘pemberitahuan’ bahwa aku adalah kandidat bupati Mabar.

Kendati demikian, saya kira ‘persuasi politik’ Gusti Dulla itu, perlu dikaji dari berbagai perspektif. Pertama, apakah etis seorang pejabat publik (bupati) dengan seenaknya ‘menjadikan’ tenda pesta sebagai arena ‘mempromosikan kandidat bupati tertentu’? Bukankah itu sebentuk ‘penodaan’ terhadap tema pesta?

Kedua, jika kita menilai bahwa ‘ajakan politik itu’ sebagai satu bentuk kampanye, maka bukankah itu bagian dari upaya (trik) mencuri start masa kampaye? Kita semua tahu bahwa gong tahapan Pilkada Mabar belum ditabuh secara formal. KPUD Mabar sebagai ‘pihak penyelenggara’ belum menetapkan secara definitip paket calon yang bertarung dalam Pilkada itu, tetapi Gusti Dulla begitu percaya diri dalam mempromosikan kedua figur yang disebutkan di atas.

Ketiga, Gusti Dulla dalam kapasitasnya sebagai bupati Mabar semestinya ‘bertindak adil’ dalam mempromosikan para paket calon tersebut. Beliau seharusnya ‘menyebut semua paket’ dan calon yang belum mendapat pasangan yang sudah mendeklarasikan diri di depan publik. Jadi, tidak hanya pasangan Edi-Weng dan ibu Maria Geong yang kebetulan hadir dalam pesta itu yang dikampanyekan. Publik mempunyai ‘hak’ untuk mendapatkan informasi politik yang pasti dari bupati Mabar itu terkait dengan nama-nama yang meramaikan bursa kandidasi untuk Pilkada Mabar saat ini.

Keempat, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mengapa ada perbedaan muatan pesan (politik) antara Edi Endi-Weng dan ibu Maria Geong? Hemat saya, jika bupati Dulla punya niat baik, maka semestinya konten pesan politik antara keduanya, sama dan berimbang. Saya menangkap semacam ‘impresi politik’ bahwa bupati Dulla cenderung ‘mengagungkan’ paket Edi-Weng.

Dari penjelasan kritis di atas, maka saya kira, sudah semakin jelas bahwa pernyataan dari bupati Dulla dalam acara itu, tidak netral dari sisi penonjolan interes politik. Karena itu, melalui forum ini, kita memberikan semacam ‘awasan politis’ kepada beliau untuk mengontrol hasrat dalam mempromosikan para kandidat bupati dalam ruang publik. Jika pekerjasaan promosi atau kampanye itu dilakukakan, maka beliau mesti bertindak bijak agar semua kepentingan politik dari para kandidat terakomodasi. Tentu, muara dari semuanya adalah publik mendapat informasi dan pencerahan politik yang bermutu dari para pejabat publik umumnya dan bupati Mabar khususnya. *

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Tertimbun Pasir, Kardus Jehatu Meninggal Dunia

KOMODOPOS.com-SATARMESE BARAT – Kardus Jehatu (25) warga asal kampung Pangga, desa Koak, kecamatan Satarmese meninggal dunia gegara tertimbun pasir di tambang pasir Wae Maras, desa Hilihintir, kecamatan Satar Mese Barat, kabupaten Manggarai, provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/11). Sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat berikut dirujuk ke RSUD Dr. Ben Mboi, Ruteng, namun nyawanya tak tertolong. Korban mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju Ruteng.

Kapolsek Iteng, Iptu Gabriel M.Taek membenarkan adanya kejadian itu.
Menurut Iptu Gabriel, dugaan sementara korban meninggal murni kecelakaan saat bekerja.

“Di lokasi tempat kejadian perkara memang sangat rawan kecelakaan. Tebing bekas galian tambang pasir cukup dalam sekitar 25 meter,” jelas Iptu Gabriel ketika dikonfirmasi Komodopos.com Selasa (19/11) malam.

Saksi mata yang enggan disebutkan namanya menuturkan, korban bersama tiga orang rekannya mengambil material pasir berasa di areal tambang pasir menggunakan truk. Korban duduk dekat kubangan bekas galian di tepi tebing. Tiba-tiba tebing runtuh lalu menimbun korban.

“Sebelum kejadian, korban duduk tepatnya di kubangan bekas galian pasir dekat dengan tebing setinggi lima meter. Saat ia duduk, tiba tiba tebing rubuh menutupi seluruh badan korban”, ujar saksi mata itu.

Ia menambahkan, ketiga rekannya yang berada di lokasi kejadian berusaha menolong korban dari reruntuhan pasir. Setelah menemukan korban, mereka langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Narang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dari Puskesmas Narang, korban kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng. Sekira pukul 16.30 Wita korban dilarikan ke RDUD Dr.Ben Mboi menggunakan mobil ambulance Puskesmas. Namun dalam perjalanan ke Ruteng, tepatnya di kampung Ranging, desa Todo, kecamatan Satar Mese Barat, korban meninggal dunia. *(Djoe)
Editor : Robert Perkasa

Proficiat dari Brasil, Kalimantan dan Kupang Untuk Umat Pra Stasi St.Yosep Rangat

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Perayaan Ekaristi Kudus Penerimaan Sakramen Komuni Pertama dan Sakramen Permandian di Kapela Pra Stasi Santu Yosep Rangat, Paroki Santu Klaus Werang, Keuskupan Ruteng mendapat aplaus dan dukungan serta beragam komentar publik dari berbagai tempat, bahkan dari luar negeri.

Dari Brasil, P.Wilfrid Ribun, SVD, misalnya menyatakan dukungan moril dan spirit religius melalui akun Facebooknya di berbagai grup sosial media, Selasa (19/11) malam.

Kepada 9 anak penerima Sakramen Komuni Pertama dan 11 anak yang menerima Sakramen Permandian serta seluruh umat di 3 Kelompok Umat Basis (KUB) dalam wilayah Pra Stasi Santu Yosep Rangat. Pastor Wilfrid juga mengucapkan terima kasihnya kepada Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Rm.Yohanes Syukur, Pr yang akrab disapa Romo Jonsy.

“Luar biasa sekali. Selamat dan profisiat bagi semua anakku dan semua koaku yg telah menerima Sakramen Ekaristi. Proficiat serta sukses selalu untuk semua keluargaku dari ketiga KUB dari Pra Stasi Rangat. Dan terimakasih banyak untuk Romo Jonsy yang telah memberikan pelayanan Sakramen Ekaristi kepada semua anak dan koaku serta seluruh keluarga dari tiga KUB Pra Stasi Santo Yosef Rangat. Salam dan doaku untukmu semua”, tulis Pater Wilfrid.

Ucapan senada juga datang dari Suster Melania Albertha, KFS di Kalimantan. Kepada Komodopos.com via akun Facebooknya, Suster Melania mengaku rindu kampung halamannya, Rangat tatkala ia memirsa live video Perayaan Ekaristi Kudus di Kapela Pra Stasi Santu Yosep, Senin (18/11) kemarin.

“Kereeeenn Robert..jadi nuk beoo (rindu kampung halaman). biar toe na bae lata Rangat da iooo (biarkan orang lain mengenal kampung Rangat). Doaku untuk kalian semua di sana”, tulis Suster Melania.

Sementara itu dari Kupang, mantan Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ibu Kristofora Benedikta Bantang yang akrab disapa ibu Venny Bantang menyatakan kerinduan serta ucapannya via akun Facebooknya untuk seluruh umat Katolik di pra Stasi St.Yosep Rangat. Ia bahkan meminta Pastor Paroki Santu Klaus Werang agar status pra Stasi ditingkatkan menjadi Stasi Santu Yosep Rangat.

“Stasi itu…penuh kerinduan akan kebersamaan…Semoga kita akan kembali bersenda gurau di halaman Stasi itu…”, kenang Ibu Venny Bantang.

Selama menjadi anggota DPRD Provinsi NTT, Ibu Venny Bantang beberapa kali datang mengunjungi umat di wilayah pra Stasi St.Yosep Rangat.

Masih banyak lagi ucapan dan dukungan moril senada yang diungkapkan oleh banyak kalangan di berbagai grup sosial media terkait kabar kesederhanaan umat Katolik serta keunikan-keunikan yang berenergi positif bagi pembangunan iman umat di wilayah pra Stasi St.Yosep Rangat itu.

Berita Komodopos.com sebelumnya, perayaan Ekaristi Kudus Komuni Pertama di Kapela Pra Stasi Rangat menampilkan nuansa yang berbeda dalam banyak hal. Perayaan Ekaristi berlangsung sederhana namun unik dan hikdmat. Perayaan Ekaristi makin khidmat dimeriahkan oleh koor paduan suara dan musik merdu keluarga besar SDN Sangat dan sejumlah anggota mudik di pra Stasi St.Yosep Rangat.

Pertama, jumlah peserta Komuni Pertama. Sedikitnya 9 peserta/siswa-siswi SDN Rangat menerima Sakramen Komuni Pertama di Kapela Pra Stasi Santu Yosep Rangat, Senin, 18 November 2019. Bersamaan dengan Komuni Pertama, juga penerimaan Sakramen Permandian/Baptis bagi 11 anak di wilayah pra Stasi tersebut. Kesembilan peserta berasal 3 KBG yang menjadi wilayah basis umat di pra stasi tersebut, yakni KBG Rangat, KBG Lamung dan KBG Tembel.

Kedua, ada dua Pastor yang memimpin perayaan Ekaristi Kudus ini. Adalah Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Rm. Yohanes Syukur, Pr dan Romo Silvester dari Lembor. Menurut umat setempat, ini sebuah rahmat berlimpah buat umat yang ada di pra Stasi St.Yosep Rangat. Misa berlangsung sederhana namun unik dan hikdmat.

Ketiga, kesepakatan umat dalam hal berpakaian. Seluruh umat pra Stasi itu mengenakan pakaian yang bernuansa adat Manggarai, yakni kain sarung Songke untuk laki-laki dan perempuan dewasa
pada saat Misa di Kapela.

Keempat, bahan persembahan 100% pangan lokal berupa hasil karya/jeripayah yang diambil langsung dari kebun/sawah milik umat setempat. Sebut di antaranya beraneka buah-buahan pisang dll, sayur-sayuran, beras merah hingga tepung kopi.

“Seluruh umat di wilayah pra Stasi St.Yosep Rangat telah bersepakat untuk berpakaian adat saat mengikuti Misa dan tidak diperkenankan membawa bahan persembahan yang dibeli di toko. Ini menjadi cirikhas kami di pra Stasi St.Yosep Rangat”, ujar Bernadus Barat Daya, tokoh umat di Pra Stasi Santu Yosep Rangat.

Ketika menyampaikan sambutan singkatnya mewakili umat Pra Stasi Santu Yosep Rangat dalam perayaan teraebut, Barat Daya memohon kepada Pastor Paroki Santu Klaus Werang untuk mendefinitifkan pra Stasi St.Yosep Rangat menjadi Stasi otonom unruk menopang eksistensi Paroki Santu Klaus Werang.

Menanggapi permohonan Barat Daya itu, Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Rm. Yohanes Syukur, Pr memastikan status pra Stasi St.Yosep Rangat didefenitifkan pada tahun 2020.

“Sebelumnya saya merencanakan hal ini dilakukan pada akhir tahun 2019 ini. Namun belum terwujud karena belum ada Uskup definitif di wilayah Keuskupan Ruteng. Baru saja Uskup Ruteng telah terpilih oleh Paus Fransiskus, yakni Mgr. Siprianus Hormat, Pr. Tahun 2020 saya usahakan pra Stasi St.Yosep Rangat didediniifkan menjadi Stasi segera terwujud”, terang Romo Jonsy. *(Robert Perkasa)

Komuni Pertama di Pra Stasi St.Yosep Rangat, Sederhana Namun Unik

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Wilayah Pra Stasi Santu Yosep Rangat mendapat giliran terakhir Penerimaan Sakramen Komuni Pertama (Sambut Baru) tahun 2019. Hal ini berdasarkan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pastor Paroki dan Pengurus Dewan Paroki Santu Klaus Werang, Keuskupan Ruteng.

Seperti pelaksanaan Komuni Pertama di Stasi/Paroki yang lain, penerimaan Komuni Pertama di Pra Stasi nan mungil ini menampilkan nuansa yang berbeda. Perbedaannya dalam banyak hal. Namun yang sangat menyolok terletak pada kesiapan dan kesepakatan umat setempat dalam hal bahan persembahan hingga cara berpakaian saat mengikuti perayaan Ekaristi Kudus tersebut, jumlah anak penerima Komuni Pertama dan Pastor yang memimpin misa.

Pertama, jumlah peserta Komuni Pertama. Sedikitnya 9 peserta/siswa-siswi SDN Rangat menerima Sakramen Komuni Pertama di Kapela Pra Stasi Santu Yosep Rangat, Senin, 18 November 2019. Bersamaan dengan Komuni Pertama, juga penerimaan Sakramen Permandian/Baptis bagi 11 anak di wilayah pra Stasi tersebut. Kesembilan peserta berasal 3 KBG yang menjadi wilayah basis umat di pra stasi tersebut, yakni KBG Rangat, KBG Lamung dan KBG Tembel.

Perayaan Ekaristi makin khidmat dimeriahkan oleh koor paduan suara dan musik merdu keluarga besar SDN Sangat dan sejumlah anggota mudika di pra Stasi St.Yosep Rangat.

Kedua, ada dua Pastor yang memimpin perayaan Ekaristi. Adalah Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Rm. Yohanes Syukur, Pr dan Romo Silvester dari Lembor. Menurut umat setempat, ini sebuah rahmat berlimpah buat umat yang ada di pra Stasi St.Yosep Rangat. Misa berlangsung sederhana namun unik dan hikdmat.

Ketiga, kesepakatan umat dalam hal berpakaian. Seluruh umat pra Stasi itu mengenakan pakaian yang bernuansa adat Manggarai, yakni kain sarung Songke untuk laki-laki dan perempuan dewasa
pada saat Misa di Kapela.

Keempat, bahan persembahan 100% pangan lokal berupa hasil karya/jeripayah yang diambil langsung dari kebun/sawah milik umat setempat. Sebut di antaranya beraneka buah-buahan pisang dll, sayur-sayuran, beras merah hingga tepung kopi.

“Seluruh umat di wilayah pra Stasi St.Yosep Rangat telah bersepakat untuk berpakaian adat saat mengikuti Misa dan tidak diperkenankan membawa bahan persembahan yang dibeli di toko. Ini menjadi cirikhas kami di pra Stasi St.Yosep Rangat”, ujar Bernadus Barat Daya, tokoh umat di Pra Stasi St. Yosep Rangat.

Ketika menyampaikan sambutan singkatnya mewakili umat Pra Stasi Santu Yosep Rangat dalam perayaan teraebut, Barat Daya memohon kepada Pastor Paroki Santu Klaus Werang untuk mendefinitifkan pra Stasi St.Yosep Rangat menjadi Stasi otonom untuk menopang eksistensi Paroki Santu Klaus Werang.

Menanggapi permohonan Barat Daya itu, Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Rm. Yohanes Syukur, Pr memastikan status pra Stasi St.Yosep Rangat didefenitifkan pada tahun 2020.

“Sebelumnya saya merencanakan hal ini dilakukan pada akhir tahun 2019 ini. Namun belum terwujud karena belum ada Uskup definitif di wilayah Keuskupan Ruteng. Baru saja Uskup Ruteng telah terpilih oleh Paus Fransiskus, yakni Mgr. Siprianus Hormat, Pr. Tahun 2020 saya usahakan pra Stasi St.Yosep Rangat didediniifkan menjadi Stasi segera terwujud”, terang Romo Jonsy. *(Robert Perkasa)

Derita Kalah 1-3 Persada, Berkah Bagi Laskar Biru Persema

KOMODOPOS.com-ENDE-Unggul sementara 1-0 pada babak pertama, laskar Persada Nangapanda keok di babak kedua. Pasukan biru Persema Menanga sukses membalikkan keadaan sekaligus membungkam Persada dengan skor akhir 3-1 pada laga babak penyisihan Pool B turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/11) malam pukul 18.30 Wita.

Turun dengan jersey kebesaran biru-biru, Persema berusaha untuk meraup poin penuh dari Persada Nangapanda yang baru mengantongi 1 poin sejauh ini. Sayangnya, penampilan apik squad Persada Nangapanda melewati badai perlawanan ketat laskar Persema.

Kerja sama yang kompak di tiap lini, laju serangan Persada mengalir deras ke jantung pertahanan Persema. Tanpa kompromi, Tarnosius (14) sukses mencetak gol pembuka ke gawang Persema Menanga. 1-0 untuk keunggulan Persada.

Terpaut 1 gol, Persema mengatur ritme permainan melalui strategi bola-bola pendek dari kaki ke kaki. Alur serangan Persema membuahkan peluang menyamakan skor melalui kaki Syukur Kasim. Sialnya, akurasi tembakan Syukur Kasim belum tepat sasaran. Skor 1-0 untuk Persada Nangapanda bertahan hingga jeda babak pertama.

Menit-menit awal babak kedua bergulir, Persema bangkit. Benteng pertahanan lawan menjadi titik fokus agresi pasukan Persema. Melancarkan serangan beruntun demi membalas gol. Pasing-pasing bola pendek dengan satu dua sentuhan, Persema beberapa kali menebar ancaman ke gawang lawan.

Keluar dari tekanan Persema, laskar Persada yang sudah unggul satu gol juga melakukan serangan balik. Umoan-umpan terobosan dari sayap kiri dan kanan ditopang penetrasi bola dari lini tengah kerap mengancam gawang Persema.
Akan tetapi presure laskar Nangapanda di babak kedua selalu kandas di kaki fullbek Persema yang tampil apik mengawal bemtwmg pertahanannya.

Belum membuahkan hasil, squad Persema tidak patah semangat. Kerja sama apik anak-anak Menanga berujung untung melalu pemain penggantii, Antonius Aralolon Sogen (19). Amunisi baru yang dikerahkan pelatih Persema sukses mencatatkan namanya di papa skor. Bermula dari sebuah serangan balik yang cepat. Antonius melesakkan si kulit bundar hingga bersarang di gawang Persada. Skor berimbang jadi 1′-1.

Gol balasan Antonius ini ternyata memantik semangat squad Persema. Alhasil, semenit kemudian naas kembali menerpa gawang Persada. Ini terjadi memanfaatkan blunder penjaga gawang ketika melakukan intersep agrresi Syukur Kasim yang sedang menerobos gawangnya. Aksi penyelamatan kurang cermat Kiper Persada itu berujung petaka ketika wasit mengganjar pelanggaran tersebut dengan hukuman pinalti.
Rian Fitra Hidayat (15) yang dipercaya sebagai eksekutor pinalti kematangan peluang emas ini dengan komplit. Gawang Persada pun bergetar untuk ledua kalinya. Skor 2-1 Persema makin unggul.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Gol kedua Persema ini membuat psikis anak-anak Persada rapuh. Terbukti, beberapa saat kemudian, Syukur Kasim kembali unjuk taji. j Bola lambung dari kanan yang gagal ditepis kiper Persada jatuh persis di kaki Syukur Kasim. Bola bundat kembali bersarang di gawang Persada. Skor 3-1 menambah panjang derita anak-anak Nangapanda.

Derita kekalahan Persada mendapat keuntungan 3 poin untuk Persema di Pool B hasil 3 kali laga. 2 kali menang dan sekali kalah. Melibas Napumere FC dengan skor 3-2 pada laga kedua, Senin (11/11) dan dilinas Angkasa Kupang 1-0 pada laga pertama, Rabu (6/11) pekan lalu.
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

Langkah Putra Nage Tersandung Gol Semata Wayang Felixianus Ola Geroda

KOMODOPOS.com-ENDE-Langka Putra Nage menuju babak 8 besar turnamen Ema Ga di Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 tersandung di kaki Felixianus Ola Geroda (10) striker Rol Lamawolo yang mencetak gol semata wayang ke gawang Putra Nage pada laga lanjutan babak penyisihan Pool A di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/11) petang pukul 16.00 Wita.

Menderita kekalahan perdana dalam laga ini membuat posisi Putra Nage di tangga Klasmen Sementara Pool A nyaris terancam. Pasalnya, putra Nage sama-sama mengoleksi 6 poin dengan Awas Wolotopo dan Maumere United yang telah mengantongi 9 poin di Pool Neraka ini. Nasib Putra Nage ditentukan dalam laga pamungkas melawan Awas Wolotopo. Partai hidup mati karena kedua tim tangguh ini sama-sama mengantongi 6 poin sejauh ini.

Ambisi Putra Nage mencuri poin dalam laga ini demi lolos ke babak berikutnya mendapat rintangan terjal ketika menghadapi squad Rol Lamawolo yang belum mengantongi satu poin pun akibat menderita kekalahan beruntun pada dua laga sebelumnya.

Melenceng dari perkiraan, squad Rol Lamawolo memberikan perlawanan yang gigih hingga sukses menaklukkan Putra Nage, 1-0.
Hasrat Putra Nage untuk lebih dahulu membobol gawang Rol Lamawolo selalu terhalang tembok dan skema pengawalan super ketat di benteng pertahanan Rol Lamawolo. Strategi pertahanan lapis baja ini menyulitkan Putra Nage unruk leluasa bergerak mengancam gawang Rol Lamawolo. Paceklik gol berlangsung sepanjang babak pertama.

Ketika babak kedua bergulir, Rol Lamawolo malah menampilkan permainan cantik dan mendominasi pertandingan. Beberapa kali aksi pemain Rol mengancam gawang Putra Nage dengan penetrasi serangan yang bervariasi.

Umar Boro Nele (9) yang menjadi striker andalan Rol Lamawolo menebar ancaman berbahaya ke gawang Putra Nage. Tidak hanya Umar Boro Nele. Sejumlah pemain Rol Lamawolo yang lain juga turun melancarkan serangan ke area pertahanan Putra Nage. Kendati demikian aks individu dan kerja sama tim Rol Lamawolo kurang akurat dalam penyelesaian akhir.

Sebaliknya, digempur lawan, Putra Nage bangkit menyerang lawan. Memperoleh sejumlah peluang emas namun selalu kandas dihadang lawan.Laskar Putra Nage kembali mendapat peluang emas melalu Emil Dhay Lena (27) yang bebas dari jebakan offside. Namun Emil yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Rol gagal fokus memaksimalkan kesempatan. Tendangan Emil malah melambung jauh ke atas mistar gawang.

Bermain tanpa beban, Skuat Rol Lamawolo menguasai laga babak kedua. Lini belakang Putra Nage dipaksa berjibaku menahan laju gempuran anak-anak Rol Lamawolo yang gencar menyerang.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Agresi squad Rol Lamawolo ini berujung petaka bagi Putra Nage di masa injury time babak kedua melalui kaki Felixianus Ola Geroda (10). Berlari dari sudut sempit di sisi kiri, Felicianus berhasil memecah kebuntuan ketika tendangannya sulit dihalau kiper lawan. Gawang Putra Nage pun bergetar, 1-0 Rol Lamawolo memimpin

Tak lama berselang gol semata wayang Felix itu, wasit meniup pluit panjang pertanda laga usai. *(Hero Dores/Robert Perkasa)