Bantai Kalfari FC 8-2, Maumere United Lolos dari Pool “Neraka”

KOMODOPOS.com-ENDE-
Maumere United (MU) lolos dari Pool “neraka” usai membantai Kalvari FC dengan skor telak 8-2 dalam laga lanjutan babak penyisihan Pool A yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/11). Disebut Pool neraka karena MU bersaing sangat ketat dengan dua raksasa sepak bola Putra Nage asal Nagekeo dan mewakili tuan rumah, Awas Wolotopo-Ende yang sama-sama mengantongi 6 poin.

Memetik poin penuh dalam laga ini membuat posisi MU makin kokoh di puncak Klasmen sementara Pool A. Sekaligus memastikan MU merebut satu tiket melenggang ke babak 8 besar turnamen tersebut.

Sejak wasit meniup pluit kickoff babak pertama, laskar MU menampilkan permainan yang memukau dan mendominasi jalannya pertandingan.

Flori Dedi (9) mesin gol Maumere United. Foto : Perse Ende/Facebook

Pada babak perrama, duet maut stiker squad Nian Sikka Maumere United, Florianus Dedy (9) mencetak hattrick dan eks pemain Sriwikaya FC, Eka Hera (8) menyumbang 1 gol ke gawang Kalvari FC.

Dominasi MU berlanjut hingga babak kedua. Unggul 4 gol di babak pertama, MU menerapkan pola permainan pendek dari kaki ke kaki menerobos benteng pertahanan Kalvari.

Tempo permainan lambat yang diperagakan squad Nian Sikka dimanfaatkan oleh anak-anak Kalvari untuk menggempur lawan. Baru beberapa menit laga babak kedua bergulir, Kalvari FC mampu menggetarkan gawang MU. Skor berubah menjadi 4-1

Namun selebrasi squad Kalvari ini tak berlangsung lama. Selang beberapa menit kemudian, gawang Kalvari kembali jebol. Lagi-lagi Florianus Dedi (9) kembali mencatatkan namanya untuk menjadi top scorer dengan menambah satu gol menjadi 5-1.

Terpaut 4 gol, pola permainan Kalvari kian rapuh. Memanfaatkan kelemahan lini pertahanan Calvari yang makin kendor, laskar merah MU makin tancap gas menyerang. Kali ini giliran Andi Sae (24) menggandakan keunggulan MU menjadi 6-1.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Meskipun skor makin melebar, anak-anak Kalvari tidak menyerah. Perlawanan Kalvari membuahkan hasil ketika pemain nomor punggung (19) mampu melesakkan 1 gol ke gawang MU. Skor berubah menjadi 6-2.

Tak lama usai Kalvari membalas gol keduanya, datang lagi gempuran MU. Flori Dedi kembali menjadi mimpi buruk bagi Calvari. Flori mencetak gol kelimanya ke gawang Kalvari sekaligus merubah skor jadi 7-2.

Sebelum laga bubar, Flori Dedi datang lagi menjebol gawang Kalvari. 8-2. * (Hero Dores/Robert Perkasa)

Angin Puting Beliung dan Petir Melanda Manggarai Barat dan Manggarai

Puting beliung di kecamatan Welak, Manggarai Barat. Gedung SDN Sewar rusak parah. Foto : Yohanes Sentosa, Guru SDN Sewar.

Puting beliung di desa Raba, Manggarai Barat. Rumah warga ambruk. Foto : Jhon Jehadin, warga desa Raba.

Korban meninggal dunia tersambar petir di desa Benteng Luwu, kabupaten Manggarai. Foto : Facebook

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO- Hujan lebat disertai angin puting beliung dan petir yang terjadi di awal musim penghujan tahun 2019 meluluhlantakan sejumlah fasilitas publik dan rumah-rumah warga hingga menelan korban jiwa manusia. Angin puting beliung melanda warga di desa Sewar, kecamatan Welak dan desa Raba, kecamatan Macang Pacar, kabupaten Manggarai Barat. Sementara di kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, seorang ibu dan anaknya meninggal dunia akibat disambar petir.

Angin puting beliung dan petir yang mengamuk di tiga desa berbeda terjadi pada waktu yang berbeda pula. Musibah angin puting beliung mengakibatkan gedung sekolah, rumah ibadah dan sejumlah rumah warga mengalami rusak parah.

Puting Beliung di Desa Sewar

Di desa Sewar, Kecamatan Welak, Manggarai Barat misalnya, bangunan SDN Sewar dan beberapa rumah dinas Guru di sekitar gedung SDN tersebut dilaporkan mengalami kerusakkan sangat parah terpapar angin puting beliung. Peristiwa naas ini menerpa wilayah itu, Senin (11/11) siang.

Kepala Desa Sewar, Fabianus Asman melaui sambungan telpon kepada Komodopos.com menerangkan, peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita Senin siang. Ia menguraikan kerugian yang timbul akibat angin puting beliung ini, gedung sekolah dan rumah dinas guru di sekitar SDN Sewar rusak parah.

Yohanes Sentosa, salah seorang Guru yang mengabdi di SDN itu menambahkan, kerusakkan gedung SDN Sewar mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terpaksà dihentikan sementara.

“Puting beliung melanda sekolah kami sehinga aktivas KBM untuk kelas I dan kelas IV terpaksa dihentikan untuk sementara. Anak-anak belajar di rumah sampai ruangan kelas mereka bisa dibenahi. Sedangkan kelas V dan kelas VI tetap menjalankan KBM seperti biasa”, terang Yohanes.

Kades Desa Sewar , Fabianus Asman menambahkan, peristiwa naas yang menerpa wilayah desanya telah dilaporkan kepada pemerintah kabupaten Manggarai Barat pada (Rabu 13/11/2019) kemarin.

“Mereka sedang dalam perjalanan menuju Desa Sewar untuk meninjau langsung lokasi terpapar puting beliung”, ujarnya.

Puting beliung di desa Raba

Sebelumnya, Sabtu (9/11) sekitar pukul 15.00 Wita angin puting beliung juga melanda warga translok di dusun Rempang, desa Raba, kecamatan Macang Pacar, kabuoaten Manggarai Barat.

Saksi mata, Jhon Jehadin yang ada di lokasi saat kejadian melaporkan, angin puting beliung mengambrukkan sejumlah fasilitas publik yang ada di wilayah itu. Antara lain gedung TRK (Tambahan Ruang Kelas) serta,fasilitas pendidikan di dalamnya, bangunan Kapala stasi Rempang, Paroki Santu Martinus Bari dan sedikitnya belasan rumah warga setempat. Di antaranya, rumah milik Kasmir Hantas, Belasius Badur dan satu unit rumah milik seorang Guru, Vitus Jemadin. Patung Bunda Maria yang ada di dalam Kapala Stasi Tampang juga pecah berantakan.

“Kejadian ini kemarin jam 3 sore. Kemarin hujan turun begitu besar disertai angin puting beliung. Saya sendiri melihat langsung kejafian ini. Hujan turun dengan butiran es”, ujar Jhon Jehadin ketika dikonfirmasi Komodopos.com via handphone selularnya.

Jhon menambahkan, menanggapi musibah itu, pemerintah kabupaten Manggarai Barat turun memantau langsung ke lokasi kejadian sekaligus membawa bantuan logistik bencana untuk para korban bencana.Bantuan tersebut berupa beras, Mie Instan, pakaian dan kain selimut

“Dinas Sosial.dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manggarai Barat telah membawa bantuan logistik bencana untuk warga yang terpapar angin puting beliung. Hari Senin (11/11) mereka datang ke lokasi kejadian mengantarkan bantuan untuk para korban bencana, yaitu warga translok yang ada di dusun Rempang, desa Raba kecamatan Macang Pacar”, tutur Jhon Jehadin.

Ibu dan anak tewas disambar petir

Dari kabupaten Manggarai dilaporkan, hujan deras disertai petir menyambar satu keluarga, suami-istri serta anak, warga kampung Wae Mbeleng, desa Benteng Kuwu, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai. IAkibat kejadian naas itu. Ibu dan anaknya meninggal dunia di TKP. Sedangkan sang suami dan mertua (Ibu dari suami korban) dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan medis.

Informasi yang dihimpun Komodopos.online dari warga setempat menyebutkan, sebelum petir menyambar, keempat warga tersebut berteduh di sebuah pondok yang ada di kebun jagung milik korban di Wae Kalo karena hujan mengguyur deras di wilayah itu. Saat mereka berada di dalam pondok itulah petir seketika menyambar mereka. (Serius Djoebadang/Robert Perkasa).

Hormat Terhadap ‘Mgr. Siprianus Hormat, Pr’

Mgr.Siprianus Hormat, Pr Uskup Ruteng terpilih. Foto/istimewa

(Catatan Apresiatif dari Seorang ‘Mantan Mahasiswa’)

Oleh: Sil Joni *)

Desas-desus seputar ‘siapa’ yang menduduki ‘takhta Keuskupan Ruteng’, sudah terjawab hari ini, Rabu, 13/11/2019. Pihak otoritas Vatikan (pusat Gereja Katolik Roma) secara resmi mengumumkan Rm. Dr. Siprianus Hormat, Pr sebagai Uskup Ruteng yang baru. Yang Mulia, Mgr. Siprianus Hormat, ditunjuk Vatikan untuk menempati ‘takhta yang lowong’ pasca-pengunduran diri Mgr. Hubertus Leteng dua tahun yang lalu.

Tulisan ini merupakan ekspresi penghormatan secara pribadi terhadap uskup baru tersebut. Kebetulan, Mgr. Sipri pernah menjadi salah satu dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, di mana saat itu saya menjadi salah satu mahasiswanya. Secara pribadi, saya ‘mengenal’ Mgr. Sipri ketika beliau mengajar ‘mata kuliah’ Moral Seksualitas untuk para mahasiswa semester VII, tahun 2007.

Sebetulnya, Rm. Sipri, demikian sapaan akrab dari sang uskup, tak punya cukup waktu untuk mengenal secara mendalam para mahasiswa non-frater (awam) seperti saya kala itu. Selain sebagai dosen, beliau juga merupakan salah satu pendaping atau staf formator untuk para calon imam diosisan di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret. Praktisnya, dengan posisi dan beban tugas seperti itu, tentu bukan pekerjaan mudah untuk mengenal mahasiswa bukan frater yang tinggal di komunitas Ritapiret, apalagi mahasiswa awam seperti saya.

Namun, saya termasuk ‘mahasiswa beruntung’ yang bisa ‘mencuri perhatian’ beliau di tengah kesibukannya sebagai dosen di STFK, dosen tamu di STKIP St. Paulus Ruteng (sekarang Universitas Katolik St. Paulus) dan staf formator para calon pastor di Seminari Ritapiret.

Rm. Sipri mulai ‘mengenal nama saya’, dari seorang ‘rekan mahasiswa’ yang sedang menggarap skripsi. Pembimbing skripsinya adalah Rm. Sipri sendiri. Rekan mahasiswa ini ‘mengalami kesulitan’ dalam merampungkan tulisan tersebut. Tulisan itu ‘dinilai belum matang’ oleh Rm. Sipri meski sudah dikoreksi berkali-kali. Rasa ‘frustrasi’ mulai terlihat dalam diri mahasiswa itu. Entah mengapa, si mahasiswa berdiskusi dengan saya perihal persoalan itu seraya meminta kesediaan saya untuk ‘mengoreksi’ tulisan tersebut.

Tidak mudah memang untuk ‘meluruskan maksud’ dan merapihkan logika dan metodologi penulisan dalan naskah mentah skripsi dari rekan mahasiswa itu. Tetapi, puji Tuhan, perbaikannya rampung juga. Itulah ‘teks terakhir’ yang ditunjuk ke dosen pembimbing sebelum karya ilmiah itu diuji. Rm. Sipri bertanya kira-kira ‘siapa aktor intelektual’ di balik naskah skripsi yang ‘sudah final itu’. Si rekan mahasiswa menyebut nama saya. Dalam sebuah obrolan di lorong kuliah, Rm. Sipri dan saya untuk pertama kalinya terlibat dalam sebuah perbincangan yang akrab, khususnya tentang ‘riwayat penulisan dan bantuan dari Rm. Sipri dalam keseluruhan proses penulisan skripsi dari rekan mahasiswa tadi.

Sejak saat itu, Rm. Sipri selalu ‘merekomendasikan saya’ untuk membantu beberapa mahasiswa awam yang skripsinya dibimbing oleh beliau. Saya tidak ingat dngan pasti ada berapa mahasiswa awam yang saya bantu dalam menyelesaikan proses penulisan skripsi mereka.

Tetapi, anehnya saya sendiri ‘kurang bergairah’ untuk menggodok tulisan saya sendiri. Saya mengidap semacam ‘rasa kurang percaya diri’ ketika berurusan dengan proses penulisan skripsi saya sendiri. Efeknya adalah saya ‘telat’ dua tahun meraih gelar sarjana filsafat (S. Fil).
Adalah Rm. Siprianus Hormat, Pr yang sekarang menjadi uskup Ruteng, yang ‘menyelamatkan saya’ dari situasi krisis itu. Saya tidak tahu seperti apa ‘riwayat akhir perjalanan akademik’ saya di STFK seandainya Rm. Sipri ‘apatis’ dengan kondisi negatif yang saya hadapi saat itu.

Enam bulan (satu semester) menjelang ‘deadline’ untuk dinyatakan drop out, Rm. Sipri ‘mencari tahu’ mengapa saya belum tinggalkan STFK. Ternyata alasan utamanya adalah skripsi ‘belum digarap sama sekali’. Rm. Sipri pun memperlihatkan empatinya dengan bersedia menjadi ‘pembimbing proses penggodokan skripsi’ itu.

Praktisnya, saya memanfaatkan waktu 3 (tiga bulan) untuk merampungkan skripsi itu. Saya menyerahkan naskah yang ‘sudah jadi’. Skripsi itu tidak dikoreksi ‘satu huruf pun’ oleh Rm. Sipri. Beliau hanya mendorong saya untuk segera mempersiapkan diri mempertanggungjawabkan skripsi itu di depan dewan penguji STFK Ledalero. Dengan itu, saya ‘lolos’ dari lubang jarum ancaman DO dari STFK. Skripsi itu mendapat nilai A. Saya lulus dari STFK dengan predikat cum laude (terpuji). Predikat sebagai ‘wisudawan terbaik’ tidak diraih dengan mudah. Perjalanannya cukup panjang dan berliku-liku.

Nama Rm. Sipri tentu menjadi orang paling berjasa dalam mengakhiri pengembaraan akademik saya di ‘bukit sandar mata hari’ (arti ledalero dalam bahasa setempat) itu. Itulah mengapa di momen pemilihannya sebagai Uskup Ruteng, saya mempersembahkan sebuah ‘tulisan spesial’ untuknya. Saya sadar bahwa ‘goresan ini’ tentu terlalu miskin untuk sekadar dianggap sebagai ‘satu bentuk ucapan terima kasih’ kepada sang Uskup terpilih. Kasih yang diperlihatkan Rm. Sipri tentu jauh lebih luas dan dalam untuk disimplifikasi dalam permenungan mini ini.

Namun, hanya dengan ‘kerja sederhana’ semacam inilah yang bisa saya buat untuk mencurahkan ‘rasa penghormatan saya’ terhadap kebaikan sang Uskup itu. Saya tidak terlalu ‘terkejut’ ketika nama Rm. Siprianus Hormat, Pr ditunjuk oleh Vatikan sebagai Uskup Ruteng. Dengan spontan saya berguman, “Rm. Sipri sangat pantas mendapatkan kepercayaan sebagai ‘Hamba Yahwe’ di Keuskupan Ruteng ini”. Saya sangat yakin bahwa ‘mata hati Vatikan’ tidak keliru untuk menerjemahkan keinginan Tuhan dalam memilih Rm. Sipri memangku jabatan rohani, Uskup di Keuskupan Ruteng.

Kita tentu mengucapkan profisiat dan selamat bertugas kepada yang mulia, Mgr. Siprianus Hormat, Pr sebagai ‘penggembala’ umat Allah (Gereja) di Keuskupan Ruteng. Sudah lama domba-dombamu, umat Katolik di sini, menantikan tuntunan sang gembala menuju ‘padang rumput iman’ yang hijau dan segar. Jadilah gembala yang rendah hati dan setia mengabdi pada kehendak Tuhan.

Akhirnya, sebagai seorang mantan murid yang pernah ‘merasakan pancaran cintamu’, dari lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih ‘pertolonganmu’ persis di saat saya kehilangan motivasi, kreasi, dan spirit akademik di STFK Ledalero 10 tahun lalu. Kini, sang guru dipercayakan Tuhan untuk menjadi ‘Uskup’ di keuskupan Ruteng. Tentu, sebuah kepercayaan yang patut disyukuri dan ditunaikan dalam bentuk tanggung jawab pelayanan tampa pamrih. Saya sangat yakin bahwa dengan bekal keterbukaan, sikap rendah hati, kedisiplinan, solidaritas, empati, kematangan emosi dan spiritual, Mgr. Sipri, bisa merespons kepercayaan Tuhan itu secara baik.*

*Penulis adalah alumnus STFK Ledalero. Tinggal di Labuan Bajo.

Gilas Nusantara FC 2-0, Arsenal Bertengger di Puncak Klasmen Sementara Pool D

Foto : MediacentreEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Arsenal Terong , club sepak bola asal Adonara kembali meraihkemenangan ketiga setelah menggilas Nusantara FC 2-0 lanjutan Turname. Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga- Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/11).
Dengan ketiga kemenangan itu, Arsenal kini bertengger di puncak klasnen sementara Pool D mengoleksi 9 poin hasil 3 kali laga. Belum pernah kalah atau seri.

Melibas Persandora FC 3-2 pada laga pertama, Selasa (5/11) pekan lalu, menang tipis 1-0 atas Persando FC pada laga kedua Jumat (8/11) dan menggilas Nusantara FC 2-0 pada laga ketiga.

Ujung tombak Atsenal di lini serang, Pati Sari Aukoli (11) menjadi man of the match yang bersinar pada laga petang tadi melalui aksi individunya yang gemilang.

Ketajamannya di lini depan Arsenal menjadi momok yang kerap menebar ancaman ike gawang lawan.
Dua gol untuk kemenangan Arsenal diborong oleh Pati Sari. 1 gol tercipta pada babak pertama dan 1 gol di babak kedua.

Arsenal hanya menyisahkan satu pertandingan melawan Loyas United pada Sabtu, 16 November 2019. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Proviciat Yang Mulia Mgr.Siprianus Hormat, Pr Uskup Ruteng

Ini Profil Uskup Ruteng yang Baru

KOMODOPOS.com–RUTENG—–Romo Paus Frasiskus mengamgkat Romo Siprianus Hormat, Pr sebagi Uskup Keuskupan Ruteng yang baru. Pengumuman kepada seluruh umat Katolik di Keuskupan Ruteng baru saja diumumkan di Gereja Katedral Ruteng, Rabu malam (13/11).

Mgr. Siprianus Hormat, Pr menggantikan Mgr. Hubertus Leteng, Pr yang mengundurkan diri dua tahun lalu.

Romo Sipri lahir di Cibal, Manggarai pada 16 Juli 1966. Ia menamatkan pendidikan SD di SDK Ri’I (1974-1980), lalu SMP dan SMA di Seminari Pius XII Kisol (1980-1986).

Ia kemudian melamar menjadi imam projo Keuskupan Ruteng. Ia studi di STFK Ledalero pada 1987-1991, lalu studi teologi di kampus yang sama pada 1993-1995.

Romo Sipri menempuh studi lanjurt di Universitas Lateran, Italia (Licenciat) pada 1999-2001 dan Kursus Formasi di Gregoriana (2001-2002).

Diitahbiskan menjadi Imam pada tahun 1995. Ia ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng dan menjadi Pastor kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng hingga 1996.

Tahun 1996-1997 ia menjadi Pastor pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere, Flores.

Tahun 1998 menjadia Pastor rekan Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Tahun 2002-2012 menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.

Pada saat bersamaan tahun 2003-2012 juga menjadi staf pengajar STFK Ledalero. Ia juga menjadi Dosen tamu di STKIP St. Paulus Rutengf (Sekarang Unika St Paulus) pada 2007-2011.

Sejak 2012 Romo Sipri hijrah ke Jakarta menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan sekrtaris hraian BKBLII KWI. Ia juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014.

Pada November 2016, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI pada sidang tahunan KWI tahun 2016, menggantikan RD Edy Purwanto. *(Robert Perkasa dari berbagai sumber)

Kandidat Bacawabup Dr.Bernadus Barat Daya Daftar di PAN Mabar

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Dr. Bernadus Barat Daya, SH., MH kembali mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati (bacawabub) di Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada siqng hari ini, Rabu, (13/11/2019).

Berdasarkan catatan media komodopos.com, pendaftaran Barat Daya di PAN merupakan Parpol yang ke 7, setelah sebelumnya ia juga telah mendaftar diri di 6 Parpol lain, seperti: PDIP, PPP, GERINDRA, PKS, HANURA dan DEMOKRAT.

Saat pendaftaran di PAN, Barat Daya didampingi oleh sejumlah keluarganya, antara lain: Lambertus Landing, Yosep Opol dan lainnya.

Rombongan Barat Daya diterima oleh sejumlah pengurus DPD PAN Mabar serta 12 tim kerja yang bertugas sebagai Panitia Penerimaan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tampak di antaranya antara lain: Tan Hasiman, ST (Ketua Panitia Penjaringan), Marsel Jeramun, SE (Wakil Ketua DPD PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD), Ino Peni (Pengurus PAN sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPRD), Anton Aron, ST (Pengurus DPD PAN sekaligus Anggota DPRD), Rudolfo Alfons, S.Fil (Pengurus DPD PAN sekaligus Sekretaris Panitia Pendaftaran), Frans Tasman, S.Fil (Pengurus DPD PAN yang juga anggota Panitia Pendaftaran), Stepanus Herson, SE (Pengurus DPD PAN sekaligus Panitia Pendaftaran), serta sejumlah pengurus dan jajaran panitia lainnya.

Sebelum penyerahan dan pemeriksaan berkas pencalonan, rombongan Barat Daya mengawalinya dengan tata cara adat dengan menyerahkan simbol keadatan berupa Ayam jantan (Manuk Bakok), Tuak dan lainnya.

Baik berkas pencalonan maupun simbol adat tersebut, diterima oleh Ketua Panitia, Tan Hasiman, ST.

Dalam sesi sambutan, Tan Hasiman menyatakan bahwa berkas lamaran yang diajuka Barat Daya beserta lampirannya, akan ditindaklanjuti oleh DPD PAN Mabar sesuai mekanisme yang berlaku di PAN.

“Saya akan tindaklanjuti semua berkas ini ke jenjang partai di atas, yakni ke DPW NTT di Kupang hingga ke DPP di Jakarta. Saya memastikan bahwa semua dokumen yang diserahkan ini, akan diamankan hingga diterima dan ditindaklanjuti oleh struktur partai di atas kami”, ujar Tan Hasiman.

Sementara itu, dalam sesi sambutan singkatnya, Barat Daya memberi apresiasi atas keterbukaan PAN dalam menerima kehadiran dirinya di Parpol tersebut.

“Saya berterima kasih atas kesediaan PAN menerima pendaftaran saya sebagai bakal calon Wakil Bupati. Saya siap menerima apapun keputusan PAN terhadap diri saya. Jika PAN berkenan memberikan kepercayaan pada saya untuk ikut berkompetisi bersama kompetitor lainnya pada ajang Pilkada 2020 nanti, maka saya siap lahir bathin untuk berjuang memperoleh dukungan dari masyarakat. Saya juga siap mengabdikan diri saya seutuhnya bagi kepentingan daerah tercinta Mabar”, ujar Barat Daya.

Saat ditanya komodopos.com mengenai posisi lamaran Barat Daya pada 7 Parpol yang konsisten mengambil posisi sebagai Wakil Bupati, ia hanya menjawab singkat, kalau dirinya perlu tahu diri dan konsisten untuk posisi itu.

“Prinsipnya begini: porong bae leru, agu leru baen (agar tahu diri dan dengan kesadaran penuh)”, pungkas Barat Daya. *(bet)

Editor: Detianus De Gea

Dr. Bernadus Barat Daya, Daftar di PAN Manggarai Barat

KOMODOPOD.com-LABUAN BAJO-Hari ini Rabu, 13/11/2019 salah satu kandidat calon Wakil Bupati, Dr. Bernadus Barat Daya, SH., MH kembali mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati di Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Berdasarkan catatan media komodopos.com, pendaftaran Barat Daya di PAN merupakan Parpol yang ke 7, setelah sebelumnya ia juga telah mendaftar diri di 6 Parpol lain, seperti: PDIP, PPP, GERINDRA, PKS, HANURA dan DEMOKRAT.

Saat pendaftaran di PAN, Barat Daya didampingi oleh sejumlah keluarganya, antara lain: Lambertus Landing, Yosep Opol dan lainnya.

Rombongan Barat Daya diterima oleh sejumlah pengurus DPD PAN Mabar serta 12 tim kerja yang bertugas sebagai Panitia Penerimaan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tampak di antaranya antara lain: Tan Hasiman, ST (Ketua Panitia Penjaringan), Marsel Jeramun, SE (Wakil Ketua DPD PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD), Ino Peni (Pengurus PAN sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPRD), Anton Aron, ST (Pengurus DPD PAN sekaligus Anggota DPRD), Rudolfo Alfons, S.Fil (Pengurus DPD PAN sekaligus Sekretaris Panitia Pendaftaran), Frans Tasman, S.Fil (Pengurus DPD PAN yang juga anggota Panitia Pendaftaran), Stepanus Herson, SE (Pengurus DPD PAN sekaligus Panitia Pendaftaran), serta sejumlah pengurus dan jajaran panitia lainnya.

Sebelum penyerahan dan pemeriksaan berkas pencalonan, rombongan Barat Daya mengawalinya dengan tata cara adat dengan menyerahkan simbol keadatan berupa Ayam jantan (Manuk Bakok), Tuak dan lainnya.

Baik berkas pencalonan maupun simbol adat tersebut, diterima oleh Ketua Panitia, Tan Hasiman, ST.

Dalam sesi sambutan, Tan Hasiman menyatakan bahwa berkas lamaran yang diajuka Barat Daya beserta lampirannya, akan ditindaklanjuti oleh DPD PAN Mabar sesuai mekanisme yang berlaku di PAN.

“Saya akan tindaklanjuti semua berkas ini ke jenjang partai di atas, yakni ke DPW NTT di Kupang hingga ke DPP di Jakarta. Saya memastikan bahwa semua dokumen yang diserahkan ini, akan diamankan hingga diterima dan ditindaklanjuti oleh struktur partai di atas kami”, ujar Tan Hasiman.

Sementara itu, dalam sesi sambutan singkatnya, Barat Daya memberi apresiasi atas keterbukaan PAN dalam menerima kehadiran dirinya di Parpol tersebut.

“Saya berterima kasih atas kesediaan PAN menerima pendaftaran saya sebagai bakal calon Wakil Bupati. Saya siap menerima apapun keputusan PAN terhadap diri saya. Jika PAN berkenan memberikan kepercayaan pada saya untuk ikut berkompetisi bersama kompetitor lainnya pada ajang Pilkada 2020 nanti, maka saya siap lahir bathin untuk berjuang memperoleh dukungan dari masyarakat. Saya juga siap mengabdikan diri saya seutuhnya bagi kepentingan daerah tercinta Mabar”, ujar Barat Daya.

Saat ditanya komodopos.com mengenai posisi lamaran Barat Daya pada 7 Parpol yang konsisten mengambil posisi sebagai Wakil Bupati, ia hanya menjawab singkat, kalau dirinya perlu tahu diri dan konsisten untuk posisi itu.

“Prinsipnya begini: porong bae leru, agu leru baen (agar tahu diri dan dengan kesadaran penuh)”, pungkas Barat Daya. *(bet)

Editor: Detianus De Gea

Hari ini, Vatikan Umumkan Uskup Ruteng

Katedral Ruteng. (Foto: Ist)

KOMODOPOS.com-RUTENG– Kabar gembira muncul dari Keuskupan Ruteng hari ini, Rabu, (13/11/2019). Vatikan dikabarkan akan mengumumkan secara resmi uskup baru, pengganti Mgr Hubertus Leteng Pr, yang sudah mengundurkan diri dua tahun lalu.

Pimpinan Keuskupan menyampaikan bahwa pada Rabu sore pukul 18.30 Wita, uskup baru itu akan diumumkan kepada umat di Gereja Kathedral Ruteng.

Para vikep, provinsial, imam, biarawan/biarawati dan ketua dewan paroki di Kota Ruteng diundang untuk mendengarkan pengumuman tersebut.

“Pengumuman didahului ibadat sore bersama. Sangat diharapkan kehadiran kita semua,” demikian isi pengumuman tersebut yang ditandatangani oleh Vikjen, Rm Alfons Segar Pr.

Sejak 2017, Keuskupan Ruteng dipimpin sementara oleh Uskup Denpasar, Mgr Silvester San Pr. Penunjukkan Mgr Silvester sebagai Administrator Apostolik kala itu diumumkan bertepatan dengan hari pengumuman pengunduran diri Mgr Huber pada 11 Oktober 2017.

Pengunduran diri Mgr Huber terjadi menyusul mencuatnya polemik dengan para imam terkait dengan masalah dugaan penyelewengan keuangan dan hubungan khusus dengan seorang perempuan, meski dalam surat pengumuman pengunduran dirinya, kedua hal itu tidak disinggung Vatikan.

Katedral Ruteng. (Foto: Ist)

Mgr Huber saat ini bertugas di Keuskupan Bandung.

Keuskupan Ruteng secara geografis meliputi tiga kabupaten di Flores barat, yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dari populasi sekitar 820 ribu jiwa di tiga kabupaten itu, 96.36% adalah Katolik.
(Sumber : Katoliknews.com)
Rabu, 13 November 2019

Persando di Ujung Tanduk, Persandora Raup 3 Poin

KOMODOPOS.com-ENDE-
Persando kembali menderita kekalahan digebuk 2-1 oleh Persandora dalam laga lanjutan babak penyisihan Pool D Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) malam ini pukul 18.30 Wita. Selasa (5/11) pekan lalu Arsenal Terong Adonara menggilas Persando FC dengan skor 1-0. Dengan kekalahan tersebut membuat posisi Persando FC di tangga klasmen sementara Pool D berada di ujung tanduk.

Laga kedua babak penyisihan Pool D Persando FC vs Persandora berlangsung sengit sejak wasit membunyikan pluit kick off babak pertama bergulir. Bermain agresif dan saling menyerang.

Persandora lebih dahulu menekan pertahanan Persando. Namun tak lama berselang, squad Persando balik menyerang lawan. Jual beli serangan tak terhindarkan.

Persandora membuka gol melalui kaki Fortunatus. A. Lay (26). Menusuk dari kiri lapangan, Fortunatus melesakkan tendangan mendatar yang terarah ke gawang Persando. 1-0 Persandora memimpin.

Tertinggal 1 gol, suhu squad Persando memanas. Tempo serangan dipertajam. Jainal Muhammad (21) yang menjadi ujung tombak Persando berusaha menjebol gawang Persandora. Sial, heading Jainal masih melebar gawang.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Mendapat perlawanan ketat Persando, squad Persandora yang memiliki kecepatan sprint menerapkan skema permainan long passing dan umpan-umpan terobosan ke area pertahanan Persando. Beberapa kali ancaman Persandora merepotkan lini belakang Persando.

Petaka menerpa gawang Persandora ketika salah satu pemain belakang Persandora menjatuhkan pemain Persando Muhamad Amarulah Usman (9) di area terlarang. Wasit pun mengganjari pelanggaran itu dengan menunjuk titik putih.

Yulius Leonardo Kurniawan (7) yang mengambil eksekusi pinalti mampu menjebol gawang Persandora. Skor berimbang 1-1 hingga turun minum.

Pada babak kedua, kedua tim bermain terbuka dan saling menggempur. Jual beli serangan kembali berlangsung sengit.
Beberapa peluang tercipta untuk masing-masing squad, namun belum mampu menembus gawang lawan.

Persando yang berusaha meraih tiga poin dalam laga ini terus mempresure pertahanan Persandora. Namun selalu kandas di kaki anak-anak Persandora yang menerapkan skema pertahanan berlapis.
Usaha anak-anak Persando untuk mencetak gol tak kunjung tiba. Padahal Jainal cs memiliki banyak kesempatan yang diperoleh, namun tak satu pun peluang itu dikonversi menjadi gol.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Persandora. Bermula dari kemelut yang terjadi di depan gawang Persando, anak-anak Persandora mampu memaksimalkan peluang emas tersebut. Kali ini giliran Bonefasius Woge (6) menjebol gawang Persando. Skor berubah menjadi 2-1 hingga usai laga babak kedua.

Persandora mengukuhkan kemenangan dan kembali meraup tiga poin. Sementara Persando berada di ujung tanduk lantaran mengalami dua kekalahan beruntun. *(Hero Dores/Robert Perkasa)