Indonesia Muda (IM) Jinakkan Gelombang Samudera Maumere 3-1

iKOMODOPOS.com-ENDE-
Squad Indonesia Muda (IM) yang dihuni pemain-pemain muda sukses menjinakkan gelombang Samudera FC Maumere dengan skor akhir 3-1 pada Laga babak penyisihan Pool C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) prtang pukul 16.00 Wita.Indonesia Muda dikejutkan dengan gol cepat Samudera FC pada menit-menit awal babak pertama. Gol pembuka ini lahir dari titik putih menyusul sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia Muda di kotak terlarang. Pemain Samudera FC bernomor punggung (8) selaku eksekutor pinalti menyempurnakan peluang emas itu. 1-0 Samudera FC memimpin.Sayangnya selebrasi squad Samudera itu tak berlangsung lama. Satu menit kemudian, Beckham Seda (22) berhasil menjebol gawang Samudera menyamakan skor menjadi imbang 1-1.Foto : MediaCenterEGDMC2019Beberapa menit kemudian giliran Safrin Ahmad (7) menggetarkan gawang Samudera FC. Sarfin Ahmad berlari dari sisi kiri area pertahanan lawan lalu menerobos dari sudut sempit menyasar bola ke gawang Samudera. Gol Sarfin Ahmad (7) membalikkan keadaan hingga IM memimpin skor menjadi 2-1.Tertinggal gol, Samudera menaikan tempo serangan. Namun lini belakang IM cukup ketat mengawal areanya. Di menit-menit akhir babak pertama Sarfin Ahmad kembali menjebol gawang Samudera dengan shot kerasnya menggandakan keunggulan IM menjadi 3-1.
Kedudukan ini bertahan hingga jeda minum babak pertama.Di babak kedua, Samudera Maumere berupaya mencicil gol dengan meningkatkan tempo serangan. Alih-alih menambah daya gedor, pelatih Samudera menarik beberapa pemainnya. Namun masuknya amunisi baru ke lapangan tidak membawa perubahan yang signifikan.Sementara squad IM yang dihuni pemain muda tampil all out dengan stamina mumpuni sepanjang laga. Tekanan demi tekanan dilakukan menggempur benteng pertahanan lawan.IM kembali mendapat satu peluang emas ketika wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain Samudera di area terlarang. Sayangnya eksekusi pinalti mampu ditepis penjaga gawang SamuderaIM terus menggempur pertahanan Samudera. Aksi-aksi anak-anak IM beberapa kali mengancam gawang Samudera namun mampu diselamatkan penjaga gawang. Hingga laga bubar, skor 3-1 tidak berubah untuk kemenangan IM
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

Skripsi: Tanda Sarjana Bisa Menulis?

Oleh: Sil Joni *)

Para calon sarjana di Perguruan Tinggi resmi, harus menyusun sebuah ‘karya tulis ilmiah’ yang lazim disebut Skripsi. Suka tidak suka, jika ingin meraih gelar sarjana untuk ‘strata satu (S1), seorang mahasiswa/i tingkat akhir, mesti merampungkan jenis tulisan ilmiah itu sesuai batas waktu yang ditentukan oleh pihak kampus.

Idealnya, para mahasiswa semester akhir tidak mengalami banyak kendala teknis dan substantif dalam menggodok skripsi. Mengapa? Mereka sudah dibekali dengan seperangkat ilmu, metodologi, dan latihan yang cukup untuk menuangkan ide secara sistematis dalam sebuah tulisan. Hampir setiap hari mereka berurusan dengan ‘latihan menulis’ melaui berbagai tugas akademik yang diberikan oleh para dosen. Dunia menulis, praktisnya bukan ‘barang asing’ bagi seorang calon sarjana.

Selain itu, pihak kampus tetap ‘bermurah hati’ di mana proses penggarapan tulisan itu dibantu atau dibimbing oleh seorang dosen yang berkompeten dalam isu yang dikaji. Dengan itu, seorang penulis skripsi tidak ‘sesuka hati’ membangun argumentasi dan memformat hal teknis-metodologis pada tubuh tulisan itu. Tegasnya, proses pengerjaan itu berjalan dalam kerangka dan koridor aturan yang berlaku dalam sebuah komunitas ilmiah (Perguruan Tinggi).

Dengan demikian, maka asumsinya adalah para calon sarjana punya ‘kapasitas/potensi’ dalam menyelesaikan salah satu persyaratan akhir untuk meraih gelar sarjana itu. Tentu, tidak salah jika ada penialaian bahwa para sarjana adalah kelompok intelektual yang bisa menulis secara sistematis dan berbobot. Dasarnya adalah mereka sudah teruji dan diuji dalam proses penggarapan skripsi yang bermutu. Tidak ada cerita bahwa para sarjana kita menderita simpton ‘kurang percaya diri’ ketika diberi tantangan untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.

Namun, faktanya masih banyak sarjana yang ‘gagap’ dalam membuat tulisan baik yang bersifat ilmiah maupun bergaya populer, fiksi atau non-fiksi. Pertanyaannya adalah apakah ‘skripsi’ itu dilihat sebagai ‘parameter’ untuk mengukur kemampuan sarjana dalam menulis? Apakah ada korelasi antara ‘lulus ujian skripsi’ dengan peningkatan keterampilan menulis dari seorang sarjana?

Saya berpikir, kita mesti ‘menguji kembali’ anggapan bahwa skripsi merupakan indikator mutu analisis seorang sarjana terhadap sebuah isu yang tertuang dalam bentuk tulisan. Mengerjakan ‘Skripsi” boleh jadi hanya karena ‘keterdesakan’, tidak ada alternatif lain, bukan karena memiliki kapasitas yang memadai dalam menulis. Dengan rumusan lain, skripsi itu merupakan ‘kewajiban akademik’ yang mesti dipenuhi, bukan sebagai sarana untuk meningkatkan ‘kualitas berliterasi’.

Kita sering mendengar atau membaca berita tentang isu plagiarisme (penjiplakan) karya ilmiah di kalangan mahasiswa dan para staf pengajar. Mental cari gampang (easy going, instan, menerabas) sudah menjalar di dunia kampus. Sarjana yang ‘tidak bisa menulis”, patut diduga bahwa selama mengikuti proses perkuliahan, dirinya mengidap virus pencurian karya orang lain.

Disinyalir bahwa biro penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi sudah beroperasi di beberapa kota besar di Indonesia. Tentu, ini sebuah lonceng kematian bagi pengembangan dan penghayatan ‘kultur akademik’ dalam lembaga pendidikan tinggi kita. Saya menduga, para sarjana yang ‘tidak tahu menulis’, kemungkinan menggunakan ‘jasa biro penulisan’ dalam menggarap tugas akhir seperti skripsi itu. Sebuah fakta yang membuat hati kita miris.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Jangan ‘Salah Pilih Lagi’ (Sebuah Gugatan Politik di Masa Kontestasi Pilkada)

Oleh : Sil Joni *)

Saya tak pernah kehilangan inspirasi dan kreasi ketika menulis tentang ‘apa saja’ di wilayah Mabar ini. Bagi saya, Mabar adalah sebuah ‘teks besar’ yang dibaluti dengan lapisan problematika yang kompleks. Tugas kita adalah ‘membongkar’ berbagai persoalan itu sebelum berubah menjadi kanker yang menggerogoti tubuh kabupaten ini.

Menurut saya, semenjak Kabupaten ini terbentuk persoalan demi persoalan datang silih berganti. Mabar tidak seindah obyek wisata alam dan budaya yang sering dibangga-banggakan itu. Memang semua aset itu, sejatinya menghadirkan rasa bahagia bagi warga. Tetapi, faktanya masih banyak warga Mabar yang terhimpit berbagai beban derita tersebab oleh ‘kelengahan’ pemerintah dalam mencari solusi guna mengatasi tumpukan persoalan yang menindih kabupaten ini.

Tentu, ruang ini terlalu sempit untuk melitanikan dan menarasikan berbagai persoalan itu. Poinnya adalah Mabar belum finis atau masih dalam ‘proses menjadi’. Rupa-rupa isu itu,sebetulnya merupakani bagian dari sebuah proses untuk menjadi Mabar seutuhnya. Kita tidak bisa mengelak dari berbagai prahara sosial dan politik di sini.

Kontestasi Pilkada Mabar sebentar lagi akan dihelat. Tetapi, khasak-khusuk seputar ‘sosok yang ideal’ untuk menjadi top political leader di sini, semakin ramai diperbincangkan di berbagai kanal diskursus publik. Pilkada ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan ‘masa depan’ dari kabupaten ini.

Wajah Mabar dalam lima tahun ke depan sangat bergantung pada ‘kecerdasan publik’ memilih pemimpin politik di musim kontestasi ini. Perjalanan selama 15 tahun bersama beberapa ‘nahkoda politik’ menjadi lensa ideal untuk menentukan secara tepat kandidat bupati yang pantas untuk Mabar.

Tesis saya adalah wajah Mabar tidak ‘sekusam’ sekarang jika selama 15 tahun ini, dikendalikan oleh pemimpin yang visioner, progresif, kreatif, inovatig, berkompeten, dan imajinatif. Pasalnya, wilayah ini dianugerahi sumberdaya alam (keunggulan komparatif) yang mengundang decak kagum publik. Namun, semua aset itu gagal ‘direkayasa’ oleh elit politik lokal sebagai ‘ladang rezeki’ bagi warga Mabar. Entah mengapa, dari bupati ke bupati, publik Mabar belum ‘mendarat di pantai kemaslahatan’ yang semestinya.

Pilkada adalah momentum mengevaluasi sekaligus menghakimi para elit politik yang hendak merebut kuasa di tanah wisata ini. Namun, masalahnya adalah akses publik untuk menentukan secara lansung dan terbuka sosok yang dianggap kapabel dalam mengemudikan ‘biduk politik Mabar’ sangat terbatas untuk tidak dibilang tidak ada sama sekali. Mengapa?

Proses perekruitmen para kandidat masih bersifat elitis dan tertutup. Partai politik mendapat ‘previlese ‘ untuk memasarkan kandidat ke publik. Kita terpaksa atau lebih tepat dipaksa untuk menerima begitu saja ‘figur politik’ yang disodorkan parpol tersebut.

Pertanyaannya adalah apakah seruan agar publik “tidak salah memilih”, masih memiliki basis argumentasi yang meyakinkan? Bukankan ‘ruang pertimbangan kritis’ sudah dibatasi oleh mekanisme dan regulasi formal yang berlaku?

Saya berpikir, justru karena ‘kelemahan prosedural itulah’ maka publik mesti cermat dalam menentukan preferensi politik dalam musim kontestasi ini. Publik tidak boleh menyerah begitu saja pada skenario parpol yang dibungkus dengan dalil regulasi itu. Para kandidat yang diorbitkan parpol mesti dievaluasi dan diseleksi secara kritis oleh publik.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Breaking News Gunung Mas Masuk Got, Penumpang Selamat

Foto : Saksi mata, Silvester Bay

KOMODOPOS.com-RUTENG-
Armada angkutan umum Gunung Mas tergelincir hingga ban mobil ini masuk ke got. Kecelakaan lalulintas ini terjadi di ruas jalan Trans Flores Ruteng-Labuan Bajo. Tepatnya di depan Kantor Pos Cancar, desa Rai, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) pagi sekira pukul 09.00 Wita.

Gunung Mas melaju dari arah Ruteng, kabupaten Manggarai hendak ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. Gunung Mas membawa penumpang sejumlah siswa SMK Sadar Wisata-Ruteng.

Saksi mata, Silvester Bay yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, kejadian ini diduga sopir Gunung Mas kaget ketika sebuah mobil Inova dari arah yang sama tiba-tiba menyalib Gunung Mas. Sopir Gunung Mas terpaksa cikar kiri menghindari mobil Inova tersebut. Akibatnya mobil masuk got. Kendati demikian, tidak ada korban dalam kecelakaan ini.

“Penumpang tidak apa-apa. Mobil sudah melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo”, ujar Silvester saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui pesan messenger. *(Robert Perkasa)

Badai Pantura Maurole Hantam Awas Wolofeo 4-2

Foto : MediaCenterEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Badai pantai utara (pantura) PSM Maurole menghantam Awas Wolofeo dengan skor 4-2 pada Laga babak penyisihan Grup C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11) pukul 18.30 Wita.

4 gol PSM Maurole masing-masing dicetak oleh Suwandri A. Ki (11), Rivan Abdulah Depa (10) pada babak pertama. Ramadhan A. Nggori dan Topanius Dala (9) memperlebar keunggulan laskar pantura Maurole pada babak kedua.

Awas Wolofeo yang sebelumnya sudah menderita kekalahan 2-4 ditekuk Samudera FC Maumere, Senin (4/11) lebih dahulu menekan pertahanan Maurole. Namun anak-anak pantura mampu meladeni irama permainan Awas Wolofeo. Gelombang serang Maurole malah balik menyerang.

Tercatat, dua kali Badai Pantura Maurole mengamuk hingga benteng pertahanan Awas Wolofeo nyaris kedodoran. Gawang Awas Wolofeo hampir saja bergetar. Beruntung penjaga gawang Awas tampil cekatan menghalau bola.

Tak lama berselang, squad Awas Wolofeo mampu keluar dari kepungan lawan. Tidak ingin didikte Maurole, anak-anak Awas Wolofeo melancarkan counter attack menebar ancaman berbahaya ke gawang Maurole. Sayangnya, tembakan ujung tombak Awas Wolofeo belum tepat sasaran.

Maurole akhirnya mampu menjebol gawang Awas melalui kaki Suwandri A. Ki (11). Suwandri yang menerima umpan terobosan menusuk dari tengah dan mengecoh penjaga gawang Awas. Dengan cekat Suwandri menjebol gawang Awas. 1-0 Maurole unggul.

Unggul 1 gol, gelombang serangan laskar pantura Maurole justru makin ganas dan membuahkan hasil manis. Tendangan bebas yang keras dari luar kotak pinalati Rivan Abdulah Depa (10) tidak dapat ditepis kiper Awas Wolofeo. Gawang Awas kembali dikoyak lawan untuk kedua kalinya. 2-0 Maurole memimpin.

Tertinggal 2 gol, squad Awas Wolofeo terus melakulan perlawanan ketat. Alih-alih membalas gol, Awas menggempur benteng pertahanan Maurole habis-habisan. Kerja sama tim yang dibangun anak-anak Awas mampu menciptakan beberapa peluang, namun belum mampu menembus gawang Maurole tersebab kokohnya lini belakang Maurole.

Kendati demikian, tempo serangan Awas dipertajam melalui variasi serangan long passing dan umoan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang sangat merepotkan barisan pertahanan Maurole. Alur gempuran Awas Wolofeo akhirnya mampu mencicil gol setelah Yovansius Radja (21) merangsek masuk ke area pertahanan Maurole. Aksi individu Yovansius memperdaya kiper Maurole. Skor berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga jeda babak pertama.

Ketika babak kedua bergulir, Awas langsung meningkatkan tempo serangan. Menerapkan strategi menyerang total football, squad Awas tampak mendominasi permainan. Upaya anak-anak Wolofeo menuai hasil. Bermula umpan crosing Sergius Ariantono Radja (7) dari sisi kiri, Tono yang menusuk dari sisi kanan dengan mudah menjebol gawang Maurole. Papan skor berubah menjadi imbang 2-2.

Skor berimbang membakar adrenalin laskar pantura Maurole. Membangun serangan dari lini ke lini menggedor jantung pertahanan lawan. Intensitas serangan Maurole memang menciptakan beberapa peluang tapi belum menggapai hasil. Tekanan demi tekanan anak-anak Maurole berujung petaka di gawang Awas Wolofeo melalui kaki Ramadhan A. Nggori. Berlari dari sudut sempit, Ramadhan sukses melesakkan bola hingga bersarang di gawang Awas Wolofeo. Skor kembali berubah menjadi 3-2.

Unggul 1 gol, squad pantura Maurole terus melancarkan serangan demi serangan dan mengurung lawan di lapangan permainan sendiri.

Topan Dala (9) yang lolos dari jebakan offside menjebol gawang Awas Wolofeo. Skor kian melebar menjadi 4-2 hingga wasit meniup pluit bubar. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Persema Menanga Gasak Napumere FC 3-2

KOMODOPOS.com-ENDE-
Persema Menanga melumat Napumere FC dengan skor 3-2 dalam laga penyisihan Grup B Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11) petang pukul 16.00 Wita.

Napumere FC yang turun dengan jersey biru hitam bermotif Sarung Ende mendapat tekanan squad Persema Menanga sejak wasit Engga Diaz meniup pluit kickoff babak pertama. Emsal Pangeran Jou (9) melesakkan sebuah shooting dari sisi kanan mengarah ke gawang Persema, namun masih melambung mistar gawang.Foto : MediaCenterEGDMC2019

Napumere FC yang keluar dari tekanan lawan berbalik mempresure jantung pertahanan Persema. Dimotori Hamdan Mustafa (9), serangan laskar Napumete FC membuahkan sebuah peluang emas menyusul pelanggaran yang terjadi di area terlarang. Sayang, Hamdan Mustafa (9) yang menjadi algojo tendangan pinalti, gagal menyempurnakan peluang tersebut. Tendangan Hamdan yang mengarah ke gawang mampu ditepis kiper Persema.

Tak lama berselang, jual beli serangan ditampilkan oleh kedua tim. Napumere yang terus mengatur ritme serangan, kembali mendapat peluang hasil kerjasama apik. Hamdan Musatafa yang menerima umpan crosing dari sektor kiri menggiring bola menerobos jantung pertahanan lawan hingga menjebol gawang Persema. 1-0 Napumere unggul.Tertinggal 1 gol, tensi serangan Persema bergulir dengan tempo tinggi. Tekanan demi tekanan terus dilakukan. Mendapat perlawanan ketat, laga ini diwarnai permainan keras hingga wasit Engga Diaz harus mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Napumere, Petrus Mite Tudu (18) yang melakukan tekelan keras terhadap pemain Persema.

Giliran Persema mendapat satu peluang dari tendangan sudut, namun belum beruntung. Heading Abdurahman Usaman (17) menyambut sepak pojok itu masih melambung tipis di atas mistar gawang. Perjuangan anak-anak Persema akhirnya terjawab melalui aksi striker mungil Syukur Kasim. (10). Assit silang Simon P. Arkian (12) dimanfaatkan dengan sempurna oleh Syukur Kasim (10). Lolos dari pengawalan ketat pemain belakang Napumete FC, Syukur Kasim dengan cerdik mengecoh Artafan (20) penjaga gawang Napumere FC. Skor berubah menjadi 1-1.Skor imbang, kedua kesebelasan bermain makin agresif. Wasit Engga Diaz kembali mengeluarkan kartu kuning yang kedua untuk pemain Napumere, Julio D. Selan (10) yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persema, Rian Fitra Hidayat (15). Walau Napumere terus menekan pertahanan Persema, namun skor imbang 1-1 bertahan hingga usai babak pertama.

Di babak kedua, squad Persema langsung menggempur lawan. Kerjasama melalui penetrasi satu dua sentuhan membawa petaka bagi Napumere. Rian Fitra Hidayat (15) yang merupakan pemain asuhan Arema Malang berhasil menjebol gawang Napumere. Gol Rian berawal dari long passing. Rian dengan sigap menjebol gawang Napumere selepas melewati beberapa pemain belakang lawan. Skor 2-1 untuk keunggulan Persema..

Tertinggal gol, giliran Napumere menyerang lawan. Tempo serangan dipertajam dan menggedor habis-habisan jantung pertahanan Persema. Ikram Aksa (19) yang berdiri bebas di samping gawang gagal memanfaatkan kemelut yang terjadi di mulut gawang Persema. Shooting Ikram malah melambung gawang.

Usaha ngotot Napumere berbuah manis ketika wasit menunjuk titik putih mengganjari pelanggaran terhadap pemain Napumere Jendra S. Kapitan (14) di kotak terlarang. Sang Kapten Hamdan Mustafa yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil mengecoh kiper Persema. Papan skor berubah menjadi 2-2 .Imbang gol, kedua tim bermain makin terbuka dan saling menyerang. Jual beli serangan dilakukan untuk bisa menembus gawang lawan.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Persema. Kali ini Syukur Kasim (10) menjadi pahlawan Persema. Umpan Emsal Pangeran Jou dari rusuk kanan gagal dihalau oleh pemain lini belakang Napumere. Syukur yang berdiri bebas di kanan gawang langsung menjebol gawang Napumere. 3-2 untuk keunggulan Persema.

Terpaut 1 gol di masa kritis, memaksa pelatih Napumere menarik beberapa pemainnya. Meski demikian, amunisi baru tidak membawa perubahan signifikan di lapangan.
Orkin Kedebu Tagu Soba (11) yang baru masuk langsung mendapat peluang emas. Umpan terobosan dari tengah disambar Orkin yang berada di depan gawang lawan. Sayangnya, Shooting Orkin malah melambung gawang.Persema juga nyaris menggandakan keunggulannya. Shooting yang dilesakkan Syukur Kasim (10) dari jarak dekat justru melambung persis ke arah kiper Napumere. Padahal ia sudah lolos dari pengawalan lini belakang dan kiper Napumere yang melakukan intersep menyambut bola.

Di waktu injuri time, Persema kembali mendapat peluang emas. Lagi-lagi umpan crosing dari Emsal Pangeran Jou di sisi kanan tidak dapat dimaksimalkan oleh Syukur Kasim. Skor 3-2 bertahan hingga wasit Engga Diaz meniup pluit bubar.

Dengan kemenangan ini Persema mengantongi 6 poin hasil 3 kali laga. Dua kali menang dan sekali kalah. Pada laga sebelumnya membungkam Go Raung FC 3-0 fan dibungkam Angkasa Kupang 0-1 pada Rabu (6/11) petang.
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

‘Virus Literasi’ Menyebar di Manggarai Barat

Oleh : Sil Joni *)

Saatnya sudah tiba. Virus literasi (aktivitas baca-tulis) menyebar dalam seluruh ‘tubuh pendidikan’ di Kabupaten ini. Media Pendidikan Cakrawa (MPC) dengan playmaker Gusti Richarno relatif sukses menjadi ‘peransang sekaligus agen penyebar virus literasi di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Mabar.

Gaung pun bersahut. Anggota komunitas akademik di beberapa lembaga itu, begitu antusias merespons ‘pancingan dan rangsangan’ dari kru MPC tersebut. Bayi literasi dalam tubuh mereka seolah melonjak kegirangan menerima ‘sentuhan kreatif’ dari para rasul literasi itu.

Api optimisme dan komitmen untuk ‘membumikan spirit literasi’, menjalar dan berkobar dalam dada para staf pengajar. Mereka mengakui bahwa potensi literasi dan gairah berliterasi dalam diri para siswa, sebenarnya cukup membanggakan. Namun, masalahnya adalah mereka kurang mendapat ‘asupan nutrisi literasi’ dari para penggerak kultur itu di lingkungan sekolah.

Kerinduan lama tentang hadirnya ‘wadah penyalur gairah berliterasi’ di Mabar, akhirnya terbayar. Sekelompok staf pengajar dari beberapa sekolah, dengan gagah bernazar, wadah itu mesti secepatnya menyebar dan berkibar di bumi Mabar. Hotel Prundi menjadi ‘saksi bisu’ bagaimana spirit besar itu, termanifestasi. Wadah itu diberi nama: “Komunitas Literasi Cakrawala di Manggarai Barat. Ibu Hortensia Herima, kepala sekolah SMKN Lembor Selatan dipercayakan sebagai ‘presiden literasi’ pada periode pertama ini.

Merawat peradaban tanpa menekuni dunia literasi, rasanya sebuah misi yang mustahil. Literasi adalah peta jalan atau penuntun dalam merawat peradaban yang bermutu dan produktif. Para peserta didik mesti ‘disadarkan’ untuk menjadikan buku sebagai ‘menu intelektual yang mereka kosumsi setiap hari. Selain itu, mereka juga perlu didorong untuk membiasakan diri menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan refleksi dan diskusi mesti didokumentasikan dalam bentuk media agar berbagai ide itu tidak menguap bersama berlalunya waktu.

Karena itu, kita berharap ‘gerakan literasi’ yang sudah mulai menggeliat ini, terus dipertahankan dan membias ke seluruh pelosok Mabar. Dengan itu, literasi menjadi gerakan betsama yang dijalankan secara reguler dan kontinyu sehingga generasi muda Mabar semakin bernas dan berdaya saing. Sumberdaya manusia yang unggul dan handal hanya mungkin terwujud jika dan hanya jika ‘kultur literasi’, terinternalisasi dalam tubuh kawula muda kita.*
*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Momentum Hari Pahlawan, Imapelma Ende Bakti Sosial di Rumah Pengasingan Bung Karno

KOMODOPOS.com-ENDE-
Memperingati Hari Pahlawan 10 November, ratusan mahasiswa Manggarai yang bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende menyambangi Rumah Pengasiang Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11). Para mahasiswa dan pelajar itu menggelar kerja bakti di tempat bersejarah itu.

Ketua Imapelma Ende, Andrianus Adu
menjelaskan, tujuan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan wujud penghormatan orang muda terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, ujar Andrianus.

Tiba di rumah tersebut Andrianus Adu dkk memohon izin terlebih dahulu kepada Bapak A. Fatur Rizal, selaku penjaga Rumah Pengasingan Bung Karno.

A. Fatur Rizal menyampaikan terima kasih kepada organisasi Imapelma Ende melaksanakan kegiatan pembersihan di Rumah Pengasingan Bung Karno pada momentum Hari Pahlawan.

Menurit Fatur Rizal, baru kali ini orang muda berkunjung untuk membersihkan bagian luar dan bagian dalam Rumah Pengasingan Bung Karno. Kedatangan Imapelma Ende sangat tepat, sesuai dengan mementum hari Pahlawan yang kita rayakan bersama hari ini.

“Perlu kita hargai Pahlawan, karena sudah berjasa untuk berjuang kepada negara Indonesia, lebih khusus Ir. Soekarno sebagai Pahlawan Revolusioner. Untuk orang muda perlu merawat dan menjaga hasil-hasil jerih payah para Pahlawan, ujarnya bangga

Fatur Rizal berharap, Rumah pengasingan Bung Karno perlu dipublikasikan ke banyak orang lewat media sosial, lebih khusus bagi orang-orang yang belum pernah berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Ende. “Ketika kalian sudah Wisuda dan bekerja di luar Ende, perlu menceritakan kepada orang-orang di sana tentang sejarah yang sebagaimana tidak dipelajari di bangku sekolah, lebih khusus sejarah Bung Karno ketika diasingkan di Ende”, lanjut A. Fatur Rizal.

“Harapan saya, ke depannya Imapelma Ende lebih tingkatkan lagi semangatnya untuk melaksanakan kegiatan seperti ini. Jangan hanya di Rumah Pengasingan Bung Karno saja melainkan di tempat bersejarah yang lain”, tegas A. Fatur Rizal. *(Klementinus Elenora).
Editor : Robert Perkasa

MU Permalukan Juara Bertahan Awas FC 5-0

Angkasa Kupang Gasak Go Raung FC 10-0

Foto : MediacentreEGDMC2019.

KOMODOPOS.com-ENDE-
Maumere United (MU) Club asal kabupaten Sikka mempermalukan squad juara bertahan, Awas FC Wolotopo 5 gol tanpa balas pada laga babak penyisihan grup A turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11). 5 gol MU merupakan kado terindah MU untuk masyarakat kabupaten Sikka pada moment Hari Pahlawan 10 November 2019.

Kelima pahlawan MU yang mencetak gol ke gawang Awas FC, yakni Flori Deddy 2 gol, Eka Hera 2 gol dan Andi Sae 1 gol.

Pada babak pertama, MU memimpin 1-0 melalui tendangan bebas Eka Hera (8). MU kemudian menggandakan keunggulannya dengan melesakkan 4 gol pada babak kedua.

Pada pertandingan sebelumnya, Selasa (5/11) MU juga berpesta gol usai membantai Rol Lamawolo FC dengan skor 5-3 dan menderita kekalahan 0-2 pada laga perdana dilumat Putra Nage, Sabtu (2/11).

Dengan dua kemenangan ini, MU kini memuncaki klasmen sementara Grup A dengan mengoleksi 6 poin. Hasil ini sekaligus menggeser Putra Nage asal kabupaten Nagekeo yang lebih dahulu mengantongi 6 poin hasil dua kali main, dua kali menang. MU unggul produksi 10 gol.

MU masih melakoni satu laga babak penyisahan Grup A melawan Kalvari FC.

Sementara itu, sang Juara bertahan Awas FC Wolotopo juga menorehkan 6 poin hasil 3 kali laga. 2 kali menang dan sekali kalah.

Di Stadion yang sama, laga kedua babak penyisihan Grup B hari ini, Minggu (10/11) pukul 18.30 Wita, Angkasa Kupang mencukur-gundulkan Go Raung FC dengan skor memalukan 10-0.

10 gol Angkasa Kuoang dicetak oleh Angga Lada (6) 2 Gol
Anjelo Embu (13) 2 Gol dan
Kiko T’nome (21) 1 Gol dan pemain Angkasa lainnya.
(Hero Dores/Robert Perkasa)

Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019

JAKARTA-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2019. Burung pengisap madu asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nama ilmiahnya memakai nama Ibu Negara, Iriana, diumumkan sebagai Ikon Satwa Nasional 2019.

“Telah terpilih sebagai Ikon Puspa Nasional Tahun 2019 adalah Saninten (Castanopsis argentea) dan sebagai Ikon Satwa Nasional yaitu Burung Isap Madu Rote (Myzomela irianawidodoae),” demikian sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya yang dibacakan Kabiro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi, Sabttu (9/11/2019).

Acara ini digelar di Area Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul’. Penetapan Ikon Puspa dan Satwa ini untuk memperkenalkan serta mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai aset yang harus dijaga dari kepunahan di habitat aslinya di alam Indonesia.

Burung Isap Madu Rote ditemukan peneliti biologi LIPI pada Okober 2017 lalu. Habitat burung kecil berukuran panjang tubuh 11,8 cm ini berada di hutan, semak-semak, kebun, dan pohon yang sedang berbuah. Ia juga menyukai serangga kecil seperti laba-laba.

“Pemberian nama Ibu Negara atas burung ini sebagai wujud penghargaan kepada Ibu Iriana Joko Widodo, yang dinilai sangat memperhatikan kehidupan burung. Burung Iriana ini masuk dalam keluarga Meliphagidae di mana semua jenisnya merupakan burung dilindungi. Ancaman burung ini cukup tinggi, karenanya para peneliti merekomendasikan agar IUCN (Badan Konservasi Dunia) agar memasukkannya dalam kategori rentan/vurnerable,” bebernya.

Sementara pohon saninten ialah pohon yang tumbuh di hutan campuran tajuknya lebat dengan buah mirip rambutan. Namun rambut pada buah Saninten sangat keras.

“Untuk membukanya diperlukan alat pemukul. Buah Saninten sangat disukai monyet dan aman dikonsumsi oleh manusia. Buah Saninten yang matang akan pecah dengan sendirinya. Di masa lampau, anak-anak di Jawa Barat mencari buah Saninten di hutan sambil bermain,” demikian kata KLHK seperti diunggah dalam Instagram-nya.

Pameran Kehati Nusantara Expo 2019 diselenggarakan pada 8 November-8 Desember. Selain pameran, serangkaian kegiatan juga akan diselenggarakan di antaranya meliputi pementasan seni, lomba melukis dan mewarnai, lomba desain filateli/perangko, lomba fotografi dan lain sebagainya. **(Sumber : detik.com) Minggu, 10 November 2019