Putra Nage di Puncak Klasmen Sementara Pool A Usai Cukur Kalvari FC 1-0

KOMODOPOS.com-ENDE-
Putra Nage kembali memetik kemenangan kedua usai mencukur Kalvari FC 1-0 pada laga lanjutan babak penyisihan turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11). Dengan kemenangan ini, laskar hitam-abu-abu Putra Nage kini memuncak klasmen sementara Pool A dengan mengoleksi 6 poin hasil 2 kali menang. Melumat Maumere United 2-0 pada laga pertama, Sabtu (2/11) pekan lalu dan mencukur Kalvari FC 1-0 hari ini, Sabtu (9/11). Sedangkan Kalvari FC yang menjalani debutnya malam ini pukul 18.30 Wita langsung menelan pil pahit akibat menderita kekalahan.

Kalvari FC bermain terbuka menebar ancaman ke gawang Putra Nage.
Mendominasi permainan pada menit-menit awal babak pertama, namun keok kemudian.

Sebaliknya pelan tapi pasti, putra Nage bermain taktis. Sesekali membangun serangan balik, namun sangat merepotkan lini belakang Kalvari.

Mendapat perlawanan ketat anak-anak Nagekeo, Kalvari FC terus berupaya menekan lawan. Namun usaha anak-anak Kalvari belum menemui sasaran yang tepat.
Hingga akhir babak pertama, tak satu pun peluang yang berujung gol.

Di babak kedua, Kalvari maupun Putra Nage sama-sama bermain ngotot untuk menjebol gawang lawan. Peluang demi peluang terjadi, namun penyelesaian akhir di lini depan kurang akurat.

Kebuntuan ini akhirnya berakgir kertka dewi fortuna berpihak kepada Putra Nage. Yoh. Brekhmans Karo mampu memecahkan kebuntuan ini dengan shooting keras ke mulut gawang Kalvari. 1-0 untuk Putra Nage.

Tertinggal satu gol, ttim besutan coach Dondo Lamba, tampil makin garang dan agresif. Tekanan demi tekanan terus dilakukan. Namun lini pertahanan Putra Nage terlalu sigap menjaga areanya dari gempuran anak-anak Kalvari.

Laga ini lemudian terpaksa dihentikan Wasit karena adanya insiden casbody ketika berduel di udara merebut bola.di lapangan pertandingan. Seorang pemain Putra Nage, Vian Tey (17) terjatuh dengan posisi dagunya membentur tanah. Vian pingsan sesaat. Karena kondisi tersebut, inspektur pertandingan langsung mengrhentikan laga tersebut. Vian kemudian langsung mendapat perawatan dari tim medis. Lima menit kemudian laga kembali dilanjutkan.

Kalvari terus melakukan tekanan. Namun hingga usai babak kedua tidak ada gol balasan yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Putra Nage bertahan hingga Laga usai.

Gol semata wayang Yohanes Brekhmans Karo itu mengantar Putra Nage ke puncak klasmen sementara Pool A. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Persandora Gilas Loyas United 3-2

Foto : MediacenterEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Laga lanjutan babak penyisihan Pool D Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019, Loyas United kontra Persandora tersaji sengit dan menarik di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11) petang,

Tertinggal 3 gol pada babak pertama, Loyas United bangkit menggempur Persandora FC di babak kedua. Perjuangan pantang menyerah squad Loyas mampu mencicil gol menjadi 2-3.

3 gol Persandora tercipta secara beruntun melalui kaki Bonefasius Moge (6) yang mencetak 2 gol ke gawang Loyas. Rfikardus Pango (8) menggandakan keunggulan Persandora menjadi 3-0.

Dua gol balasan Loyas United tercipta dari kaki Firgianto Lando (17) di awal babak kedua.
pada babak kedua. Aldino Pati (8) berhasil mencicil gol menjadi 2-3 melaui eksekusi pinalti menjelang laga usai.

Pada laga sebelumnya, Persandora menderita kekalahan 2-3 ketika menjamu Arsenal Adonara, Selasa (5/11) . Sementara Loyas United mengantongi 3 poin klasemen sementara Poll D ketika mencukur Nusantara FC 1-0 pada laga pertama, Senin (4/11/2019).

Babak pertama

Sejak wasit meniuo pluit kickoff babak pertama, Persandora mengepung benteng pertahanan Lo Loyas United dengan serangan beruntun.

Bonefasius Moge (6) membuka keunggulan Persandora FC pada babak pertama. Bone bergerak dari belakang menyambut umpan crossing dari rusuk kanan. Tanpa kompromi, ia melesakkan bola hingga bersarang di gawang Loyas United. 1-0 Persandora unggul.

Kebobolan satu gol, Squad Loyas United bangkit melakukan serangan balik. Sial, kerja keras pasukan Loyas United selau buntu saat penyelesaian akhir.

Beberpa menit kemudian, giliran Rikardus Pango (8) merobek jala Loyas United. Gol kedua Persandora ini terciota gegara skema pertahanan lini belakang Loyas United melemah. Celah ini dimanfaatkan dengan baik oleh laskar anak singkong Nuabosi. Lolos dari pengawalan tiga pemain belakang Loyas, Rfikardus (8) yang menerobos ke sisi kiri gawang langsung menyontek bola dari celah sempit. Papan skor berubah jadi 2-0 untuk Persandora FC.

Unggul 2 gol, anak-anak Nuabosi tampil makin tajir membombardir jantung pertahanan Loyas United Meakipun anak-anak Loyas mampu keluar dari kotak kurungan Persandora, tapi geliat serangan balik yang dilakukan belum tepat sasaran. Satu peluang didapat anak-anak Loyas namun gagal karena kepiawaian Mario kiper Persandora menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang lawan, lengah menjaga benteng pertahanan. Celakanya, pada saat bersamaan laskar Persandora balik menyerang memanfaatkan lini belakang Loyas yang nyaris keropos.

Kali ini, Bonefasius (6) kembali menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak yang layak dioerhitung oleh lawan-lawan Persandora. Sama seperti gol pertama, mendapat umpan crosing dari sisi kanan, Bone leluasa merobek gawang Loyas United tanpa terkawal lawan. Skor 3-0 bertahan hingga usai babak pertama.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, Loyas bermain atraktif dan menekan pertahanan Persandora. Upaya squad Loyas membuahkan hasil di awal babak kedua melalui kaki Firgianto Lando (17). Ia menyempurnakan bola crosing dari kanan dan menjebol gawang Persandora. Skor berubah menjadi 3-1.

Gol balasan ini memacu adrenalin dan semangat juag pantang menyerah anak-anak Nuabosi. Tempo serangan dipertajam sembari membenahi lini belakang yang sempat keropos pada babak pertama. Terbukti, Persandora mulai menguasai jalannya pertandingan babak kedua. Sejumlah peluang emas terjadi, namun kurang akurat.

Kendati demikian, Loyas United terus menekan dan mengurung Persandora. Serangan yang datang berrubi-tubi cukup merepotkan lini belakang Persandora.

Petaka kembali terjadi menerpa gawang Persandora menjelang masa injuri time, Kiper pengganti Persandora melakukan pelanggaran terhadap penyerang Loyas di kotak terlarang. Mengganjar pelanggaran teraebut, wasit menunjuk titik putih. Aldino Pati (8) yang dipercaya menjadi eksekutor pinalti mampu memperdaya kiper Persandora. Skor berubah menjadi 3-2. Selepas pinalti, wasit yang memimpin pertandingan meniup pluit bubar.
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

Menyambut Hari Pahlawan, Imapelma Gelar Seminar di Uniflor-Ende

KOMODOPOS.com-ENDE-
Ratusan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende mennggelar Seminar memperingati Hari Pahlawan 10 November ke-74. Seminar yang bertajuk “Menyemai Semangat Kepahlawanan pada Kaum Muda” digelar di Aula FKIP Universitas Flores (Uniflor) kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11).

Ketua Imapelma Ende, Andrianus Adu, dalam sambutannya menggedor kesadaran kaum muda Imapelma akan jasa dan semangat patriotisme para pahlawan bangsa yang telah gugur. Adrianus menjelaskan, seminar ini bertujuan membangun ingatan kolektif untuk menggerakkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Memperkokoh nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan serta kesetiakawanan sosial demi keutuhan Pancasila dan NKRI.

“Jadilah pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat, maupun bangsa ini. Selamat menyongsong hari pahlawan tahun 2019 yang ke-74”, pekik Andrianus.

Adrianus berharap, seminar tidak hanya rutinitas belaka. Lebih penting dari iru, Hari Pahlawan mesti dimaknai secara tegas dan konsisten dalam kata dan tindakan kaum muda sebagai pahlawan masa kini.

“Seminar ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat nasionalisme, cinta tanah air dalam diri kaum muda sebagai pahlawan masa kini. Untuk itu, kita kaum muda sejatinya memiliki daya kritis, inovatif dan solutif terhadap berbagai problema sosial. Turut berpartisipasi, progresif membangun bangsa. Inilah makna Hari Pahlawan bagi kita sebagai agen of change dan pahlawan masa kini”, tandas Andrianus.

Seminar dibuka oleh Dr. Dra. Imaculata Fatima Pampe, M. M. A, d
sesepuh Manggarai di Ende sekaligus sebagai penasehat Imapelma Ende. Dalam sambutannya, Dr.Imaculata Pampe menyampaikan terima kasih kepada organisasi Imapelma Ende yang telah berinisiatif untuk melaksanakan Seminar ini. Walaupun hanya kelompok kecil tapi kaum muda Imapelma memiliki kesadaran kritis mengenang jasa para pahlawan bangsanya.

“Pahlawan itu ada di tengah keluarga kita, di kelompok-kelompok kecil seperti ini, kelompok-kelompok besar seperti level nasional dan internasional. Pahlawan biasanya memberikan sesuatu yang hebat dalam keluarga itu, dalam kondisi tidak berdaya lagi atau mampu memberikan nilai/manfaat bagi orang lain”, ujar Dr. Imaculata.

Hadir pula Marianus Ola Kenoba, S.Sos., M.Hum., narasumber dalam seminar tersebut. Marianus membawakan materi tentang “Heroisme Kartini dalam Cahaya Feminisme Liberal”.

Marianus menyarankan peserta seminar agar sedapat mungkin meminimalisasi upaya kultus terhadap figur kepahlawanan.

“Kartini boleh jadi hanya memenuhi target-target artifisial semata. Ritual-ritual untuk membangkitkan memoria kita atas pahlawan-pahlawan terdahulu juga penting kita lakukan. Namun, jauh lebih penting dari itu, melalui membaca, Mari kita menimba spirit dari orang-orang terpilih itu, mendialogkannya dengan orang lain dan kemudian mempublikasikan hasil olahan gagasan kita agar berfaedah pula bagi segmen publik yang lebih luas”, pinta Marianus.

Fiktorianus Afri, salah seorang peserta seminar menyampaikan apresiasi kepada Imapelma Ende karena telah melaksanakan seminar sebagai bentuk aktualisasi orang muda terhadap jasa para pahlawan demi mewujudkan NKRI. *(Reporter Klementinus Elenora)

Editor : Robert Perkasa

Mengolah ‘Hawa Nafsu’ (Sebuah Urgensi)

Oleh : Sil Joni *)

PERTAMA-tama kita perlu membuat definisi atau batasan dari term kompositip hawa nafsu di atas. Hawa sebetulnya selalu dikaitkan dengan udara. Namun, bisa juga dihubungkan dengan dunia batin sebagai suasana atau kondisi yang selalu menghiasi kepribadian seseorang. Sedangkan nafsu selalu mengacu pada keinginan atau hasrat yang kuat untuk memiliki atau melaksanakan sesuatu.
Dari penjelasan singkat itu, maka hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang.

Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Keinginan dan kegairahan untuk mendapatkan sesuatu itu terekspresi dalam banyak hal, seperti pengetahuan, kekuasaan, kekayaan, kenikmatan, seks, dll.

Nafsu merupakan salah satu ‘fakultas mental (psikis)’ yang terdapat dalam tubuh manusia. Tidak ada manusia yang tidak ‘dilengkapi’ dengan anasir nafsu dalam hidupnya. Bahkan ada teoretisi sosial yang dengan lantang membentangkan ‘peran vital’ elemen nafsu dalam seluruh dinamika dan kompleksitas perkembangan personalitas seorang anak manusia. Tegasnya, manusia tanpa nafsu tentu bersifat pincang dan mandul. Pertanyaannya adalah apakah hidup manusia ‘didikte’ sepenuhnya oleh nafsu-nafsu itu? Bagaimaba semestinya manusia merespons dan mengolah dorongan dan gejolak yang bersifat naluriah itu?

Salah satu nafsu yang kerap menghadirkan bahagia sekaligus bencana bagi manusia adalah nafsu seks (libido). Gerakan untuk menyalurkan libido itu terkadang muncul sangat kuat melampaui energi normal kemanusiaan untuk mengontrolnya. Jika kita cerdas mengolahnya, maka hasrat libidinal itu membawa rasa bahagia. Namun, ketika nafsu itu gagal dikendalikan, maka derita dan malapetaka siap menyergap kehidupan kita.

Jauh hari, Plato, salah satu filosof terbesar sepanjang sejarah filsafat sudah mengingatkan kita akan dua jenis energi (nafsu) yang bersemayam dalam tubuh manusia. Gagasan Plato itu diperdalam oleh Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa pada jamannya.

Kedua energi yang mereka maksudkan adalah thanatos dan eros. Thanatos adalah energi atau naluri yang bersifat destruktif (merusak). Sedangkan eros adalah nafsu yang bersifat konstruktif (membangun). Tentu, sangat riskan jika unsur thanatos mendominasi kepribadian manusia.

Nafsu birahi misalnya, bisa menjadi ‘pedang bermata dua’ bagi manusia. Nafsu itu bisa menjadi ‘motor penggerak’ kehidupan di satu sisi dan serentak penghancur kehidupan manusia pada sisi yang lain.

Freud, bahkan secara bombastis mengafirmasi bahwa ‘syahwat’ itu dianggap sebagai ‘jantung peradaban’. Maju mundurnya peradaban sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakan nafsu seksnya untuk tujuan yang yang bersifat ppsitif, kreatif, produktif, progresif dan konstruktif. Itu berarti bahwa jika manusia ‘salah menggunakan’ perangkat nafsu itu, maka ongkosnya adalah kehancuran peradaban.

Saya kira gagasan Freud ini, kendati banyak dikritik, tetap aktual dan relevan untuk situasi kita di jaman posmodern ini. Kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, cabul, pornografi, pedofilia dan perilaku deviatif lainnya seperti yang diekspos oleh berbagai media, memperlihatkan gejala kemerosotan peradaban tersebab oleh ‘kegagalan’ manusia mengendalikan hawa nafsu yang berkecamuk dalam dirinya. Akar dari kejahatan itu adalah ‘terlalu dominannya’ unsur thanatos (nafsu destruktif) atau meredupnya peran eros dalam tata perilaku kita.

Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan RH, seorang guru komite, terhadap ASP, murid kelas IV di SDN Munting Renggeng, Kec. Masang Pacar seperti yang dilansir oleh beberapa media daring hari-hari ini, hanya salah satu contoh bagaimana manusia tidak cerdas dalam mengolah hawa nafsunya. Nafsu itu, sejatinya adalah ‘alat bantu’ untuk memanifestasikan ‘rasa kemanusiaan’ kita kepada orang lain. Pemenuhan hawa nafsu seks tidak bisa dijadikan tujuan (ends) yang menyebabkan ‘orang lain’ (lawan jenis) dijadikan obyek pelampiasan hasrat sesaat. *

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Meriahkan Hari Pahlawan, SMAK Loyola Gelar Festival D’Loyfest

Foto : Dedhy Wijaya

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-SMA Katolik St.Ignatius Loyola menggelar Festival D’Loyfest 2019 dengan tajuk, ” Kreatifitas Pahlawan Masa Kini”. Festival berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (8-9/11) di SMAK St.Ignatius Loyola Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Festival ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan, 10 November 2019.

Festival D’Loyfest 2019 dibuka resmi oleh Kepala SMAK St.Ignatius Loyola, P.Yeremias Bero,SVD, Jumat (8/11) pukul 19.00 Wita bertempat di Loyola Hall SMAK St.Ignatius L oyola Labuan Bajo. Para siswa-siswi SMAK Loyola menampilkan tarian dan Parade siswa-siswi dari grup Orchestra Loyola. Penampilan mereka sangat memukau para hadirin yang mengikuti acara tersebut.

Hadir dalam acara pembukaan Festival, siswa-siswi dan para alumni SMAK Loyola dari berbagai daerah, orang tua murid serta ratusan undangan lainnya. Festival ini juga menyedot perhatian masyakarat kota Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Barat, Drs Agustinus Ch.Dula dan Wakil Bupati, Drh.Maria Geong, P.hD serta Kepala Dinas PKO Mabar menurut rencana akan hadir dalam acara puncak Festival, Sabtu (9/11).

Ketua Panitia Festival, Fabianus Jewadut, S.Pd menjelaskan, festival ini dilaksanakan untuk membangun siswa/i yg berkarakter dan berdaya saing tinggi di era global. Mengingat labuan Bajo sebagai salah satu destinasi parwisata dunia. Karena itu, para siswa dituntut untuk memiliki daya kreativitas tinggi.

Ia menambahkan, SMAK St. Iignatius Loyola merupakan sekolah yang ditetapkan sebagai salah satu sekolah rujukan oleh pemerintah sejak 2015. Karena itu festival tahunan ini sebagai salah satu jawaban atas prestasi yang dimiliki SMAK St. Ignatuys Loyola.

“Selain pentas acara dalam ruangan, Panitia juga menyuguhkan beberapa stand di luar ruangan acara, yakni Stand untuk menamipilkan kreatifitas siswa-siswi, antara lain kuliner, adiwiyata( pupuk tanaman hias hasil olahan siswa SMAK loyola”, kata Fabianus.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK St.Ignatius Loyola, P. Yeremias Bero, SVD dalam sambutan membuka festival ini mengatakan, bahwa festival ini terbuka untuk masyarakat umum. Ia berharap, masyarakat yang mengikuti festival ini dbisa menikmati sejumlah acara yang dipentaskan oleh siswa-siswinya.

Terpantau Komodopos.com, hari pertama festival ini, tampak ratusan undangan memadati Aula SMAK Loyola. Sementara di luar ruangan acara, tampak ratusan pengunjung hadir menyksikan acara pembukaab festuval melalui layar lebar yg disediakan oleh panitia. *(Dedhy Wijaya)

Editor : Robert Perkasa

Arsenal Bertengger di Puncak Klasmen Sementara Pool D

Unggul 1-0 Lawan Persando FC

Foto : MediacenterEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-Gol semata wayang bomber asal Adonara, Pati Sari Aukoli (11) menjelang turun minum mengantar Arsenal Terong FC bertengger di Puncak Klasmen Sementara Pool D dengan mengoleksi 6 poin. Hasil 2 kali menang. Melibas Persandora FC 3-2 pada laga pertama, Selasa(5/11) kemarin dan menang tipis 1-0 atas Persando FC pada laga kedua di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (8/11) malam ini.

Laga kedua babak penyisihan grup Persando FC vs Arsenal Adonara berlangsung sengit sejak wasit membunyikan pluit kick off babak pertama bergulir. Bermain agresif dan saling menyerang.

Persando yang turun dengan jersey merah hitam lebih dahulu membombardir benteng pertahanan Arsenal. Beberapa kali striker Persando, Jainal Muhamad (21) berupaya menerobos pertahanan Arsenal namun fullback Arsenal sangat kokoh dan disiplin mengunci pergerakan lawan.

Sebaliknya squad Arsenal dengan jersey yellow full membangun skema counter attack yang mengalir bagai air bah. Area pertahanan Persando nyaris kedodoran dan harus berjibaku menghalau serangan Adi Atep dan tandem serasi Pati Sari Aukoli. Aksi duet bomber maut ini acapkali menebar ancaman berbahaya ke gawang Persando. Aksi kedua striker haus gol itu menjadi momok menakutkan bagi playmaker Persando. Kendati demikian, gempuran Arsenal belum membuahkan hasil. Sejumlah peluang tercipta selalu patah gegara skema grendel yang diracik apik anak-anak Persando.

Media ini mencatat, Arsenal memperoleh dua kesempatan emas melalui shooting jauh yang dilakukan Adi Atep dkk, namun mampu ditepis keluar oleh kiper Persando

Tidak lama berselang, Persando keluar dari kurungan Arsenal. Persando bangkit menggempur pertahanan Arsenal. Laskar merah Persando mengandalkan serangan long passing dan penetrasi bola-bola pendek berusaha menusuk jantung pertahanan lawan. Tak lama berselang, Persando berbalik menekan. Satu peluang tercipta dari umpan crosing Jainal. Sayangnya Ardo Kurniawan (7) kurang akurat memanfaatkan peluang itu di mulut gawang lawan. Kebuntuan ini terjadi sepanjang 45 menit waktu normal.

Dewi fortuna kemudian hadir di kubu Arsenal menjelang turun minum. Memanfaatkan keteledoran lini belakang Persando, Pati Sari Aukoli (11) melakukan shoting mendatar ke arah gawang lawan. Kiper Persando dipaksa memungut bola yang bersarang di gawangnya. Arsenal unggul 1-0 sekaligus menyudahi laga babak pertama.

Di babak kedua, tempo permainan anak-anak Persando dipertajam. Sementara Arsenal yang unggul 1 gol, bermain taktis sembari mengatur ritme, kapan menyerang dan bertahan.

Strategi Arsenal ini terbukti ampuh. Gempuran Persando selalu kandas di kotak 16. Persando nyaris menyamakan skor melalui Jainal Mugamad (21). Sayangnya, bola heading Jainal mampu dengan enteng ditangkap kiper Arsenal, Firsan Kapitan (22).

Jainal kembali menebar ancaman menyempurnakan sebuah crossing jauh oleh Filipe Oliviera. Lagi-lagi heading Jainal masih melebar tipis dari gawang Arsenal.

Giliran Arsenal mendapat peluang pada menit akhir babak kedua nyaris menggadakan keunggulannya. Tetapi shooting Diego (77) dari daerah 16 masih melambung di atas mistar gawang. Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup pluit bubar. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Laga Seru PSM Maurole vs Indonesia Muda Berakhir Imbang 1-1

KOMODOPOS.com-ENDE-
Berakhir imbang 1-1, laskar pantai utara (pantura) PSM Maurole kontra Indonesia Muda (IM) hanya puas berbagi angka dalam klasemen sementara Pool C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019. Laga sengit dua tim ini berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (8/11) petang. Bermain dengan tempo tinggi dan saling menyerang sepanjang 90 menit waktu normal. IM sempat memimpin 1-0 saat tambahan waktu babak pertama. Pada babak kedua, Laskar pantura Maurole menyamakan skor 1-1 melalui eksekusi pinalti.

Sejak wasit Engga Diaz meniup pluit kickoff babak pertama, kedua tim yang berataburan bintang Perse Ende ini sama-sama menampilkan total football. Variasi serangan dari lini ke lini dibangun dengan kerja sama tim yang padu.

Adu skill, startegi, kualitas dan pengalaman mumpuni yang dimiliki oleh kedua squad ini menyata di lapangan hijau. Laga pun bergulir atraktif dan memukau ribuan pasang mata yang berjubel di tribun Stadion Marilonga. Sorak ria para supporter menggelorakan spirit kepada tim kesayangan mereka.

IM tampil agresif dalam laga ini dengan trend positif hendak memuncaki klasemen Pool C. Ambisi IM beralasan karena telah mengantongi 3 poin hasil laga pertama mereka melibas Perselaya Lamahala FC 3-1, Minggu (4/11) kemarin.

Di sisi seberang, laskar pantura PSM Maurole bukan tim anak bawang yang enteng diremehkan. Tidak mau buang kesempatan, anak-anak pantura Maurole bermain ngotot ingin memetik poin penuh dalam laga perdana mereka petang tadi.

Turun dengan kostum merah total, squad PSM Maurole mampu meladeni kecepatan anak-anak IM yang menerapkan gerakan tiki taka satu dua sentuhan yang menawan. Meski IM unggul dalam penguasaan bola, namun kurang akurat memanfaatkan peluang. Beberapa peluang tercipta tapi gagal menggetarkan gawang Maurole

Sementara itu, laskar pantai utara Maurole menyajikan serangan balik. Menebar “teror” ke gawang IM. Gempuran demi gempuran kerap menusuk ke jantung pertahanan IM. Sayang defender palang pintu IM, Ibrahim Igo (6) dan Topan Dalam (9) dkk tampil disiplin dan sangat taktis menghalau setiap serangan lawan. Benteng pertahanan IM terlalu tangguh untuk diterobos lawan hingga usai waktu normal babak pertama.

Gelombang serangan IM baru menunjukkan kegarangannya ketika masa tambahan waktu. Sarfin Ahmad (7) menggelar selebrasi seketika ia sukses menggetarkan gawang IM. Gol Syafrin berawal dari sebuah umpan crossing dari rusuk kanan. Syafrin berlari gesit menusuk dari rusuk kiri sembari menerima umpan terukur itu. Tanpa kompromi, Syafrin dengan cerdik melesakan bola ke gawang PSM Maurole. 1-0 Indonesia Muda memimpin hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo serangan IM malah makin tajir. Kali ini anak-anak IM bermain lebih taktis. Bola bergulir ria dari lini ke lini dengan satu dua sentuhan menerobos area pertahanan lawan. IM nyaris menggandakan keunggulannya ketika satu peluang diperoleh. Namun akurasi penyelesaian akhir kurang menukik sasaran.

Unggul satu gol, IM memperlambat tempo. Beberapa pemainnya ditarik keluar dan memasukkan amunisi baru. Sayangnya strategi ini tidak cukup membawa perubahan signifikan di lapangan.

Sebaliknya, terpaut 1 gol, squad pantura Maurole bangkit menyerang. Alhasil, laju serangan beruntun mampu mendominasi penguasaan bola. Badai gelombang pantura Maurole kini menunjukkan keperkasaannya pada babak kedua. Benteng pertahanan IM menjadi sasaran amukkannya.

Digempur habisa-habisan, petaka pun datang menerpa gawang IM. Bermula dari pelanggaran handball di area terlarang, keputusan wasit tak kuasa dilawan.

Topan Dala (9) yang menjadi algojobtendangan pinalti tak mau membuang peluang emas. Tendangan Topan mengecoh kiper IM hingga bola bersarang di gawangnya. Kapan skor berubah menjadi 1-1.

Skor berimbang, adrenalin laskar pantura Maurole makin memanas. Gawang IM nyaris terkoyak andai saja freekick ujung tombak Pantura Maurole gagal ditepis kiper IM.

IM yang tidak ingin terus ditekan berbalik menyerang dan mengancam gawang Maurole. Namun lini belakang Maurole cukup solid mengawal benteng pertahanannya.

Hingga usai waktu normal babak kedua, skor 1-1 beimbang hingga wasit Engga Diaz meniuo pluit panjang. *(Hero Dores/Robert Perkasa) Foto : MediaCenterEGDMC2019.

Gol Semata Wayang Umar Uran, Hanyutkan Badai Samudera Maumere

KOMODOPOS.com-ENDE-
Umar Uran (14) pahlawan Perselaya Lamahala Flores Timur melesakkan gol semata wayang ke gawang Samudera Maumere pada laga lanjutan penyisihan grup Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11) petang pukul 18.30 Wita. Gol Umar terjadi pada menit tambahan waktu menjelang laga bubar. Gol ini sekaligus mengantar Perselaya Lamahala FC memetik 3 poin klasemen sementara Pool C.

Sejak wasit membunyikan pluit kickoff babak pertama, kedua tim bermain terbuka dan saling menyerang. Jual beli serangan berlangsung ketat. Turun dengan performa terbaiknya, squad Perselaya bermain kompak dan agresif melancarkan serangan berbahaya ke jangkar pertahanan Samudera Maumere.

Kendati demikian, anak-anak Samudera berupaya keluar dari kurungan lawan kemudian melancarkan serangan balik. Bermain total football dengan variasi serangan long passing dan umpan-umpan silang terukur, kerapkali merepotkan barisan palang pintu Perselaya Lamahala. Namun jual beli serangan sepanjang 45 menit babak pertama belum membuahkan hasil manis. Bermain imbang tanpa gol menutup laga babak pertama.

Pacekelik gol ini berlanjut hingga memasuki babak kedua. Walau bergulir dengan ritme tinggi dan sengit, belum juga memecah kebuntuan. Perselaya mencoba mengambil inisiatif menyerang. Tapi presure yang dilakukan mudah dipatahkan oleh defender dan fullback Samudera. Beberapa peluang menerpa area pertahanan Samudera Maumere. Namun akurasi finishing belum menemui sasaran yang tepat.

Demikian pula sebaliknya . Squad Samudera Maumere tampil makin garang menggempur benteng pertahanan Perselaya. Pengawalan yang ketat membuat badai serangan Samudera mudah dihalau.

Hingga usai waktu normal babak kedua, laga kedua tim ini belum mampu mencetak gol ke gawang lawan. Walau 90 menit waktu normal habis, skor masih tetap imbang tanpa gol.

Petaka kemudian datang menerpa Samudra Maumere di masa kritis tambahan waktu. Umar Uran (14) yang lolos dari pengawalan lawan, sukses menggetarkan gawang Samudera Maumere. Crossing Umar Uran yang mengarah ke gawang Samudera gagal dihalau kiper lawan, 1-0.

Gol semata wayang yang lahir dari kaki Umar menyudahi laga ini. Menang tipis 1-0, Perselaya Lamahala mendapat tambahan tiga poin. *(Hero Dores/Robert Perkasa)
Foto: MediaCenterEGDMC2019.

Skor Kaca Mata, Persada Nangapanda vs Go Raung FC

KOMODOPOS.com-ENDE
Laga babak penyisihan Grup B Turnament Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGEDMC) 2019 di stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11) petang berakhir dengan skor kaca mata. Sama-sama menderita kekalahan pada laga sebelumnya, Persada maupun Go Raung FC kini menjadi juru kunci klasemen sementara Pool B karena hanya mengoleksi satu poin hasil dua kali main. Sekali kalah dan sekali seri. lagi ini menjadi partai hidup-mari

Persada yang turun dengan jersey hitam sejak kick off babak pertama tampak menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali gawang Go Raung terancam. Inigin petik poin penuh, squad Persada tampil agresif menggempur benteng pertahanan GO Raung FC. Beberapa peluang tercipta, namun belum membuahkan gol. Buntunya lini depan Persada dalam finishing bola menjadi kendala untuk menjebol gawang Go Raung.

Sementara laskar Go Raung yang berjersey merah hitam meladeni permainan Persada dengan ketat. Mengandalkan serangan balik, Go Raung FC sesekali menekan pertahanan Persada. Walau demikian, kokohnya pengawalan lini belakang Persada, sulit diterobos.

Peluang emas datang menghampiri squad Persada ketika wasit yang memimpin laga ini mengganjari pelanggaran yang dilakukan kiper Go Raung di kotak terlarang. Wasit pun menunjuk titik putih. Sayangnya, peluang emas ini dibuang percuma. Alex (11) eksekutor tendangan pinalti gagal melesakkan bola ke gawang Go Raung FC. Akurasi tendangannya mampu ditepis keluar oleh kiper Go Raung, Jubaidin (88).

Tidak hanya itu. beberapa menit kemudian, serangan Persada datang silih berganti. Meski skema pertaganan lini belakang Go Raung rapuh tapi penyelematan individu Jubaidin di bawah mistar gawang sangat gemilang menghalau bola. Junaidi menjadi man on the macth dalam laga ini. Ujung tombak Persada nyaris frustrasi karena semua tembakan yang di arahkan ke gawang mampu ditepis Junaidi. Gawangnya dibombardir anak-anak Nangapanda, namun Jubaidin tampil perkasa menyelamatkan gawangnya.
Hingga jeda babak pertama, skor masih imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Go Raung bermain terbuka. Tempo serangan dipertajam. Penetrasi long passing bervariasi dengan umpan-umpan terobosan ke area pertahanan menebar ancaman ke gawang lawan. Lagi, penyelesai akhir selalu tumpul memanfaatkan setiap peluang.

Kondisi senada juga terjadi pada squat Persada. Serangan balik mengalir deras ke mulut gawang lawan. Tampil agresif menekan lawan, tapi tak satu pun peluang berbuah gol. Lagi-lagi kemampuan Jubaidin sang goal keeper Go Raung menjadi tempbok palang pintu yang sulit ditembus.

Menjelang masa injury rime, ball position menjadi milik Persada. Bermain setengah lapangan mengurung benteng pertahanan Go Raung. Sayangnya belum ada goal yang tercipta. Skor kaca mata bertahan hingga wasit meniuo pluit bubar. *(Hero Dores/Robert Perkasa). Foto : MediacenterEGDMC

Memotret Kultur Literasi di Mabar

Oleh : Sil Joni *)

KITA mesti jujur dengan diri sendiri. Kultur literasi (baca-tulis) belum terlihat di tanah wisata ini. Gerakan untuk menghidupkan budaya itu pun masih bersifat sporadis. Belum ada pihak atau lembaga yang secara intens dan total mendedikasikan ‘segalanya’ untuk menumbuhkan benih aktivitas literatif itu.

Lembaga pendidikan (sekolah) yang diharapkan menjadi wadah persemaian tradisi itu dalam tubuh generasi muda kita, nyatanya belum bisa berbuat banyak. Energi atensi para guru terlampau banyak disedot dan tergerus untuk mengurus dan memenuhi aspek teknis-administrasi pembelajaran di kelas.

Kondisi semakin runyam ketika sarana dan prasarana untuk menstimulasi dan memfasilitasi mekarnya budaya akademik itu masih jauh dari ekspektasi. Belum ada sekolah yang memiliki semacam ‘taman baca dan perpustakaan’ dengan koleksi buku bermutu dengan tema yang variatirf.

Perpustakaaan di sekolah kita, umumnya ‘ditumpuki’ oleh buku teks yang kering, kaku, dan kurang menarik dalam ‘memancing’ selera baca para siswa. Kendati stok buku ilmiah dan sastra berlimpah di beberapa perpustakaan, masalahnya adalah para siswa ‘agak takut’ (baca: tidak mau) mengunyah ‘isi pustaka’ yang berat itu. Para guru relatif gagal ‘mengarahkan’ para peserta didik untuk ‘terbiasa’ melahap menu intelektual yang berbobot itu.

Potret buram itu bertambah buruk ketika kita ‘mengintip’ isi rumah keluarga kita. Rumah yang memiliki semacam ‘pojok literasi’, bisa dihitung dengan jari. Kerja intelektual seperti menulis, membaca, berdiskusi dan berefleksi belum menjadi habitus yang mengakar dalam ekosistem kebudayaan kita.

Anak SMP, SMA/SMK mana di Mabar ini yang setiap minggunya membaca minimal satu buku dan menulis satu artikel untuk dipublikasikan di majalah dinding sekolah atau di halaman media sosial? Jangankan para siswa, mungkin pertanyaan yang sama bisa juga ditujukan kepada para seluruh staf pengajar di Kabupaten ini. Kita belum mendapatkan ‘jejak literasi’ yang menawan dari para guru di sini.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca di salah satu media daring perihal ‘kiprah Pemuda Muhammadiah” di Mabar yang digadang-gadang sebagai ‘perintis hidupnya kultur literasi’ itu. Penilaian itu dilontarkan ke ruang publik presis setelah acara “Bedah Buku” berjudul ‘Selamat Datang di Manggarai Barat’ karya dua penulis muda, Syamsudin Kadir dan Muhammad Achyar di Hotel Pelangi (2/11/2019), digelar.

Saya kira ‘acara bedah buku’ yang bersifat momental itu, tidak bisa menjadi indikator bahwa ‘kelompok yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan itu, langsung dibaptis sebagai pionir dan penggerak tradisi berliterasi di sini. Literasi tidak bisa direduksi maknanya hanya sebatas ‘kemampuan’ mengorganisir acara bedah buku, diskusi, dan seminar.

Kampanye dan aksi konkret untuk menghidupkan ‘budaya baca-tulis’ belum menjadi program bersama yang digodok dan diimplemantasikan secara sistematis, massif, dan terukur. Tegasnya, kegiatan yang bernuansa intelektual, masih stagnan di Mabar. Kondisi spirit berliterasi kita, boleh dibilang ‘hidup enggan mati tak mau’. Kita hanya menerapkan apa yang menjadi kegiatan rutin di sekolah dan di rumah. Literasi belum menjadi ‘satu agenda spesial’ yang mendapat porsi perhatian yang lebih.

Di tengah latar kegersangan berliterasi itu, kehadiran Media Pendidikan Cakrawala (MPC) di beberapa sekolah di Mabar, boleh dilihat sebagai semacam ‘oase’ yang bisa merimbunkan tunas literasi tersebut. Para awak media ini dengan ‘Gusty Richarno’ sebagai ‘dirigennya coba ‘menyuntikan dan menularkan’ virus literasi itu kepada para guru dan terutama kepada para siswa, generasi muda Mabar. SMAN I Komodo, SMAN 2 Komodo, dan SMAN I Lembor adalah beberapa ‘komunitas akademik’ yang mendapat urapan roh berliterasi dari kru MPC itu.

Respons mereka setelah mengikuti ‘ritual berliterasi sederhana’ itu, setidaknya dari apa yang mereka unggah di media sosial, memperlihatkan ‘api optimisme’ yang bakal terang benderang dalam jagat pendidikan kita perihal proyek revitalisme budaya literasi di Kabupaten ini. Mereka semua mengamini bahwa para siswa mempunya ‘potensi yang besar’ untuk menumbuhkan dunia literasi itu. Melalui sentuhan kreatif kru MPC, para pendamping (para guru di ketiga sekolah itu) sudah memiliki ‘cukup amunisi’ untuk segera ‘membuka lahan literasi” dan merawat secara telaten benih literasi yang sudah bersemayam dalam dada para kawula muda kita.

Kita berharap percikan api literasi yang terpancar di beberapa sekolah itu, bisa menyebar dan membias di panti pendidikan dan komunitas sosial yang lain, sehingga ‘kultur literasi’ menjadi kebutuhan rohaniah yang menyegarkan kepribadian para insan muda kita.

Sudah saatnya kita bangkit dari ‘tidur panjang kemalasan menggauli aktivitas literasi’ demi menyambut generasi Mabar yang berwajah optimistis dan kompetitif di hari esok. Fokus pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini adalah membangun sumberdaya manusia handal dan kompeten. Literasi adalah kunci dan peta jalan menuju terwujudnya politik demografi yang bermutu. Prediksi soal ‘hadirnya periode bonus demografi’ mesti memacu kita untuk mengencangkan ‘sabuk literasi’ agar tidak tersingkir dalam era yang diwarnai dengan pertarungan skill itu. Literasi adalah jembatan keselamatan sehingga kita tidak ‘terhempas’ dalam badai pertarungan itu.*

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.