Ini Data Ruas Jalan Provinsi di 22 Kabupaten/Kota se-NTT

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Total panjang ruas jalan provinsi yang tersebar di 22 Kabupaten/kota se-provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2.650 km. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor: 256/KEP/HK/2017 tanggal 2 Oktober 2017 Tentang Ruas Jalan Provinsi di Provinsi NTT.

Ruas Jalan Provinsi di 22 Kabupaten

1. Kota Kupang 28.07 km
2. Kabupaten Kupang 347.51 km
3. Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) 306,76 km.
4. Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) 133,01 km
5. Kabupaten Belu 63,42 km
6. Kabupaten Malaka 55,93 km
7. Kabupaten Tote Ndak 28,01 km
8. Kabupaten Sabu Raijua 39,00 km
9. Kabupaten Alor 123,83 km
10. Kabupaten Lembata 39,00 km
11. Kabupaten Flores Timur 149,89 km.
12. Kabupaten Sikka 90,34 km
13. Kabupaten Ende 146,16 km
14. Kabupaten Ngada 199,24 km
15. Kabupaten Nagekeo 75,36 km
16. Kabupaten Manggarai Timur 113,00 km
17. Kabupaten Manggarai 98,10 km
18. Kabupaten Manggarai Barat 141,80 km
19. Kabupaten Sumba Timur 274,35 km
20. Kabupaten Sumba Tengah 26,45 km
21. Kabupaten Sumba Barat Daya 87,70 km
22. Kabupaten Sumba Barat 83,07 km

Total panjang ruas jalan provinsi yang tersebar di 22 Kabupaten se-provinsi Nusa Tenggara Timur = 2.650 km.

Ruas Jalan Provinsi di kabuoaten Manggarai Barat, tepatnya ruas jalan Simpang Noa- Golo Welu, kecamatan Kuwus. Foto : Robert Perkasa/Komodopos.com

Khusus untuk 3 Manggarai Raya, berikut rinciannya ;

■ Kabupaten Manggarai Timur :
1. Ruas jalan Pota – Wae Klambu (batas kabupaten) = 40 km
2. Ruas jalan Bea Laing- Mukun- Mbazang (batas kabupaten) = 73,00 km. Total panjang ruas = 113,00 km.
■ Kabupaten Manggarai :
1. Ruas jalan Simpang Cumi – Golo Cala – Iteng = 45,10 km.
2. Ruas jalan Reo – Dampek – Pota = 53 km. Total panjang ruas = 98,10 km.
■ Kabupaten Manggarai Barat
1. Ruas jalan Simpang Nggorang – Simpang Wangkung – Kondo = 33,60 km.
2. Ruas jalan Londo – Simpang Noa – Hita = 40 km.
3. Ruas jalan Hita – Simpang Tiga Kedindi = 44 km.
4. Ruas jalan Simpang Noa- Golo Welu (batas kabupaten) = 24 km. Total panjang ruas = 141,80 km.

Sumber data : Dinas PUPR Kabuoaten Manggarai Barat
Sabtu 25 Januari 2019. * (Robert Perkasa )

Bawa Kabur Motor Tukang Ojek di Ruteng, Oknum Mahasiswa Diringkus Polisi

KOMODOPOS.com-RUTENG-
OS (22 tahun), seorang mahasiswa asal Manggarai Timur diringkus aparat kepolisian resort (Polres) Manggarai Unit Jatanras dan Babin Desa Bangka Pau, kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (26/1/2020) sekira pukul 11.00 Wita.

OS diringkus polisi di kampung Heso, desa Golo Wune, kecamatan
Poco Ranaka, kabupaten Manggarai Timur karena diduga membawa kabur satu unit motor milik seorang tukang ojek, Fridolin Kaga (20 tahun) warga Langkas, Desa Pong Murung, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Dalam penangkapan itu polisi berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride berwarna hitam silver.

Dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Minggu (26/1/2020), Kapolres Manggarai, AKBP Anton Widyodigdo melalui Unit Jantanras Polres Manggarai, Brigpol Kaliktus Jembris mengatakan hasil penyelidikan polisi menemukan identitas pelaku diketahui berstatus mahasiswa dengan alamat kampung Heso, RT 002/RW 002 desa Golo, Wune, kecamatan Poco Ranaka, kabupaten Manggarai Timur.

Jembris menjelaskan, pelaku membawa kabur motor Yamaha X-Ride itu pada Kamis (16/1/2020) lalu sekitar pukul 12.00 Wita. Lebih lanjut, Jembris menguraikan kronologis kejadian ini bermula dari pelaku meminta jasa korban mengantar pelaku yang hendak menjemput adik dan teman pelaku. Namun dalam perjalanan, pelaku meminta korban menghentikan sepeda motornya. Pelaku lalu mengambil kunci motor dari tangan korban dengan alasan ia mau menjemput teman pelaku sambil menyuruh korban menunggu di sebuah kios yang berada di kelurahan Tenda-Ruteng. Namun hingga keesokan harinya, pelaku tak kunjung mengembalikan motor korban. Korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 16.30 Wita. Setelah menerima laporan itu kami langsung bergerak melakukan penyelidikan.

“Sebelumnya, Fridolin sedang mangkal di pangkalan Bemo jurusan kota – Leda. Kemudian datang pelaku dengan tujuan numpang ojek ke arah kelurahan Tenda untuk menjemput adik pelaku . Sesampainya di Tenda, pelaku meminta korban untuk berhenti.
Kemudian pelaku mengambil kunci motor dari tangan korban dengan alasan hendak menjemput teman pelaku dan menyuruh korban menunggu di sebuah kios yang berada di kelurahan Tenda. Namun hngga keesokan harinya pelaku tidak kembali juga. Sehingga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Jatanras Polres Manggarai pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 16.30 Wita”, papar Jembris. *(Djoe)

Editor : Robert Perkasa

Bawa Kabur Motor Tukang Ojek di Ruteng, Oknum Mahasiswa Diringkus Polisi

KOMODOPOS.com-RUTENG– OS (22 tahun) seorang mahasiswa asal kabupaten Manggarai Timur diringkus aparat kepolisian resort (Polres) Manggarai Unit Jatanras dan Babin Desa Bangka Pau, kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (26/1/2020) sekira pukul 11.00 Wita.

OS diringkus polisi di kampung Heso, desa Golo Wune, kecamatan
Poco Ranaka, kabupaten Manggarai Timur karena diduga membawa kabur satu unit motor milik seorang tukang ojek, Fridolin Kaga (20 tahun) warga Langkas, Desa Pong Murung, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Dalam penangkapan itu polisi berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride berwarna hitam silver.

Dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Minggu (26/1/2020), Kapolres Manggarai, AKBP Anton Widyodigdo melalui Unit Jantanras Polres Manggarai, Brigpol Kaliktus Jembris mengatakan hasil penyelidikan polisi menemukan identitas pelaku diketahui berstatus mahasiswa dengan alamat kampung Heso, RT 002/RW 002 desa Golo, Wune, kecamatan Poco Ranaka, kabupaten Manggarai Timur.

Jembris menjelaskan, pelaku membawa kabur motor Yamaha X-Ride itu pada Kamis (16/1/2020) lalu sekitar pukul 12.00 Wita. Lebih lanjut, Jembris menguraikan kronologis kejadian ini bermula dari pelaku meminta jasa korban mengantar pelaku yang hendak menjemput adik dan teman pelaku. Namun dalam perjalanan, pelaku meminta korban menghentikan sepeda motornya. Pelaku lalu mengambil kunci motor dari tangan korban dengan alasan ia mau menjemput teman pelaku sambil menyuruh korban menunggu di sebuah kios yang berada di kelurahan Tenda-Ruteng. Namun hingga keesokan harinya, pelaku tak kunjung mengembalikan motor korban. Korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 16.30 Wita. Setelah menerima laporan itu kami langsung bergerak melakukan penyelidikan.

“Sebelumnya, Fridolin sedang mangkal di pangkalan Bemo jurusan kota – Leda. Kemudian datang pelaku dengan tujuan numpang ojek ke arah kelurahan Tenda untuk menjemput adik pelaku . Sesampainya di Tenda, pelaku meminta korban untuk berhenti. Kemudian pelaku mengambil kunci motor dari tangan korban dengan alasan hendak menjemput teman pelaku dan menyuruh korban menunggu di sebuah kios yang berada di kelurahan Tenda. Namun
hngga keesokan harinya pelaku tidak kembali juga. Sehingga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Jatanras Polres Manggarai pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 16.30 Wita”, papar Jembris. *(Djoe)

Editor : Robert Perkasa

233 Kapal Wisata di Labuan Bajo Tidak Memiliki TDUP

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Dari 481 jumlah kapal wisata yang selama ini beroperasi/berlayar di perairan Labuan Bajo, hanya
248 Kapal Wisata yang memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sedangkaan 233 Kapal lainnya tidak memiliki TDUP.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabuoaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengungkapkan halntersebut saat Dikonfidikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Jumat (24/1/2020)

“Data yang ada di kami, jumlah Kapal wisata sebanyak 481 Kapal. Dan yang memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata sebanyak 248 Kapal”. kata Aguatinus Rinus.

Ditanya soal kepemilikan kapal wisata yang tidak memiliki TDUP itu, ia mengatakan Senin lusa baru dicek . Ia menambahkan, bulan Januari 2020 ini, Dinas Pariwisata bersama Tim terpadu melakukan penertiban terhadap kapal-kapal wisata tersebut.

Foto : Istimewa

“Senin baru saya cek kepemilikannya. Yang sudah ada TDUP 248. Kami berencana akan melakukan penertiban pada bulan ini (Januari 2020-Redl bersama Tim Terpadu”, kata Agustinus. *(Robert Perkasa)

Presiden Jokowi : Tahun 2020, Akan Ada Perubahan Total di Labuan Bajo

■ Pembenahan Bandara Komodo Rp1,2 triliun
■ Pembenahan Labuhan Bajo Rp970 miliar.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-
Tujuan kunjungan Presiden Jokowi ke Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 19 Januari hingga Selasa, 21 Januari 2010 untuk membangun infraatruktut Labuan Bajo.

Khusus untuk Bandara Komodo, landasan pacu (run way) diperpanjang. Terminal tunggu Bandara Komodo diperbesar. Total anggarannya sebesar Rp 1,2 Ttriliun

Selain itu, infrasrtuktur jalan dan trotoar-trotoar di kota Labuan Bajo juga akan diperbaiki. Sarana dan prasarana air baku berupa bendungan dan pengolahan sampah juga dibenahi.
Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 970 miliar. Semua itu dikebut tahun 2020 ini.

Presiden berharap agar penyerapan anggaran sebesar itu memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat Mabar. Presiden juga meminta kepada seluruh masyarakat Labuan Bajo, terutama yang berada di sekitar Labuan Bajo untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di darat maupun di laut. Ramah terhadap para wisatawan yang datang di Labuan Bajo.

Berikut petikan sambutan Presiden Jokowi, Selasa pagi (21/1/2020) di halaman kantor Bupati Mabar dalam acara penyerahan 2.500 sertifikat hak atas tanah unruk rakyat Mabar yang dikutip dari https://setkab.go.id.

“Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, Jadi saya dengan para Menteri ke NTT ini untuk apa? Memang kita ingin membangun Labuan Bajo. Airport-nya mulai tahun ini, nanti sebentar lagi airport-nya, landasannya akan diperpanjang. Terminal tunggunya juga akan diperbesar dan diperbaiki. Untuk apa? Agar turis-turis dari mancanegara itu datang ke sini bisa menikmati suasana budaya di Labuan Bajo.

Bukan hanya airport-nya saja, sebentar lagi jalan-jalan di sini, trotoarnya juga akan diperbaiki, kemudian untuk air baku juga akan ada bendungan yang kita harapkan segera selesai, pengolahan sampah juga akan kita bangun di sini. Dan ya nanti dilihat akhir tahun ini perubahan di Labuan Bajo ada tidak, dilihat, kita lihat. Karena untuk airport-nya saja itu habis kurang lebih, berapa Pak Menhub? Satu? Airport itu habis berapa itu kira-kira? Satu koma? Rp1,2 triliun untuk airport-nya saja.

Kemudian untuk pembenahan Labuhan Bajo habis berapa Pak Menteri PU? Rp970 miliar. Kita benahi semuanya. Nanti kita lihat akhir tahun ini ada yang berubah ndak. Coba dilihat. Kita lihat sekarang seperti apa, nanti setahun lagi kita lihat lagi seperti apa. Saya enggak akan banyak omong, nanti kita lihat bersama-sama akan ada perubahan total di sini.

Dan kita harapkan nanti memiliki dampak ekonomi pada masyarakat. Kalau turis semakin banyak ke sini, belanja banyak di sini seperti tadi disampaikan oleh Pak Bupati, pendapatan asli daerah saja meningkat sampai 1.000 persen, 10 kali lipat berarti. Dan nanti setelah selesai itu enggak tahu meloncatnya akan berapa kali lipat lagi, saya enggak ngerti.

Tetapi saya minta, terutama yang berada di sekitar Labuan Bajo, semuanya kita harus siap, ramah terhadap wisatawan, tidak buang sampah sembarangan, ini penting sekali, baik di laut maupun di darat. Harus kita mulai ini. Murah senyum, tapi kalau di sini murah senyum semuanya. Sudah.

Jadi kesiapan ini yang harus mulai kita hadirkan di Labuan Bajo ini. Nanti kalau hotel-hotel besar juga sudah berdiri di sini, nanti akan… semakin banyak hotel nanti dia akan butuh untuk makan pagi turis. Berarti butuh sayur, ya kan? Butuh buah. Ngambilnya ya dari sekitar sini.

Warga Manggarai Barat menerima sertifikat tanah yang diberikan Presiden Jokowi di Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020). Foto : Komodopos.com

Nanti petani akan gampang menjual barang-barangnya, semuanya. Ini dampak ekonomi yang nanti akan kelihatan setelah Labuan Bajo ini betul-betul jadi dan menjadi tempat para wisatawan menikmati keindahan alam yang ada di sini.

Jadi hati-hati, marilah kita jaga bersama-sama. Dan juga akan saya siapkan mungkin setiap tahun 5 juta bibit pohon yang nanti kita tanam bersama-sama agar ini semuanya menjadi hijau. Tanamannya apa nanti sebentar lagi akan segera akan kita bangun di sini tempat persemaian/nursery yang nanti untuk pembibitan dalam jumlah yang sangat banyak”, kata Presiden Jokowi. *(Robert Perkasa)

Tentang Petani, Presiden Sebut Porang, Beras & Cengkeh di Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Preseden Jokowi menyebut Porang (Ndege) beras dan Cengkeh saat mengunjungi Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 19-21/1/2020). Jokowi menyebut tiga komoditi yang langsung menyentuh rutinitas petani pada saat berbincang ria dengan Alexander Sugandi, Yosep Jaga dan Ambisius Darson di atas podium penyerahan sertifikat tanah unruk rakyat di halaman kantor Bupati Mabar, Senin pagi (20/1/2020).

Aleksander Suhandi dan Yosep Jaga adalah penerima sertifikat tanah dari desa Nggorang, kecamatan Komodo. Sedangkan Ambrosius Darson petani Cengkeh dari desa Momol, kecamatan Ndoso.

Ketiga petani tersebut ditanyai satu per satu oleh Presiden Jokowi. Substansi pertayaan Presiden Jokowi sama, yaitu tentang sertifikat tanah yang mereka terima digunakan untuk apa. Ketika wawancara itulah, Presiden menyebut tentang Porang, Beras dan Cengkeh.

Berikut petikan “wawancara” Presiden Jokowi dengan ketiga petani tersebut.

Porang

Alexander Suhandi : Kira-kira Rp10 juta.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Rp10 juta, masih Rp15 juta untuk pisang goreng dan bubur
Alexander Suhandi : Kebetulan lahan juga saya ada sedikit ini… nanti tambah dengan benih porang, benih porang yang sekarang lagi….
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, menanam porang?

Alxander Suhandi : Iya.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oke, ya, betul. Boleh. Semuanya harus direncanakan. Jangan nanti mau jualan pisang sama bubur plus porang. Karena duitnya nanti banyak. Ya, silakan Pak Alex”, kata Presiden Jokowi.

Beras

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Rp30 juta, dipakai untuk apa?
Yoseph : Untuk usaha beras.Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Usaha beras? Rp30 juta. Beras per kilogram itu Rp10 ribu, berarti kalau…
Yoseph : Sekarang Rp10.500. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Rp10.500, berarti Rp30 juta dapat berapa ton? Banyak banget lo, hati-hati lo. Dapat berapa truk? Hati-hati. Apakah perlu Rp30 juta?
Yoseph : Tiga ton pas.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Ya kan, nanti kalau ke bank juga ditanya itu. “Bapak mau pinjam berapa?” “Rp30 juta.” “Untuk beli apa?” Ini saya tes dulu, begitu lo. Harus bisa menyampaikan. “Oh, saya mau beli ini, ini, Pak,” ke bank sana. Mesti, “oh ya, oke”, diberi. Kalau enggak logis juga bank enggak juga akan memberikan, biasanya seperti itu. Rp30 juta, untuk jualan beras semuanya Rp30 juta?

Cengkeh

Ambrosius Darson : Kecamatan Ndoso.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Di mana itu?
Ambrosius Darson : Dari Desa Momol, Kecamatan Ndoso.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Berapa jam dari sini? Ambrosius Darson : Dari sini ke ke Kecamatan Ndoso itu 8 jam, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Delapan jam?
Ambrosius Darson : Delapan jam. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Wah, jauh banget. Berarti berangkatnya kemarin?
Ambrosius Darson : Iya, kemarin, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, terus di sini menginap? Ambrosius Darson : Iya, menginap, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Menginap?
Ambrosius Darson : Siap, menginap. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Ini sertifikat mau dipakai apa?
Ambrosius Darson :Tadi Pak Presiden tanya, sertifikat yang tidak mau gadai di bank, makanya saya angkat tangan.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Terus?
Ambrosius Darson : Saya punya prinsip begini, ini saya punya tanah ini warisan dari leluhur.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, warisan dari leluhur. Ambrosius Darson :Kami ini petani, Pak Presiden, bisa diolah, bukan hanya (diagunkan) ke bank. Kalau semua ke bank, siapa yang mau beli lagi? Beli barang-barang yang dijual. Kami ini petani, ya kami berdayakan tanah itu untuk tanam cengkih atau apa yang lain.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, mau tanam cengkih? Ambrosius Darson : Siap.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Apa tanahnya, tempat Pak Soni dingin ya?
Ambrosius Darson : Ya, dingin. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, untuk tanam cengkih, oke. Ya bagus. Berarti ini sertifikat disimpan?
Ambrosius Darson Ya, disimpan. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) Menyimpannya di mana? Ambrosius Darson : Ya, simpannya di rumah. Di lemari.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Di lemari. Ya menyimpan kan bisa di mana-mana. Di lemari, oke. Ya, oke. Ya ada (yang) dipakai untuk jaminan, ada yang disimpan di lemari, enggak apa-apa. Kenapa enggak dipakai untuk jaminan ke bank? Ini pinjam ke bank, itu nanti untuk beli bibit cengkih, begitu? Ambrosius Darson : Ya, ini kalau pribadi saya Pak Presiden, kalau kita usaha dari hati, itu petani itu, sama sih kayak kita usaha kayak buka kios, semua hasilnya sama. Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Oh, semuanya hasilnya sama. Oke, oke. Oke, ya ini keyakinan, enggak apa-apa. “Saya yakin, nanti pinjam ke bank bisa ini, ini.” Tapi ada yang punya keyakinan berbeda, “Oh, saya pengin tani, menanam cengkih, hasilnya nanti juga sama kok.” Enggak apa-apa. Ambrosius Darson : Ya, intinya sertifikat ini Bapak Presiden, kami sangat berterima kasih. Intinya, (sertifikat ini) bukti kepemilikan yang sah.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo): Iya, betul.
Ambrosius Darson : Bukti hukumnya jelas.
Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) : Iya, ini tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Ya, terima kasih Pak Soni, terima kasih. Ya sudah, terima kasih semuanya”, ucap Presiden Jokowi menutup perbincangan itu.

Sepeda Jokowi di tengah keluarga bapak Yosep Jaga.

Hadiah Foto dan Sepeda

Sebelum melanjutkan sambutannya, Presiden Jokowi juga memberikan hadiah berupa foto expres berlogo Isatana Prrsiden saat wawancara di podium dan sepeda kepada ketiga petani itu.

“Nah, ini ya, saya ingin menunjukkan yang namanya kerja cepat. Sertifikat juga sama, dulu 500 ribu sekarang bisa 9 juta per tahun seluruh Tanah Air. Ini juga kerja cepat. Ini Bapak, ini tadi kan baru saja berdiri di sini, belum ada 5 menit, nih fotonya jadi. Ini foto ini mahal karena di belakangnya ada tulisan ‘Istana Presiden Republik Indonesia’. Oke, ini Pak Soni, sudah. Ini, Pak Yos, ya. Oke, sama-sama. Sudah, silakan.

Hah? Sepeda? Sudah diberi foto mau diberi sepeda? Pak, Pak, ini ada sepeda lagi tambahan. Enggak mau, itu enggak mau, biarkan enggak mau. Mau sepeda? Ini, ini, sepeda diambil, sepeda diambil. Ini Pak, ini sepedanya diambil. Sepeda ini, diambil. Dapat foto, dapat sepeda, dapat sertifikat. Dibawa ke mana itu? Dibawa ke tempat duduk saja. Kok malah mau pulang? Dibawa saja ke tempat duduk.

Sertifikat untuk modal usaha bukan beli mobil

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan para penerima sertifikat agar hati-hati menggunakannya. Sertifikatvtanah, kata Presiden adalah barang berharga. “Ini tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki”, kata Presiden Jokowi. Ia menegaskan, sertifikat digunakan sebagai agunan Bank buat modal usaha. Jangan digadaikan untuk beli motor atau mobil.

“Tapi hati-hati, saya titip kalau mau pinjam uang ke bank hati-hati, dihitung, dikalkulasi dulu, jangan sampai sertifikat jadi, pinjam ke bank ya kan, enggak bisa mengembalikan sertifikatnya hilang. Nah hati-hati. Jadi kalau pinjam ke bank, hati-hati. Tanahnya luas, pinjam, dapat Rp300 juta. Wah dapat duit gede banget, Rp300 juta karena tanahnya gede. Bawa pulang, pinjam ke bank, duitnya Rp300 juta bawa pulang. Malamnya mimpi pengin mobil. Besok(nya) pergi ke dealer, kasih uang muka. Ini mulai malapetaka di sini.

Preaiden Jokowi ketika berdialog langsung dengan bapak Aleksander Suhandi, Yosep Jaga dan Ambrosius Darson

Hati-hati, uang pinjaman tidak boleh dipakai untuk itu. Beli sepeda motor, beli mobil, tidak. Itu barang kenikmatan. Kalau Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya dapat Rp300 juta, gunakan semuanya untuk modal usaha, untuk modal kerja. Kalau pinjam, dapat Rp50 juta, gunakan semuanya untuk modal kerja, untuk modal usaha, jangan pakai lain-lain.

Pakai mobil ya kan, dapat Rp300 juta. Separuh untuk beli mobil masih nyicil, dapat Rp50 juta, Rp20 juta untuk beli sepeda motor, hati-hati. Atau mengambil Rp5 juta masih nyicil, hati-hati. Menyetir mobilnya hanya 6 bulan. Gagah, ganteng, muter-muter kampung, wah pakai mobil muter, 6 bulan. Setelah itu, enggak bisa nyicil ke bank, ya kan, enggak bisa nyicil ke dealer, mobilnya diambil, sertifikatnya hilang. Gagahnya hanya 6 bulan, hati-hati, saya titip ini”, pesan Presiden Jokowi. *(Robert Perkasa)

150 Trail Kawasaki Siap “Gempur” Kawasan Pegunungan Mbeliling

Foto : Istimewa

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Sebanyak 100-150 peserta Touring Motor Trail dari berbagai komunitas di Indonesia siap “menggempur” alam pesisir pantai selatan Labuan Bajo dan menjelajahi kawasan pegunungan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Para biker itu ingin menikmati keindahan panorama alam sepanjang pantai selatan Labuan Bajo kemudian menjajal seribu rintangan sambil menghirup udara segar sepanjang kawasan pegunungan Mbeliling di kecamatan Sano Nggoang dan kecamatan Mbeliling.

Touring motor trail ini diselenggarakan oleh Reba MABAR LESTARI Entertaimen yang bermarkas di kota Labuan Bajo.

Labuan Bajo bukan hanya laut

Stering Commite kegiatan, Tos Djani menjelaskan, touring motor trail ini bertajuk “Labuan Bajo Bukan Hanya Laut”. Ada banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik di luar Labuan Bajo.

“Labuan Bajo bukan hanya laut. Kawasan Pegunungan kita menyimpan berbagai spot wisata yang mempesona. Keindahan alam, gunung, danau dan hutan alami sangat menakjubkan. Hanya belum dikelola secara optimal dan kurang promosi.

“Kerja promosi itu bukan hanya tugas pemerintah daerah. Kita juga berkewajiban untuk mempromosikan spot-spot wisata yang ada di kawasan pegunungan. Untuk itulah Reba MABAR LESTARI Entertaimen menggelar even ini”, kata Tos Djani.

Adapun jalur/ rute yang akan dilintasi, masih bersifat tentatif. Kini sedang dijajaki dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak agar touring ini berjalan aman dan lancar sesuai rencana.

“Namun lintasan yang telah direncanakan dimulai/star dari Labuan Bajo – Nanga Nae – Golo Muri, masuk ke wilayah kecamatan Sano Nggoang bagian barat – Werang – cabang Langgo – CekoNobo – Wersawe hingga finish di Labuan Bajo”, ujar Tos Djani saat berbincang-bincang dengan Komodopos.com dan panitia kegiatan di Labuan Bajo, Kamis (23/1/2020).

Tos Djani mengatakan, seluruh peserta (biker) nantinya akan menjelajahi alam pegunungan menggendarai motor Trail Kawasaki 150-250 cc. Jika tidak ada rintangan, rencana kegiatan ini dijadwalpan pada 7 Maret 2020. Touring motor trail ini bertajuk, ” Labuan Bajo Bukan Hanya Laut”.

Peserta touring motor trail ini berasal dari berbagai komunitas motor trail di Indonesia. Termasuk juga komunitas motor trail dari Lombok dan Bima, NTB serta komunitas motor trail di pulau Flores mulai dari 3 Manggarai Raya, Bajawa dan Ende.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan keindahan alam, danau dan hutan alami di Mabar. Mempromosikan destininasi wisata alternatif di Manggarai Barat. Memberikan informasi tentang spot spot baru yang ada di Mabar”, ungkap Tos Djani.

Florianus Surion Adu menambahkan, tujuan menggelar even ini juga untuk
memberikan informasi kepada para biker di seluruh Indonesia agar datang di Labuan Bajo.
“Selain itu untuk membangkitkan semangat kepariwisataan masyarakat yang ada di sekitar jalur/rute touring”, ujar Fery Adu. *(Robert Perkasa).

Di Puskesmas Datak, 9 Orang Positif Menderita Penyakit TBC

KOMODOPOS.com-WELAK-
Di Puskesmas Datak, kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dari 20 orang jumlah suspek/tersangka yang diperiksa selama tahun 2019, ada 9 orang yang terkonfirmasi positif menderita penyakit TBC .

Satu di antaranya adalah siswa SMP yang berusia 15 tahun. 8 orang lainnya adalah penderita dewasa dengan kategori umur 35 tahun ke atas.

Demikian penjelasan Kepala Puskesmas Datak, Benyamin Maunu Kefi,Amd.Kep ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Kamis pagi (23/1/1020).

Ia merincikan, standar.Dari 9 orang penderita TBC itu, terbanyak berasal dari desa Golo Ronggot, yakni 3 penderita baru dan 1 orang penderita kambuh. Sedangkan 5 penderita yang lain tersebar di beberpa desa, antara lain ; 2 penderita dari Desa Watu Umpu, dan masing-masing 1 orang penderita dari Desa Semang, desa Pengka, dan desa Sewar. Total penderita 9 orang. Kesembilan penderita penyakit TBC tersebut semuanya dalam tahap pengobatan.

“1 orang penderita adalah siswa kelas I SMP umur 15 tahun dan pengobatannya sudah selesai. Sedangkan 8 orang sisanya penderita dewasa kategori umur 35 tahun ke atas Semuanya telah mengikuti pengobatan sesuai standar”, urai Benyamin.

Benyamin mengatakan, selama menjalani tahaoan pemeriksaan hingga masa pengobatan, pihaknya menemukan berbagai kendala.

“Kendala yang kita temukan umumnya terkait kesadaran masyarakat yang masih rendah. Misalkan sajaj pengobatan TBC kan Protabnya adalah 6 bulan. Minum obatnya seriap hari. Namun pasien tidak taat. Di situ kendalanya yang kitavtemukan selama ini”, kata Benyamin.

Demi meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah itu, Kepala Puskesmas Datak bersama para stafnya selalu menyampaikan himbauan dalam berbagai kesempatan. Sejalan dengan itu melakukan penyuluhan kesehatan kepada warga setempat.

“Himbauan kita lakukan terus menerus di mimbar Gereja setiap hari Minggu dan melakukan .penyuluhan saat posyandu”, rurur Benyamin.

Puskesmas Datak, Kecamatan Welak, kabuoaten Manggarai Barat. Foto ; Komodopos.com

Selain himbauan, Puskesmas Datak juga sering melakukan penjaringan ketat terhadap setiap penduduk dari luar yang masuk tdi wilayah kerja Puskesmas Datak.Untuk hal itu, Puskesmas bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Setiap ada penduduk baru datang dari luar harus dilaporkan oleh aparat desa/kader-kader Posyandu kepada petugas kami di Puskesmas. jJka ada warga yang baru masuk ke wilayahnya. harap melapor dalam wakttu 1×24 jam. Setelah mendapat laporan, petugas dari Puskesmas turun untukk screening yang bresangkutan”, tandas Benyamin. *(Robert Perkasa)

Di Desa Siru-Lembor, Ternak Liar Ditertibkan. Begini Caranya

Sumardi, Kepala Desa Siru tampak sedang mengamankan 4 ekor kambing yang terjaring dalam operasi penertiban hewan ternak di wilayah Desa Siru. Foto: Dok.Pemdes Siru, kecamatan Lembor.

KOMODOPOS.com-LEMBOR-
Pemerintah Desa Siru bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Pol.PP) Kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menggelar operasi penertiban hewan ternak, khususnya kambing yang berkelaiaran di Dusun Wongkol Kampas,, Desa Siru, Rabu (22/1/2010). Operasi penertiban hewan ternak ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Siru,, Sumardi dan Kepala Seksi Trantib pemerintah kecamatan Lembor, Yohanes D. Wahidin,

Operasi penertiban ini dilakukan setelah pemerintah Desa Siru memberikan teguran berulang-ulang kepada warga di desa Siri. Teguran itu disampaikan secara lisan, surat peringatan, hingga pengumuman di rumah ibadah (Masjid) kepada warga untuk mengikat ternaknya atau lebih baik dikandangkan.

“Operasi ini kami lakukan setelah memberikan teguran lisan, surat peringatan, dan pengumuman di Masjid. kepada warga untuk mengikat ternaknya atau di kandangkan. Setelah tahapan tersebu kita lakukan, namun pemilik ternak belum juga mengikat ternaknya, maka pemerintah Desa Siru berkoordinasi dengan Camat Lembor, Pius Baut, untuk melakukan operasi dengan melibatkan satuan Polisi Pamong Praja”, terang Kades Sumardi.

Terpisah, Camat Lembor, Pius Baut, SE mengatakan, ternak liar merupakan peroblem yang dihadapi semua warga Lembor. Karena itu, pemerintah kecamatan Lembor berkoordinasi dengan para Kepala Desa dan Tokoh agama, tokoh masyarakat untuk terus mendorong warga untuk beternak, namun ternaknya harus dikandangkan atau diikat.

Camat Lembor menambahkan, pihaknya terus mendorong semua Desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban hewan ternak.

“Regulasi ini nantinya akan menjadi payung hukum dalam melakukan tindakan penertiban ternak”, kata Camat Pius.

Syamsudin, salah satu warga desa Siru mengapresiasi langkah pemerintah Desa yang melakukan operasi penertiban ternak.

“Setiap hari saya selalu menjaga padi, agar tidak di makan kambing, semoga setelah dilakukan operasini warga mengikat kambibgnya,”, kata Syamsudin.

4 kambing terjaring

Dalam operasi ini, ada 4 ekor kambing yang berhasil diamankan, satu kambing jantan, satu kambing betina dan dua ekor anak kambing.”

Kambing ini untuk sementara kami amankan (ikat) di kantor Desa Siru, menunggu pemiliknya untuk diambil. Nantinya pemilik ternak akan membuat surat pernyataan agar kambingnya dikat”, tandas Kades Sumardi.*(Robert Perkasa)

Pagi Ini, Tim BPBD Mabar Meluncur ke Lokasi Longsor Desa Watu Umpu

KOMODOPOS.com–LABUAN BAJO–Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menyatakan, pagi ini, Kamis (23/1/2020) Tim BPBD Mabar Meluncur ke Desa Watu Umpu, kecamatan Welak untuk mengecek langsung kondisi warga dan lahan pertanian mereka yang terdampak bencana longsor.

“Pak Robert, pagi ini kami turunkan staf ke lapangan untuk chek lokasi. Terimakasih”, jawab Domi Hawan singkat saat dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Rabu Malam (22/1/2020).

Terkait infrastruktur jalan yang rusak terpapar longsor yang terjadi di seantero kabupaten Manggarai sepanjang cuaca extrem Januari 2020, Kepala Dinas PUPR Mabar, Ir.Oktavianus Andi Bona menegaskan, dalam waktu dekat segera menangani semua ruas jalan di wilayah kabupaten Manggarai Barat, termasuk di desa Watu Umpu. Saat ini Dinas PUPR berkoordinasi dengan BPBD unruk menyiapkan berbagai hal teknis terkait kegiatan penanganan bencana longsor. Antara lain menyiapkan armada alat berat, personil, bahan bakar dan biaya kegiatan.

“Dinas PUPR akan segera menangani semua dalam waktu dekat. Semua ruas jalan yang mengalami longsor dan berakibat transportasi putus dan membahayakan manusia termasuk lahan pertanian masyarakat. Mohon kesabaran masyarakat karena kami harus siap alat berat, personil dan biaya bahan bakar sekarang. Kami akan koordinasi dengan BPBD”, jelas Ovan Adu menjawab Komodopos.com melalui Whatsapp Rabu (22/1/2010).

Berita Komodopos.com sebelumnya,
Hujan lebat disusul longsor menerjang desa Watu Umpu, kecamatan Welak, kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/1/1020). Akibat longsor, akses jalan dari dusun Labe, Tadong hingga kampung Epanderu di desa ittu terpantau lumpuh total terimbun material longsor. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas angkutan pedesaan menuju kampung tersebut lumpuh total sejak longsor terjadi hingga berita ini dihimpun.

Kepala Desa Watu Umpu, Lasarus Radun, S.Pd etika dikonfirmasi via Whatsapp, Rabu petang (22/1/2010) terkait musibah tersebut. menjelaskan, tidak korban jiwa dalam musibah ini. Namun sejak longsor terjadi, akses jalan menuju dusun Lane hingga Ependeru lumpuh total tertimbun material longsor.

Ia menambahkan selain akses jalan yang lumpuh, lahan perkebunan warga petani di sana juga terdampak longsor. Para petani merugi karena tamanam komoditi mereka tertimbun tanah longso dan terbawa longsor.

“Benar kawan. Longsor terjadi di dsa Watu Umpu, pada hari Senin, sore kemarin. Titik longsor terjadi di jalur jalan dari dusun Labe, Tadong dan Epanderu. Tidak, ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya kerugian tanaman vanili, cengkeh dan kakao yang menjadi kesedihan bagi masyarakat desa Watu Umpu,, khususnya dusun Labe dan Tadong”, ungkapnya.

Dia katakan, sejak Senin sore jalan penghubung antara dua anak kampung itu ditutupi material batu, kayu dan tanah ,Hal ini menyebatkan akses jalan menuju kampung Tadong untuk sementara belum bisa di gunakan.

Kerja Gotong royong

Hari ini, Rabu (22/01/2020), Kades Watu Umpu bersama warga dusun Labe dan Tadong bergerak ke titik longsor mengurai material longsor yang menimbun badan jalan agar bisa dilintasi. Namun aksi gotong royong ini belum merubah kondisi yang ada karena mereka hanya menggunakan alat pertanian seadanya seperti skop dan linggis.

Ia berharap pemkab Mabar mendatangkan alat berat ke lokasi longsor agar cepat mengatasi keadaan yang menyulitkan warga di desa itu.*(Robert Perkasa)