Longsor Terjang Desa Watu Umpu, Akses Jalan Lumpuh Total

WELAK-KOKOMODOPOS.com– Hujan lebat disusul longsor menerjang desa Watu Umpu, kecamatan Welak, kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/1/1020). Akibat longsor, akses jalan dari dusun Labe, Tadong hingga kampung Epanderu di desa ittu terpantau lumpuh total terimbun material longsor. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas angkutan pedesaan menuju kampung tersebut lumpuh total sejak longsor terjadi hingga berita ini dihimpun.

Kepala Desa Watu Umpu, Lasarus Radun, S.Pd etika dikonfirmasi via Whatsapp, Rabu petang (22/1/2010) terkait musibah tersebut. menjelaskan, tidak korban jiwa dalam musibah ini. Namun sejak longsor terjadi, akses jalan menuju dusun Lane hingga Ependeru lumpuh total tertimbun material longsor.

Ia menambahkan selain akses jalan yang lumpuh, lahan perkebunan warga petani di sana juga terdampak longsor. Para petani merugi karena tamanam komoditi mereka tertimbun tanah longso dan terbawa longsor.

“Benar kawan. Longsor terjadi di dsa Watu Umpu, pada hari Senin, sore kemarin. Titik longsor terjadi di jalur jalan dari dusun Labe, Tadong dan Epanderu. Tidak, ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya kerugian tanaman vanili, cengkeh dan kakao yang menjadi kesedihan bagi masyarakat desa Watu Umpu,, khususnya dusun Labe dan Tadong”, ungkapnya.

Dia katakan, sejak Senin sore jalan penghubung antara dua anak kampung itu ditutupi material batu, kayu dan tanah ,Hal ini menyebatkan akses jalan menuju kampung Tadong untuk sementara belum bisa di gunakan.

Kerja Gotong royong

Hari ini, Rabu (22/01/2020), Kades Watu Umpu bersama warga dusun Labe dan Tadong bergerak ke titik longsor mengurai material longsor yang menimbun badan jalan agar bisa dilintasi. Namun aksi gotong royong ini belum merubah kondisi yang ada karena mereka hanya menggunakan alat pertanian seadanya seperti skop dan linggis.

Ia berharap pemkab Mabar mendatangkan alat berat ke lokasi longsor agar cepat mengatasi keadaan yang menyulitkan warga di desa itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan mengatakan, belum tahu kejadiannya. “Kami belum tahu”, jawabnya saat dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Rabu (22/1/2010) malam.

Segera ditangani

Kepala Dinas PUPR Mabar, Ir.Oktavianus Andi Bona menegaskan, semua ruas jalan di wilayah kabupaten Manggarai Barat yang terdampak bencana longsor segera ditangani dalam waktu dekat, termasuk di desa Watu Umpu. Saat ini Dinas PUPR Mabar berkoordinasi dengan BPBD selaku instansi teknis terkait bencana alam di wilayah kabupaten Mabar. Dinas PUPR selaku eksekutor di lapangan. Kini sedang menyiapkan armada alat berat, personil, bahan bakar dan biaya kegiatan.

“Dinas PUPR akan segera menangani semua dalam waktu dekat. Semua ruas jalan yang mengalami longsor dan berakibat transportasi putus dan membahayakan manusia termasuk lahan pertanian masyarakat. Mohon kesabaran masyarakat karena kami harus siap alat berat, personil dan biaya bahan bakar sekarang. Kami akan koordinasi dengan BPBD”, jelas Ovan Adu. *(Robert Perkasa)

Kesan 3 Ibu Rumah Tangga Dari Desa Galang Terhadap Presiden Jokowl

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Paulina Anut.(49), Melania Danut (45) dan Paulina Namis (38)
Ibu rumah tangga dari desa Galang. kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan kegembiraan mereka usai menerima sertifikat gratis pemberian Presiden Jokowi di halaman kantor Bupati Mabar, Selasa (21/1/2020). Mereka mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu hari ini.

Berikut penuturan ibu-ibu rumah tangga dari desa Welak itu ketika ditanya Komodopos.com sesaat usai menerima sertifikat.

Menghidupi keluarganya, Paulina rela meninggalkan rumahnya di kampung Weto bekerja sebagai pedagang di pasar Lembor. Selama 15 tahun menjual berbagai jenis sayuran dan sembako di pasar Lembor. Pekerjaan itu ditekuni Paulina dengan sabar, apa adanya.

Paulina mengaku, kerja selama 15 tahun di pasar Lembor tidak mengubah kondisi ekonomi keluarganya karena modal usahanya minim. Tidak bisa meminjam uang ke Bank karena tidak ada barang jaminan.

“Saya sangat bangga menerima sertifikat ini dari Bapak Jokowi. Sertifikat ini saya gunakan sebagai jaminan pinjaman di Bank untuk menambah modal usaha saya di pasar”, kata Paulina.

Senada, Melania Danut (45). Ibu 9 anak ini bekerja sebagai ibu rumah tangga di desa Welak. “Kami sangat senang sekali terima ini sertifikat dari Bapak Jokowi. Ini pengalaman luarbiasa dalam hidup kami sebagai petani. Sertifikat ini sebagai modal kami berusaha unruk membiayai pendidikan 6 anak saya yang masih duduk di bangku sekolah.

Paulina Namis (38) juga mengaku senang menerima sertifikat dari Presiden Jokowi. Paulina mengisahkan selama ini, suaminya mencari nafkah di Malaysia untuk menghidupinya bersama 3 anaknya. Kini, 2 anaknya sedang duduk di bangku SMA dan SMP.

“Kami senang sekali menerima sertifikat ini dari bapak Jokowi. Terimakasih banyak bapak Jokowi. Kami dari kampung bisa bertemu dengan Presiden kami. Ini sungguh luar biasa karena tidak mungkin terulang lagi. Sertifikat ini menjadi modal kami membiayai pendidikan anak kami. Karena selama ini suami sayaverpaksa merantau ke Malaysia mencari nafkah untuk kami”, ujar Paulina sembari tersenyum sumringah.

Kepala Desa Galang, Ari Samsung meminta warga penerima sertifikat untuk memanfaatkannya secara benar dan bijak.

Kita mesti bersyukur. Sebab, dari ratusan ribu rakyat yang ada di seantero Manggarai Barat, kita mendapat sertifikat gratis dari Presiden Jokowi. Karena itu, saya minta warga saya di desa Galang agar gunakan sertifikat itu dengan cerdas dan bijak. Simpan baik-baik jangan sampai hilang”, pinta Ari Samsung yang setia mendampingi warganya selama berada di Labuan Bajo.

Sertifikat untuk rakyat

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat ini untuk rakyat. Ini Program strategi nasional yang dilaksanakan untuk membantu rakyat”, kata Presiden disambut sorak-sorai ribuan warga yang hadir dalam forum itu.

Presiden Jokowi menyampaikan betapa penting memiliki seritifak tanah. Sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan hukum atas kepemilikan tanah.

“Jaga ini baik-baik”, pesan Presiden.
seraya menambahkan, “Ini bisa simpan di Bank sebagai agunan modal usaha. Ingat modal usaha, ya. Bukan untuk kredit beli mobil lalu ditarik dealer”, kata Jokowi disambut gelak tawa hadirin.

Penyerahan sertifikat gratis ini, agenda terakhir kunjungan Presiden Persiden Jokowi selama 3 hari 2 malam di kota pariwiata super prioritas itu. Dari halaman kantor Bupati Mabar, Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi langsung menuju Bandara Komodo sekitar pukul 10.00 Wita.

Pantauan Komodopos.com, sebelum meninggalkan Labuan Bajo, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi berkesempatan selfi ria bersama warga yang mengerumuninya sembari bergegas pelan menuju mobil RI 1 yang parkir di depan teras Kantor Bupati Mabar. *(Robert Perkasa)

Kisah 3 Ibu Rumah Tangga Dari Desa Galang Terhadap Presiden Jokowl

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Paulina Anut.(49), Melania Danut (45) dan Paulina Namis (38)
Ibu rumah tangga dari desa Galang. kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan kegembiraan mereka usai menerima sertifikat gratis pemberian Presiden Jokowi di halaman kantor Bupati Mabar, Selasa (21/1/2020). Mereka mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu hari ini.Berikut penuturan ibu-ibu rumah tangga dari desa Welak itu ketika ditanya Komodopos.com sesaat usai menerima sertifikat.Menghidupi keluarganya, Paulina rela meninggalkan rumahnya di kampung Weto bekerja sebagai pedagang di pasar Lembor. Selama 15 tahun menjual berbagai jenis sayuran dan sembako di pasar Lembor. Pekerjaan itu ditekuni Paulina dengan sabar, apa adanya.Paulina mengaku, kerja selama 15 tahun di pasar Lembor tidak mengubah kondisi ekonomi keluarganya karena modal usahanya minim. Tidak bisa meminjam uang ke Bank karena tidak ada barang jaminan.”Saya sangat bangga menerima sertifikat ini dari Bapak Jokowi. Sertifikat ini saya gunakan sebagai jaminan pinjaman di Bank untuk menambah modal usaha saya di pasar”, kata Paulina.Senada, Melania Danut (45). Ibu 9 anak ini bekerja sebagai ibu rumah tangga di desa Welak. “Kami sangat senang sekali terima ini sertifikat dari Bapak Jokowi. Ini pengalaman luarbiasa dalam hidup kami sebagai petani. Sertifikat ini sebagai modal kami berusaha unruk membiayai pendidikan 6 anak saya yang masih duduk di bangku sekolah.Paulina Namis (38) juga mengaku senang menerima sertifikat dari Presiden Jokowi. Paulina mengisahkan selama ini, suaminya mencari nafkah di Malaysia untuk menghidupinya bersama 3 anaknya. Kini, 2 anaknya sedang duduk di bangku SMA dan SMP.”Kami senang sekali menerima sertifikat ini dari bapak Jokowi. Terimakasih banyak bapak Jokowi. Kami dari kampung bisa bertemu dengan Presiden kami. Ini sungguh luar biasa karena tidak mungkin terulang lagi. Sertifikat ini menjadi modal kami membiayai pendidikan anak kami. Karena selama ini suami sayaverpaksa merantau ke Malaysia mencari nafkah untuk kami”, ujar Paulina sembari tersenyum sumringah.Kepala Desa Galang, Ari Samsung meminta warga penerima sertifikat untuk memanfaatkannya secara benar dan bijak.Kita mesti bersyukur. Sebab, dari ratusan ribu rakyat yang ada di seantero Manggarai Barat, kita mendapat sertifikat gratis dari Presiden Jokowi. Karena itu, saya minta warga saya di desa Galang agar gunakan sertifikat itu dengan cerdas dan bijak. Simpan baik-baik jangan sampai hilang”, pinta Ari Samsung yang setia mendampingi warganya selama berada di Labuan Bajo.Sertifikat untuk rakyatDalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat ini untuk rakyat. Ini Program strategi nasional yang dilaksanakan untuk membantu rakyat”, kata Presiden disambut sorak-sorai ribuan warga yang hadir dalam forum itu.Presiden Jokowi menyampaikan betapa penting memiliki seritifak tanah. Sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan hukum atas kepemilikan tanah.”Jaga ini baik-baik”, pesan Presiden.
seraya menambahkan, “Ini bisa simpan di Bank sebagai agunan modal usaha. Ingat modal usaha, ya. Bukan untuk kredit beli mobil lalu ditarik dealer”, kata Jokowi disambut gelak tawa hadirin.Penyerahan sertifikat gratis ini, agenda terakhir kunjungan Presiden Persiden Jokowi selama 3 hari 2 malam di kota pariwiata super prioritas itu. Dari halaman kantor Bupati Mabar, Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi langsung menuju Bandara Komodo sekitar pukul 10.00 Wita.Pantauan Komodopos.com, sebelum meninggalkan Labuan Bajo, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi berkesempatan selfi ria bersama warga yang mengerumuninya sembari bergegas pelan menuju mobil RI 1 yang parkir di depan teras Kantor Bupati Mabar. *(Robert Perkasa)

Kapal Wartawan Istana Terbalik di Perairan Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO- Kapal pinisi wisata yang ditumpangi oleh sejumlah wartawan Istana Presiden terbalik dihantam ombak di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020).

“Tiba-tiba angin kencang dan ombak ‘gede’ hitungan detik langsung kapal terbalik,” demikian laporan Desca Natalia, wartawan ANTARA yang turut dalam kapal naas itu.

Dikutip dari ANTARA, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sejumlah wartawan itu berada di Labuhan Bajo meliput kegiatan Presiden Jokowi.

Sumber lain melaporkan, semua wartawan selamat, namun beberapa kamera dan peralatan lain milik wartawan tersebut tenggelam.

“Gaes, kita wtwn d labuan bajo: dyka sctv, edo tvri, kristo berita satu, desca antara, liza ehem liputan6, ombew agus vivanews n mba nita biro pers aman n slamet dr kapal terbalik, tp ada bbrp kamera n peralatan ilang. Klo ada yg pny kontak korlip2 tmn2 itu, tolong dikabari yaaa,” tulis pesan tersebut.

Dilansir Labuanbajonews.com yang sudah mengonfirmasi pihak Plataran Komodo Resort and Spa, mereka mengakui kapal yang tenggelam iru milik Plataran Komodo Resort.

Kapal tersebut berukuran kecil. Bukan kapal yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo sebelumnya. Para wartawan menggunakan kapal tersebut untuk mengambil gambar di sekitar Pulau Bidadari dan jaraknya tak jauh dari daratan.

“Kondisi awak media aman dan sudah dievakuasi. Sementara kapal belum bisa di evakuasi. Penyebabnya angin kencang,” ujar Acin, salah satu manajer Plataran Komodo Resort and Spa
(Sumber : ANTARA/labuanbajopos.com)
Selasa, 21 Januari 2020

Dihantam Ombak, Kapal Wartawan Istana Terbalik di Perairan Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO- Kapal pinisi wisata yang ditumpangi oleh sejumlah wartawan Istana Presiden terbalik dihantam ombak di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020).

“Tiba-tiba angin kencang dan ombak ‘gede’ hitungan detik langsung kapal terbalik,” demikian laporan Desca Natalia, wartawan ANTARA yang turut dalam kapal naas itu.

Dikutip dari ANTARA, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sejumlah wartawan itu berada di Labuhan Bajo meliput kegiatan Presiden Jokowi.

Sumber lain melaporkan, semua wartawan selamat, namun beberapa kamera dan peralatan lain milik wartawan tersebut tenggelam.

“Gaes, kita wtwn d labuan bajo: dyka sctv, edo tvri, kristo berita satu, desca antara, liza ehem liputan6, ombew agus vivanews n mba nita biro pers aman n slamet dr kapal terbalik, tp ada bbrp kamera n peralatan ilang. Klo ada yg pny kontak korlip2 tmn2 itu, tolong dikabari yaaa,” tulis pesan tersebut.

Dilansir Labuanbajonews.com yang sudah mengonfirmasi pihak Plataran Komodo Resort and Spa, mereka mengakui kapal yang tenggelam iru milik Plataran Komodo Resort.

Kapal tersebut berukuran kecil. Bukan kapal yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo sebelumnya. Para wartawan menggunakan kapal tersebut untuk mengambil gambar di sekitar Pulau Bidadari dan jaraknya tak jauh dari daratan.

“Kondisi awak media aman dan sudah dievakuasi. Sementara kapal belum bisa di evakuasi. Penyebabnya angin kencang,” ujar Acin, salah satu manajer Plataran Komodo Resort and Spa
(Sumber : ANTARA/labuanbajopos.com)
Selasa, 21 Januari 2020

Terimakasih Bapak Presiden Jokowi

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Itulah kalimat yang spontan diucapkan oleh ribuan warga penerima sertifikat tanah yang dibagikan gratis oleh Presiden Jokowi di halaman kantor Buoati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020) pagi.

Sebanyak 2.500 lembar sertifikat dibagikan secara simbolis kepada 584 penerima sertifikat dari desa Poco Rutang, kecamatan Lembor, 235 orang dari desa Momol kecamatan Ndoso, 33 orang dari desa Galang, kecamatan Welak dan sisanya diterima oleh warga dari desa Nggorang, kecamatan Komodo.

Selain menyampaikan terimakasih, mereka mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu langsung dari Presiden Jokowi.

Adalah Paulina Anut.(49). Ibu rumah tangga dari kampung Weto, desa Galang. kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menghiduoi keluarga, Paulina rela meninggalkan rumahnya di kampung Weto bekerja sebagai pedagang di pasar Lembor. Selama 15 tahun menekuni pekerjaan di pasar tersebut.

Hari ini, Selasa (21/1/2020) Paulina adalah salah satu dari ribuan penerima sertifikat tanah yang dibagikan gratis oleh Presiden Jokowi di halaman kantor Bupati Mabar. Ia mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu. Bangga karena ia bisa menjadi agunan Bank menambah modal usahanya di pasar Lembor.

Paulina mengungkapkan pengalamannya kerja selama 15 tahun di pasar tidak mengubah kondisi ekonomi keluarganya karena modal usahanya minim. Tidak bisa meminjam ke Bank karena tidak ada barang jaminan.

“Saya sangat bangga menerima sertifikat ini dari Bapak Jokowi. Sertifikat ini saya gunakan sebagai jaminan pinjaman di Bank untuk menambah modal usaha saya di pasar”, kata Paulina ketika diwawancara Komodopos.com usai menerima sertifikat itu di halaman Kantor Bupati Mabar.

Senada, Melania Danut (45). Ibu 9 anak ini bekerja sebagai ibu rumah tangga di desa Welak. “Kami sangat senang sekali terima ini sertifikat dari Bapak Jokowi. Ini pengalaman luarbiasa dalam hidup kami sebagai petani. Sertifikat ini sebagai modal kami berusaha membiayai pendidikan 6 anak saya yang masih duduk dibangku sekolah”, tutur Melania.

Paulina Namis (38) juga mengaku senang menerima sertifikat dari Presiden Jokowi. Paulina mengisahkan selama ini, suaminya mencari nafkah di Malaysia untuk menghidupinya bersama 3 anaknya. Kini, 2 anaknya sedang duduk di bangku SMA dan SMP.

“Kami senang sekali menerima sertifikat ini dari bapak Jokowi. Terimakasih banyak bapak Jokowi. Kami dari kampung bisa bertemu dengan Presiden kami. Ini sungguh luar biasa karena tidak mungkin terulang lagi. Sertifikat ini menjadi modal kami membiayai pendidikan anak kami. Karena selama ini suami sayavterpaksa merantau ke Malaysia mencari nafkah untuk kami”, ujar Paulina sembari tersenyum sumringah.

Kepala Desa Galang, Ari Samsung meminta warga penerima sertifikat untuk memanfaatkannya secara benar dan bijak.

“Kita mesti bersyukur. Sebab, dari ratusan ribu rakyat yang ada di seantero Manggarai Barat, kita mendapat sertifikat gratis dari Presiden Jokowi. Karena itu, saya minta warga saya di desa Galang agar gunakan sertifikat itu dengan cerdas dan bijak. Simpan baik-baik jangan sampai hilang”, pinta Ari Samsung yang setia mendampingi warganya selama berada di Labuan Bajo.

Sertifikat untuk rakyat

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat ini untuk rakyat. Ini Program strategi nasional yang dilaksanakan untuk membantu rakyat”, kata Presiden disambut sorak-sorai ribuan warga yang hadir dalam forum itu.

Presiden Jokowi menyampaikan penting memiliki sertifikat tanah. Sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan hukum atas kepemilikan tanah.

“Jaga ini baik-baik”, pesan Presiden seraya menambahkan, “Ini bisa simpan di Bank sebagai agunan modal usaha. Ingat modal usaha, ya. Bukan untuk kredit beli mobil lalu ditarik dealer”, kata Preaiden Jokowi disambut gelak tawa hadirin.

Ibu-ibu rumah tangga dari desa Galang, kecamatan Welak yang menerima sertifikat gratis dari Presiden Jokowi. Foto ; Robert Perkasa/Komodopos.com

Penyerahan sertifikat gratis ini, agenda terakhir kunjungan Presiden Persiden Jokowi selama 3 hari 2 malam di kota pariwiata super prioritas itu. Dari halaman kantor Bupati Mabar, Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi langsung menuju Bandara Komodo sekitar pukul 10.00 Wita.

Pantauan Komodopos.com, sebelum meninggalkan Labuan Bajo, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi berkesempatan selfi ria bersama warga yang mengerumuninya sembari bergegas pelan menuju mobil RI 1 yang parkir di depan teras Kantor Bupati Mabar. *(Robert Perkasa)

Terimakasih Bapak Presiden Jokowi

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Itulah kalimat yang spontan diucapkan oleh ribuan warga penerima sertifikat tanah yang dibagikan gratis oleh Presiden Jokowi di halaman kantor Buoati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/1/2020) pagi.

Sebanyak 2.500 lembar sertifikat dibagikan secara simbolis kepada 584 penerima sertifikat dari desa Poco Rutang, kecamatan Lembor, 235 orang dari desa Momol kecamatan Ndoso, 33 orang dari desa Galang, kecamatan Welak dan sisanya diterima oleh warga dari desa Nggorang, kecamatan Komodo.

Selain menyampaikan terimakasih, mereka mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu langsung dari Presiden Jokowi.

Adalah Paulina Anut.(49). Ibu rumah tangga dari kampung Weto, desa Galang. kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menghiduoi keluarga, Paulina rela meninggalkan rumahnya di kampung Weto bekerja sebagai pedagang di pasar Lembor. Selama 15 tahun menekuni pekerjaan di pasar tersebut.

Hari ini, Selasa (21/1/2020) Paulina adalah salah satu dari ribuan penerima sertifikat tanah yang dibagikan gratis oleh Presiden Jokowi di halaman kantor Bupati Mabar. Ia mengaku sangat bangga menerima sertifikat itu. Bangga karena ia bisa menjadi agunan Bank menambah modal usahanya di pasar Lembor. Paulina mengaku, kerja selama 15 tahun di pasar tidak mengubah kondisi ekonomi keluarganya karena modal usahanya minim. Tidak bisa meminjam ke Bank karena tidak ada barang jaminan.

“Saya sangat bangga menerima sertifikat ini dari Bapak Jokowi. Sertifikat ini saya gunakan sebagai jaminan pinjaman di Bank untuk menambah modal usaha saya di pasar”, kata Paulina ketika diwawancara Komodopos.com usai menerima sertifikat itu di halaman Kantor Bupati Mabar.

Senada, Melania Danut (45). Ibu 9 anak ini bekerja sebagai ibu rumah tangga di desa Welak. “Kami sangat senang sekali terima ini sertifikat dari Bapak Jokowi. Ini pengalaman luarbiasa dalam hidup kami sebagai petani. Sertifikat ini sebagai modal kami berusaha unruk membiayai pendidikan 6 anak saya yang masih duduk dibangku sekolah.

Paulina Namis (38) juga mengaku senang menerima sertifikat dari Presiden Jokowi. Paulina mengisahkan selama ini, suaminya mencari nafkah di Malaysia untuk menghidupinya bersama 3 anaknya. Kini, 2 anaknya sedang duduk di bangku SMA dan SMP.

“Kami senang sekali menerima sertifikat ini dari bapak Jokowi. Terimakasih banyak bapak Jokowi. Kami dari kampung bisa bertemu dengan Presiden kami. Ini sungguh luar biasa karena tidak mungkin terulang lagi. Sertifikat ini menjadi modal kami membiayai pendidikan anak kami. Karena selama ini suami sayavterpaksa merantau ke Malaysia mencari nafkah untuk kami”, ujar Paulina sembari tersenyum sumringah.

Kepala Desa Galang, Ari Samsung meminta warga penerima sertifikat untuk memanfaatkannya secara benar dan bijak.

Kita mesti bersyukur. Sebab, dari ratusan ribu rakyat yang ada di seantero Manggarai Barat, kita mendapat sertifikat gratis dari Presiden Jokowi. Karena itu, saya minta warga saya di desa Galang agar gunakan sertifikat itu dengan cerdas dan bijak. Simpan baik-baik jangan sampai hilang”, pinta Ari Samsung yang setia mendampingi warganya selama berada di Labuan Bajo.

Ibu-ibu rumah tangga dari desa Galang, kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, NTT. penerima sertifikat tanah dari Presiden Jokowi. Foto : Robert Perkasa/Komodopos.com

Sertifikat untuk rakyat

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat ini untuk rakyat. Ini Program strategi nasional yang dilaksanakan untuk membantu rakyat”, kata Presiden disambut sorak-sorai ribuan warga yang hadir dalam forum itu.

Presiden Jokowi menyampaikan betapa pentingnya memiliki seritifak tanah.

“Betapa penring memiliki sertifikat tanah. Sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan hukum atas kepemilikan tanah. Jaga ini baik-baik”, pesan Presiden.

“Ini bisa simpan di Bank sebagai agunan modal usaha. Ingat modal usaha, ya. Bukan untuk kredit beli mobil lalu ditarik dealer”, kata Jokowi disambut gelak tawa hadirin.

Penyerahan sertifikat gratis ini, agenda terakhir kunjungan Presiden Persiden Jokowi selama 3 hari 2 malam di kota pariwiata super prioritas itu. Dari halaman kantor Bupati Mabar, Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi langsung menuju Bandara Komodo sekitar pukul 10.00 Wita.

Pantauan Komodopos.com, sebelum meninggalkan Labuan Bajo, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi berkesempatan selfi ria bersama warga yang mengerumuninya sembari bergegas pelan menuju mobil RI 1 yang parkir di depan teras Kantor Bupati Mabar. *(Robert Perkasa)

Hari Ini, Presiden Jokowi Bagi Sertifikat Gratis di Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Hari terakhir kunjungan Presiden Jokowi di Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020) menyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di kabupaten Pariwisata super prioritas itu. Sebanyak 2.500 lembar sertifikat dibagikan kepada warga dari desa Nggorang, kecamatan Komodo, desa Momol, kecamatan Ndoso, desa Galang, kecamatan Welak dan desa Poco Rutang, kecamatan Lembor.

Kepala Bagian Humaspro Pemkab Mabar, Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec.Dev.ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Senin (20/1/2020) malam ini menjelaskan, acara penyerahan sertifikat dilaksanakan Selasa (21/1/2020) pukul 09.00 wita. Namun ia mengatakan kemungkinan dipercepat karena usai acara tersebut, Presiden Jokowi bersama rombongan menuju Bandara Komodo.

Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat, Abel Asa Mau, S,Sit belum berhasil dikonfirmasi terkait acara tersebut. Komodopos.com beberapa kali menghubunginya melalui Whatsapp , namun tudak ada respons. Dua stafnya, yakni Kepala Sub Bagian Perencanaan,Evaluasi dan Pelaporan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Masional Provinsi NTT,
Yanes Mikhael Pello dan Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan Kanwil BPN Provinsi. NTT, Supriyadi hanya mengatakan sedang sibuk menyiapkan acara tersebut.

Warga Desa Momol, kecamatan Ndoso saat menuju kota Labuan Bajo. Foto : Robert Perkasa/ Komodopos.com.

Pantauan Komodopos.com Senin (20/1_2020) petang, ratusan warga penerima sertifikat dari desa Momol Kecamatan Ndoso telah tiba di Labuan Bajo. Dari desa Momol, mereka menggunakan 6 unit moda angkutan pedesaan lengkap dengan bendera merah putih dan spanduk.

Sedangkan 33 warga penerima sertifikat dari desa Galang, kecamatan Welak dan 584 orang dari desa Poco Rutang, kecamatan Lembor dikabarkan akan turun ke Labuan Bajo pada Selasa (21/1/2020) dini hari ini. *(Robert Perkasa)

147 Sertifikat Tanah di Translok Nggorang Belum Bisa Dibagikan. Ini Alasannya

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO–Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Maria Aloisia M. Daduk, S.Pd melalui Sekretaris Dinas Nakertrans Mabar, Marsel Sani Ngarung menegaskan,147 sertifikat di Lhan Usaha II Translok Nggorang belum dapat dibagikan. Belum dapat dibagikan karena Dinas Naakertrans Mabar akan melakukan verifikasi ulang lahan. Verifikasi ulang ini dilakukan karena disinyalir lahannya tidak ada. Verifikasi ulang penting dilakukan agar dapat memastikan siapa pemiliknya dan lahannya di mana.

“Terkait persoalan 147 sertifikat di Lahan usaha 2, belum dapat dibagikan karena kami akan melakukan verifikasi ulang lahan. Karena disinyalir atau diduga lahannya tidak ada. Yang ada itu lahan pekarangan seluas 0,5 ha per KK dan Lahan Usaha I seluas 0.5 ha. Dan telah dibagikan sertifikatnya. Demikian yang dapat kami jelaskan”, terang Marsel Ngarung ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Senin (21/1/2020).

Ditanya kapan verifikasi ulang itu dilakukan, Marsel Ngarung menambahkan, Dinas Nakertrans Mabar akan membentuk tim terpadu. Tim yang terbenruk itu kemudian melakukan verifikasi ulang di lapangan.

“Pembentukan tim terpadu sedang diproses. Segera setelah tim terbentuk, kami lakukan Verifikasi ulang lahan untuk dapat memastikan sertifikat nomor ini, lahannya di mana? Pemiliknya siapa?:, ujar Marsel Ngarung.

Menanggapi rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan ratusan warga Translok, Marsel mengatakan itu hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang.

“Soal aksi demo warga translok, itu hak mereka yang dilindungi undang-Undang”, jawabnya singkat.

Marsel Sani Ngarung, SE, Sekretaris Dinas Nakertrans Mabar. Foto : Komodo Pos

Berita Komodopos.com sebelumnya, Selasa besok (21/1/2020) sekitar 200 KK warga Translok Nggorang desa Macang Hanggar, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menyambangi Kantor Bupati Mabar bertemu Presiden Jokowi. Mereka datang mendesak Presiden Jokowi agar segera merealisasikan janji-janji pemerintah yang pernah diucapkan sebelumnya terkait keberadaan mereka di lokasi Translok Nggorang.

“Besok pagi ada sekitar 200 KK warga Translok Nggorang mau ketemu Presiden Jokowi di kantor Bupati saat pembagian sertifikat. Kami ingin bertemu Presiden Jokowi untuk meminta supaya 200 sertifikat tanah milik kami yang mengendap di kantor Dinas Nakertrans Mabar segera dibagikan”, ujar Saverinus Suryanto, Koordinator warga Translok Nggorang ketika dikonfirmasi Komodopos.com via handphone seluler, Senin pagi (20/1/2020).

Ditanya apa substansi tuntutan yang akan disampaikan kepada Presiden Jokowi, Saverinus menjelaskan, warga Translok Nggorang mendesak Presiden Jokowi supaya 147 dari 200 sertifikat milik mereka, segera dibagikan besok juga. Sebab, telah 22 tahun lamanya sertifikat yang dijanjikan itu mengendap di kantor Nakertrans Mabar.

Padahal beberapa waktu lalu, Plt. Kadis Nakertrans Mabar, Ismantoyo sudah membuat surat pengakuam terkait keberadaan sertifikat tersebut. Dalam surat pengakuan itu, Ismantoyo memastikan bahwa sertifikat tanah sebanyak itu, ada di kantor Nakerttans Mabar. Namun hingga hari ini tidak dibagikan kepada mereka.

Selain itu, kata Saverinus, pada tanggal 7 Agustus 2019, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Manggarai Barat, Ismantoyo, pernah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kantor ATR/BPN Manggarai Barat. Isi Surat tersebut memberitahukan BPN untuk segera menerbitkan SHM, HGU, HGP di atas lahan Translok UPT. Nggorang, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat terutama di luar lahan pekarangan dan lahan usaha I atau lahan yang belum dibagi.

“Sebab di Kantor Disnakertrans Manggarai Barat, ada 147 sertifikat hak milik lahan usaha II yang belum dibagikan kepada warga Translok UPT. Nggorang. Dan lahan tersebut berada di atas tanah yang diokupasi oleh warga setempat (ulayat setempat),” ujar Ismantoyo dalam suratnya. kata Saverinus menjelaskan.*(Robert Perkasa)

Presiden Jokowi Ingatkan Soal Sampah & Air Bersih di Kawasan Wisata Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Presiden Joko Widodo mengingatkan masalah sampah baik yang bersumber dari darat maupun laut dan air bersih di kawasan pengembangan pariwisata super premium Labuan Bajo agar segera dibenahi. Karena itu Presiden Jokowi mememinta Kementerian LHK (Lingkungan hidup dan Kehutanan) dan Kementrian PUPR untuk menyiapkan infrastruktur pembuangan sampah baik insulator atau cara lainnya serta menyiapkan tambahan air baku di kawasan itu.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Jokowi ketika memimpin rapat terbatas dengan topik “Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo” di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, NTT, Senin, (20/1/2020).

“Mengenai sampah baik darat maupun laut mungkin perlu kita acarakan satu gerakan dari LHK (Lingkungan hidup dan Kehutanan) untuk pembersihan sampah di laut, di karang.

“Saya mendapat keluhan dari orang-orang yang datang di sini untuk diving, walau belum banyak tapi harus segera dibersihkan sebelum jadi banyak,” tambah Presiden.

Sedangkan di darat, Presiden meminta Kementerian PUPR dan Kementerian LHK menyiapkan infrastruktur pembuangan sampah baik insulator atau cara lainnya.

“Berkaitan dengan air baku, saya minta Menteri PUPR menyiapkan tambahan air baku karena ini menjadi keluhan yang saya dengar dari pemilik hotel di sini,” ujarnya.

Selanjutnya, Presiden menargetkan hingga akhir 2020 seluruh infrastruktur sudah siap dibangun.

“Bila semua sudah rapi dan tertata, promosi saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata termasuk event internasional agar menarik wisatawan datang ke Labuan Bajo,” ungkap Presiden. Terakhir, Presiden meminta ada kepastian keamanan bagi wisatawan.

Warga kota Labuan Bajo pungut sampah yang berserakan di kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo. Foto : Dok. PDIP Mabar.

“Saya harap disiapkan organisasi baik Basarnas dan BNPB berkaitan keamanan wisatawan, paling tidak kalau mereka lihat ada SAR, ada BNPB,rasa aman dan nyaman akan muncul karena merekabisa lihat kita berupaya untuk mengatasi itu,” tegas Presiden. *(Robert Perkasa)
Sumber : ANTARA