Presiden Jokowi : Wisata Super Premium Harus Dinikmati Masyarakat Lokal

Foto : ANTARA

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Presiden Joko Widodo menegaskan masyarakat lokal harus ikut menikmati manfaat pengembangan kawasan Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai destinasi wisata super premium.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Jokowi ketika memimpin rapat terbatas dengan topik “Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo” di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, NTT, Senin, (20/1/2020).

“Berkaitan dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM), kita ingin masyarakat di sini, masyarakat lokal harus menikmati dan menjadi bagian dari pembangunan yang kita lakukan,” kata Presiden Jokowi

“Oleh karenanya, masyarakat harus cepat-cepat kita tingkatkan kemampuannya, kita tingkatkan kompetensinyadari sisi keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan di industri pariwisata yang ingin kita kerjakan,” tambah Presiden.

Selanjutnya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga, menurut Presiden Jokowi, jangan sampai ditinggal.

“Saya berharap ada creative hub yang akan menggarap produk-produk lokal baik sisi desain, packaging, sisi harga. Kita harapkan nantinya tenun, kopi, dan makanan khas benar-benar bisa tumbuh. Seiring dengan itu, atraksi budaya lokal, kesenian lokal semakin hidup dan menghidupkan di kawasan Labuan Bajo,” jelas Presiden Jokowi.

Rapat tersebut tidak diperkenankan bagi para wartawan lokal unruk meliput Kawasan Hotel Plataran Komodo dijaga extra ketat oleh Paspampres dan pasukan gabungan TNI/Polri.

Dikutip dari ANTARA, itu dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Pola pertanian tradisional “pacek pepak” di Kecamatan Sano Nggoang, kabuoaten Manggarai Barat

Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch.Dula dan pejabat terkait lainnya. *(Robert Perkasa) Sumber : laporan ANTARA,

Besok, 200 Warga Translok Nggorang Desak Jokowi Bagi Sertifikat Tanah

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Selasa besok (21/1/2020) sekitar 200 KK warga Translok Nggorang desa Macang Hanggar, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menyambangi Kantor Bupati Mabar bertemu Presiden Jokowi. Mereka datang mendesak Presiden Jokowi agar segera merealisasikan janji-janji pemerintah yang pernah diucapkan sebelumnya terkait keberadaan mereka di lokasi Translok Nggorang.

“Besok pagi ada sekitar 200 KK warga Translok Nggorang mau ketemu Presiden Jokowi di kantor Bupati saat pembagian sertifikat. Kami ingin bertemu Presiden Jokowi untuk meminta supaya 200 sertifikat tanah milik kami yang mengendap di kantor Dinas Nakertrans Mabar segera dibagikan”, ujar Saverinus Suryanto, Koordinator warga Translok Nggorang ketika dikonfirmasi Komodopos.com via handphone seluler, Senin pagi (20/1/2020).

Warga Translok Nggorang saat berdialog dengan DPRD Manggarai Barat benerapa waktu lalu. Foto : Dok.Saverinus

Saverius mengabarkan, Senin (21/1/2020) pagi ini saat berita ini dihimpun, ratusan warga Translok menggelar pertemuan akbar di sana. Selanjutnya, hari ini juga mereka mendatangi kantor Polres Mabar untuk menyampaikan pemberitahuan rencana aksi unjukrasa itu kepada Kapolres Mabar.

“Pagi ini kami rencana bt pertemuan dan siangnua rencana ke kantor polres mabar untuk pemberitahuan”, imbuhnya.

Ditanya apa substansi tuntutan yang akan disampaikan kepada Presiden Jokowi, Saverinus menjelaskan, warga Translok Nggorang mendesak Presiden Jokowi supaya 147 dari 200 sertifikat milik mereka, segera dibagikan besok juga. Sebab, telah 22 tahun lamanya sertifikat yang dijanjikan itu mengendap di kantor Nakertrans Mabar.

Padahal beberapa waktu lalu, Plt. Kadis Nakertrans Mabar, Ismantoyo sudah membuat surat pengakuam terkait keberadaan sertifikat tersebut. Dalam surat pengakuan itu, Ismantoyo memastikan bahwa sertifikat tanah sebanyak itu, ada di kantor Nakerttans Mabar. Namun hingga hari ini tidak dibagikan kepada mereka.

Selain itu, kata Saverinus, pada tanggal 7 Agustus 2019, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Manggarai Barat, Ismantoyo, pernah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kantor ATR/BPN Manggarai Barat. Isi Surat tersebut memberitahukan BPN untuk segera menerbitkan SHM, HGU, HGP di atas lahan Translok UPT. Nggorang, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat terutama di luar lahan pekarangan dan lahan usaha I atau lahan yang belum dibagi.

“Sebab di Kantor Disnakertrans Manggarai Barat, ada 147 sertifikat hak milik lahan usaha II yang belum dibagikan kepada warga Translok UPT. Nggorang. Dan lahan tersebut berada di atas tanah yang diokupasi oleh warga setempat (ulayat setempat),” ujar Ismantoyo dalam suratnya. kata Saverinus menjelaskan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabuoaten Manggarai Barat, Maria A.M Daduk Dulla ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Senin pagi (21/1/2020) meminta Komodopos.com untuk datang langsung ke kantornya. Tidak lama berselang ia mengarahkan Komodopos.com untuk langsung mengkonfirmasi Sekretaris Dinas Nakertrans Mabar.

“Datang langsung di kantor saja. Langsung konfirmasi ke pak Sekretaris Dinas karena saya masih ada tamu”, ujarnya.

Selanjutnya Komodopos.com langsung menghubungi Sekretaris Dinas Nakertrans Mabar, Marsel Sani Ngarung terkait hal yang sama.

“Siap pak. Mohon bersabar sebentar karena kami lagi ada rapat. Segera setelah rapat saya beri tanggapan”, jawabnya. *(Robert Perkasa)

Presiden Jokowi Naik Kapal Phinisi, Tinjau Kesiapan Wisata Bahari di Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Hari pertama kunjungan Presiden Jokowi setelah tiba di Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020) langsung meninjau kesiapan wisata bahari di kawasan ujung barat pulau Flores itu.

Dikutip dari Website: https://setpres.setneg.go.id, sekitar pukul 17.50 Wita bertepatan dengan matahari terbenam, Presiden Jokowi menaiki kapal phinisi dari dermaga hotel tpenginapannya meninjau kawasan perairan Labuan Bajo. Presiden Jokowi didampingi oleh Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara berlayar kurang lebih selama 45 menit sebelum akhirnya kembali ke dermaga.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menyampaikan pada sore ini, bahwa Presiden Jokowi ingin mencoba menaiki kapal phinisi.

“Presiden tidak hanya ingin menaiki kapal saja, tapi juga ingin melihat langsung kesiapan kapal-kapal tersebut menyambut wisatawan,” kata Heru.

Selain itu, Presiden juga melihat kesiapan para anak buah kapal (ABK), kebersihan di kapal, dan keramahan para ABK di kapal tersebut.

“Presiden juga menilai kesiapan faktor keamanan dan keselamatan, seperti ketersediaan pelampung, radio komunikasi di kapal, dan peralatan lainnya,” ucap Heru.

Selain itu, Presiden juga melihat spot-spot di kapal yang menarik untuk diabadikan oleh wisatawan dengan latar belakang laut dan kepulauan di Labuan Bajo.

“Sekarang kan zamannya harus _instragamable_, jadi Presiden juga mencoba spot-spot itu,” lata Heru.

Foto ; Biro Pers & informasi Sekretariat Presiden

Dijelaskan pula, Presiden Jokowi sudah mendengar informasi bahwa Labuan Bajo tidak hanya terkait dengan Taman Nasional Komodo.

Tapi juga banyak mendapat pujian sebagai tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam dan juga kaya dengan wisata bahari, mulai dari hanya sekedar menikmati indahnya pantai dengan pasir putih, berenang di laut, hingga menyelam. **(bet)

Sumber : Website: https://setpres.setneg.go.id
Youtube: Sekretariat Presiden

Ini Kata Netizen Terkait Kunjungan Presiden Jokowi ke Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Hari ini, Minggu (19/1/2020) pukul 11.50 Wita Presiden Joko Widodo bersama keluarga tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabuapten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Presiden Jokowi datang bersama keluarganya menumpang
pesawat kepresidenan berwarna biru-putih bertulis Republik Indonesia.

Salah satu agenda kunjungan Persiden Jokowi ke Labuan Bajo adalah untuk menyerahkan 2.500 lembar Sertifikat hak atas tanah secara gratis kepada warga masyarakat di kabupaten pariwisata itu.

Setibanya di Labuan Bajo, Presiden Jokowi melalui akun Facebook “Presiden Joko Widodo” mengungkapkan, “Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur jadi satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang tahun ini kita kembangkan. Karena itulah, hari ini, saya bertolak ke NTT dan baru saja mendarat di Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Di NTT, saya hendak melihat langsung proyek pembangunan terminal multipurpose Labuan Bajo, kawasan Puncak Waringin, serta meresmikan sarana pendukung pariwisata, yaitu sebuah hotel milik BUMN”, tulis Presiden Jokowi di akun Facebook.

Bagaimana respons netizen terkait kunjungan orang nomor satu di Republik Indonesia itu?

Berikut kutipan beragam komentar netizen menanggapi berita-berita media online Komodopos.com yang kami rangkum dari beberapa Grup di Facebook hari ini, Minggu (19/1/2020).

Tentang Presiden Jokowi ke Labuan Bajo

Fb@Yustinus Heri Jem#
Andaikan bpk presiden Jokowi boleh sedikit punya waktu mumpung ada di Labuan Bajo dan mau mendengarkan keluhan kami warga masyarakat yang kebetulan tinggal di lokasi RTH 18 hutan Nggorang Bowocie, lokasi komplex pertamina ,pasar baru yg letaknya kira 600m dari kantor bupati Mabar, karena sudah hampir 20 tahun kami menempati lokasi ini dan sampai saat ini belum ada titik terang .

Fb@Egan#
Tempat bermainnya Jokowi itu Labuan Bajo… Sesekali dong kunjungi kabupaten yg di pedlman. Sumbangan suara terbesar utk mu adalah dua kabupaten, Manggarai dan Manggarai Timur bukan Mabar,… Tdk bosannya ke Bajo habisin uang negara

Fb@ Yohand Tar
Keluhan harus sampaikan ke pak presiden,dr segi pembangun blm merata air bersih masih minim di kabupaten mabar,itu yanh harus di sampaikan kepada pak Presiden agak kiranya pemda Mabar,biar jeli memprihatikan seluruh masyarakat Mabar yg kian dulu menjerit, haus akan sebagaimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia tapi apalah daya Keluhan itu belum semua rasakan,pembangun infrastruktur masih minim.

Tentang Pembagian Sertifikat tanah gratis

Fb@Opank Congka Sa’e#
Jangan cuman sebagian persen pak, serahkan ke semua lapisan masyrakat, terutama kaum petani..

Fb@Rhiskan Yudi#

Mantap Pak….!!!
Alangkah lebih baiknya lagi … segera lakukan REFORMA AGRARIA di MABAR. Mengingat Calon Tanah berkeliaran bebas kebal hukum. Ada OKNUM yg bermanuver cantik.

Tentang Kebersihan Kota Labuan Bajo

Fb@Abun Blasius#
Jokowi pergi sampah kembali mengalir bagaikan sungai,
Semoga pem.tegas memberi sangsi warga yg tdk menjaga kebersihan.
Sebagai kota transit wisata harus bersih,sentuhan estetika, rapi ,hijau nan indah dipandang demikan warganya yg ramah.

Fb@Bonavenrismahang#
Semuanya tergantung pemimpin. Jika pemimpinnya memiliki jiwa yg peduli dgn kebersihan, maka lingkungan yg dipimpinnya pun pasti akan bersih. Ibarat lingkungan rumah yg dihuni, jika pemilik rumahnya rajin dan punya jiwa bersih, maka lingkungan rumahnya pun bersih dan tdk ada sampah yg berserakan. Tpi jika pemilik rumahnya hanya tidur dan duduk saja yg jelas dia hanya bisa menonton sampah-sampah yg ada.

Fb@Fester Sanja#
maunya bpk Jokowi jangan pulang…supaya Babuan Bajo bagus dipandang / bersih.

Fb@Yohanes Bosco Gani Gani
Ciri khas integritas Pemimpin Manggarai Barar terlihat jelas dlm kondisi ini. Kepemimpinan dalam segla Sektor. Inilh slh satu penyebab L. Bajo sangt lambat dlm Hal kemajuan…mentalitas pemimpin sbg sebuah Blok kemajuan…

Fb@Yohand Tar#
Lucu sekali,sya malas baca link britanya. Sya cukup kutip judulnya saja,kenapa disaat datang kepala negara baru ada itu prubahan,dan apakah prubahan ini paten kah,atau kerja hari ini besok rusak lagi sungguh miris sekali🤣🤣
*(Robert Perkasa)

584 Warga Desa Poco Rutang-Lembor Siap ke Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LEMBOR-– Selasa dini hari (21/1/2020), sebanyak 584 orang penerima sertifikat hak atas tanah dari desa Poco Rutang, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tiba di ibukota Labuan Bajo. Mereka menumpang 15 unit moda angkutan pedesaan berupa truk kayu.

Kedatangan ratusan warga dari kecamatan Lembor itu untuk bertemu Presiden Jokowi sekaligus menerima sertifikat hak atas tanah yang dibagikan secara gratis oleh Presiden Jokowi.

“Selasa, pukul 04.00 wita di hari 584 orang penerima sertifikat gratis dari desa Poco Rutang turun semua ke Labuan Bajo. Kami pakai 15 bis kayu/oto kolt dan menggunakn busana adat Manggarai”, tutut Camat Lembor, Pius Baut, SE ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Minggu siang (19/1/2020).

Hari ini, Minggu (19/1/2020) pukul 11.50 Wita Presiden Joko Widodo bersama keluarga tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Presiden Jokowi datang bersama keluarganya menumpang
pesawat kepresidenan berwarna biru-putih bertulis Republik Indonesia.

Terpantau Komodopos.com, saat tiba di Bandara Komodo, Presiden Jokowi didampingi ibu negara, Iriana Jokowi dan didampingi paspampres. Tak terlihat penyambutan meriah. Namun Presiden Jokowi disambut secara adat Manggarai oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan pemkab Mabar. Presiden dikalungi slendang songke dan memakai topi bermotif songke Manggarai.

Kepala Bagian Humaspro Pemkab Mabar, Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec.Dev ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp menjelaskan, Presiden Jokowi dan keluarganya langsung ke penginapan untuk beristirahat. Ia enggan menyebut tempat penginapan dimaksud.

“Hari ini beliau hanya istirahat dan datang bersama ibu. Tidak diganggu oleh siapapun”, jawabnya singkat.

Sumber Komodopos.com menyebutkan, dari bandara Komodo, Presiden dan rombongan langsung menuju ke penginapan. di Hotel Plataran Komodo.

Pius Baut, SE Camat Lembor, kabupaten Manggarai Barat

Informasi yang dihimpun Komodopos.com dari sumber terpercaya di lingkungan Pemkab Mabar merincikan ; Senin besok (20/1/2020), Presiden Jokowi memantau lokasi Pelabuhan peti kemas di pelabuhan Pelni Labuan Bajo, peletakan batu pertama pembangunan dermaga niaga di Rangko-Menjerite, wilayah utara Labuan Bajo. Dari sana, Presiden Jokowi mengunjungi Gua Batu Cermin yang Ia pernah kunjungi sebelumnya. Selanjutnya meresmikan pembangunan hotel Inaya Bay dan tempat komersial ASDP Indonesia Fery.

Selasa (21/1/2020) Presiden Jokowi akan menyerahkan 2.500 lembar sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat setempat di halaman kantor bupati Mabar.
*Robert Perkasa)

584 Warga Desa Poco Rutang-Lembor Siap ke Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LEMBOR--Selasa dini hari (21/1/2020), sebanyak 584 orang penerima sertifikat hak atas tanah dari desa Poco Rutang, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tiba di ibukota Labuan Bajo. Mereka menumpang 15 unit moda angkutan pedesaan berupa truk kayu.

Kedatangan ratusan warga dari kecamatan Lembor itu untuk bertemu Presiden Jokowi sekaligus menerima sertifikat hak atas tanah yang dibagikan secara gratis oleh Presiden Jokowi.

“Selasa, pukul 04.00 wita di hari 584 orang penerima sertifikat gratis dari desa Poco Rutang turun semua ke Labuan Bajo. Kami pakai 15 bis kayu/oto kolt dan menggunakn busana adat Manggarai”, tutut Camat Lembor, Pius Baut, SE ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Minggu siang (19/1/2020).

Hari ini, Minggu (19/1/2020) pukul 11.50 Wita Presiden Joko Widodo bersama keluarga tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabuapten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Presiden Jokowi datang bersama keluarganya menumpang pesawat kepresidenan berwarna biru-putih bertulis Republik Indonesia.

Terpantau Komodopos.com, saat tiba di Bandara Komodo, Presiden Jokowi didampingi ibu negara, Iriana Jokowi dan paspampres. Tak terlihat penyambutan meriah. Namun Presiden Jokowi disambut secara adat Manggarai. Presiden dikalungi slendang dan mengenakan topi bermotif songke Manggarai.

Kepala Bagian Humaspro Pemkab Mabar, Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec.Dev.ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp menjelaskan, Presiden Jokowi fan keluarganya langsung ke penginapan unruk beristirahat fan tak boleh diganggu oleh siapapun. Ia enggan menyebut tempat penginapan dimaksud.

Pius Baut, SE, Camat Lembor, kabupaten Manggarai Barat

“Hari ini beliau hanya istirahat dan datang bersama ibu. Tidak diganggu oleh siapapun”, jawabnya singkat.

Sumber Komodopos.com menyebutkan, dari bandara Komodo, Presiden dan rombongan langsung menuju ke penginapan. di Hotel Plataran Komodo. *Robert Perkasa)

Kunjungan Presiden Jokowi di Labuan Bajo Dijaga Extra Ketat

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kunjungan Presiden Jokowi ke Labuan Bajo kali ini dijaga extra ketat oleh pasukan gabungan TNI/Polri dan Paspampres. Para wartawan dari berbagai media lokal tidak diperkenankan untuk mengambil foto dari dekat.

Pantauan Komodopos.com di Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020) semua ruas jalan protokol tampak dijaga ketat aparat kepolisian.

Namun, arus lalu lintas kendaraan di semua ruas jalan di dalam kota Labuan Bajo terpantau normal dan lancar. Mobilitas warga setempat baik sebelum maupun setelah Presiden Jokowi melintas, juga berjalan normal.

Kunjungan Presiden dua periode itu ke Labuan Bajo untuk meninjau secara langsung perkembangan pembangunan wisata di Labuan Bajo pasca ditetapkan sebagai satu dari lima destinasi wisata super prioritas oleh Presiden Jokowi.

Dikutip dari infopublik Kominfo Mabar, kunjungan Presiden Jokowi dijadwalkan selama 3 hari, 19-21 Januari 2020. Agenda kunjungan Presiden antara lain ; melihat langsung proyek pembangunan terminal multipurpose Labuan Bajo, kawasan Puncak Waringin, serta meresmikan sarana pendukung pariwisata, yaitu sebuah hotel milik BUMN yaitu Hotel Inaya Bay.

Sebelumnya, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabuoaten Manggarai Barat, Abel Asa Mau, S,Sit melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan,Evaluasi dan Pelaporan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Masional Provinsi NTT,
Yanes Mikhael Pello mengemukakan, salah satu agenda kunjungan Persiden Jokowi ke Labuan Bajo untuk menyerahkan 2.500 Sertifikat kepada masyarakat Mabar.

Ia menjelaskan, penerima Sertifikat tanah sebanyak iru tersebar di 4 desa di 4 kecamatan, yakni Desa Nggorang di kecamatan Komodo, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Desa Galang di kecamatan Welak dan desa Momol di kecamatan Ndoso.

Informasi yang dihimpun Komodopos.com dari sumber terpercaya di lingkungan Pemkab Mabar merincikan ;

Senin besok (20/1/2020), Presiden Jokowi memantau lokasi Pelabuhan peti kemas di pelabuhan Pelni Labuan Bajo, peletakan batu pertama pembangunan dermaga niaga di wilayah utara, Rangko. Dari sana mengunjungi Gua Batu Cermin lalu meresmikan pembangunan hotel Inaya Bay dan tempat komersial ASDP Indonesia Fery.

Selasa (21/1/2020) Presiden Jokowi akan menyerahkan 2.500 lembar sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat setempat di halaman kantor bupati Mabar.

Setibanya di Labuan Bajo, Presiden Jokowi melalui akun Facebook “Presiden Joko Widodo” mengungkapkan, “Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur jadi satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang tahun ini kita kembangkan. Karena itulah, hari ini, saya bertolak ke NTT dan baru saja mendarat di Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Di NTT, saya hendak melihat langsung proyek pembangunan terminal multipurpose Labuan Bajo, kawasan Puncak Waringin, serta meresmikan sarana pendukung pariwisata, yaitu sebuah hotel milik BUMN”, tulis Presiden Jokowi di akun Facebook. *(Robert Perkasa)

Presiden Joko Widodo tiba di Labuan Bajo

KOMODOPOS.com–LABUAN BAJO–Hari ini, Minggu (19/1/2020) pukul 11.50 Wita Presiden Joko Widodo bersama keluarga tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabuapten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Presiden Jokowi datang bersama keluarganya menumpang pesawat kepresidenan berwarna biru-putih bertulis Republik Indonesia.

Terpantau Komodopos.com, saat tiba di Bandara Komodo, Presiden Jokowi didampingi ibu negara, Iriana Jokowi dan paspampres. Tak terlihat penyambutan meriah. Namun Presiden Jokowi disambut secara adat Manggarai. Presiden dikalungi slendang dan mengenakan topi bermotif songke Manggarai.

Kepala Bagian Humaspro Pemkab Mabar, Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec.Dev.ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp menjelaskan, Presiden Jokowi fan keluarganya langsung ke penginapan unruk beristirahat fan tak boleh diganggu oleh siapapun. Ia enggan menyebut tempat penginapan dimaksud.

“Hari ini beliau hanya istirahat dan datang bersama ibu. Tidak diganggu oleh siapapun”, jawabnya singkat.

Sumber Komodopos.com menyebutkan, dari bandara Komodo, Presiden dan rombongan langsung menuju ke penginapan. di Hotel Plataran Komodo.

Tak terlihat penyambutan meriah seperti sebelumnya. Kunjungan Presiden Jokowi kali ini juga tidak seperti sebelumnya. Para wartawan lokal tidak diperkenankan meliput dari dekat.

Sementara itu Pantauan Komodopos.com, Minggu pagi tadi di Labuan Bajo, personel TNI-POLRI menggelar apel persiapan pengamanan VVIP kunjungan Presiden Jokowi. Apel tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Mabar.

Apel dipimpin oleh Danrem 161/WS Brigjen TNI Syaiful Rahman dan dihadiri Danlanal Maumere Kolonel Marinir Totok Nurcahyo, Danyonif 743/PSY Letkol Inf Wiji Untoro, Dandim 1612/Manggarai Letkol Rudy Markiano Simangunsong, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Dandim 1602/Ende Letkol Inf M. Fuad Suparlin, Kapolres Manggarai Barat AKBP Handoyo Santoso.

Dalam amanat Pangdam IX/Udayana yang dibacakan oleh Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman menyampaikan, pengamanan VVIP dilakukan bersama dengan kekuatan dari unsur TNI-POLRI, Pemda dan komponen masyarakat lainnya.

“TNI/Polri dan semua elemen terkaitn lainnya harus memberikan jaminan keamanan terbaik dan maksimal. Untuk itu, segala sesuatu yang terkait dengan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengamanan VVIP ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius,” pintanya. *(Robert Perkasa)

Besok, 235 Warga Desa Momol Tiba di Labuan Bajo Bertemu Presiden Jokowi

KOMODOPOS.com-NDOSO-– Sebanyak 235 orang penerima sertifikat hak atas tanah dari desa Momol, kecamatan Ndoso, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tiba di Labuan Bajo. Kedatangan warga Ndoso itu untuk bertemu Presiden Jokowi sekaligus menerima sertifikat hak atas tanah yang dibagikan secara gratis oleh Presiden dua periode itu. Mereka menumpang sedikitnya 6 unit moda angkutan pedesaan sejenis truck kayu.

“Besok, Senin tanggal 20 Januari kami turun ke ibukota. Kami menumpang 6 oto cold. Warga saya tidak sabar lagi. Mereka rindu bertemu dan jabat tangan Presiden Jokowi yang mereka pilih pada Pemilu 2019 lalu. Saat menerima sertifikat tanah yang dibagikan gratis oleh Presiden Jokowi, warga saya berbusana adat Manggarai”, tutur Kepala Desa Momol, Yuvensius Maldi ketika dikonfirmasi Komodopos.com via aplikasi Whatsapp, Minggu pagi (19/1/2020).

Lahan pertanian di desa Momol, kecamatan Ndoso, kabupaten Manggarai Barat. Foto : Robert Perkasa/Komodopos.com

Yuvens menjelaskan, Desa Momol mendapat 235 lembar sertifikat gratis dari Presiden Jokowi.

“Jumlah penerima sertifikat dari desa kami sebanyak 235 orang
Sedangkan jumlah lahan yang disertifikat sebanyak 500 bidang hak milik tanah”, kata Yuvens lagi.

Camat Ndoso, Fransiskus Tote, BA juga membenarkan hal tersebut. Camat Frans menambahkan, hari ini, Minggu (19/1/2020) Ia dan sejumlah stafnya dan pemerintah desa Momol menggelar rapat dengan warga di Balai desa Momol.

“Hari ini kami menggelar rrapat di Balai desa Momol unruk mempersiapkan berbagai hal sebelum turun ke Labuan Bajo bertemu Presiden Jokowi”, ujar Camat Frans Tote.

Berita Komodopos.com sebelumnya, Kepala Desa Galang, Ari Samsung membenarkan desa yang dipimpinnya menjadi salah satu desa yang mendapat pembagian sertifikat gratis dari Presiden Jokowi.

“Jumlah peserta yang mendapat penyerahan sertifikat secara gratis langsung dari Presiden Jokowi sebanyak 33 orang. Karena sebagian besarnya sudah diserah pada tahun 2019”, ujar Ari Samsung melalui handphone selularnya, Sabtu siang (18/1/2020).

Presiden Joko Widodo tiba di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Minggu besok (19/1/2020). Salah satu agenda kunjungan Persiden Jokowi ke Labuan Bajo adalah untuk menyerahkan 2.500 lembar Sertifikat hak atas tanah secara gratis kepada warga masyarakat di kabupaten pariwisata itu. Penyerahan sertifikat ini dijadwalkan pada Selasa (21/1/2020) bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabuoaten Manggarai Barat, Abel Asa Mau, S,Sit melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan,Evaluasi dan Pelaporan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Masional Provinsi NTT, Yanes Mikhael Pello mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui aplikasi Whastapp, Sabtu siang (18/1/2020) .

Ia menjelaskan, penerima Sertifikat tanah sebanyak iru tersebar di 4 desa di 4 kecamatan, yakni Desa Nggorang di kecamatan Komodo, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Desa Galang di kecamatan Welak dan desa Momol di kecamatan Ndoso.

Yuvensius Maldi, Kepala Desa Momol, kecamatan Ndoso. kabupaten Manggarai Barat. Foto : Humas Desa Momol

“Sampai dengan saat ini, informasi yang kami terima seperti itu pak. Hari Selasa, 21 Januari penyerahan sertifikat hak atas tanah. Data sementara, sertifikat yang akan diserahkan kurang lebih 2.500 sertifikat. Jumlah detail nya, ni yang kami sedang menunggu persetujuan protokoler istana. Berdasarkan hasil rakorwil yang baru saja selesai di Manggarai Barat yang juga dihadiri oleh protokoler istana diputuskan untuk lokasi acara dilaksanakan di halaman kantor Bupati Manggarai Barat (outdoor)”, terang Yannes.
*(Robert Perkasa)

Jokowi Datang, Kota Labuan Bajo Sedap Dipandang

Oleh: Sil Joni *)

Jelang Kedatangan Jokowi, Kota Labuan Bajo Mendadak Bersih”. Itulah salah satu bunyi judul berita langsung (straight news) dari media daring VoxNtt.com, Sabtu (18/1/2020). Berita itu ditanggapi secara sinis oleh mayoritas netizen. Mereka menilai ‘fakta mendadak bersih’ itu sebagai potret sikap kemunafikan sebab faktanya kota ini, jarang mendapat ‘sentuhan estetis’ semacam itu. Entah mengapa, jelang kedatangan RI 1 itu, tiba-tiba Pemda ‘terjaga’ dengan ‘mengerahkan pasukannya’ untuk membersihkan titik-titik yang akan dilewati atau disinggahi oleh sang Presiden itu.

Tunggu ‘pejabat besar’ datang dulu, baru kita ‘bekerja’. Andaikan Presiden Jokowi ‘hadir’ setiap bulan, mungkin Labuan Bajo bebas dari ‘stigma’ sebagai kota sampah.

Dari kisah di atas, sebenarnya Pemda Mabar punya segalanya untuk ‘mengurus’ isu sampah di kota ini. Buktinya, hanya dalam satu dua hari sebelum Jokowi tiba, kota ini disulap menjadi kota yang elok dipandang. Itu berarti masalah utama kita adalah ‘krisis kemauan politik’ untuk mengoptimalisasi sumberdaya yana ada guna ‘mengatasi’ persoalan sampah tersebut.

Kota Labuan Bajo tidak harus ‘ternoda’ oleh masalah sampah jika ‘pemimpinnya’ cerdas dan gesit memaksimalkan kewenangannya dalam menangani sebuah masalah. Jika bupati konsisten ‘menerapkan pola penataan kots’ seperti yang terlihat jelang kunjungan Jokowi ini, maka kota ini pasti tumbuh dan tampil lebih cantik lagi.

Presiden Jokowi, seperti yang dilansir oleh beberapa media daring, akan datang ke Labuan Bajo pada hari Senin (20/1/2020). Salah satu agendanya adalah ‘meninjau lokasi pembangunan Dermaga Niaga’ di Rangko sekaligus memimpin ‘ritus peletakan batu pertama’ pembangunan dermaga itu.

Kita mengucapkan selamat datang di kota Labuan Bajo kepada Presiden fenomenal ini. Kunjungan ini boleh dilihat sebagai ‘kado politik’ untuk publik Mabar di awal tahun 2020 ini. Untuk kita di Mabar, ini adalah kunjungan Presiden Jokowi yang kedua. Bisa dipastikan bahwa ‘perhatian Presiden’ untuk mengakselerasi kemajuan pembangunan di daerah ini, begitu besar dan total.

Rencana presiden untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai ‘destinasi wisata super premium’, mulai diperlihatkan secara progresif. Pemerintah pusat akan ‘menggelontorkan’ dana yang fantastis untuk mengkreasi ‘prasyarat maksimal’ berupa ketersediaan infrastruk penunjang demi terwujudnya konsep wisata super premium itu. Pembangunan Dermaga Niaga hanya salah satu proyek dari sekian banyak proyek infrastruktur yang akan dibangun di kota pariwisata ini.

Karena itu, sudah sepantasnya semua stakeholder’s di Mabar khususnya jajaran elit pemerintahan dan legislatif, mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya ‘rencana Pempus’ tersebut. Program visioner Pempus mesti diterjemahkan secara kreatif oleh Pemda Mabar. Membersihkan kota Labuan Bajo jelang kedatangan Jokowi, sebetulnya merupakan satu bentuk respons positif atas program Jokowi tersebut. Namun, harapannya tanggapan semacam itu tidak boleh bersifat sesaat. Intensi utamanya adalah bukan untuk ‘menyenangkan hati Jokowi’, tetapi dalam rangka mendukung ide Jokowi menjadikan Labuan Bajo sebagai kota wisata bertaraf internasional dan Mabar menjadi destinasi wisata super premium.

Akhirnya, sekali lagi terima kasih pak Presiden Jokowi. Engkau datang, kota kami semakin sedap dipandang. Kedatanganmmu membawa berkat terselubung bagi kami yang ‘apatis’ terhadap persoalan sampah di kota ini. Berharap mentalitas hipokrisi, segera melayang dalam tubuh kepemimpinan politik di sini. Semoga para elit lokal boleh ‘menimba banyak hal positif’ dari gaya leadership yang pak Jokowi tunjukkan selama ini.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik. Tinggal di Labuan Bajo.