Imapelma Ende Perkenalkan Teknik Pangkas-Sambung Pucuk Kepada Petani Kopi di Desa Golo Lobos

KOMODOPOS.com-POCO RANAKA-Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma-Ende) melakukan penyuluhan pertanian kepada para petani kopi saat menggelar kegiatan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) di desa Golo Lobos, Poco Ranaka, kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (31/1). Materi penyuluhan yang disampaikan kepada oara petani kopi seputar teknik pangkas dan sambung pucuk pada tanaman kopi.

Andreanus Adu, Albertus Budiman Katu dan Petronela Ina, mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Flores, Ende menjadi narasumber/penyuluh dalam penyuluhan tersebut. Hadir mengikuti penyuluhan pertanian itu sejumlah petani kopi di desa Golo Lobos.

Di hadapan para petani, koordinator tim penyuluhan, Andreanus Adu menjelaskan, tanaman kopi merupakan salah satu komoditas ekspor yang prospek ekonominya menjanjikan kesejahteraan petani jika dibudidayakan dengan serius. Karena itu, mahasiswa pertanian itu meminta petani kopi di desa tersebut agar tekun merawat tanaman kopi yang sudah ditanam. Menurut Andreanus, keadaan iklim Manggarai Timur, khususnya di desa Golo Lobos, kata Amanda, sangat cocok ditanami kopi.

“Betapa penting teknologi pertanian perlu diterapkan di kebun kopi milik petani. Berdasarkan pengamatan studi lapangan tadi di kebun petani, kami temukan bahwa petani kopi di desa Goli Lobos ini belum melakukan teknik pemangkasan secara optimal. Untuk itu salah satu materi yang kami sampaikan saat penyuluhan adalah memperkenalkan teknik pemangkasan pada tanaman kopi”, terang Andreanus.

Menurut Andreanus, pembudidayaan tanaman kopi di kabupaten Manggarai Timur sangat menjanjikan karena iklimnya covok untuk tanam kopi. “Tentu saja pengembangan tanaman kopi kalau diusahakan dengan serius, bisa meningkatkan taraf kesejahteraan petani”, katanya.

Di hadapan para petani kopi, Andreanus menjelaskan, tujuan pemangkasan ini agar tanaman kopi tidak bertumbuh tinggi dan liar. Dengan teknik pemangkasan ini, memudahkan petani pada saat proses panen. Selain itu, untuk mendapatkan cabang-cabang prutif baru secara terus menerus.

“Pemangkasan ini penting dilakukan untuk memudah masuknya cahaya kedalam tumbuhan tanaman kopi dengan tujuan untuk meransang pembentukan bunga. Selain itu untuk memperlancar peredaran udara didalam kebun, sehingga dapat memperlancar penyerbukan dan mengurangi kelembaban kebun”, terang Andrianus.

Pemangkasan penting dilakukan
untuk mengatur letakr dan bentuk cabang pruduktif sesuai dengan pola yang yang dikehendak. Sekaligus untuk membuang cabang-cabang yang tidak dikehendaki. Contohnya cabang atau tunas air serta mencegah tersebarnya hama dan penyakit pada tanaman kopi.

Martina Mersi,i ibu rumahtangga dan petani kopi di desa Golo Lobos, menyampaikan terima kasih kepada Imapelma-Ende yang peduli terhadap keberadaan para petani jopi di desa Golo Lobos .

“Jujur saja, saya mendapat pengetahuan baru dari penyuluhan mahasiswa.. Besar harapan kami, apa yang dilakukan tadi dapat bermanfaat bagi kami dan petani kopi di desa kami.”, ucap ibu Mar so.

Pemkab Marin diminta turun ke kebun petani

Dari studi lapangan itu, Imapelma menyampaikan rekomendasi kepada pemkab Manggarai Timur, khususnya Dinas Pertanian argar senantiasa memonitoring secara berkala kebun petani kopi di wilayah itu.

“Intervensi pemkab Marin penting dilakukan di kebun petani kopi. Karena berdasarkan hasil survey kami tadi masih banyak para petani yang menggunakan teknik penanaman dengan pola lama. Untuk itu kami minta pemkab Manggarai Timur melalui Dinas terkait unruk lakukan sosialisasi dan turun langsung ke lapangan untuk mendamping para petani, sehingga kebun yang mereka rawat dapat menghasilkan bikin kopi yang berkualitas. *(eky/anb)

Editor : Robert Perkasa

Tahun 2019, Penyerapan Anggaran di Dinas PUPR Mabar Naik 99,43 %

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Progres penyerapan anggaran prmbangunan pada tahun 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mencapai 99,43 % dari total anggaran sebesar Rp161 Miliar lebih. Progres penyerapan anggaran tahun 2019 ini mengalami kenaikan sebesar2,1% dari tahun 2018 sebesar 97,33 %. Penyerapan anggaran sebesar itu digelontorkan untuk belanja pembangunan, baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Sedangkan total anggaran yang tidak terserap mencapai Rp 1 miliar lebih atau 0,57%

Kepala Dinas PUPR kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona mengemukakan hal itu di Labuan Bajo, Jumat (31/1/2020).

Ia menjelaskan, total anggaran Rp 1 miliar lebih yang tidak terserap di dinas PUPR untuk 8 paket pekerjaan yang persentasi pencairan akhir tidak mencapai 100%. 8 paket pekerjaan itu muncul pada APBD perubahan anggaran Tahun 2019 sehingga mengalami keterlambatan pengerjaan karena musim hujan. Namun demikian, progres pencapaian yang 8 paket itu rarta-rata di atas 90%.

“Akibat keterlambatan itu, pembayaran kepada penyedia jasa dibayarkan pada 2020 dan dikenai denda keterlambatan kerja. Jika sampai 50 hari penambahan waktu tidak dituntaskan, maka dikenai sanksi PHK dan selanjutnya Perusahannya diblacklist. Sisa anggarannya tidak dicairkan.

Ovan Adu menambahkan, selain 8 tersebut, ada dua paket proyek senilai Rp 600 juta yang tidak dikerjakan sama sekali sehingga anggarannya tidak dapat dicairkan. Ia jelaskan, kedua paket pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan itu disebabkan karena kesalahan nomenklatur dan terkendala konsekuensi keputusan pengadilan.

“Paket tembok penahan jalan di Pengairan. Seharusnya muncul di Bina Marga. Tidak bisa dirubah karena paket tersebut muncul di APBD Perubahan .Sedangkan
Paket pekerjaan jalan Gang Cempa Labuan Bajo tidak bisa dikerjakan karena terkendala konsekuensi keputusan pengadilan, dimana Pemkab menyiapkan dana eksekusi lahan dan biaya ganti rugi lahan sesuai NJOP tahun 1971, dimana Pemkab Mabar belum menyediakan anggaran untuk membiayai kedua hal tersebut pada tahun anggaran berjalan. Dua paket tersebut senilai Rp 600 juta tidak dijalankan sama sekali. Dan anggarannya tidak dapat dicairkan”, kata Ovan Adu. *(Robert Perkasa)