Camat Roby Dos Imbau Warga Desa Cunca Lolos Lestarikan Bentang Alam Mbeliling

KOMODOPOS.com- MBELILING-Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP mengajak sekaligus mengimbau warga masyarakat di desa Cunca Lolos untuk menjaga dan merawat kelestarian kawasan bentang alam Mbeliling.

Desa Cunca Lolos, kata dia, merupakan desa penyangga bentang alam Mbeliling yang memiliki peran penting demi kelestarian kawasan tersebut dan alam sekitarnya.

Sebab, kawasan bentang alam Mbeliling dengan segala potensi alam dan keragaman hayati yang ada di dalamnya merupakan jantung keselamatan bagi ekosistem kota Labuan Bajo. Demikian sebaliknya.

Pelestarian kawasan perairan Labuan Bajo berdampak positif bagi keberlanjutan bentang alam Mbeliling. Menurut Camat Roby Dos, kedua ekosistem tersebut penting untuk dilestarikan.

Ia mengemukakan hal itu dalam arahannya usai melantik Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos di kampung Roe, desa Cunca Lolos, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/3).

“Bencana alam longsor 7 Maret 2019 yang sangat dahsyat hingga menelan korban jiwa kiranya menjadi pengalaman yang sangat berharga buat kita semua. Bencana alam tahun lalu itu adalah murka alam sekaligus peringatan keras buat kita untuk berbenah diri. Jangan lagi merusakkan hutan”, pinta Camat Roby Dos.

Berita Floresnews.net sebelumnya, Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP melantik Gregorius Katijan menjadi Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/3) pukul 09.00 Wita.

Agenda pelantikan ditandai dengan serahterima memori jabatan dari Kepala Desa Cunca Lolos demisioner Fransiskus Aman periode 2014-2020 kepada Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos, Gregorius Katijan.

Pengucapan sumpah dan Serah Terima jabatan dari Kepala Desa periode 2014-2010, Fransiskus Aman kepada Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos, Gregorius Katijan dihadiri dan disaksikan oleh 3 mantan Kepala Desa Cunca Lolos dari masa ke masa, ialah Bapak Stefanus Ndiha, Dominikus Don dan Ferdinand Hamin.

Hadir dalam acara pelantikan ini Koramil Lembor, Sekcam dan para staf kecamatan Mbeliling,
Koramil Lembor, Fahrun
Pimpinan UPTD, para Kepala Desa, Ketua BPD se-kecamatan Mbeliling, tokoh adat/masyarakat serta warga masyarakat desa Cunca Lolos.
*(Robert Perkasa)

Camat Mbeliling Lantik Gregorius Katijan, Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos

KOMODOPOS.com- MBELILING-Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP melantik Gregorius Katijan menjadi Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/3) pukul 09.00 Wita.

Agenda pelantikan ditandai dengan serahterima memori jabatan dari Kepala Desa Cunca Lolos demisioner Fransiskus Aman periode 2014-2020 kepada Penjabat Kepala Desa Cunca Lolos, Gregoeous Katijan

Hadir dalam acara pelantikan, Kadis PMD kabupaten Manggarai Barat, Kapolsek Sano Nggoang, Koramil Lembor, Sekcam dan para staf
Koramil Lembor, Fahrun
Pimpinan UPTD, para Kepala Desa, Ketua BPD se-kecamatan Mbeliling, tokoh adat/masyarakat serta warga masyarakat desa Cunca Lolos.

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP dalam sambutannya mengatakan, banyak hal yang telah dikerjakan oleh Kepala Desa sebelumnya dalam penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan kondisi desa. Ia optimis itu, hasil pembangunan yang dicapai itu didasari pada dana desa yang jumlahnya tiap tahun terus bertambah. Karenabitu Camat Roby Dos berharap agar penjabat kepala desa yang telah dilantik dapat mengelola potensi yang ada di desa guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa Cunca Lolos.

“Untuk penjabat kepala desa yang telah dilantik hari ini, saya berharap agar bisa mempertanggungjawabkan keuangan desa, ADD atau DD yang ditransfer oleh pemerintah setiap tahun serta menggunakan anggaran sesuai ketentuan dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tepat waktu”, tegas Camat Roby Dos.

Kepala Desa Cunca Lolos demisioner, Fransiskus Aman dalam sambutannya mengungkapan terimakasih kepada para penjasa mantan kepala desa Cunca Lolos sebelumnya, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan segenap warga masyarakat desa Cunca Lolos atas jasa mereka meletakan dasar pembangunan desa Cunca Lolos dari masa ke masa. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua dan anggota BPD sebagai mitra membangun desa Cunca Lolos selama 6 tahun.

“Terimakasih banyak, kita telah bekerja sekuat tenaga membawa desa ini hingga kondisinya seperti hari ini. Terimakasih banyak kepada masyarakat desa Cunca Lolos yang telah mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kepemerintahan selama 6 tahun di desa ini”, kata Frans Aman.

Terkait pelantikan penjabat kepala desa Cunca Lolos, ia optimis mampu meneruskan agenda pembangunan desa yang telah dirinrisnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat desa Cunca Lolos unruk mendukung kepemimpinan penjabat kepala desa Cunca Lolos yang baru dilantik.

“Saya sangat yakin pak Rius mampu melanjutkan agenda kegiatan pembangunan di desa ini. Pesan saya kepada pak Rius agar jangan menunda pekerjaan. Apa yang bisa dilakukan hari ini jangan ditunda. Tantangan pembangunan desa ke depan makin berat. Maksimalkan potensi desa yang ada di desa ini. Selamat bekerja”, pesan Frans Aman.

Berita Floresnews.net sebelumnya, Camat Roby menyebut tugas utama Penjabat Kepala Desa
sebagaimana telah diatur dalam UU 6/2014, Pasal 46 dan 47
adalah mempersiapkan pemilihan kepala desa defenitif. Disamping itu, Penjabat Kades juga mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan, pembinaan administrasi dan pembinaan kemasyarakatan.

Pasal 46

(1) Dalam hal sisa masa jabatan Kepala Desa yang diberhentikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 tidak lebih dari 1 (satu) tahun, Bupati/Walikota mengangkat pegawai negeri sipil dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai penjabat Kepala Desa sampai dengan terpilihnya Kepala Desa.

(2) Penjabat Kepala Desa melaksanakan tugas, wewenang, kewajiban, dan hak Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26.

Pasal 47

(1) Dalam hal sisa masa jabatan Kepala Desa yang diberhentikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 lebih dari 1 (satu) tahun, Bupati/Walikota mengangkat pegawai negeri sipil dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai penjabat Kepala Desa.

(2) Penjabat Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan tugas, wewenang, kewajiban, dan hak Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 sampai dengan ditetapkannya Kepala Desa.

Sebelumnya, Senin 9 Desember 2019 yang lalu, Camat Mbeliling juga telah melantik 5 penjabat kepala desa di kecamatan Mbeliling, yakni desa Kempo, Golo Tantong, Watu Wangka, Golo Sembea dan desa Golo Desat. *(Robert Perkasa).

H. Ishak M. Jabi, Ketua Tanfidziah PCNU Manggarai Barat terpilih.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-H. Ishak M. Jabi terpilih sebagai Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur periode 2020-2025. Ia terpilih secara demokratis dalam forum Konferensi Cabang (Konfercab) III yang berlangsung di Masjid Al-Muhajirin Pasar Baru, Labuan Bajo, Minggu (15/3).

Hadir mengikuti Konfercab III yang bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri Menuju Organisasi Yang Berwibawa Dan Mandiri” seluruh jajaran kepengurusan PCNU Manggarai Barat, perwakilan Majelis Wakil Cabang, sesepuh dan tokoh NU serta perwakilan Banom NU Manggarai Barat.

Dalam Press release yang diterima Komodopos.com dari dijelaskan, pembahasan Tata Tertib(Tatib) sidang berlangsung cukup alot karena pertanyaan serta usul saran yang beragam para peserta sidang. Kendati demikian, suasana sidang kemudian mencair berkat kepiawaian Ketua Pimpinan Sidang, Ahmad Rudi,SP yang menjabarkan setiap pertanyaan dengan ringan dan mudah dicerna oleh peserta.

“Agenda pemilihan berlangsung dalam dua tahap, yaitu pemilihan Rais Syuriyah PCNU dan pemilihan Ketua Tanfidziah PCNU Manggarai Barat. Hasil penentuan Rais Syuriyah PCNU Manggarai Barat masa khidmat 2020-2025 dipercayai kepada H. Safrudin Maha sedangkan H. Ishak M. Jabi, SP terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Manggarai Barat masa khidmat 2020-2025”, terang Abdul Hamid.

Agenda Sidang selanjutnya dilakukan untuk melengkapi struktural kepengurusan masa khidmat 2020-2025, Adapun mekanisme sidang yakni peserta Konfercab memilih tim formatur yang berjumlah 5 orang, H. Ishak Muhamad Jabi, SP sebagai Ketua, Abdul Hamid,S.Kom sebagai Sekretaris dan 3 orang anggota adalah H. Safrudin Maha, Ahmad Rudi, SP serta Rudi Harno, S. Pd. I.

Tugas formatur untuk membantu dan merumuskan bersama kelengkapan struktur sesuai hasil kesepakatan sidang. sebagai Sekretaris dan 3 orang anggota adalah H. Safrudin Maha, Ahmad Rudi, SP serta Rudi Harno, S. Pd. I. Tak lama berselang, 5 orang tim formatur pun langsung menggelar rapat tertutup untuk menyusun struktural kepengurusan 5 tahun ke depan

Abdul Hamid dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta Konfercab, sesepuh serta tokoh Nahdlatul Ulama Kabupaten Manggarai Barat serta Banom NU yang telah sama-sama mensukseskan agenda ini.

“Saya juga mewakili kepanitiaan Konfercab mengucapkan terima kasih kepada sesepuh dan juga tokoh NU Manggarai Barat untuk saran, ide dan nasehat sekaligus mengkawal betul kegiatan ini sampai selesai sehingga Kami tetap semangat bekerja dalam kurun waktu yang singkat”, ujar Kraeng Hamid selaku Ketua Panitia Konfercab III

“Saya juga mengungkapkan selamat kepada ayahanda H. Safrudin Maha terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Manggarai Barat dan juga ayahanda H. Ishak Muhamad Jabi, SP sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Manggarai Barat”, ungkap Kraeng Hamid

Ia optimis, masa kepemimpinannya, Nadhlatul Ulama Manggarai Barat bangkit dan mampu memberikan warna yang berbeda.

Langkah selanjutnya, setelah pelantikan kepengurusan baru, PCNU Manggarai Barat akan melakukan pembenahan dalam internal.

“Kami akan melakukan pembenahan di dalam tubuh internal PCNU Manggarai Barat. Banom-banom akan dihidupkan semuanya sesuai dengan kebutuhan daerah dan juga lembaga-lembaga yang ada”, tegas H. Ishak M. Jabi, Ketua Tanfidziah PCNU Manggarai Barat terpilih.

Kepada kepanitiaan Konfercab III, ia menyampaikan apresiasi telah mensukseskan agenda ini dengan baik dan telah mengantarkan kepemimpinan baru di PCNU Manggarai Barat.

Closing statement, H.Ishak optimis, bahwa ke depan PCNU Manggarai Barat siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ormas-ormas yang ada di Mabar. *(Robert Perkasa)

Bupati Gusti Dula : Almarhum Fidelis Pranda Sosok Pemimpin Teladan

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula menilai sosok almarhum mantan Bupati pertama Manggarai Barat, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda.
adalah tokoh pemimpin yang berani mengambil keputusan yang menjadi teladan. Bupati Gusti Dula menyebut salah satu ciri kepemimpinan Fidelis Pranda yang dinilainya penting diwariskan oleh generasi muda adalah berani mengambil keputusan.

Satu hal yang saya kenang dari beliau, dia berani mengambil keputusan. Ini satu hal yang penting kita pelajari dari beliau. Ini ciri kepemimpinan beliau yang luar biasa yang mesti diwariskan semua pihak terutama oleh generasi muda”, kata Bupati Gusti Dula kepada para Wartawan saat melayat jenazah almarhum di rumah duka di kawasan perumahan Golo Koe, kelurahan Wae Kelambu- Labuan Bajo, Rabu (18/3) siang.

Ia juga mengakui sangat nyaman selama 5 tahun memimpin Manggarai Barat bersama Fidelis Pranda periode 2005-2010.

“Kerja bersama beliau selama lima tahun, saya merasa sangat nyaman karena yang bertanggungjawab pada pembangunan adalah bupati. Sebagai wakil bupati, saya merasa paling nyaman saat menjalankan tugas karena memang sebagai orang kedua, saya hanya menjalankan, membantu beliau. Saya juga sering memberi support kepada beliau dan beliau terima”, ujar Bupati Mabar dua periode itu.

Ia juga meminta seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk mendoakan keselamatan jiwa almarhum mantan Bupati pertama Manggarai Barat, Drs.Wilfridus Fidelis Pranda yang telah berpulang untuk selamanya.

“Pesan saya sebagai Bupati Manggarai Barat dalam suasana duka ini, saya mengajak seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk mendoakan keselamatan jiwa Beliau”, kata mantan Wakil Bupati Mabar saat almarhum menjabat Bupati Mabar periode 2005-2010.

Berita Komodopos.com sebelumnya, Bupati Mabar Drs.Agustinus Ch.Dula dan Wakil Bupati Maria Geong dan segenap pimpinan OPD lingkup kabupaten Mabar dan lautan warga masyarakat Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menyambut kedatangan Jenazah almarhum mantan bupati Manggarai Barat, Bapak Wilfridus Fidelis Pranda di Bandara Komodo Labuan Bajo pada Rabu, (18/3) siang pukul 10.30 Wita.

Terpantau Komodopos.com, setiba di Bandara Komodo, jenazah almarhum langsung diarak menggunakan mobil jenazah keliling kota Labuan Bajo dan diikuti ratusan massa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Pawai ini dimulai dari Bandara Komodo-puncak Waringin-Kampung Ujung-Pasar Baru-Waemata-Sernaru-Lancang-Wae Bo-Wae Sambi-Pasar Batu Cermin-Polres-depan kantor Buoati Mabar-sinpang Langka Kabe-hingga rumah duka di perumahan Golo Koe, Labuan Bajo.

Sementara itu, ketika memasuki rumah duka, Jenazah disambut histeris dan isak tangis ribuan warga yang memadati halaman rumah duka. Halaman rumah duka dipenuhi palingan bunga menyatakan tieit berduka cita dari berbagai pihak, instansi pemerintah, swasta dan masyarakat Mabar

Jenazah diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu pagi pukul 09.10 wita dan tiba di Bandara Komodo pada pukul 10.30 wita. *(Robert Perkasa)

Jenazah Almarhum Fidelis Pranda Diarak Keliling Kota Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula dan Wakil Bupati Maria Geong dan segenap pimpinan OPD, para ASN lingkup kabupaten Mabar dan lautan warga masyarakat Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menyambut kedatangan Jenazah almarhum mantan bupati pertama Manggarai Barat, Bapak Wilfridus Fidelis Pranda di Bandara Komodo Labuan Bajo, Rabu, (18/3) siang pukul 10.30 Wita.

Pantauan Komodopos.com, setiba di Bandara Komodo, jenazah almarhum langsung diarak keliling kota Labuan Bajo menggunakan mobil jenazah pemkab Manggarai Barat.. Ratusan massa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat ikut dalam arakan jenazah mulai dari Bandara Komodo-puncak Waringin-Kampung Ujung-Pasar Baru-Waemata-Sernaru-Lancang-Wae Bo-Wae Sambi-Pasar Batu Cermin-Polres-depan kantor Buoati Mabar-sinpang Langka Kabe-hingga rumah duka di perumahan Golo Koe, Labuan Bajo.

Sementara itu, ketika memasuki rumah duka, Jenazah disambut histeris dan isak tangis massa yang memadati rumah duka yang datang melayat.

Jenazah diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu pagi pukul 09.10 wita dan tiba di Bandara Komodo pada pukul 10.30 wita.

Berita Floresnews.net sebelumnya, Mantan Bupati pertama Manggarai Barat periode 2005-2010, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda meninggal dunia di ruangan ICU Rumah Sakit Kasih Ibu Jl. Teuku Umar Denpasar
Selasa (17/3) petang.

“Saya sangat berdukacita dengar kabar duka yang sangat kaget ini. Sebelumnya tidak ada kabar sakit tapi tiba-tiba dengar berita meninggal. Kita kehilangan tokoh besar yang telah berjasa bagi rakyat kabupaten ini”, kata Blasius Jeramun.*(Robert Perkasa)

Jenazah Fidelis Pranda Tiba di Labuan Bajo Pukul 10.30 Wita

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Jenazah almarhum mantan bupati Manggarai Barat, Bapak Wilfridus Fidelis Pranda akan tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pada Rabu, (18/3) siang pukul 10.30 Wita.

“Jenazah diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu pagi pukul 09.10 wita dan tiba di Bandara Komodo pada pukul 10.30 wita”, kata Blasius Jeramun saat dikonfirmasi Floresnews.net.

Blasius Jeramun menambahkan, saat tiba di Bandara Komodo, jenazah almarhum akan diarak keliling kota Labuan Bajo dengan rute ; Bandara Komodo-puncak Waringin-Kampung Ujung-Pasar Baru-Waemata-Sernaru-Lancang-Wae Bo-Wae Sambi-Pasar Batu Cermin-Polres-Rumah duka di perumahan Golo Koe, Labuan Bajo.

Berita Komodopos.com sebelumnya, Mantan Bupati pertama Manggarai Barat periode 2005-2010, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda meninggal dunia di ruangan ICU Rumah Sakit Kasih Ibu Jl. Teuku Umar Denpasar
Selasa (17/3) petang.

“Saya sangat berdukacita dengar kabar duka yang sangat kaget ini. Sebelumnya tidak ada kabar sakit tapi tiba-tiba dengar berita meninggal. Kita kehilangan tokoh besar yang telah berjasa bagi rakyat kabupaten ini”, kata Blasius Jeramun.*(Robert Perkasa)

Rabu Besok Pukul 10.30 Wita Jenazah Bapak Fidelis Pranda Tiba di Bandara Komodo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari mantan Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun, jenazah almarhum mantan bupati Manggarai Bapak Wilfridus Fidelis Pranda akan tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pada Rabu, (18/3) besok siang pukul 10.30 Wita.Jenazah almarhum diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Bali pada Rabu Besok pukul 09.10 wita dan tiba di Bandara Komodo pada pukul 10.30 wita”, kata Blasius Jeramun saat dikonfirmasi Komodopos.com Selasa (17/3) malam ini pukul 21.50 wita.Informasi yang dihimpun Komodopos.com di rumah duka almarhum di kawasan perumahan Golo Koe-Labuan Bajo menyebutkan, saat tiba di Bandara Komodo, jenazah almarhum akan diarak keliling kota Labuan Bajo dengan rute ; Bandara Komodo-puncak Waringin-Kampung Ujung-Pasar Baru-Waemata-Sernaru-Lancang-Wae Bo-Wae Sambi-Pasar Batu Cermin-Polres-Rumah duka di perumahan Golo KoeDari Bali dikabarkan bahwa mantan almarhum meninggal dunia di ruangan ICU Rumah Sakit Kasih Ibu Jl. Teuku Umar Denpasar.Berita Komodopos.com sebelumnya, Mantan Bupati pertama Manggarai Barat periode 2005-2010, bapak Wilfridus Fidelis Pranda meninggal dunia di Bali, Selasa (17/3) petang.Mantan Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun membenarkan kabar duka ini ketika dikonfirmasi Floresnews.net, Selasa (17/3) pukul 18.35 Wita.”Ya benar. Kami juga mendapat kabar duka ini dari anak kandung pak Fidelis, Rio Pranda. Beliau meninggal di Bali sore ini:, kata Blasius Jeramun.”Saya sangat berdukacita sangat luar biasa mendengar kabar duka yang sangat kaget ini. Sebelumnya tidak ada kabar sakit tapi tiba-tiba dengar berita meninggal. Kita kehilangan tokoh besar yang telah berjasa bagi rakyat kabupaten ini”, kata Blasius Jeramun.*(Robert Perkasa)

Siaga Covid-19 & DBD, Puskesmas Labuan Bajo Gencarkan Promosi Preventif

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Siaga penyebaran virus Covid-19 Corona, Puskesmas Labuan Bajo, melaksanakan kegiatan promotif dan preventif terhadap siswa/siswi di Labuan Bajo, Senin (16/3).

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran kasus Corona dan DBD. Sekitar 200 siswa/siswi dari SMAK St.Ignatius Loyola hadir dalam kegiatan penyuluhan hari ini”, kata Kepala Puskesmas Labuan Bajo, Vinsensius Paul,S.Kep menjelaskan.

Hadir pula pemateri dalam kegiatan tersebut dr. Margareth Juet, Rosiana F.Susinowati dan Maria Alvenita Plaun.

Selain kegiatan promotif dan preventif dalam bentuk penyuluhan, Tim Surveilans Puskesmas Labuan Bajo membuat pengumuman/himbauan keliling kota dengan mobil setiap hari.

Menurut dia, kegiatan serupa masih terus dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan di sekolah-sekolah yang lain. Selain penyuluhan terkait Covid-19 Corona dan DBD, dilakukan juga penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada siswa/siswi di berbagai sekolah.

Dijadwal kegiatan berikutnya akan terus dilaksanakan pada sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat di kota Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan pada seluruh sekolah dan kelompok-kelompok rentan lainnya”, kata Vinsen Paul.

Terkait pandemik virus Covid-19, Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu, (15 /3) kemarin telah meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global Covid-19 ini.

“.Bapak Ibu dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

1. Sejak kita mengumumkan adanya kasus Covid19 di awal bulan ini, saya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global Covid19 ini.

2. Kita melihat, beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid19.

3. Pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid19 ini.

4. Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan POLRI, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi.

5. Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid19 ini derajadnya bervariasi antar daerah. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh Gubernur dan Bupati serta Walikota:

– Untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi;

– Kemudian, terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

6. Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak Covid19.

– Membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa.

-Membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

– Menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang.

– Meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid19 dan pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit Daerah, dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi, yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

7. Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien.

– Pertama, merujuk pada UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

– Selain itu, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19.

– Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid19.

8.Dampak pandemik Covid19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

-Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

-Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi, sebagaimana telah diumumkan oleh Menko Perekomian dan jajaran menteri perekonomian, untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.

-Saya juga minta kepada Kepala Daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah.

9.Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia.
– Sebagaimana kemarin telah disampaikan, bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid19.

– Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan, dan saya yakinkan bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa.

– Bahkan, hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras, walaupun sebagian dilakukan dengan cara on-line, untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid19 ini.

10.Terakhir, kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar asalah covid 19 ini bisa tertangani dengan maksimal.”, ujar Presiden Jokowi. *(Robert Perkasa)

Kisah Penjual Bakso Asal Colol, Mantan Fotografer Pulau Dewata

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Solinfikus Joivan (32 tahun). Reba (pemuda) asal Colol, desa Ulu Wae, kecamatan Poco Rangka Timur, kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Tamat SD. Melalangbuana hirup udara nusantara bertahun-tahun. Bekerja sambil belajar otodidak. Mulai dari cleaning service, buruh bangunan, fotografer dan kuliner bakso. Modal utamanya bukan ijazah melainkan kejujuran, ketekunan, kreatifitas dan tidak pasang gengsi.

Mengadu nasib di pulau Dewata. Berbekal ijazah SD tapi jujur, ulet, terampil dan kreatif. Inilah modal baginya hingga dipercaya majikan memegang kamera canon di studio Gomes Photo. Photografer, desainer dan operator studio Gomes Photo. Tugasnya, mengabadikan setiap wajah cantik para artis yang berlibur di Bali.

Jasa photografer membuatnya mengenal dan dikenal banyak wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara di berbagai destinasi wisata yang ada di Bali. Sekali lagi, ketekunan, jujur, terampil serta kreatif menjadi modal utamanya sehingga ia hidup eksis di tanah rantauan. Gaji Rp 2 juta sebulan belum terhitung pendapatan yang lain dari jasa pelayanan dan kreatifitasnya menggunakan camera canggih.

Namun, segemerlap apapun pulau Dewata, paras cantik dara manis asal Cibal yang dijumpainya di Bali membuat pemuda Colol ini bertekuk lutut. Gairah cinta dan benih asmaranya dengan gadis Cibal memaksa dia harus pulang kampung.

Kini pemuda Colol dan gadis manis Cibal menekuni usaha kuliner, jualan bakso. Pendapatannya mencapai Rp 500.000 sehari. Tempat mangkalnya di sepanjang jalan Trans Flores, kawasan puncak Mbuhet-Puarlolo hingga Lembor, Manggarai Barat.

Cleaning service Hotel Flores Sare Kelimutu

Diwawancara Komodopos.com sambil makan bakso di kawasan puncak Mbuhet-Puarlolo, Minggu (15/3) Solin mengisahkan perjalanan hidupnya sejak tamat SDI Wae Nunung, Manggarai Timur hingga hari ini menjual bakso di kabupaten Manggarai Barat.

Meninggalkan kampung kelahiran, Colol, kecamatan Poco Rangka Timur, kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur sejak ia tamat SDI Wae Nunung pada tahun 2001. Bumi Kelimutu, kabupaten Ende, tempat pertama ia berlabuh. Bekerja sebagai cleaning service pada sebuah hotel Flores Sare, Kelimutu yang terletak di kawasan Moni di sekitar destinasi wisata Danau triwarna Kelimutu. Saat itu ia mendapat upah Rp 500.000 per bulan.

“Motivasi saya pergi merantau mencari pengalaman. Kerja apa saja dan di mana saja, saya menjalaninya dengan jujur, sabar dan tekun. Itu prinsip saya waktu itu”, kenang pria kelahiran Colol, 15 Januari 1988.

Selama 2 tahun (2001-2002) ia bekerja di Hotel tersebut. Gaji bulan pertama, ia membeli gitar. “Saya hobi musik terutama gitar. Sehingga gaji bulan pertama saya langsung beli gitar di kota Ende”, tutur Solin. Ia kemudian mengundurkan diri dari Hotel Flores Sare gegara terpana asmara gadis Manggarai yang bekerja di Marunggela, kabupaten Ngada. Berkenalan dengan cewek Manggarai yang dikenalnya melalui handphone seluler. Dari Ende ia kemudian bergeser ke Bajawa, kabupaten Ngada.

Baruh bangunan di Bajawa

“Saya dari Ende saat tahun baru 2003. Dari Ende lari ke Bajawa. Bukan karena dipecat oleh Bos. Saya undur diri baik-baik. Selama satu bulan di Bajawa menganggur. Enjoy saja. Sisa uang di dompet waktu itu Rp 2 juta”, imbuhnya

Sebulan kemudian, Solin bekerja sebagai buruh harian di Marunggela. Ia diajak kepala tukang yang sedang membangun Gereja Marunggela. Selama 2 tahun menjadi buruh bekerja mendirikan bangunan Gereja bertingkat itu.

“Saat itulah saya berkenalan dengan seorang cewek asal Weso perbatasan Manggarai Timur dan kabupaten Ngada. Ia bekerja di pastoran Marunggela. Sekadar kenal saja”, ceritanya.

Merantau ke Pulau Dewata

Setelah ikut membangun Gereja Marunggela, ia menganggur selama sebulan. Di saat itulah ia mendapat telepon dari manajemen hotel Flores Sare Kelimutu, temoat kerja sebelumnya. “Pemilik hotel Flores Sare telepon saya. Dia beritahu agar saya siap kerja di Bali. Bos saya di Ende adik-kakak dengan bos di Bali. Biaya transportasi dari Ende ke Bali ditanggung”, kenang pemuda asal negeri kopi Colol.

Mendapat tawaran mantan majikannya itu, ia pun berangkat ke Bali pada tahun 2006. Dari Ende ke Bali menumpang kapal Awu.
Di pulau Dewata itu, Solin bekerja di Studio Gomes Fhoto, Jl. Sesetan sekitar Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Berkat kejujuran, ketekunannya, ia kemudian dipercaya sang majikan sebagai Desaigner, Photografer dan Operator Studio Gomes Photo.

“Saya belajar otodidak selama 9 tahun bekerja di studio Gomes Photo. Tidak pernah pindah tempat kerja. Saya dipercaya majikan”, tutur Solin mengenang.

Kuliner Bakso

Selama bekerja di Bali, ia ternyata menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis asal Lempis-Cibal, kecamatan Cibal, kabupaten Manggarai. Meliana Ica namanya. Bekerja di sebuah restoran di pulau Dewata. Relasi asmara Solin dan Meldiana berbuah hinga dikaruniai seorang putra, Lucky Vergian Maro (5 tahun).

‘Kelahiran anak pertama kami melalui operasi sesar di rumah sakit RSAD di Bali. Menelan biaya sangat besar”, kenang ayah dua anak ini.

Dua tahun usia buah hatinya, (2017) mama Lucky memilih pulang ke Matim. Menumpang pesawat terbang dari Bandara Ngurah Rai Bali hingga landing di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo meluncur ke Matim, kampung sang suami. Sementara itu, ayah Lucky masih bertahan di Bali. Tinggal berjauhan dengan istri dan anaknya membuat Solin tidak betah lagi bekerja di Bali. Ia pun meninggalkan pulau Dewata pada tahun 2018. Ia pulang kampung. Tiba di kampung halamannya di Matim, ia mulai membenahi kehidupan keluarga kecilnya dari titik awal.

Tidak betah di kampung, Solin berlabuh ke Lembor, Manggarai Barat. Di Lembor, ia bekerja selama dua bulan dengan kakak iparnya, pemilik usaha Dewi bakso. Pendapatan minimalis selama bekerja jualan bakso membuatnya tidak bertahan.
Ia pun meninggalkan pekerjaan tersebut lalu balik lagi ke kampungnya di desa Ulu Wae, Matim

“Di kampung, saya ikut kerja proyek dana desa selama 5 bulan. Pendapatan kecil sementara kebutuhan keluarga menumpuk”, kata Solin sembari menambahkan bahwa ia tidak betah kerja di kampungnya karena warga sekampung mencibiri kehidupan ekonomi keluarganya.

Berawal dari suasana kampung yang tidak kondusif itulah, Keluarga Solin bangkit dan menetapkan sebuah keputusan. Ia dan keluarganya meninggalkan kampung itu lalu balik lagi ke Lembor.

“Suasana keluarga saya waktu itu sungguh diuji. Tantangan demi tantangan menerpa keluarga saya. Namun saya tidak putus asa”, kisah Solin.

Ia melanjutkan, di tengah badai yang menerpa biduk keluarganya, ia berbenah. “Modal tekad saja waktu itu. Saya bangkit memulai usaha sendiri. Menekuni usaha kuliner jualan bakso sejak saat itu hingga sekarang. Untuk modal usaha awal, saya membuat transaksi kredit Rp 13 juta dengan koperasi desa yang ada di Colol”, ungkap Solin.

Terseok-seok pada awalnya. Tetapi Solin terus bekerja. Mengerahkan segenap potensi dirinya dan pengalamannya. Bekerja fokus mengabaikan gengsi. Dari usahanya itu, Solin mengaku pendapatan minimal dia Rp 500.000 per hari.

Solinfikus kini dikaruniai 2 putra. Anak keduanya, Gafril Verdian Maro (4 bulan) lahir di Lembor.

Hampir tiap hari, Solin berinteraksi dengan banyak orang yang lalu lalang di ruas jalan Trans Flores Labuan Bajo-ruteng, khususnya sepanjang kawasan puncak Mbuhet-Puarlolo.

Bakso racikkannya terasa renyah dan murah. Satu porsi bakso seharga Rp 10.000. Setiap hari Minggu, ia mangkal di pasar Minggu Roe, desa Cunca Lolos. Ia juga sering mangkal di area destinasi wisata air terjun Cunca Wulang di Wersawe, kecamatan Mbeliling.

Setiap hari Rabu, ia mangkal juga di pasar Rekas. Saban hari mangkal pula di rest area Puncak Eltari, desa Golo Damu, simpang Wol di dan sejumlah tempat strategis lainnya. * (Robert Perkasa)

Tan Hasiman : PAN Manggarai Barat Mengusung Paket HATI

“Paket HATI, paket yang kita cintai. Saya menyatakan bahwa PAN akan bergabung dengan paket HATI. PAN ke pak Mateus. PAN berkoalisi dengan Golkar dan PKB siap mengusung Paket HATI”– Tan Hasiman, Wakil Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Manggarai Barat.

KOMODOPOS.com-MBELILING- Hujan yang mengguyur terpal berwarnah kuning, hijau dan biru yang menaungi Deklarasi Kaum Milenial untuk Paket HATI di kampung Wersawe, kecamatan Mbeliling, Sabtu (14/3) petang tadi tidak membuat Tan Hasiman, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Manggarai Barat bergeming. Sebaliknya, hujan itu justru membuat Tan Hasiman tidak ragu-ragu lagi menegaskan bahwa PAN akan mengusung Paket Mateus Hamsi -Tobias Wanus (Paket HATI) dalam pilkada kabupaten Manggarai Barat, 27 September 2020.

“Paket HATI, paket yang kita cintai. Saya menyatakan bahwa PAN akan bergabung dengan paket HATI. PAN ke pak Mateus. PAN berkoalisi dengan Golkar dan PKB siap mengusung Paket HATI”, ujar Tan Hasiman.

Bacawabup Paket HATI, Tobias Wanus, Tua Golo Wersawe, Thomas Pura dan Tan Hasiman, Wakil Ketua DPD PAN kabupaten Manggarai Barat dalam acara Deklarasi Kaum Milenial Kecamatan Mbeliling untuk Paket HATI di Wersawe, kecamatan Mbeliling, Sabtu (14/3). Foto : Komodopos.com

Ia menegaskan pernyataan tersebut ketika menyampaikan sambutan tak lama berselang Tobias Wanus, bakal Calon Wakil Bupati Paket HATI menyampaikan sambutan di tempat dan dalam acara yang sama, Deklarasi Kaum Milenial Kecamatan Mbeliling untuk Paket HATI.

Selain Tan Hasiman, hadir pula dalam acara tersebut Wakil Sekretaris DPD PAN kabupaten Manggarai Barat, Alfons Rebiu.
Acara Deklarasi kaum milenial untuk Paket HATI di Wersawe sore tadi tidak dihadiri oleh bakal Calon Bupati Paket HATI, Mateus Hamsi.

Tobias Wanus didamping oleh sejumlah kader Golkar dan PAN Mabar serta sejumlah anak muda dari Labuan Bajo. Tampak dalam rombongan Tobias Wanus itu, koordinator kaum milenial kabupaten Manggarai Barat untuk paket HATI, Rusman Solomon, koordinator kaum milenial kecamatan Mbeliling untuk paket HATI, Sipri Sangkata, dan penabggungjawab umum pemenangan paket HATI Dapil 1 Rofinus Rahmat.

Tan Hasiman meyakinkan massa yang hadir dalam acara itu agar tidak ragu lagi dengan paket HATI. Ia juga mengajak massa untuk mendukung paket HATI.

“Bapa-ibu jangan ragu.
Partai itu tugas kami. Bapa mama urus tambah suara menangkan paket HATI. Karena itu saya mengajak bapa-mama dan kaum milenial di Wersawe untuk sama-sama mendukung paket HATI”, pinta Tan Hasiman disambut tepuk tangan massa.

Pantauan Komodopos.com di tempat Deklarasi, generasi muda yang hadir tidak hanya dari kampung Wersawe. Puluhan anak muda dari kampung-kampung sekitar juga hadir dalam acara itu. Tidak hanya itu. Tua Golo Wersawe, Kraeng Thomas Pura dan sejumlah tokoh masyarakat, ibu-ibu rumah tangga hingga Kepala Desa Cunca Wulang, Silvester Sendi juga hadir dalam acara itu. *(Robert Perkasa)