Camat Sano Nggoang : Dalam Waktu Dekat Usulkan 4 Penjabat Kepala Desa Persiapan

“Keempat desa tersebut memang layak untuk dimekarkan karena beberapa faktor utama seperti wilayah desa cukup luas. Adanya pertambahan penduduk dari tahun ke tahun. Efektifitas pelayanan dan yang paling mendasar demi terwujudya akselerasi dan pemerataan pembangunan. Sesungguhnya pemekaran tersebut dilatarbelakangi oleh tingkat partisipasi serta respon masyarakat terhadap setiap perubahan yang ada”–Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris, S.Sos

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-4 desa di kecamatan Sano Nggoang dari total 31 desa di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur segera dimekarkan pada tahun 2020. Kode Register 31 Desa Persiapan di kabupaten Manggarai Barat telah diterbitkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat sejak 18 Desember 2019 yang lalu menindaklanjuti permohonan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula pada 9 Oktober 2019.

Terkait hal tersebut, Bupati Gusti Dula meminta para Camat di kabuoaten pariwisata suoer premium itu untuk segera mengusulkan Penjabat Kepala Desa Persiapan di 31 Desa Persiapan itu hingga batas akhir Jumat, 20 Maret 2020.

Keempat Desa baru di kecamatan Sano Nggoang yang telah mendapat kode register, pertama, desa persiapan Nanga Lidu, kode register 15.04.0001. Desa Persiapan Nanga Lidu pemekaran dari desa Induk Mata Wae. Wilayah administrasinya meliputi kampung Racang dan kampung Angkor.

Kedua, Desa persiapan Benteng Tado, kode register 15.04.0002. Benteng Tado pemekaran dari desa Induk Nampar Macing. Wilayah administrasinya meliputi kampung Wae Munting, Dange dan Mengkaleng

Ketiga, desa persiapan Benteng Mamis, kode register 15.04.0003. Benteng Mamis pemekaran dari desa Induk Golo Leleng. Wilayah administrasinya meliputi kampung Nampar dan Kumbek.

Keempat, Desa persiapan Nggoang, Kode Register 15.04.0004. Pemekaran dari desa Induk Sano Nggoang. Wilayah administrasinya meliputi kampung Cowang Anak dan Bokak Rangga.

Dengan pemekaran tersebut, maka wilayah administrasi kepemerintahan kecamatan Sano Nggoang meliputi 19 desa, yakni desa Golo Mbu, Golo Ndaring, Golo Kondeng, Wae Lolos, Watu Panggal, Sano Nggoang, Golo Manting, Golo Sengang, Mata Wae, Wae Sano, Pulau Nuncung, Golo Kempo, Poco Golo Kempo, Nampar Macing, Golo Leleng dan 4 desa bungsu, desa persiapan Nanga Lidu, Benteng Tado, Bemteng Mamis dan desa persiapan Nggoang.

“Keempat desa tersebut memang layak untuk dimekarkan karena beberapa faktor utama seperti wilayah desa cukup luas. Adanya pertambahan penduduk dari tahun ke tahun. Efektifitas pelayanan dan yang paling mendasar demi terwujudya akselerasi dan pemerataan pembangunan. Sesungguhnya pemekaran tersebut dilatarbelakangi oleh tingkat partisipasi serta respon masyarakat terhadap setiap perubahan yang ada”, kata Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris, S.Sos kepada Komodopos.com di Werang, Jumat (14/3).

Ia mengatakan, yang perlu segera dilakukan untuk percepatan menuju desa definitif adalah pengusulan 4 penjabat kades persiapan, inventarisasi aset termasuk lahan tanah untuk pembangunan kantor desa yang memadai.

“Dalam waktu dekat, kami usulkan nama penjabat kades persiapan kepada Bapak Bupati Mabar agar segera dilantik”, ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat dalam surat Nomor : BU.410/59/DPMD/2019 tanggal 18 Desember 2019 yang ditujukan kepada Bupati Manggarai Barat menyebutkan perihal Kode Register 31 Desa Persiapan di kabupaten Manggarai Barat.

Surat Gubernur NTT itu mengabulkan surat permohonan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : Pem.130/219/X/2019 tanggal 9 Oktober 2019 Perihal Permohonan Kode Register 31 Desa Persiapan di kabupaten Manggarai Barat. *(Robert Perkasa)

5 Desa di Kecamatan Mbeliling Segera Dimekarkan

KOMODOPOS.com-MBELILING
Ada 5 desa dari total 31 desa yang segera dimekarkan pada tahun 2020 terdapat di kecamatan Mbwliling, kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP melalui Sekretaris Kecamatan Mbeliling, Stanislaus Rasi menyebutkan hal itu ketika ditemui Floresnews.net di ruang kerjanya, kantor Camat Mbeliling, Junat (13/3) siang tadi.

Pertama, Desa Watu Letang. Pemekaran dari desa Induk Tondong Belang. Wilayah administrasinya adalah kampung Ceko Nobo, Nobo dan Belang.

Kedua, Desa Golo Ratung. Pemekaran dari desa induk Cunca Wulang. Wilayah administrasi desa baru Golo Ratung ialah kampung Meleng.

Ketiga, Desa Compang Uling. Pemekaran dari desa induk Golo Sembea. Wilayah administrasi desa baru tersebut adalah kampung Muntung dan Raut.

Keempat, Desa Golo Larong pemekaran dari desa induk Wae Jare. Wilayah administrasi desa baru Golo Larong meliputi kampung: Rempong, Jengok, Jawok, Laing.

Kelima, Desa Watu Wohe. Pemekaran dari desa induk Watu Wangka. Wilayah administrasi desa baru Watu Wohe meliputi kampung Rengkas, Dencang, Meter, Daleng.

Dengan pemekaran kelima desa baru tersebut, maka kecamatan Mbeliling mulai tahun 2020 ditopang oleh 20 desa sebagai wilayah administrasi kepemerintahannya, yaitu desa Cunca Wulang, Tiwu Riwung, Golo Ndoal, Golo Damu, Golo Sembea, Golo Tantong, Wae Jare, Golo Desat, Watu Galang, Watu Wangka, Cunca Lolos, Tondong Belang, Liang Ndara, Compang Liang Ndara, desa Kempo dan 5 desa baru, desa Golo Larong, Watu Wohe, Compang Uling. Golo Ratung dan Watu Letang.

“Sejak dari tahun 2019 Nomor Register desa peesiapan sudah kita terima dari Gubernur NTT”, kata Stanis Rasi seraya memberikan lampiran kode register kelima desa persiapan tersebut kepada Komodopos.com.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat dalam surat Nomor : BU.410/59/DPMD/2019 tanggal18 Desember 2019 yang ditujukan kepada Bupati Manggarai Barat menyebutkan perihal Kode Register 31 Desa Persiapan di kabupaten Manggarai Barat.

Surat Gubernur NTT itu mengabulkan surat permohonan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : Pem.130/219/X/2019 tanggal 9 Oktober 2019 Perihal Permohonan Kode Register 31 Desa Persiapan di kabupaten Manggarai Barat.

Dalam Lampiran surat itu tertera kode register kelima desa persiapan di kecamatan Mbeliling. Desa Watu Letang kode register: 15.10.0001. Desa Golo Ratung kode register : 15.10.0002. Desa Compang Uling kode register : 15.10.0003. Desa Golo Larong kode register : 15.10.0004. Desa Watu Wohe kode register: 15.10.0005. *(Robert Perkasa)

70 Kubur di Kantor Camat Mbeliling Telah Digali-pindahkan

KOMODOPOS.com-MBELILING-
Hingga hari keempat, Jumat (13/3)
progress penggalian kubur tua di halaman kantor Camat Mbeliling sebanyak 70 kubur dari 96 kubur yang teridentifikasi nama dan letak kubur, telah digali dan dipindahkan ke lokasi pekuburan umum Rapet-Wersawe, desa Cunca Wulang, kecamatan Mbeliling, kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 63 kubur dari 70 yang teridentifikasi itu juga telah dilaporkan kepada petugas pendataan pemerintah kecamatan Mbeliling.

Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/3) siang, Sekcam Stanislaus Rasi mewakili Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP mengungkapkan, penanggungjawab 63 kubur yang telah digali-pindahkan berikut dilaporkan kepada petugas pendataan telah menerima dana/biaya gali-pindah kubur dari pemkab Manggarai Barat melalui pemerintah kecamatan Mbeliling sebesar Rp 250.000 per kubur.

“Sebanyak 70 kubur telah digali sejak hari pertama hingga hari keempat siang hari ini. 63 kubur telah dilaporkan ke petugas kami dan penangungjawab telah menerima dana gali-pindah dari pemerintah. 7 kubur lainnya telah digali namun belum dilaporkan kepada petugas pendataan:, kata Stanis Rasi.

Ditanya terkait kubur yang hingga hari ini belum teridentifikasi pemiliknya, Stanis menjelaskan bahwa pemerintah bersama seluruh warga setempat terus melakukan upaya identifikasi dan sosialisasi. Sebab masih ada banyak kubur yang belum diketahui siapa pemiliknya dan berada di mana. Sosialisasi itu penting agar dua hal berikut ini bisa clear. Penanggungjawab/alihwarisnya diketahui tapi nama dan letak kuburnya tidak diketahui. Itu pertama. Kedua, kuburnya ada tapi nama dan penanggungjawabnya tidak diketahui.

“Tidak semua kubur yang tersebar di sekitar kantor ini, alih waris atau keluarganya berada di Wersawe dan desa Cunca Wulang. Buktinya, dari sekian banyak kubur yang ada ini, baru 210 yang terdata dan 96 yang teridentifikasi pemiliknya berada di Wersawe atau di luar wilayah desa ini tapi sudah diketahui nama dan alamat penanggungjawab. Sisanya, kuburnya ada, nama, letak kubur dan penanggungjawab nya belum diketahui”, urai Stanis.

Pantauan Komodopos.com, Jumat(13/3) petang, tampak puluhan kubur baru berjejer di lokasi pekuburan Rapet Wersawe yang terletak di sisi kanan jalan menuju destinasi wisata air terjun Cunca Wulang.

Berikut identitas 63 kubur yang telah digali sejak Selasa (10/3) hingga Jumat (13/3)

1. RAFAEL RONGO .
Nomor patok kubur 97.
Ahli waris/penanggungjawab : Maria Japa
Alamat Wersawe.

2. THOMAS AQUINO MAHI
Nomor patok kubur 98.
Ahli waris/penanggung jawab : Maria Japa.
Alamat Wersawe

3. NGOLENG.
Nomor patok kubur 41.
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

4. SUDIN
Nomor patok kubur : 79
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

5. BECO
Nomor patok kubur : 78
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

6. SADU
Nomor patok kubur : 30
Ahli waris/penanggung jawab : Pius Suparjo.
Alamat Wersawe

7. BAHUNG
Nomor patok kubur : 31
Ahli waris/penanggung jawab : Pius Suparjo.
Alamat Wersawe

8. SITI TIMUR
Nomor patok kubur : 34
Ahli waris/penanggung jawab : Ahmad Jalim.
Alamat Sok Rutung, desa Pantar, kecamatan Komodo.

9. HAMID
Nomor patok kubur : 32
Ahli waris/penanggung jawab : Ahmad Jalim.
Alamat Sok Rutung, desa Pantar, kecamatan Komodo.

10. LIMAN
Nomor patok kubur : 132
Ahli waris/penanggung jawab : H.Ahmad Hasan
Alamat Wersawe

11.MISI
Nomor patok kubur : 57
Ahli waris/penanggung jawab : H.Ahmad Hasan
Alamat Wersawe

12. LABA
Nomor patok kubur : 136
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

13. TAN
Nomor patok kubur : 137
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

14. DAMING
Nomor patok kubur : 139
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

15. YOSEP KATU
Nomor patok kubur : 44
Ahli waris/penanggung jawab : Aloysius Katu Ari
Alamat Meleng

16. MALSE
Nomor patok kubur : 49
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

17. ANAK
Nomor patok kubur : 133
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

18. KASENG
Nomor patok kubur : 134
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

19. Ine IDA
Nomor patok kubur : 164
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

20. ALUM
Nomor patok kubur : 131 A
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

21. GANGGUT
Nomor patok kubur : 152
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

22. PAHUN
Nomor patok kubur : 153
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

23. TINA
Nomor patok kubur : 154
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

24. MAIL
Nomor patok kubur : 22
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

25. NDORA
Nomor patok kubur : 81
Ahli waris/penanggung jawab : Sakarias Bin
Alamat Wersawe

26. AMAS
Nomor patok kubur : 38
Ahli waris/penanggung jawab : Siprianus Kaha
Alamat Wersawe

27. LANJAM
Nomor patok kubur : 92
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

28. NALUN
Nomor patok kubur : 82
Ahli waris/penanggung jawab : Sakarias Bin
Alamat Wersawe

29. TIMUNG
Nomor patok kubur : 15
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

30. HALUM
Nomor patok kubur : 119
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

31. CECU
Nomor patok kubur : 121
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

32. HILUM
Nomor patok kubur : 118
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

33. ONTO
Nomor patok kubur : 13
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

34. LAHIM
Nomor patok kubur : 117
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

35. SOPI
Nomor patok kubur : 10
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

36. DOM
Nomor patok kubur : 63
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

37. LATAM
Nomor patok kubur : 177
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

38. TIAM
Nomor patok kubur : 02
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

39. ELA
Nomor patok kubur : 53
Ahli waris/penanggung jawab : Bernadus Jeharu
Alamat Wersawe

40. HUM
Nomor patok kubur : 100
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

41. LADI
Nomor patok kubur : 120
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

42. ABU
Nomor patok kubur : 165
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

43. UDIN
Nomor patok kubur : 166
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

44. SITI
Nomor patok kubur : 169
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

45. BUGIS

Nomor patok kubur : 159
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Wadi
Alamat Wersawe

46. JAIM
Nomor patok kubur : 73
Ahli waris/penanggung jawab : Yosep Kongke
Alamat Wersawe

47. PETRUS MARO
Nomor patok kubur : 74
Ahli waris/penanggung jawab : Yosep Kongke
Alamat Wersawe

48. KANDI
Nomor patok kubur : 182
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Hirun
Alamat Wersawe

49. DON
Nomor patok kubur : 141
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Hirun
Alamat Wersawe

50. BENDES
Nomor patok kubur : 71
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

51. SANUR
Nomor patok kubur : 171
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

52. HUBERTUS HATUNG
Nomor patok kubur : 18
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

53. KEMI
Nomor patok kubur : 189
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

54. KATRIANUS KURU
Nomor patok kubur : 186
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

55. NAKA
Nomor patok kubur : 171
Ahli waris/penanggung jawab : Victor Fani
Alamat Wersawe

56. SADU
Nomor patok kubur : 30
Ahli waris : Stanis Sudi. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

57. BAKUNG
Nomor patok kubur : 31
Ahli waris : Stanis Sudi. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

58. MALA

Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

59. HIMA
Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

60. MUNDU
Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

61. AKUNG
Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

62. NGAJO
Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

63. HATUNG
Nomor patok kubur :
Ahli waris : Alfonsius Arfon. Penanggung jawab : Pius Suparjo
Alamat Wersawe

*(Robert Perkasa)

Sumber data : Stanislaus Rasi, Sekretaris kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat. Data dihimpun Jumat, 13 Maret 2020 pukul 12.00 Wita.

Menulis Mabar dari Udara (Robert Perkasa Jurnalis yang Mengangkasa)

Hasil liputan jurnalistik itu, tentu bisa dijadikan referensi bagi para decicion maker di daerah ini untuk mendesain dan mengesekusi program politik yang solutif dan efektif. Dengan itu, kebijakan publik yang ditelurkan Pemda selalu ‘berbasis kondisi faktual’ dan kebutuhan konkret masyarakat.

Oleh : Sil Joni *)

Seorang ‘juru warta’ mesti berkelana dalam ‘dunia idea’ agar mendapat pemahaman yang utuh akan sebuah realitas. Namun, aktivitas terbang dalam alam gagasan itu tetap berpijak pada konteks. Karena itu, seorang jurnalis mesti ‘mendarat’ ke bumi pasca berselancar dalam dunia idea.

Mengambil jarak dengan ‘realitas’ tidak identik dengan ‘memunggungi dan mengangkangi’ dunia empiris-faktual itu. Pena jurnalisme akan bekerja obyektif jika aspek ‘distansiasi’ (penjarakan) itu dibuat secara kreatif. Ia mesti bermigrasi sesaat pada sebuah titik agar ‘aktivitas pemotretan (penulisan) sebuah peristiwa’ berjalan seimbang.

Benar bahwa kegiatan reportase (peliputan) lapangan mesti berbasis fakta. Itu berarti seorang jurnalis dituntut untuk menggauli realitas secara intim. Tubuhnya mesti ‘belepotan’ dengan aroma fakta agar apa yang disuguhkan ke sidang pembaca benar-benar ‘kopian orisinal’ sebuah kejadian faktis.

Kendati demikian, seorang wartawan tidak boleh ‘hanyut dan larut’ dalam arus kedekatannya dengan realitas. “Lensa jurnalisme’ kemungkinan tidak optimal dalam ‘menjepret peristiwa’ jika sang jurnalis tak berdiri pada area independen.

Tulisan ini merupakan ‘refleksi sekenanya’ tentang ekspedisi jurnalistik di ‘langit Mabar’ dari seorang wartawan media daring Floresnews.net dan komodopos.com, Robert Perkasa (RP). Hasil reportase udara itu dipublikasikan dalam Floresnews.net, Rabu, (11/3/2020). Debit air sungai pada kontur pegunungan Mabar menjadi fokus pemberitaan.

Kita tidak tahu pasti mengapa RP ‘diperbolehkan’ untuk ikut merasakan ‘nikmatnya’ naik Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihibahkan ke Pemda Mabar itu. Apakah RP sengaja diundang oleh pihak Pemda dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan ‘peliputan jurnalistik’ dari udara Mabar?

Jika jawabannya iya (positif), maka saya kira ini sebuah ‘prestasi jurnalisme’ yang ditorehkan oleh seorang RP. Robert tentu saja dicatat sebagai ‘jurnalis lokal pertama’ yang mendapat kepercayaan BPBD Mabar untuk menjadi mitra pemda dalam ‘melaporkan’ hasil pantaun dari udara perihal kondisi konkret bentangan alam Kabupaten ini.

Saya berpikir ‘kerja kolaboratif’ antara Pemda dan media (pers) dalam mewartakan ‘kondisi kabupaten” ini perlu dibuat secara serius. Pemda, tak perlu sungkan dalam menggunakan ‘jasa pers’ untuk pemotretan secara naratif dan deskriptif pelbagai situasi yang tak terpantau selama ini. Helikopter menjadi ‘sarana’ membawa para juru warta untuk ‘melihat’ titik yang tak tersentuh selama ini. Saya cukup optimis masih terlalu banyak ‘perkara’ di Mabar ini yang belum tersentuh lantaran ‘lensa Pemda” dalam memandang realitas masih sangat terbatas.

Bukankah ‘hati kita terkesima’ ketika dalam misi jurnalisme udara perdana ini, ditemukan ‘fakta’ yang mungkin agak terbalik dengan persepsi umum? Pasalnya, dari patroli udara itu ditemukan kenyataan miris bahwa ‘debit air sungai di wilayah pegunungan kabupaten ini sangat memprihatinkan’. Padahal sekarang faktanya adalah ‘musih hujan’. Tentu, logika awam kita akan mengatakan bahwa ‘stok air di sungai-sungai’ itu kembali stabil.

Hasil liputan jurnalistik itu, tentu bisa dijadikan referensi bagi para decicion maker di daerah ini untuk mendesain dan mengesekusi program politik yang solutif dan efektif. Dengan itu, kebijakan publik yang ditelurkan Pemda selalu ‘berbasis kondisi faktual’ dan kebutuhan konkret masyarakat.

Robert Perkasa adalah tipikal ‘jurnalis yang tahu diri’. Dia ‘ada bersama’ dengan kru pesawat dan segelintir ‘petinggi’ daerah dalam ‘penerbangan’ itu, tentu bukan untuk memuaskan naluri rekreatif (bersenang-senang) saja, tetapi mengemban sebuah misi jurnalistik yang mulia, menulis Mabar dari udara. Produk jurnalistik yang diracik ‘di udara’ itu terasa lebih renyah dan gurih. Robert sudah ‘menyuguhkan’ narasi Mabar dari ‘angle’ yang berbeda.

Dalam catatan saya, RP merupakan salah satu jurnalis media daring paling produktif di Mabar ini. Buah pena jurnalistiknya bisa dibaca dalam media floresnews.net dan komodopos.com yang hampir setiap hari ‘setia’ menurunkan hasil liputan berkelas dari RP. Akhirnya, selamat dan profisiat kepada RP yang sudah konsisten menjadi ‘penyambung lidah rakyat’ dalam medan jurnalisme yang menantang dan penuh dinamika. Robert Perkasa semakin mengakasa. Bravo!

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik.

Ratu Belanda “Wilhelmina” Ditemukan Dalam Liang Kubur di Wersawe

KOMODOPOS.com-MBELILING- Hampir di setiap liang kubur yang digali, penggali menemukan kepingan uang logam berlogo “Ratu Belanda, Wilhelmina”. Kendati ratusan tahun “menginap” di dalam liang lahat, namun ditemukan dalam keadaan “sehat”/utuh. Gambar Sang Ratu masih utuh terlihat. Tulisan bahasan Belanda melingkungi Ratu Wilhelmina yang terbit pada tahun 1921, pun sangat jelas terbaca. Selain itu, penggali kubur juga menemukan helai rambut, sisa tulang-belulang manusia namun ukurannya kecil.

Penggalian kubur-kubur tua pada hari pertama, Selasa (10/3) menemukan sebanyak 5 kepingan uang logam Ratu Wilhelmina itu dalam satu kubur tua yang teridentifikasi milik almarhum bapak Katarianus Kuru. Ditemukan bersamaan dalam liang kubur itu sisa-sisa tulang kerangka yang diduga kerangka tulang dahi almarhum. “Ratu Wilhelmina” dan kerangka tulang dahi almarhum ditemukan pada kedalaman 1,5 meter.

Diwawancara Floresnews.net di lokasi penggalian, Andreas Cetak (73 tahun) anak kandung almarhum Katarianus Kuru menuturkan, ayahnya itu meninggal pada tahun 1955 ketika Andreas masih berusia 8 tahun.

“Saya ingat baik, almarhum ayah saya ini meninggal pada tahun 1955 saat saya masih umur 8 tahun”, kenang Andreas Cetak, warga kampung Wersawe, desa Cunca Wulang, kecamatan Mbeliling.

Terpantau Komodopos.com di lokasi penggalian, tidak ada satupun kerangka/tulang-belulang manusia yang ditemukan dalam kondisi utuh di dalam kubur-kubur tua itu. Diduga kuat kerangka-kerangka manusia yang dahulu dikuburkan di lokasi itu telah lapuk termakan usia. “Manusia diciptakan dari tanah dan kembali ke tanah” benar adanya.

Faktanya, dari 28 kubur yang digali hari pertama, hanyalah sisa kerangka tulang berupa potongan gigi manusia. Itu pun yang ukurannya kecil atau tidak utuh lagi.

Di kubur yang lain ditemukan helai rambut wanita dan sejumlah uang logam yang diduga dikuburkan bersama jenazah ketika itu.

Potongan gigi graham itu ditemukan di kubur dengan nomor patok 82 yang teridentifikasi atas nama Nalun, jenis kelamin perempuan dan suaminya bernama Ndora, kubur dengan nomor patok 81.

“Keduanya meninggal dunia sekitar tahun 1960-an”, kata Zakaria Bin ahli waris atau penanggung jawab kubur tersebut. *(Robert Perkasa)

Tim Gratiwara DPRD Kota Banjar “Stuba” di Puskesmas Labuan Bajo

Kunjungan tamu dari kota Banjar ini ingin mengetahui program unggulan unggulan yang sedang digencarkan Puskesmas Labuan Bajo sebagai sebuah Puskesmas destinasi pariwisata. Terutama soal upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Mereka juga ingin mengetahui bagaimana kerja keras Puskesmas Labuan Bajo menangani masalah stunting–Vinsensius Paul,S.Kep, Kepala UPTD Puskesmas Labuan Bajo.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Tim Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gratiwara) DPRD Kota Banjar, provinsi Kalimantan Selatan menyambangi Puskesmas Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/3).

Kunjungan 12 istri anggota wakil rakyat dari pulau Kalimantan ke Puskesmas itu untuk “studi banding” terkait program-unggulan yang tengah digencarkan oleh otoritas Puskesmas Labuan Bajo perihal penanganan stunting di kota Pariwisata super premium itu.

Kunjungan tim Gratiwara Kota Banjar mendapat sambutan hangat dari Kepala UPTD Puskesmas Labuan Bajo, Vinsensius Paul, S.Kep.

“Kunjungan tamu dari kota Banjar ini ingin mengetahui program unggulan unggulan yang sedang digencarkan Puskesmas Labuan Bajo sebagai sebuah Puskesmas destinasi pariwisata. Terutama soal upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Mereka juga ingin mengetahui bagaimana kerja keras Puskesmas Labuan Bajo menangani masalah stunting”, ungkap Vinsen Paul.

Adapun program unggulan Puskesmas Labuan Bajo yang kini sedang boming di wilayah kerja Puskesmas Labuan Bajo adalah program “Sahabat Keluarga”. Program “sahabat keluarga” yang dicanangkan di Puskesmas Labuan Bajo merupakan program unggulan lintas sektoral yang kegiatannya melibatkan masyarakat bersama kader.

Sharing gagasan bernas antara kedua lembaga tersebut sebagai bentuk kerjasama membangun komitmen dan kepedulian sosial menurunkan AKI/AKB.

Kunjungan ini juga dalam rangka membangun komitmen bersama lintas sektor menjaring sasaran, Ibu Hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi. Tugas Bidan terkait program unggulan yakni melakukan deteksi dan Skrining resiko tinggi dan faktor resiko kehamilan”, ujar Vinsen Paul. *(Robert Perkasa)

Menelusuri Jejak Kubur Tua di Kantor Camat Mbeliling (1)

“Lokasi ini dulunya mukang (kampung lama) warga Wersawe. Di lokasi ini juga pekuburan lama warga kampung Wersawe. Sejak penyeragaman desa gaya baru, lokasi pekuburan ini dipindahkan ke tempat pekuburan baru di Rapat dekat kampung Wersawe”–Thomas Pura, Tu’a Golo Wersawe yang juga mantan kepala desa Cunca Wulang.

KOMODOPOS.com-MBELILING– Selasa, 10 Maret 2020, ruang kerja Fransiskus Fanse, Kasubag Umum pemerintah kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dijejali nama-nama arwah/orang yang telah lama meninggal dunia. Ratusan nama arwah “menghuni” laci meja di salah satu ruangan kerja birokrasi kepemerintahan kecamatan Mbeliling itu beralasan. Pasalnya, di luar kantor Camat Mbeliling itu (mungkin juga di bawah lantai kantor itu) berdiri ratusan “rumah fana” alias kubur-kubur tua.

Wersawe Tempo Doloe

Penelusuran Floresnews.net dari sejumlah sumber terpercaya di Wersawe menyebutkan bahwa lokasi berdirinya kantor camat Mbeliling itu dulunya merupakan pekuburan umum warga kampung Wersawe.

“Lokasi ini dulunya mukang (kampung lama) warga Wersawe. Di lokasi juga pekuburan lama warga kampung Wersawe. Sejak penyeragaman desa gaya baru, lokasi pekuburan ini dipindahkan ke tempat pekuburan baru di Rapat dekat kampung Wersawe”, kata Thomas Pura, Tu’a Golo Wersawe yang juga mantan kepala desa Cunca Wulang.

Dari informasi awal ini, Floresnews.net kemudian memburu informan yang lain di kampung Wersawe. Adalah Bapak Yohanes Ben (78 tahu), Yakobus Darosi (72) Ignatius Apong (70) dan Maksi Ambo (30 tahun).

informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber tersebut menyebutkan bahwa usia orang tua yang masih hidup di kampung Wersawe hari ini berkisar 70-80 tahun. Para orang tua yang ada kini di kampung Wersawe merupakan gwnerasi kelima dari leluhur pertama yang hidup di kampung itu.

Tersebutlah nama Empo Mula adalah leluhur mereka yang pertama kali tinggal di kampung Wersawe. Jika usia kematian rata-rata 80, maka generasi kelima yang masih hidup hari ini di kampung Wersawe dikali 80 tahun maka bisa diperkirakan empo Mula meninggal dunia sekitar 400 tahun yang silam. Itu berarti usia kubur Empo Mula (kubur tertua yang ada di lokasi kampung lama yang kini menjadi lokasi kantor camat Mbeliling itu berkisar 400 tahun. Kuburan empo Mula itu terletak di sudut kiri pintu masuk ke kantor kecamatan Mbeliling.

Jejak kehidupan empo Mula itu dikisahkan oleh garis keturunannya, ialah keluarga besar Maksi Ambo di Wersawe. Menurut Maksi, pada zaman penjajahan Belanda, keturunan Eempo Mula, yakni Hani menjadi kepala kampong sekaligus tua golo pertama di kampung itu.

“Anak Empo Mula adalah bernama Hani. Hani merupakan kepala kampong/tua golo pertama di sini”, ujarnya. Pernyataan Maksi Ambo itu diamini oleh sejumlah orang tua di Wersawe. Yohanes Ben, Yakobus Darosi dan Ignatius Apong membenarkan hal itu.

“Wilayah kekuasaan Eempo Mula mulai dari Podong (Tondong Raja) Siri Mese (Meleng), Ndiheng, Bulung (Kondas), Wajur (Pampa), Mantang, dan Wersawe.hingga Watu Weri Pongkor panas di kawasan Pari, desa Tondong Belang (sekarang)”, kisah Yohanea Ben.

Yakobus Darosi menambahkan, pusat pemerintahan kepala kampong Wersawe dahulu kala berada di lokasi kantor Camat Mbeliling sekarang. “Di kampung lama ini ada yang namanya befak atau kantor kepala kampung saat zaman penjajahan Belanda”, kata Yakobus.

Desa Gaya Baru

Selanjutnya setelah Hani, pada era Ordr Baru tahun 1981 ada peyeragaman nama satuan kerja pemerintah terkecil yakni dari kepala kampung menjadi kepala Desa. Dan sejak tahun 1981 itu juga kampung Wersawe pindah ke lokasi kampung Wersawe yang sekarang.

“Alasan pemindahan kampung Wersawe karena terjadi kebakaran hebat di kampung lama itu yang kini jadi lokasi lantor camat Mbeliling sekarang. manga. Dulu, banyak rumah di kampung lama itu Saat kebakaran terjadi hangus semua”, kenang mereka.

Kepala Desa Gaya Baru Cunca Wulang pertama ialah Theodorus Tama. Setelah itu, Theodurus Pandu kemudian Thomas Pura-Fransiskus Cubel – Yosep Muluk – Andul Wahid hingga kepala desa Cunca Wulang sekarang, Silvester Sendi.

Yohanes Ben menambahkan, lokasi pekuburan lama yang ada di sekitar kantor Camat Mbeliling dibagi dua. Bagian belakang dan samping kiri kantor camat adalah kuburan orang Wersawe yang meninggal dunia sekitar tahun 1950 ke atas. Sedangkan di bagian depan dan samping kanannya kuburan otawang Wesawe yang mwninggal tahunb1939 ke bawah hingga kuburan Empo Mula.

Yohanes Ben juga singgung menyangkut sekolah yang ada di kampung Wersawe. Ia kisahkan, SDK Wersawe berdiri pada tahun 1928. Sebelunbtahun 1928 namanya SR (sekilah rakyat) zaman penjajahan Belanda. Guru pertama pada waktunitu adalah guru Rudu, guru Titus, dan guru Dula (ayah kandung Bupati Gusti Dula).

Singkat kata, kantor pemerintah kecamatan Mbeliling itu ternyata dilingkungi ratusan kubur tua. Saat ini kubur-kubur tua itu digali secara massal lalu dipindahkan ke lokasi pekuburan umum yang bernama Rapet, sekitar ratusan meter dari Kantor Camat Mbeliling.

Pemerintah merencanakan akan membangun rumah jabatan (rujab Camat Mbeliling dan lapangan kecamatan di lokasi tersebut. “Lapangan dan rujab camat menjadi prioritas satu”, kata Camat Mbeliling, Robertus Resmianto,SP, Rabu (11/3). *(Robert Perkasa)

Patroli Helikopter BPBD Mabar, Debit Air Sungai di Pegunungan Mabar Memprihatinkan

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bentangan sungai yang tersebar di kawasan hutan di wilayah kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur terpantau jelas dari angkasa menggunakan helikopter PK CFS, Rabu (11/3). Intensitas curah tinggi di musim hujan saat ini tidak berbanding lurus dengan derasnya debit aliran air di sungai-sungai yang tersebar di kawasan hutan pegunungan itu. Diteropong saat melakukan patroli Helikopter BPBD Mabar, hari ini, Rabu (11/3) menemukan fakta sebaliknya. Bahwa debit air yang mengalir di sungai-sungai itu justru terpantau sangat memprihatinkan. Kondisi ini malah terjadi pada saat musim hujan.

Belum teridentifikasi nama-nama sungai-sungai yang dimaksud. Namun dari patroli udara hari ini tampak sangat jelas bahwa sungai-sungai terbentang di wilayah kabupaten Manggarai Barat.

Patroli rutin

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang dihibahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Manggarai Barat itu melakukan patroli/pantauan terkait kondisi alam kabupaten Manggarai Barat, darat, laut dan udara.

“Patroli kita dilakukan secara rutin sekali dalam seminggu, baik kawasan hutan dan pegunungannya maupun wilayah perairan Manggarai Barat”, ujar Kapten Eko Novie (PIC) dalam penerbangan hari ini, Rabu (11/3).

Patroli hari ini berlangsung selama 2 jam. Take off pukul 09.00 wita di Bandara Komodo-Labuan Bajo dan landing pukul 11.00 wita di bandara internasional kota wisata super premium itu.

Rute penerbangan kota Labuan Bajo – kawasan selatan kecamatan Komodo – Nangalili, kecamatan Lembor Selatan – sepanjang ruas jalan Trans Flores – Lancar hingga memasuki kota Ruteng. Dari Ruteng bergerak ke utara memasuki – wilayah kecamatan Kuwus Barat – Kuwus -Macang Pacar – kecamatan Boleng. Dari Terang melintasi Bentang alam Mbeliling kecamatan Mbeliling – Danau Sano Nggoang – kawasan Golo Mori memasuki kawasan perairan Labuan Bajo – Pulau Ronda- Pulau Pasar dan kembali ke Labuan Bajo.

Tercatat oleh helicopter landing officer, Iwan, Crew manifest dalam patroli ialah Kapten Eko Novie (PIC), Kapten Randi P (SIC) dan HLO Irwan Masta. Sedangkan dalam passenger manifest tercatat ada 4 penumpang yang ikut dalam patroli, ialah
Sekda Mabar, Ismail Surdi, Kasat Pol PP Mabar, Stefanus Salut, Robert Perkasa (wartawan) dan Sekertaris BPBD Mabar, Kasim Bura. Namun Sekda dan Sekretaris BPBD Mabar batal terbang karena ada halangan. Sehingga kedua pejabat tersebut diganti oleh Wilibrodus Suyono dan Adrianus Kader Mangku.

Helikopter BNPB dengan Maria of nationality regn PK-CFS memiliki
kapasitas 8 kursi penumpang plus 2 pilot/kopilot

Berita sebelumnya, Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula meresmikan
penerbangan perdana (launcing) armada transportasi udara helikopter milik Pemkab Mabar di halaman Kantor Bupati Mabar, Senin pagi (17/2).

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Drs.Dominikus Hawan menjelaskan, helikopter itu hibah dari pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dihibahkan kepada BPBD kabupaten Manggarai Barat untuk digunakan sesuai peruntukannya, yakni mempercepat pelayanan pemerintah, khususnya menangani bencana alam yang terjadi di wilayah kabupaten Manggarai Barat.

“Helikopter ini hibah dari BNPB untuk pemkab Manggarai Barat. Seluruh biaya operasional dan pilot helikopter disediakan oleh pemerintah pusat”, ujar Domi Hawan Senin (17/2).

Ia menambahkan, helikopter itu tiba di Labuan Bajo saat Presiden Jokowi mengunjungi wilayah itu pada pada 19 Januari 2020 lalu. Sebelum launching, dua kali melakukan penerbangan percobaan di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Penerbangan pertama, Minggu (7/2) Bupati Gusti Dula dan Kepala BPBD Mabar, Domi Hawan menumpang helikopter tersebut mengitari kawasan perairan Labuan Bajo selama 3 jam.

“Penerbangan kedua dilakukan tanggal 14 Februari kemarin. Saya dan beberapa orang BOP dan BTNK menumpang helikopter itu. Kami meninjau kawasan bentang alam Mbeliling lalu ke kecamatan Sano Nggoang hingga landing di Loh Buaya kawasan Taman Nasional Komodo.

Ia juga mengatakan, penanganan darurat jika terjadi bencana bisa dilakukan secepatnya dengan adanya moda transportasi udara tersebut. Terutama evakuasi korban bencana dan pendistribusian logistik bencana ke lokasi yang terpapar bencana alam.

“Ya, kita sangat bersyukur dengan adanya helikopter ini. Memang kita tentu Tidak menginginkan bencana.. Akan tetapi jika hall itu terjadi kita tidak ada alasan lpemerintah lambat menangani bencana alam. Kita sudah punya armada yang sudah memadai”, kata Domii Hawan.

Ia juga menuturkan pengalamannya ketika menangani bencana alam yang terjadi pada Maret 2019 lalu. Hari pertama dan kedua menemui kesulitan menyalurkan bantuan logistik kepada para korban bencana akibat ruas jalan putus.

“Kita berharap, pengalaman tahun lalu itu tidak terulang lagi ke depan dengan adanya armada helikopter ini”, kata Domi Hawan optimis.
*(Robert Perkasa)

Ini Identitas 28 Kubur Teridentifikasi & Telah Digali

Fransiskus Fanse, Kasubag Umum pemerintah kecamatan Mbeliling Foto : Robert Perkasa/Komodopos.com/Floresnews.net

KOMODOPOS.com-MBELILING-
Berita Floresnews.net sebelumnya, Selasa (10/3), 28 kubur dari 96 kubur yang teridentifikasi telah digali oleh keturunan/anggota keluarga/alih waris/penanggungjawab. Setelah digali lalu dipindahkan/dikuburkan kembali di lokasi pekuburan yang telah ditentukan, yaitu pekuburan umum Wersawe di Kawasan Rapet, desa Cunca Wulang, kecamatan Mbeliling.

28 kubur yang berhasil digali hingga berita ini dihimpun Selasa (10/3) pukul 13.55 wita tersebar di komplek kantor camat Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Demikian data valid yang diperoleh Komodopos.com dari Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP melalui petugas pendataan, yakni Fransiskus Fanse, Kasubag Umum pemerintah kecamatan Mbeliling di kantor Camat Mbeliling, Selasa (10/3) pukul 13.55 wita.

Berikut identitas 28 kubur yang telah digali hari ini, Selasa (10/3) ;

1. RAFAEL RONGO .
Nomor patok kubur 97.
Ahli waris/penanggungjawab : Maria Japa
Alamat Wersawe.

2. THOMAS AQUINO MAHI
Nomor patok kubur 98.
Ahli waris/penanggung jawab : Maria Japa.
Alamat Wersawe

3. NGOLENG.
Nomor patok kubur 41.
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

4. SUDIN
Nomor patok kubur : 79
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

5. BECO
Nomor patok kubur : 78
Ahli waris/penanggung jawab : Husen Harsa.
Alamat Wersawe

6. SADU
Nomor patok kubur : 30
Ahli waris/penanggung jawab : Pius Suparjo.
Alamat Wersawe

7. BAHUNG
Nomor patok kubur : 31
Ahli waris/penanggung jawab : Pius Suparjo.
Alamat Wersawe

8. SITI TIMUR
Nomor patok kubur : 34
Ahli waris/penanggung jawab : Ahmad Jalim.
Alamat Sok Rutung, desa Pantar, kecamatan Komodo.

9. HAMID
Nomor patok kubur : 32
Ahli waris/penanggung jawab : Ahmad Jalim.
Alamat Sok Rutung, desa Pantar, kecamatan Komodo.

10. LIMAN
Nomor patok kubur : 132
Ahli waris/penanggung jawab : H.Ahmad Hasan
Alamat Wersawe

11.MISI
Nomor patok kubur : 57
Ahli waris/penanggung jawab : H.Ahmad Hasan
Alamat Wersawe

12. LABA
Nomor patok kubur : 136
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

13. TAN
Nomor patok kubur : 137
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

14. DAMING
Nomor patok kubur : 139
Ahli waris/penanggung jawab : Hendrikus Sujono
Alamat Wersawe

15. YOSEP KATU
Nomor patok kubur : 44
Ahli waris/penanggung jawab : Aloysius Katu Ari
Alamat Meleng

16. MALSE
Nomor patok kubur : 49
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

17. ANAK
Nomor patok kubur : 133
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

18. KASENG
Nomor patok kubur : 134
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

19. Ine IDA
Nomor patok kubur : 164
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

20. ALUM
Nomor patok kubur : 131 A
Ahli waris/penanggung jawab : Aabdul Mustajik
Alamat Wersawe

21. GANGGUT
Nomor patok kubur : 152
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

22. PAHUN
Nomor patok kubur : 153
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

23. TINA
Nomor patok kubur : 154
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

24. MAIL
Nomor patok kubur : 22
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

25. NDORA
Nomor patok kubur : 81
Ahli waris/penanggung jawab : Sakarias Bin
Alamat Wersawe

26. AMAS
Nomor patok kubur : 38
Ahli waris/penanggung jawab : Siprianus Kaha
Alamat Wersawe

27. LANJAM
Nomor patok kubur : 92
Ahli waris/penanggung jawab : Kanis Lukas
Alamat Wersawe

28. NALUN
Nomor patok kubur : 82
Ahli waris/penanggung jawab : Sakarias Bin
Alamat Wersawe

*(Robert Perkasa)

Sumber data : Fransiskus Fanse, Kasubag Umum pemerintah kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat.
Data dihimpun Selasa (10/3) pukul 13.55 Wita

28 Kubur Telah Digali di Komplek Kantor Camat Mbeliling

KOMODOPOS.com-MBELILING-Hari ini, Selasa (10/3), 28 kubur dari 96 kubur yang teridentifikasi telah digali oleh keturunan/anggota keluarga pemilik kubur. Setelah digali lalu dipindahkan/dikuburkan kembali di lokasi pekuburan yang telah ditentukan, yaitu pekuburan umum Wersawe di Kawasan Rapet, desa Cunca Wulang, kecamatan Mbeliling.28 kubur yang berhasil digali hingga berita ini dihimpun Selasa (10/3) pukul 13.55 wita tersebar di komplek kantor camat Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.Demikian data valid yang diperoleh Komodopos.com langsung dari petugas pendataan, yakni Fransiskus Fanse, Kasubag Umum pemerintah kecamatan Mbeliling di kantor Camat Mbeliling, Selasa (10/3) petang pukul 13.55 wita.Frans Fanse menjelaskan, data awal yang dihimpun oleh pemerintah kecamatan Mbeliling bersama pemerintah desa Cunca Wulang dan fungsionaris adat Wersawe, jumlah kubur yang tersebar di lokasi kantor camat Mbeliling sebanyak 210 kubur. 96 Kubur di antaranya telah diidentifikasi nama dan pemiliknya.“Dari data awal, total kubur ada 210 yang dicatat danbtelah telah diberi nomor patoknya masing-masing. Yang telah teridentifikasi dan mendaoat pengakuan dari ahli waris/ pemiliknya ada 96 kubur sampai hari ini Selasa 10 Maret. Sisanya 114 kubur sedang dalam proses identifikasi”, urai Frans.Proses identifikasi sedang dilakukan karena masih ada kemungkinan jumlah kubur yang ada di komplek kantor camat Mbeliling lebih dari jumlah 210 itu.Pantauan Komodopos.com di lokasi Penggalian, tidak ada satupun kerangka manusia yang ditemukan dalam kondisi utuh. Diduga kuat kerangka-kerangka manusia yang dahulu dikuburkan di lokasi itu telah lapuk dan kembali menjadi tanah. Faktanya, dari 28 kubur yang digali hari ini, yang ditemukan hanyalah potongan sisa kerangka berupa potongan gigi manusia. Itu pun yang ukurannya kecil atau tidak utuh. Di kubur yang lain ditemukan helai rambut wanita dan sejumlah uang logam yang dulu dikuburkan bersama jenazah.Potongan gigi graham itu ditemukan di kubur dengan nomor patok 82 yang teridentifikasi atas nama Nalun, jenis kelamin perempuan dan suaminya bernama Ndora, kubur dengan nomor patok 81.”Keduanya meninggal dunia sekitar tahun 1960-an”, kata Zakaria Bin ahli waris atau penanggung jawab kubur tersebut.Sementara itu, ada 5 keping uang logam berwarna putih yang bergambar Ratu Wilhelmina dan bertuliskan bahasa Belanda tahun 1921. Uang logam dan juga potongan tulang kerangka ditemukan pada kedalaman 1,5 m di kubur yang teridentifikasi bernama
Katarianus Kuru, jenis kelamin laki-laki.Menurut anak kandungnya, Andreas Cetak (73 tahun) almarhum ayahnya itu meninggal tahun 1955 ketika Andreas masih berusia 8 tahun.
“Saya ingat baik, almarhum ayah saya ini meninggal pada tahun 1955 saat saya masih umur 8 tahun”, kenang Andreas Cetak di lokasi penggalian. *(Robert Perkasa)