Bupati Gusti Dula : Harus Dimintai Pertanggungjawaban

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula menegaskan, perseteruan antara Kepala Bagian Organisasi, Setda Manggarai Barat, Paulus Jeramun vs Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev harus dimintai pertanggungjawaban. Namun Bupati belum menjelaskan kapan ia meminta pertanggungjawaban kedua bawahannya yang bertikai itu.

Bupati Gusti Dula mengungkapkan hal itu ketika dikonfirmasi Floresnews.net melalui Whatsapp, Rabu (4/3) malam.

“Harus dimintai pertanggungjawaban”, kata Bupati Gusti Dula singkat

Berita Floresnews.net sebelumnya, sebuah video berdurasi 4 menit 31 detik kini sedang beredar di media sosial. Video itu menayangkan adegan perkelahian dua ASN meletus di Labuan Bajo, ibukota kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/3). Kedua ASN yang berseteru dalam video itu ialah Kabag Prokompi, Riyan Gampar vs Kabag Organisasi, Paulus Jeramun.

Perkelahian dua Kabag itu terjadi saat menjalankan tugas (dinas) di kantor Bupati Mabar sekira pukul 12.00 wita.

Tidak Punya Masalah Pribadi

Kabag Organisasi, Paulus Jeramun mengaku tidak memiliki catatan masalah dengan Kabag Prokompi, Riyan Gampar. Paul Jeramun juga mengaku bahwa hari ini ia melayani Riyan Gampar dengan baik. Menurut Paul Jeramun, kalaupun ada masalah hingga terjadi perkelahian hari ini, tu bukan di dia tapi masalah itu ada di Riyan Gampar.

Sementara itu, Kabag Prokompi, Riyan Gampar mengatakan, biarkan masalah perkelahian dia dengan Paul Jeramun diselesaikan oleh pimpinannya. Riyan Gampar juga mengaku lelah karena omong dengan banyak orang hari ini.

Paul Jeramun dan Riyan Gampar mengungkapkan hal demikian ketika dikonfirmasi FloresNews.net melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang.

Seteru Berawal dari Whatsapp

Paulus Jeramun mengaku, perkelahian dia vs Riyan Gampar berawal dari ancaman Riyan Gampar yang ditayangkan di story WhatsApp. Paul Jeramun menduga bahwa orang yang dimaksud dalam story Whatsapp itu adalah dirinya.

Ini story Whatsapp yang diterima FloresNews.net dari Paul Jeramun, Rabu (4/3) malam

“Sudah gagal move on..campur pekerjaan orang lain lagi…dasar!!!! Tau sekolah tinggi2 koq jadi tolol bgni ya…lu tinggu sa lu pung ssat su mau dkt…dan yg baca ini wa kasihbteruskan saja ke orgnya supaya jangan pernah berpapasan dg saya, bta lihat itu artinya lu habis”

“Berawal dari sini” kata Paulus Jeramun.

Mendapat ancaman tersebut, Paul Jeramun keluar dari ruang kerjanya kemudian bergegas melintas di depan ruang kerja Riyan Gampar di lantai 1 kantor Bupati Mabar.

“Ternyata dugaan saya terkait ancaman melalui pesan Whatsapp memang benar. Terbukti, ketika saya lewat, dia duluan datang menghampiri lalu menyerang saya. Membela diri ketika diserang, saya melakukan perlawanan hingga perkelahian tak terhindarkan,” ujar Paul Jeramun.

Paul mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki catatan masalah apapun dengan Riyan Gampar.

“Kalaupun ada masalah, itu bukan di saya tapi di dia (Riyan Gampar). Saya terkejut ketika dia mengancam kemudian menyerang saya. Apa masalahnya? Kalau ada masalah, kenapa tidak omong baik-baik saja. Hari ini saya layani dia dengan baik karena kami sama-sama ASN dan sama-sama kepala bagian. Sama-sama dibiayai oleh Pemkab Mabar untuk studi S2”, papar Paul Jeramun.

Mengaku lelah

Dikonfirmasi terpisah melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang, Kabag Prokompi, Riyan Gampar mengaku lelah karena telah omong dengan banyak orang.

“Saya sudah omong dengan banyak orang dan saya juga sudah cape, tolong ade mengerti”, jawab Riyan Gampar.

Namun setelah ditanya lagi, Riyan Gampar mengatakan biarkan saja orang menilai. Biarkan pimpinannya menyelesaikan kasus yang terjadi

“Biar su ade. kasih tunjuk dengan perbuatan dan kerja baik saja, nanti orang akan menilainya. Ya, biarlah seperti itu dulu. Saya juga punya pimpinan dan saya akan dipanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut”, kata Riyan Gampar. *(Robert Perkasa)

Paulus Jeramun : Saya Tidak Punya Masalah Dengan Rian Gampar

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kepala Bagian Organisasi, Setda Manggarai Barat, Paulus Jeramun mengaku tidak memiliki catatan masalah dengan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev. Paul Jeramun juga mengaku bahwa hari ini ia melayani Rian Gampar dengan baik. Menurit Paul Jeramun, kalaupun ada masalah hingga terjadi perkelahian hari ini, tu bukan di dia tapi masalah itu ada di Rian Gampar.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev mengatakan, biarkan masalah perkelahian dia dengan Paul Jeramun diselesaikan oleh pimpinannya. Ryan Gampar juga mengaku lelah karena omong dengan banyak orang hari ini.

Paul Jeramun dan Ryan Gampar mengungkapkan hal demikian ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang.

Sebuah video berdurasi 4 menit 31 detik kini sedang beredar di media sosial. Video itu menayangkan adegan perkelahian dua ASN meletus di Labuan Bajo, ibukota kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/3). Kedua ASN yang berseteru sengit dalam video itu ialah Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev di sudut merah vs Kepala Bagian Organisasi, Paulus Jeramun di sudut biru

Perkelahian dua Kabag itu terjadi saat menjalankan tugas (dinas) di kantor Bupati Mabar sekira pukul 12.00 wita.

Seteru Berawal dari Whatsapp

Paulus Jeramun mengaku, perkelahian dia vs Rian Gampar berawal dari ancaman Rian Gampar yang ditayangkan di story WhatsApp. Paul Jeramun menduga bahwa orang yang dimaksud dalam story Whatsapp itu adalah dirinya.

“Sudah gagal move on..campur pekerjaan orang lain lagi…dasar!!!! Tau sekolah tinggi2 koq jadi tolol bgni ya…lu tinggu sa lu pung ssat su mau dkt…dan yg baca ini wa kasihbteruskan saja ke orgnya supaya jangan pernah berpapasan dg saya, bta lihat itu artinya lu habis”

Ini story Whatsapp yang diterima Komodopos.com dari Paul Jeramun, Rabu (4/3) malam

“Berawal dari sini” kata Paulus Jeramun.

Mendapat ancaman tersebut, Paul Jeramun keluar dari ruang kerjanya kemudian bergegas melintas di depan ruang kerja Rian Gampar di lantai 1 kantor Bupati Mabar.

“Ternyata dugaan saya terkait ancaman melalui pesan Whatsapp memang benar. Terbukti, ketika saya lewat, dia duluan datang menghampiri lalu menyerang saya. Membela diri ketika diserang, saya melakukan perlawanan hingga perkelahian tak terhindarkan,” ujar Paul Jeramun.

Paul mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki catatan masalah apapun dengan Ryan Gampar.

“Kalaupun ada masalah, itu bukan di saya tapi di dia (Ryan Gampar). Saya terkejut ketika dia mengancam kemudian menyerang saya. Apa masalahnya? Kalau ada masalah, kenapa tidak omong baik-baik saja. Hari ini saya layani dia dengan baik karena kami sama-sama ASN dan sama-sama kepala bagian. Sama-sama dibiayai oleh Pemkab Mabar untuk studi S2”, papar Paul Jeramun.

Mengaku lelah

Dikonfirmasi terpisah melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi) setda Mabar, Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev mengaku lelah karena telah omong dengan banyak orang.

“Saya sudah omong dengan banyak orang dan saya juga sudah cape, tolong ade mengerti”, jawab Ryan Gampar.

Namun setelah ditanya lagi, Ryan Gampar mengatakan biarkan saja orang menilai. Biarkan pimpinannya menyelesaikan kasus yang terjadi

“Biar su ade. kasih tunjuk dengan perbuatan dan kerja baik saja, nanti org akan menilainya. Ya, biarlah seperti itu dulu. Saya juga punya pimpinan dan saya akan dipanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut”, kata Ryan Gampar. *(Robert Perkasa)

Kades Sumardi : Program KUR BNI Membantu Petani

Dan yang lebih menggembirakan petani adalah, petani dapat membayar pinjaman di Bank, setelah panen “. Ujar Chirsta.

KOMODOPOS.com–LEMBOR–
Kepala Desa Siru, Sumardi menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dicanangkan BNI memberi solusi terkait beragam persoalan yang membelenggu petani di desa Siru, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sumardi menyebut, kelangkaan pupuk bersubsidi, tidak serempaknya musim tanam, soal akses permodalan usaha pertanian bagi petani merupakan beberapa persoalan di antara beragam persoalan lain yang kerap menyulitkan petani di desanya.

“Program KUR memberikan jalan keluar atas persoalan permodalan bagi petani di desa kami. Selama ini petani kesulitan untuk mendapatkan modal, sehingga terpaksa pinjam di rentenir dengan bunga yang sangat tinggi”, ujar Sumardi kepada Komodopos.com usai mengikuti diskusi dengan pihak BNI dan pihak terkait di Kantor Desa Siru, kecamatan Lembor, Kab. Manggarai Barat, Selasa (3/3).

Hadir dalam diskusi yang digelar pemerintah desa Siru, Bank BNI Cabang Labuan Bajo, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Manggarai Barat, PT. Petrosida, dan UD. Mulia Tani dan pemerintah kecamatan Lembor.

Diskusi itu digelar dalam rangka mencari titik temu, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani di Desa Siru.

Christa Primaresta, Kepala Cabang BNI Labuan Bajo, dalam diskusi tersebut menjelaskan, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani dapat meminjam di Bank dengan bunga 0,5 % per bulan, atau setara dengan 6 % pertahun.

Batas maksimal pinjaman untuk lahan 1 hektar Rp 10-11 juta, tanpa jaminan atau agunan. Hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) petani dapat memperoleh modal untuk biaya produksi pertanian, seperti biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk dan obat-obatan.

“Dan yang lebih menggembirakan petani adalah, petani dapat membayar pinjaman di Bank, setelah panen “. Ujar Chirsta.

Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman,
justru menyoroti soal banyaknya beras yang masuk dari luar daerah ke Manggarai Barat. Padahal Lembor, khsususnya desa Siru adalah lumbung beras Manggarai Barat, bahkan Nusa Tenggara Timur.

Charles pun menantang para petani dan Kadea Siru untuk membuat beras kemasan super premium.

“Kita akan buat sebaik mungkin, mulai dari memilih varietas beras yang dibutuhkan pasar, sampai kepada kemasan yang menarik. Untuk marketing beras kemasan ini nantinya, adalah tugas Kadin”, jelas Charles.

Dalam diskusi itu, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan kabuoaten Manggarai Barat, Anggalius Gapul mendorong para petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian, dengan menjemput peluang KUR di Bank BNI.

“Lembor sebagai lumbung beras harus memiliki brand sebagai ikon yang kita banggakan bersama. Misalnya membuat beras kemasan suoer premium”, kata Anggalinus mengapresiasi ide dari Kadin Manggarai Barat.

Camat Lembor, Pius Baut juga menyampaikan hal senada kepada Kadin Manggarai Barat, yang memiliki ide untuk membuat beras kemasan.

“Ini ide menarik dan juga menantang yang perlu kita jemput”, tutur Camat Pius Baut di hadapan peserta diskusi. *(Robert Perkasa)

Wabub Maria Geong : Tidak Usah Khawatir, Gereja Langgo Harus Selesai.

KOMODOPOS.com–SANO NGGOANG--“Tidak usah khawatir. Gereja ini harus selesai. Saya pikir harus selesai karena letaknya di pinggir jalan. Bangun rumah Tuhan tidak dibatasi oleh jabatan, agama, suku. Ini kewajiban kita semua untuk menyukseskan pembangunan Gereja ini”, tutur lembut Wakil Bupati Manggarai Barat, drh.Maria Geong, PhD terkait pembangunan Gereja Langgo, Minggu (1/3).

Ketika itu, Wabub bersama rombongan hendak meluncur menuju kampung Lamung, desa Golo Ndaring, kecamatan Sano Nggoang. Walau tidak diagendakan, Wabub Maria Geong menyambangi lokasi pembangunan Gereja Langgo yang terletak di pinggir jalan Mbuhet -Werang, desa Wae Lolos.

Tidak ada penyambutan secara adat saat Wabub Maria Geong tiba di Gereja tersebut. Meski begitu, ia mengaku sangat bersyukur bisa bertemu dan berbincang dalam nuansa penuh persaudaraan dengan puluhan umat di Gereja yang sedang dibangun itu.

“Pertemuan ini saya tidak pernah menyangka sebelumnya. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan umat di Langgo. Yang hadir ini didominasi oleh kaum perempuan. Ini sangat luar biasa. Saya juga bersyukur karena bisa singgah di Gereja ini. Saya tahu gereja ini sudah lama dibangun. Tapi belum selesai juga. Ini berarti ada tantangan besar”, kata Maria Geong.Dalam silaturahmi itu.

Wabub Maria Geong, mengemukakan optimisme kepada puluhan umat yang datang menyapanya di Gereja tersebut. Wabub mengatakan, membangun rumah Tuhan tidak dibatasi oleh jabatan, agama, suku.“Ini kewajiban kita semua untuk menyukseskan pembangunan Gereja ini. Satu-satunya cara adalah kita duduk bersama, bagaimana langkah-langkah ke depan untuk menyelesaikan pembangunan runah Tuhan ini”, ujar Maria Geong.

Kepada panitia pembangunan Gereja itu,Wabub meminta proposal kegiatan.”Saya pingin lihat kembali proposal kegiatannya seperti apa. Siapa saja yang pernah kita kontak sebelumnya. Kita perlu cari tahu lagi. Saya juga siap bantu. Tidak usah khawatir. Gereja ini harus selesai. Saya pikir harus selesai karena letaknya di pinggir jalan”, kata Maria Geong disambut aplaus meriah oleh umat setempat.

Ia juga meminta ketua KBG dan segenap umat untuk senantiasa bekerja sama dan doa bersama di Gereja itu demi menyukseskan pembangunannya.Ketua KBG St.Damianus-Langgo, Petrus Suri Arsi sedang memimpin Ibadat Sabda hari Minggu (1/3/2020) di Gereja Langgo.

“Sulit membayangkan kalau berminggu-minggu tidak ada kegiatan dan tidak berdoa di sini. Lama-lama kita ini hemong Mori Kraeng (lupa Tuhan). Dan pembangunan Gereja ini tidak cepat selesai”, tuturnya.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi Pastor membuat Misa setiap hari Minggu di Gereja Langgo. * (Robert Perkasa)

Pemetaan dan Design Pengelolaan Desa Wisata Wae Lolos

(Catatan seputar forum “Lonto Leok” di rumah adat Langgo/Bagian-1)

KOMODOPOS.com–SANO NGGOANG–Penetapan desa Wae Lolos sebagai desa wisata niscaya akan memberi dampak positif untuk peningkatan kesejahteraan warganya. Legalitas yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Mabar paling tidak mempermudah akses berbagai program pengembangan potensi desa wisata. Namun SK Bupati tentu saja tidak akan menjanjikan peningkatan ekonomi masyarakatnya jika tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia pemerintah desa maupun masyarakatnya.

Menyadari hal itulah, pemerintah desa Wae Lolos mengundang semua elemen kepentingan di desa itu untuk menghadiri pertemuan/musyawarah terkait penataan ponteai wisata yang ada di desa tersebut pada Minggu (1/3/2020).

Tempat pertemuan ini sengaja didesain agat tidak dilakukan di kantor desa. Musyawarah itu justru digelar di rumah adat kampung Langgo. Tujuannya agar nuansa kearifan lokalnya “budaya LONTO keok bantang cama” menyata dan terasa. Dan itu terjadi dalam pertemuan di rumah adat Langgo hari ini.

Semua peserta rapat duduk bersila (slengka) dan melingkar (lonto leo). Tampak dalam forum l”onto leo” itu, kraeng Tu’a Golo Langgo, Herman Vitol beserta fungsionaris adatnya (Ame Lima) dan tentu saja Kepala Desa Wae Lolos, kraeng Gervinus Toni beserta jajarannya, para kepala dusun, Ketua RT dan sejumlah warga desa Wae Lolos dari 4 dusun/kampung, yakni Langgo, Rangat, Tembel dan kelompok sadarvwisata (pokdarwis) dari dusun Ndengo.

Hadir pula sejumlah putra Wae Lolos, Marsel Sani Ngarung yang berdomisili di kota Labuan Bajo. Dan yang menarik, hadir pula dalam pertemuan itu teman-teman wartawan dari Labuan Bajo.

Tua Golo Langgo, ktaeng Herman Vitol dalam sambutan singkatnya menandaskan satu point penting ini. Bahwa ia menyadari derap langkah pembangunan di desa Wae Lolos berada di pundak generasi muda. Karena itu ia meminta agar pengembangan potensi desa wisata Wae Lolos jangan mengorbankan keagungan alamnya.

“Lestarikan hutan yang ada di desa Wae Lolos agar air tetap melimpah”, pintanya singkat

Tokoh muda dari desa Wae Lolos, Marsel Ngarung mengajak semua pihak untuk mengelola berbagai potensi yang ada di desa Wae Lolos secara bersama-sama. Dalam konteks penataan dan pengembangan potensi wisata desa, Marsel Ngarung meminta partisipasi semua warga desa untuk merencanakan secara nersama-sama apa yang perlu dibuat guna
menarik kunjungan para wisatawan. Kreatifitas warga desa sangat dibutuhkan agar para wisatawan bertahan lebih lama di desa Wae Lolos.

“Hasil olah gagasan dalam pertemuan ini akan dikemas lebih lanjut oleh pemdes Wae Lolos melalui RPJMdes. Setelah desa ini ditetapkan menjadi desa wisata, jaga kebersihan lingkungan masing-masing kampung. Hindari membuang sampah di sembarang tempat:, pintanya.

Kepada pemdes Wae Lolos, ia juga meminta agar menyediakan infrastruktur yang diperlukan di sejumlah destinasi wisata yang ada memanfaatkan Dana Desa.

Ia juga mengingatkan warga di desa itu supaya jangan menjual tanah secara liar kepada pihak asing. “Dampak jangka panjang bagi penduduk asli adalah terpinggirkan atau tersingkir dari tanah kelagiran kita sendiri”, ujar Marsel Ngarung.

Dalam pertemuan itu ditampilkan pula hasil kreasi kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari dusun Ndengo yang dikoordinir oleh Albertus Obat. Kreasi yang mereka tampilkan yaitu Sanda dan tarian Ako Mawo. *(Robert Perkasa) bersambung

Mateus Hamsi Kukuhkan 160 Relawan Paket HATI Kecamatan Sano Nggoang

Dalam pernyataan sikapnya, para relawan muda ini menegaskan siap mendukung total dan memenangkan paket HATI pada pilkada Mabar 27 September 2020.

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG–Bakal Calon Bupati Manggarai Barat, Mateus Hamsi, S.Sos mengukuhkan 160 relawan paket HATI (Mateus Hamsi – Tobias Wanus). Acara pengukuhan ini berlangsung di Werang ibu kota kecamatan Sano Nggoang, Sabtu (29/2).

Pengukuhan relawan Paket HATI ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap para relawan Hamsi -Tobi dan penyerahan baliho paket HATI oleh bacabup.Mateus Hamsi kepada 15 koordinator tingkat desa.

Dalam pernyataan sikapnya, para relawan muda ini menegaskan siap mendukung total dan memenangkan paket HATI pada pilkada Mabar 27 September 2020.

160 relawan paket HATI yang dikukuhkan itu merupakan utusan dari 15 desa se-kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Berikut komposisi Relawan Paket HATI Kecamatan Sano Nggoang ; Penanggung jawab umum ; Rofinus Rahmat. Pelaksana kegiatan, Hendrikus Halu, Martinya Frody, Fransiskus Gons, Martinus Taruna, Hidayat Ismail dan angkatan muda Werang . (Robert Perkasa)

Pastor Paroki St.Klaus Werang, Tanam Porang di Kebun Paroki

Seorang gembala, ia tidak hanya pandai berkata-kata tapi tidak bisa berbuat. Berbuat sesuatu yang bermutu. Menanam porang, kata Romo Jonsy, adalah contoh berbuat yang bermutu/menanam kebaikan. Menanam berarti menciotakan peluang untuk memetik.

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Pastor Paroki St.Klaus Werang,, Rm.Yohanes Syukur, Pr menikmati moment akhir pekan , Sabtu senja (29/2) menanam porang di kebun paroki yang teletak tidak jaih dari pastorannya.

Romo Jonsy, begitu ia akrab disapa, mengabadikan moment tersebut kemudian diunggah ke media sosial Facebook. Tampak dalam postingan itu, Romo Jonsy sedang menggenggam dua umbi porang yang hendak ditanam dalam sebuah lubang yang telah ditaburi pupuk kompos. Jenis porang yang ia tanam adalah porang unggul tanpa daun.

Dikonfirmasi Floresnews.net via messenger, Romo Jonsy mengatakan, bahwa banyak tumbuhan porang tumbuh di kebun parokinya.

Seorang gembala, ia tidak hanya pandai berkata-kata tapi tidak bisa berbuat. Berbuat sesuatu yang bermutu. Menanam porang, kata Romo Jonsy, adalah contoh berbuat yang bermutu/menanam kebaikan. Menanam berarti menciotakan peluang untuk memetik.

Romo Jonsi berharap agar satu pohon porang yang ia tanam, kiranya memantik api semangat umatnya untuk menanam sepuluh pohon porang.

“Ya, aksi yang saya lakukan di kebun paroki hari ini kiranya membakar semangat meteka . Juga saya mau menujukkan bahwa seorang gembala harus mampu menghantar umat tidak hanya pandai berkata-kata saja, tapi juga bisa berbuat yang bermutu dengan cara tanam yang baik”, ujarnya.

Romo Jonsy menambahkan, selain memberi contoh menanam benih kebaikan di kebun paroki, ia juga mengajak umatnya melalui mimbar saat perayaan Ekaristi.

“Di mimbar, saya selalu sampakan. Di paroki Werang, umat ramai tanam porang”, kata Romo Jonsy. *(Robert Perkasa)