
KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula menegaskan, perseteruan antara Kepala Bagian Organisasi, Setda Manggarai Barat, Paulus Jeramun vs Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Florianus Riyan Gampar, S.Pt, M.Ec. Dev harus dimintai pertanggungjawaban. Namun Bupati belum menjelaskan kapan ia meminta pertanggungjawaban kedua bawahannya yang bertikai itu.
Bupati Gusti Dula mengungkapkan hal itu ketika dikonfirmasi Floresnews.net melalui Whatsapp, Rabu (4/3) malam.
“Harus dimintai pertanggungjawaban”, kata Bupati Gusti Dula singkat
Berita Floresnews.net sebelumnya, sebuah video berdurasi 4 menit 31 detik kini sedang beredar di media sosial. Video itu menayangkan adegan perkelahian dua ASN meletus di Labuan Bajo, ibukota kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/3). Kedua ASN yang berseteru dalam video itu ialah Kabag Prokompi, Riyan Gampar vs Kabag Organisasi, Paulus Jeramun.
Perkelahian dua Kabag itu terjadi saat menjalankan tugas (dinas) di kantor Bupati Mabar sekira pukul 12.00 wita.
Tidak Punya Masalah Pribadi
Kabag Organisasi, Paulus Jeramun mengaku tidak memiliki catatan masalah dengan Kabag Prokompi, Riyan Gampar. Paul Jeramun juga mengaku bahwa hari ini ia melayani Riyan Gampar dengan baik. Menurut Paul Jeramun, kalaupun ada masalah hingga terjadi perkelahian hari ini, tu bukan di dia tapi masalah itu ada di Riyan Gampar.
Sementara itu, Kabag Prokompi, Riyan Gampar mengatakan, biarkan masalah perkelahian dia dengan Paul Jeramun diselesaikan oleh pimpinannya. Riyan Gampar juga mengaku lelah karena omong dengan banyak orang hari ini.
Paul Jeramun dan Riyan Gampar mengungkapkan hal demikian ketika dikonfirmasi FloresNews.net melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang.
Seteru Berawal dari Whatsapp
Paulus Jeramun mengaku, perkelahian dia vs Riyan Gampar berawal dari ancaman Riyan Gampar yang ditayangkan di story WhatsApp. Paul Jeramun menduga bahwa orang yang dimaksud dalam story Whatsapp itu adalah dirinya.
Ini story Whatsapp yang diterima FloresNews.net dari Paul Jeramun, Rabu (4/3) malam
“Sudah gagal move on..campur pekerjaan orang lain lagi…dasar!!!! Tau sekolah tinggi2 koq jadi tolol bgni ya…lu tinggu sa lu pung ssat su mau dkt…dan yg baca ini wa kasihbteruskan saja ke orgnya supaya jangan pernah berpapasan dg saya, bta lihat itu artinya lu habis”
“Berawal dari sini” kata Paulus Jeramun.
Mendapat ancaman tersebut, Paul Jeramun keluar dari ruang kerjanya kemudian bergegas melintas di depan ruang kerja Riyan Gampar di lantai 1 kantor Bupati Mabar.
“Ternyata dugaan saya terkait ancaman melalui pesan Whatsapp memang benar. Terbukti, ketika saya lewat, dia duluan datang menghampiri lalu menyerang saya. Membela diri ketika diserang, saya melakukan perlawanan hingga perkelahian tak terhindarkan,” ujar Paul Jeramun.
Paul mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki catatan masalah apapun dengan Riyan Gampar.
“Kalaupun ada masalah, itu bukan di saya tapi di dia (Riyan Gampar). Saya terkejut ketika dia mengancam kemudian menyerang saya. Apa masalahnya? Kalau ada masalah, kenapa tidak omong baik-baik saja. Hari ini saya layani dia dengan baik karena kami sama-sama ASN dan sama-sama kepala bagian. Sama-sama dibiayai oleh Pemkab Mabar untuk studi S2”, papar Paul Jeramun.

Mengaku lelah
Dikonfirmasi terpisah melalui Whatsapp, Rabu (4/3) petang, Kabag Prokompi, Riyan Gampar mengaku lelah karena telah omong dengan banyak orang.
“Saya sudah omong dengan banyak orang dan saya juga sudah cape, tolong ade mengerti”, jawab Riyan Gampar.
Namun setelah ditanya lagi, Riyan Gampar mengatakan biarkan saja orang menilai. Biarkan pimpinannya menyelesaikan kasus yang terjadi
“Biar su ade. kasih tunjuk dengan perbuatan dan kerja baik saja, nanti orang akan menilainya. Ya, biarlah seperti itu dulu. Saya juga punya pimpinan dan saya akan dipanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut”, kata Riyan Gampar. *(Robert Perkasa)





KOMODOPOS.com–SANO NGGOANG--“Tidak usah khawatir. Gereja ini harus selesai. Saya pikir harus selesai karena letaknya di pinggir jalan. Bangun rumah Tuhan tidak dibatasi oleh jabatan, agama, suku. Ini kewajiban kita semua untuk menyukseskan pembangunan Gereja ini”, tutur lembut Wakil Bupati Manggarai Barat, drh.Maria Geong, PhD terkait pembangunan Gereja Langgo, Minggu (1/3).
“Ini kewajiban kita semua untuk menyukseskan pembangunan Gereja ini. Satu-satunya cara adalah kita duduk bersama, bagaimana langkah-langkah ke depan untuk menyelesaikan pembangunan runah Tuhan ini”, ujar Maria Geong.
Ketua KBG St.Damianus-Langgo, Petrus Suri Arsi sedang memimpin Ibadat Sabda hari Minggu (1/3/2020) di Gereja Langgo.








