Hari ini, Ketua Mabiran Sano Nggoang Dilantik

KOMODOPPS.com-SANO NGGOANG– Sabtu (29/2) pukul 08.00 Wita, Ketua Kwarcab Manggarai Barat, Blasius Jeramun melantik Ketua Majelis Bimbingan Ranting (Kamabìran), yakni Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris, S.Sos dan unsur Mabiran serta Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) Gerakan Pramuka 2416.07 Kecanatan Sano Nggoang.

Selanjutnya Kamabìran melantik Pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka 2416.07 Kecamatan Sano Nggoang periode 2020-2025. Acara pelantikan berlangsung di Aula Kantor Camat Sano Nggoang

Unsur Mabiran Sano Nggoang terdiri dari dari Camat Sano Nggoang selaku Kamabiran, Kapolsek Sano Nggaong (Wakil Ketua Mabiran) Babinsa Sano Nggoang, Kepala UPTD BKKBN Kecamatan Sano Nggoang, Kepala UPTD Puskesmas Werang, Kepala Desa Golo Sengang, Kepala Desa Pulau Nuncung, Kepala Desa Wae Lolos, Kades Sano Nggoang, Kades Wae Sano, Kades Golo Kempo, para Kepala Sekolah Sd/MI SMP, SMA se-kecamatan Sano Nggoang.

Berita Komodopos.com sebelumnya, Yusuf Gafur, S.Pd terpilih menjadi Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Sano Nggoang periode 2020-2025.

Yusuf Gafur terpilih secara demokratis melalui mekanisme voting tertutup dalam Rapat Pleno Musyawah Ranting (Musran) yang berlangsung di SMA Negeri 2 Sano Nggoang, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/2). * (Robert Perkasa)

Alat Berat Dinas PUPR Mabar Beraksi, Ruas Jalan Noa-Golo Welu Normal Kembali

“Setelah titik itu berhasil dieksekusi siang tadi, mereka lalu bergeser di ruas yang sama di desa Pangga, kecamatan Kuwus membersihkan sisa material longsor dan sampai sekarang masih bekerja di lapangan”, ujar Ovan Adu.

KOMODOPOS.com-KUWUS-
Arus lalulintas kendaraan di Ruas Jalan Nia-Golo Welu Normal kembal setelah alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat beraksi sejak pukul hingga Jumat (28/2) petang tadi. Material longsor, batu besar yang menutupi seluruh badan jalan berhasil disingkirkan. Arus transportasi di ruas jalan tersebut sebwlumnya sempat putus total. Sejak Jumat (28/2) siang tadi pukul 11.30 wita kendaraan roda 4 dan roda 2 sudah bisa melintas.

“Pekerjaan telah dilaksanakan dan tranportasi ruas jalan propinsi Noa – Golo Welu kembali normal”, kata Kepala Dinas PUPR Kabuoaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona kepada Komodopos.com, Jumat (28/2) petang pukul 18.00 Wita.

Ovan Adu menambahkan, alat berat tiba di lokasi longsor pagi tadi sekitar pukul 08.00 wita dan langsung beraksi hingga kelar pukul 11.30 wita. Meski titik longsor itu telah terurai, namun stafnya masih bekerja mengurai material longsor yang terjadi sebelumnya di ruas jalan yang sama.

“Setelah titik itu berhasil dieksekusi siang tadi, mereka lalu bergeser di ruas yang sama di desa Pangga, kecamatan Kuwus membersihkan sisa material longsor dan sampai sekarang masih bekerja di lapangan”, ujar Ovan Adu.

Terpisah, Camat Kuwus, Fransiskus Male .S.Pd. melalui Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE melaporkan info terkini langsung dari dari lokasi tersebut. Gabriel menjelaskan,
sekitar pukul 08.00 Wita tim dari dinas PUPR Mabar tiba di lokasi.

Mereka langsung beraksi di lokasi tadi. Hadir pula menyaksikan kegiatan di titik longsor, Wakil Ketua DRPD Mabar, Marselinus Jeramun,SE, Anggota Polsek Kuwus, Babinsa Kuwus dan kami dari kantor kecamatan Kuwus”, kata Gabriel Bagung via Whatsapp.

Menurut Gabriel Bagung, reaksi cepat Dinas PUPR Mabar terkait kejadian itu mendapat apresiasi dari masyarakat setempat dan para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.

“Masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan pembersihan material longsor oleh teman-teman dari Dinas PUPR Mabar sangat senang dan menyampaikan apresiasi mereka secara spontan kepada Dinas PUPR Mabar”, kata Gabriel.

Ia pun menyampaikan terimakasih atas respon cepat pemkab Mabar menanggapi laporan pemerintah kecamatan Kuwus terkait kejadian tersebut. “Kami berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Mabar karena jalur ini bisa digunakan kembali”, kata Gabriel.

Berita Komodopos.com sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona mengatakan, alat berat dari Labuan Bajo telah meluncur ke lokasi longsor di Leda, desa Pangga, kecamatan Kuwus, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/2) petang . Jumat (28/2) pagi, alat berat Dinas PUPR Mabar ti di lokasi dan langsung mengeksekusi material longsoran di lokasi tersebut.

Material Longsor berupa batu besar menutupi badan jalan hingga menyebabkan arus transportasi dari dan ke wilayah itu putus total selama sehari, Kamis (27/2) dini hari pukul 05.30 Wita hingga Jumat (28/2) siang pukul 11.30 wita. *(Robert Perkasa)

Pagi Ini Alat Berat Eksekusi Material Longsor di Desa Pangga-Kuwus

“Betul. Alat berat kami sudah meluncur tadi sore. Besok pagi kami langsung eksekusi material longsoran di sana”, ujar Ovan Adu ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Kamis malam (27/2).

Gabriel Bagung.,SE, Sekcam Kuwus

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona mengatakan, alat berat dari Labuan Bajo telah meluncur ke lokasi longsor di Leda, desa Pangga, kecamatan Kuwus, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/2) petang . Jumat (28/2) pagi ini, alat berat Dinas PUPR Mabar langsung mengeksekusi material longsoran di lokasi tersebut.

Reaksi cepat Dinas PUPR Mabar itu dilakukan setelah mendapat laporan dari Camat Kuwus, Fransiskus Male .S.Pd. melalui Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE.

“Betul. Alat berat kami sudah meluncur tadi sore. Besok pagi kami langsung eksekusi material longsoran di sana”, ujar Ovan Adu ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Kamis malam (27/2).

Terpisah, Camat Kuwus, Fransiskus Male .S.Pd. melalui Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE. melaporkan, hingga malam ini kondisi arus lalulintas kendaraan roda 4 dan roda 2 di ruas jalan provinsi Noa – Golo Welu masih putus total. Arus transportasi yang lumpuh ini disebabkan karena terhalang material longsor berupa batu besar yang menutupi badan jalan pada Kamis (27/2/2020) dini hari sekitar pukul 05.30 Wita.

Terkait kejadian itu, penjabat kepala desa Pangga, Frans Janggur segera melaporkan kejadian itu kepada pemerintah kecanatan Kuwus melalui Whatsapp . Tidak lama berselang, Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE. melaporkannya kepada pemkab Mabar dalam hal ini Dinas PUPR Mabar.

Gabriel mengatakan, dari koordinasi itu, Kadis PUPR Mabar telah siap menyiapkan alat berat untuk membersihkan material longsoran berupa batu besar yang menutup badan jalan.

“Alat berat dalam perjalanan. Sampai dengan malam ini pukul 21.35 wita saya masih berkordinasi dengan Penjabat Kades Pangga. Alat berat belum sampai di lokasi. Menurut informasi yang kami himpun, alat berat itu sedang dalam perjalanan dari Labuan Bajo”, ujar Gabriel Bagung menjawab Komodopos.com melalui Whatsapp, Kamis malam (27/2).

Gabriel menambahkan, satu-satunya akses alternatif sebagai solusi mengurai kemacetan arus lalulintas yakni mengalihkan seluruh armada angkutan umum maupun kendaraan pribadi ke ruas jalan alternatif dari dan menuju Goko Welu yakni Golowelu Ranggu – Wora – Cabang Ndiuk – Golo Lewe, demikianpun sebaliknya. *(Robert Perkasa)

Pagi Ini, Alat Berat Eksekusi Material Longsor di desa Pangga-Kuwus

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona mengatakan, alat berat dari Labuan Bajo telah meluncur ke lokasi longsor di Leda, desa Pangga, kecamatan Kuwus, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis petang tadi. Jumat (28/2) pagi ini alat berat Dinas PUPR Mabar langsung eksekusi material longsoran di lokasi tersebut.Reaksi cepat Dinas PUPR Mabar itu dilakukan setelah mendapat laporan dari Camat Kuwus, Fransiskus Male .S.Pd. melalui Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE.

“Betul. Alat berat kami sudah meluncur tadi sore. Besok pagi kami langsung eksekusi material longsoran di sana”, ujar Ovan Adu ketika dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Kamis malam (27/2).

Terpisah, Camat Kuwus, Fransiskus Male .S.Pd. melalui Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE. melaporkan, hingga Kamis (27/2) malam, kondisi arus lalulintas kendaraan roda 4 dan roda 2 di ruas jalan provinsi Noa – Golo Welu masih putus total. Arus transportasi yang lumpuh ini disebabkan karena terhalang material longsor berupa batu besar yang menutupi badan jalan saat terjadi longsor pada Kamis dini hari (27/2/2020) sekitar pukul 05.30 Wita.

Terkait kejadian itu, penjabat kepala desa Pangga, Frans Janggur segera melaporkan kejadian itu kepada pemerintah kecanatan Kuwus melalui Whatsapp . Tidak lama berselang, Sekcam Kuwus, Gabriel Bagung,SE. melaporkannya kepada pemkab Mabar dalam hal ini Dinas PUPR Mabar.

Gabriel mengatakan, dari koordinasi itu, Kadis PUPR Mabar telah siap menyiapkan alat berat untuk membersihkan material longsoran berupa batu besar yang menutup badan jalan.

“Alat berat dalam perjalanan. Sampai dengan malam ini pukul 21.35 wita saya masih berkordinasi dengan Penjabat Kades Pangga. Alat berat belum sampai di lokasi. Menurut informasi yang kami himpun, alat berat itu sedang dalam perjalanan dari Labuan Bajo”, ujar Gabriel Bagung menjawab Komodopos.com melalui Whatsapp, Kamis malam (27/2).Gabriel menambahkan, satu-satunya akses alternatif sebagai solusi mengurai kemacetan arus lalulintas yakni mengalihkan seluruh armada angkutan umum maupun kendaraan pribadi ke ruas jalan alternatif dari dan menuju Goko Welu yakni Golowelu Ranggu – Wora – Cabang Ndiuk – Golo Lewe, demikianpun sebaliknya. *(Robert Perkasa)

Emi Nomleni Lantik Pengurus PAC PDI Perjuangan Kabupaten Mabar

KOMODIPOS.com-LABUAN BAJO-Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Emilia J. Nomleni melantik 12 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (27/2) pukul 14.00 Wita. Pelantikan ini digelar di Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, Labuan Bajo, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat.

Pelantikan Pengurus PAC PDI Perjuangan adalah agenda puncak kegiatan Musancab V PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat yang dihadiri oleh169 Pengurus Ranting dan 12 PAC PDI Perjuangan se-kabupaten Manggarai Barat.

Hadir dalam seremoni Musancab V tersebut Wakil Bupati Manggarai Barat, drh.Maria Geong, P.hD, para Pengurus DPD PDI Perjuangan provinsi NTT, DPC PDI Perjuangan kabupaten Manggarai Barat dan Korwil PDI Perjuangan dari kabuoaten Manggarai Timur dan kabupaten Manggarai.

Turut hadir para undangan pimpinan parpol di Mabar antara lain Ketua Demokrat, Pimpinan partai Gerindra, PPP utusan partai Golkar PKB, PKS dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan Musancab V PDI Perjuangan diakhiri dengan show force atauboawai keliling kota pariwisata Labuan Bajo, Kamis petang ini. *(Robert Perkasa)

Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Emilia J. Nomleni. Foto : Robert Perkasa/Komodopos.com, Kamis (27/2/2020).

Berikut Nama-nama pengurus 12 PAC PDI Perjuangan Kabuoaten Manggarai Barat periode 2020-2015 yang direkomendasi dalam forum tersebut melalui Surat Keputusan Nomor 131/IN/DPD-NTT/II/2020 tanggal 24 Pebruari 2020

Pengurus PAC Kecamatan Ndoso
Ketua PAC :
Ketua Anselmus Teo
Sekretaris Romanus Patman
Bendahara Maria G.Tyanti.

Pengurus PAC Kecamatan Kuwus Barat :
Ketua : Kanisius Rindu, And
Sekretaris : Robius Edelson
Bendahara : Aloysius Jadu

Pengurus PAC Kecamatan
Kuwus :
Ketua : Emanuel Mbembok
Sekretaris : Selfianus Harson
Bendahara : Robanus Jehalut

Pengurus PAC Kecamatan
Pacar
Ketua : Kosmas A.Mibtaja,SE
Sekretariat : Damianus Jehamin
Bendahara : Petrus Jehadin

Pengurus PAC Kecamatan
Macang Pacar
Ketua : Petrus Mon, S.Fil
Sekretaris : Siprianus Hadi
Bendahara : IRenius Budiaharjo

Pengurus PAC Kecamatan Welak
Ketua : Adrianus Jehalut , S.Pd
Sekretaris : Sendrianus Latu
Bendahara : Veronika Danus

Pengurus PAC Kecamatan Lembor Selatan :
Ketua : Sebastianus
Sekretaris : Florianus Munawarman
Bendahara : Damasius Jehani

Pengurus PAC Kecamatan Lembor
Ketua ; Frumentinus Bambut SE
Sekretaris : Borgias Fanus
Bendahara : Muslin

Pengurus PAC Kecamatan Sano Nggoang
Ketua ; Romanus Robertus Rabi
Sekretaris : Sisilia Senia
Bendahara : Yohanes Sans

Pengurus PAC Kecamatan Mbeliling
Ketua : Rofinus Din
Sekretaris : Raimundus Rambu
Bendahara : Marselinus Bino

Pengurus PAC Kecamatan Boleng
Ketua : Ferdinandus Jehuru
Sekretaris : Kosmas Jalang
Bendahara : Herkulasi D. Sandri

Pengurus PAC Kecamatan Komodo :
Ketua : Agustinus Jik
Sekretaris : Yosep Fredi Wijaya
Bendahara : Laurensius Sun
*(Robert Perkasa)

Pengurus Ranting dan PAC Ujung Tombak Partai di Akar Rumput

“Jangan hanya butuh mereka pada momen tertentu seperti pemilu atau pilkada. Percuma kita koar-koar di panggung kalau mereka tidak diberdayakan dengan sungguh-sungguh. Bantu mereka dalam hal finansial. Akomodir aspirasi mereka di tingkat ranting dan PAC karena mereka adalah ujung tombak di tingkat akar rumput”, tegas Robert Loymans.

Robert Loymans, Ketua Panitia Pelaksana Musancab V PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat

KOMODOPOS.com-LAVUAN BAJO- Robert Loymans, Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat mengatakan pengurus ranting dan Pengurus anak cabang merupakan ujung tombak Partai di tingkat akar rumput. Karena itu DPP, DPD dan DPC PDI Perjuangan wajib memberdayakan dan mengakomodir aspirasi mereka agar mesin partai berjalan sesuai yang diharapkan.

Robert Loymans mengemukakan hal ini dalam sambutannya di forum Musancab yang digelar di Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, Labuan Bajo, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/2).

“Jangan hanya butuh mereka pada momen tertentu seperti pemilu atau pilkada. Percuma kita koar-koar di panggung kalau mereka tidak diberdayakan dengan sungguh-sungguh. Bantu mereka dalam hal finansial. Akomodir aspirasi mereka di tingkat ranting dan PAC karena mereka adalah ujung tombak di tingkat akar rumput”, tegas Robert Loymans.

Kegiatan Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat yang dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Emilia J. Nomleni itu dihadiri oleh169 Pengurus Ranting dan 12 PAC PDI Perjuangan se-kabupaten Manggarai Barat.

Hadir dalam seremoni Musancab V PDIP “Solid bergerak Menuju Partai Pelopor dan Melahirkan Kepemimpinan Partai yang Ideologis, Tangguh dan Militan Demi Manggarai Barat yang Maju, Tertata dan Sejahtera” Wakil Bupati Manggarai Barat, drh.Maria Geong, P.hD, para Pengurus DPD PDI Perjuangan provinsi NTT, DPC PDI Perjuangan kabupaten Manggarai Barat dan Korwil PDI Perjuangan dari kabuoaten Manggarai Timur dan kabupaten Manggarai.

Turut hadir para undangan pimpinan parpol di Mabar antara lain Ketua Demokrat, Pimpinan partai Gerindra, PPP utusan partai Golkar PKB, PKS dan tamu undangan lainnya.

Usai acara seremoni dilanjutkan dengan Sidang Pleno, Rapat Komisi dan Rapat Formatur dulanjutkan Pelantikan Pengurus 12 PAC terpilih. *(Robert Perkasa)

Berikut Nama-nama pengurus 12 PAC PDI Perjuangan Kabuoaten Manggarai Barat periode 2020-2015 yang direkomendasi dalam forum tersebut melalui Surat Keputusan Nomor 131/IN/DPD-NTT/II/2020 tanggal
24 Pebruari 2020

Pengurus PAC Kecamatan Ndoso
Ketua PAC :
Ketua Anselmus Teo
Sekretaris Romanus Patman
Bendahara Maria G.Tyanti.

Pengurus PAC Kecamatan Kuwus Barat :
Ketua : Kanisius Rindu, And
Sekretaris : Robius Edelson
Bendahara : Aloysius Jadu

Pengurus PAC Kecamatan
Kuwus :
Ketua : Emanuel Mbembok
Sekretaris : Selfianus Harson
Bendahara : Robanus Jehalut

Pengurus PAC Kecamatan
Pacar
Ketua : Kosmas A.Mibtaja,SE
Sekretariat : Damianus Jehamin
Bendahara : Petrus Jehadin

Pengurus PAC Kecamatan
Macang Pacar
Ketua : Petrus Mon, S.Fil
Sekretaris : Siprianus Hadi
Bendahara : IRenius Budiaharjo

Pengurus PAC Kecamatan Welak
Ketua : Adrianus Jehalut , S.Pd
Sekretaris : Sendrianus Latu
Bendahara : Veronika Danus

Pengurus PAC Kecamatan Lembor Selatan :
Ketua : Sebastianus
Sekretaris : Florianus Munawarman
Bendahara : Damasius Jehani

Pengurus PAC Kecamatan Lembor
Ketua ; Frumentinus Bambut SE
Sekretaris : Borgias Fanus
Bendahara : Muslin

Pengurus PAC Kecamatan Sano Nggoang
Ketua ; Romanus Robertus Rabi
Sekretaris : Sisilia Senia
Bendahara : Yohanes Sans

Pengurus PAC Kecamatan Mbeliling
Ketua : Rofinus Din
Sekretaris : Raimundus Rambu
Bendahara : Marselinus Bino

Pengurus PAC Kecamatan Boleng
Ketua : Ferdinandus Jehuru
Sekretaris : Kosmas Jalang
Bendahara : Herkulasi D. Sandri

Pengurus PAC Kecamatan Komodo :
Ketua : Agustinus Jik
Sekretaris : Yosep Fredi Wijaya
Bendahara : Laurensius Sun
*(Robert Perkasa)

Polemik Geothermal, Hotmix ke Danau Sano Nggoang Melambat

“MoU itu sejak tahun 2017 yang lalu. Hanya karena pro kontra proyek geotermal di Wae Sano sehingga pekerjaan jalan ruas Mbuhet – Langgo – Werang – Sano Nggoang oleh PT.SMI terhenti”, ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Oktavianus Andi Bona.

KOMODOPOS.com–LABUAN BAJO–Pemerintah kabupaten Manggarai Barat dengan Manajemen PT.SMI telah menandatangani Memorandum of Underatanding (MoU) atau nota kesepakatan sejak tahun 2017 silam. MoU yang ditandatanga1ni itu terkait pelebaran berikut pekerjaan Hot Rollet Sheet (HRS) /hotmix ruas jalan 1 Mbuhet-Langgo -Werang -Nunang. Itu sebabnya sejak Tahun Anggaran 2017 hingga 2019, pemkab Mabar tidak mengganggarkan dana untuk perbaikan ruas jalan tersebut.

Namun karena polemik kehadiran proyek geothermal Wae Sano mengakibatkan pekerjaan hotmix menuju destinasi danau Sano Nggoang melambat.

“MoU itu sejak tahun 2017 yang lalu. Hanya karena pro kontra proyek geotermal di Wae Sano sehingga pekerjaan jalan ruas Mbuhet – Langgo – Werang – Sano Nggoang oleh PT.SMI terhenti”, ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona

Ia berharap semoga tahun 2020 ini bisa terlaksana. Sebab perbaikan jalan tersebut sangat dibutuhkan karena menghubungkan beberapa destinasi wisata dan ke ibukota kecamatan Sano Nggoang.

“Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, apalagi ruas jalan tersebut menuju obyek wisata air terjun Cunca Lolos, Cunca Rami, danau Sano Nggoang dan juga ke ibu kota kecamatan Sano Nggoang di Werang. Sambil menunggu mereka kerja (PT. SMI-Red) kerja, pelebaran dan perbaikan yang rusak dulu. Setelah peralatan semua sudah di Sano Nggoang baru pembuatan jalan yang permanen”, jelas Ovan Adu.

Danau Sano Nggoang. Foto : Komodopos.com

Terpantau Komodopos.com, kondisi ruas jalan menuju destinasi spot wisata dan ke ibukota kecamatan Sano Nggoang itu kini rusak parah di sejumlah titik. Kerusakkan terparah terjadi di titik memasuki kampung Langgo. Titik kerusakkan yang lainnya terdapat di kampung Rangat dan sebelum memasuki cabang Ndengo, desa Wae Lolos.

Berita media ini sebelumnya, Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat menggelontorkan anggaran
1, 7 M Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020 untuk pekerjaan Hot Rollet Sheet (HRS) /hotmix 1 km ruas jalan Simpang Langgo – Werang,, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. *(Robert Perkasa)

Besok, Musancab V PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat

“Kegiatan Musancab besok akan dihadiri oleh 169 Pengurus Ranting dan 12 PAC PDI Perjuangan se-kabupaten Manggarai Barat. Musancab dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Emilia J. Nomleni”, jelas Robert Loymans.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-“Solid bergerak Menuju Partai Pelopor dan Melahirkan Kepemimpinan Partai yang Ideologis, Tangguh dan Militan Demi Manggarai Barat yang Maju, Tertata dan Sejahtera”. Inilah tajuk Musyawarah Anak Cabang (Musancab) V Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, Kamis (27/2) pukul 09.00 Wita.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, Robert Loymans kepada Komodopos.com menjelaskan, kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh struktur kepengurusan partai berlambang kepala banteng itu mulai dari Pengurus DPD hingga Pengurus Ranting.

“Kegiatan Musancab besok akan dihadiri oleh 169 Pengurus Ranting dan 12 PAC PDI Perjuangan se-kabupaten Manggarai Barat. Musancab dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Emilia J. Nomleni”, jelas Robert Loymans.

Robert menambahkan, agenda Musancab V PDI Perjuangan yaitu pemilihan ketua dan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan untuk 12 kecamatan se- kabupaten Manggarai Barat.

Usai acara seremoni dilanjutkan dengan Sidang Pleno, Rapat Komisi dan Rapat Formatur. *(Robert Perkasa)

Rp 1,7 M Untuk Hotmix Jalan Simpang Langgo -Werang

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat menggelontorkan anggaran Rp
1,7 M Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020 untuk pekerjaan Hot Rollet Sheet (HRS) /hotmix 1 km ruas jalan Simpang Langgo – Werang,, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi Komodopos.com, Rabu (26/2). Ia mengatakan, ruas jalan tersebut langsung dihotmix. Tidak perlu pelebaran lagi karena lebar jalan yang ada sudah maksimal.

Ovan Adu, begitu ia akrab disapa menjelaskan, proses tender paket pekerjaan tersebut telah dimulai pada awal Pebruari dan diumumkan pada akhir Maret 2020 karena
ruas jalan tersebut termasuk dana DAK. Karena itu, proses tendernya dilakukan lebih cepat sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.

Kondisi terkini ruas jalan Simpang Langgo – Werang. Foto : Robert Perkasa, Rabu (26/2/2020)

“Proses lelang sudah mulai awal Pebruari, dan rencananya akhir Maret teken kontrak dan langsung kerja. Kecuali kalau proses lelang tidak ada peminat, maka akan dilaksanakan proses lelang ulang dan waktu sedikit berubah”, jelas Ovan Adu.

Ia menambahkan, pagu anggaran sebesar itu belum nilai kontrak. Pasti penawaran di bawah pagu anggaran tersebut.

“Kontrak pasti di bawah itu nilainya. Sekarang lagi proses lelang”, ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah kabupaten Manggarai Barat telah menandatangani Memorandum of Underatanding (MoU) atau nota kesepakatan terkait pekerjaan ruas jalan Simoang Langgo -Werang-Nunang, kecamatan Sano Nggoang. Itu sebabnya pada TA 2019 Dinas PUPR Kabuapaten Manggarai Barat selalu tidak mengganggarkan dana untuk perbaikan ruas jalan tersebut. disepakat

“MoU itu sejak tahun 2017 yang lalu. Hanya karena pro kontra proyek geotermal di Wae Sano sehingga pekerjaan jalan ruas Mbuhet – Langgo – Werang – Sano Nggoang oleh PT.SMI terhenti”, ujar Ovan Adu.

Ia berharap semoga tahun 2020 ini bisa terlaksana. Sebab perbaikan jalan tersebut sangat dibutuhkan karena menghubungkan beberapa destinasi wisata dan ke ibukota kecamatan Sano Nggoang.

“Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, apalagi ruas jalan tersebut menuju obyek wisata air terjun Cunca Lolos, Cunca Rami, danau Sano Nggoang dan juga ke ibu kota kecamatan Sano Nggoang di Werang. Sambil menunggu mereka kerja (PT. SMI-Red) kerja, pelebaran dan perbaikan yang rusak dulu. Setelah peralatan semua sudah di Sano Nggoang baru pembuatan jalan yang permanen”, jelas Ovan Adu.

Pantauan Komodopos.com di ruas jalan itu, Rabu (26/2) tampak kondisinya rusak parah. Kerusakkan terjadi di titik aebelum masuk kampung Langgo. Titik kerusakkan yang lainnya terdapat di kampung Rangat dan sebelum memasuki cabang Ndengo, desa Wae Lolos. *(Robert Perkasa)

Tubuh Perempuan dalam Pusaran Kapitalisme (Pariwisata)

Aktivitas industri pariwisata tanpa keindahan (kecantikan) itu rasanya absurb. Hanya dalam dan melalui keindahan fisik (obyek wisata), sebuah industri turisme tidak hanya bisa eksis, tetapi berkembang pesat. Karena itu, selain kecantikan alam dan budaya, kecantikan tubuh perempuan juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Oleh : Sil Joni *)

Pandangan Plato terhadap ‘keindahan alamiah’ mungkin terkesan reduktif. Betapa tidak, salah satu filsuf terbesar dalam jaman Yunani kuno itu, menilai bahwa keindahan fisik merupakan mimesis (tiruan) dari keindahan yang lebih tinggi yaitu idea. Itu berarti keindahan termasuk kecantikan lahiriah hanya sebagai ‘pancaran luar’ dari keindahan in absentia itu.

Gagasan Plato ini berimplikasi pada penilaian tentang ‘derajat’ dari keindahan itu sendiri. Bahwasannya seni (yang indah) yang bersumber dari ‘dunia idea’ lebih superior ketimbang seni yang mengandalkan aspek lahiriah semata.

Tubuh Perempuan dan Kecantikan Citra kecantikan umumnya selalu identik dengan ‘tubuh perempuan’. Karena itu, diskursus tentang apa dan siapa yang disebut cantik itu, selalu mengacu pada dimensi kecantikan yang dimiliki oleh seorang perempuan. Pertanyaannya mengapa kita menilai bahwa ‘tubuh tertentu’ itu disebut cantik? Apa ‘kriterum’ yang kita pakai dalam membuat definisi itu?

Tentang apa itu “yang indah, cantik”, sesungguhnya bukan hal yang mudah didefinisikan. Muncul beragam pendapat dalam filsafat estetika, filsafat yang mengkaji tentang apa itu yang “indah”. Pelbagai pendapat itu, dengan agak disimplifikasi, bisa dirangkum dalam dua aliran besar, dua aliran yang menjadi klasifikasi esensial di hampir semua cabang filsafat, yakni mazhab objektivis dan mazhab subjektivis.

Alirah subyektivisme berpandangan bahwa ‘cantik’ itu sangat relatif, tergantung pada mata yang memandang. Kecantikan itu melekat erat pada wilayah inderawi yang bersifat subyektif. Karena itu, cantik tidak bisa ‘diukur, diperlombakan, dan diperdagangkan’. Kita tidak mempunyai ‘baromenter yang obyektif’ untuk menilai mutu kecantikan yang ada pada seseorang.

Sebaliknya, aliran obyektivisme menilai bahwa cantik itu menempel erat pada obyek itu sendiri. Ada “sesuatu” yang cantik sebagaimana adanya dia cantik (“cantik” as it is; “cantik” an sich). Kecantikan ini ada dengan sendirinya bahkan sekalipun tak ada orang yang memandangnya. Dia yang cantik itu pada hakikatnya tetap cantik sekalipun lampu sedang mati dan orang-orang tak bisa melihatnya. Dia cantik bahkan walau semua orang sedunia buta. Adanya mata yang memandang bukanlah prasyarat bagi adanya kecantikan.

Cantik adalah suatu “formedness”, keterbentukan, yang mempunyai ukuran, kadar, rasio. Paras yang cantik bagi kaum objektivis ialah paras yang memiliki struktur bibir, pipi, hidung, mata, dan anggota wajah lain sedemikian rupa sehingga gabungan dari semua itu membentuk sesuatu yang patut disebut “cantik”. Dalam kerangka ini, esensi kecantikan adalah suatu kombinasi, dan karenanya mesti dilihat sebagai sesuatu yang menyeluruh, as a whole, sehingga jika satu saja bagian dari kombinasi itu geser dari proporsi yang semestinya, kecantikannya hilang, atau setidaknya kadar kecantikannya berkurang.

Karena pandangan objektivis yang demikian itu, maka kecantikan bisa dikompetisikan. Ajang pemilihan Putri Indonesia, Miss World, Putri Pariwisata dll merupakan menifestasi dari pemikiran keindahan yang bercorak kuantifikatif tersebut.

Selain itu, kecantikan bisa juga dikomersilkan, sehingga muncul bisnis kecantik. Pada lingkungan yang tergila-gila dengan kecantikan, bisnis make-up dan asesoris pakaian tumbuh subur. Paradigma keterukuran (measurability) kecantikan sebagai sesuatu yang objektif, yang merembesi lingkungan materialis, kadang sampai merasuk ke ruang publik di mana ‘kecantikan fisik’ menjadi salah satu kriteria untuk bekerja pada satu instansi atau perusahaan.

Dalam Cengkraman ‘Kapitalime (Pariwisata) 39 finalis ‘ajang Putri Indonesia’ sudah mengikuti masa ‘pra-karantina’ di Labuan Bajo. Mengapa mesti Labuan Bajo? Jawabannya jelas, Labuan Bajo merupakan ‘the new Bali’, destinasi wisata super premium. Jika selama ini, kontes kecantikan semacam itu lebih memilih Bali sebagai tempat ‘relax dan rekreasi’, maka sebagai ‘Bali Baru’ tentu pemerintah dan pihak sponsor coba ‘merancang strategi pemasaran wisata Labuan Bajo dengan cara yang lebih memikat, seperti ‘mendatangkan’ para finalis kontes Putri Indonesia itu.

Aktivitas industri pariwisata tanpa keindahan (kecantikan) itu rasanya absurb. Hanya dalam dan melalui keindahan fisik (obyek wisata), sebuah industri turisme tidak hanya bisa eksis, tetapi berkembang pesat. Karena itu, selain kecantikan alam dan budaya, kecantikan tubuh perempuan juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Para pengusaha (kapitalis) dalam bidang pariwisata tentu dengan kreatif membaca peluang pasar semacam itu. Para perempuan yang berpenampilan menarik, cantik, dan seksi direkruit untuk bekerja di berbagai sektor jasa yang berhubungan dengan kegiatan kepariwisataan.

Kecantikan perempuan ditakar dari sisi kepentingan para kapitalis itu. Tentu, mereka memiliki ‘alat ukur’ spesifik perihal kecantikan yang mesti dipunyai ketika seorang perempuan bekerja di perusahaan mereka. Itu berarti dimensi kecantikan itu sangat bergantung pada ‘kaca mata’ yang dipakai oleh para pebisnis pariwisata.

Sadar atau tidak, kita sedang digiring untuk mengikuti ‘imaji kecantikan’ yang diinginkan oleh pasar pariwisata. Sebuah ‘mitos kecantikan sempurna’ ala logika kapitalisme, sedang mengepung aula kognisi kita hari-hari ini.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik. Tinggal di Labuan Bajo.