
KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Benteng, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat meminta pemerintah desa untuk menyiapkan mobil ambulance desa. Jarak tempuh puluhan kilometer dari desa Golo Mori, desa Warloka dan desa Tiwu Nampar menuju Puskesmas Benteng menjadi penyebab ibu-ibu hamil di desa-desa tersebut enggan melahirkan di fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah. Menurut data yang ada di Puskesmas Benteng, persoalan persalinan di fasilitas kesehatan masih sangat rendah terjadi di desa-desa tersebut.
Permintaan tersebut menjadi salah satu point penting kesepatan bersama pemerintah dan masyarakat desa Golo Mori dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Benteng ketika menggelar kegiatan Survey Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Mufakat Desa (MMD) di kantor desa Golo Mori, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/2).
Hadir mengikuti kegiatan tersebut pemerintah dan masyarakat deaa Golo Mori. Hadir pula sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Benteng, Yuliana Yuyun, Florianus Yansi, Fransiskus Ngandeng, Muhamad Mardin dan Gregorius Sufani.

Kepala Puskesmas Benteng, Valentine Hibur, S.Kep mengungkapkan hal itu kepada Komodopos.com via Whatsapp usai mengikuti kegiatan tersebut, Kamis malam (20/2). Ia menjelaskan tujuan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk bersama-sama pemerintan dan masyarakat desa Golo Mori mencari solusi terkait berbagai persoalan yang terjadi di desa itu.
“Berdasarkan data yang ada di Puskesmas Benteng, berbagai persoalan seperti persalinan di fasilitas kesehatan masih rendah. Pencapaian program Sanutasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) masih rendah. Sarana air bersih belum memadai. Banyak warga yang belum memiliki Kartu JKN dan KB serta masalah konsumsi rokok yang tinggi terjadi di desa Golo Mori”, jelas Valentinus.
Dari kegiatan tersebut menghasilkan sedikitnya tujuh point kesepakatan. Pertama, bagi anggota keluarga yang merokok tidak boleh merokok di dalam rumah, di depan ibu hamil, di depan bayi atau anak-anak juga di tempat unum.
Kedua, pemerentah desa dan petugas kesehatan akan mendata ulang keluarga yang tidak memiliki jamban.
Ketiga. bagi keluarga yang belum memiliki jamban akan dibangun/diselesaikan selambat-lambatnya pada bulan Desember 2020.
Keempat, pemerintah desa menyiapkan ambulance desa.
Kelima, suami dan keluarga wajib mendampingi ibu hamil untuk mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil dan USG ke dokter.
Keenam, pemerentah desa siap melayani SKTM bagi ibu hamil yang tidak memiliki JKN.
Ketujuh, masyarakat bersepakat untuk menyiapkan sarana CTPS, tempat sampah di rumah masing-masing dan menggali lubang pembuangan ahkir sampah.

Sebelumnya, Senin (10/2)
Puskesmas Benteng juga menggelar kegiatan lokakarya mini lintas sektoral di Kantor Puskesmas Benteng, desa Golo Pongkor. Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Sekcam Komodo, Yohanes R.Gampur, utusan Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Barat, Maria I.S.Astuti Rodriques, fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM tingkat kabupaten dan utusan BKBN,
Peserta yang hadir dalam Lokakarta ini para kader Posyandu, Ketua Desa Siaga, 7 kepala desa wilayah kerja Puskesmas Benteng, yakni kepala desa Golo Mori, desa Warloka, desa Tiwu Nampar, desa Golo Pongkor, desa Pantar, desa Compang Longgo dan desa Macang Tanggar, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para kepala sekolah di wilayah kerja Puskesmas Benteng.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Benteng, Valentinus Hibur, Amd.Kep menjelaskan kegiataan lokarkarya triwulan I digelar untuk membahas berbagai program kerja Puskesmas Benteng untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Ia menambahkan, lokakarya ini juga diselenggarakan guna mendapatkan masukan, usul saran daripada pihak terkait supaya dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada. Ia menyebut contoh kesehatan ibu hamil dan anak-anak balita.
“Kita ingin membangun kerja sama lintas sektoral demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Benteng”, ujar Valens.

Valens juga mengajak para ibu hamil di wilayah kerjanya agar mereka melahirkan di fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Kami sangat mengharapkan komitmen pemerintah desa untuk menyediakan mobil ambulance desa agar para pasien cepat tertolong mengingat kondisi geografis wilayah selatan kecamatan Komodo. Masih ada beberapa desa yang sulit dijangkau kendaraan, terutama saat musim hujan”, terang Valens.
Dijelaskan pula, Puskesmas Benteng membangun kerjasama dengan pemerintah desa dan sejumlah pengusaha di tingkat desa, khususnya yang memiliki armada angkutan pedesaan di desa masing-masing supaya dapat membantu ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan di fasilitas kesehatan yang tersedia.
*(Robert Perkasa)





















