Dinas PUPR dan BPBD Manggarai Barat meninjau lokasi bencana longsor, Senin (6/1/2020). Foto : Dok. Dinas PUPR MabarKOMODOPOS.com–LABUAN BAJO–Sejumlah ruas jalan kabupaten maupun jalan provinsi di wilayah kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur rusak parah terpapar bencana longsor buntut dari cuaca ekstrem Intensitas hujan lebat disertai angin kencang menghantam kabupaten pariwisata di ujung barat pulau Flores Itu awal pekan pertama Januari 2020. Bukan cuma itu. Lahan pertanian warga setempat ada yang terendam material longsor. Sejumlah rumah warga hingga tempat ibadah (Gereja) juga ada yang rusak parah diterjang angin puting beliung. Kendati demikian, pemkab Mabar sejauh ini belum menetapkan wilayah itu berstatus darurat bencana.Dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Kamis (9/1/2020), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan enggan memberi tanggapan lebih jauh terkait penanganan dampak bencana alam yang terjadi. Ia beralasan, BPBD Mabar belum menghitung dampak ekonomi, karena status bencana belum ditetapkan.
“Maaf, saya belum memberikan tanggapan. Saya sudah pulang dari lokasi kejadian kemarin pagi. Pukul 13.00 baru tiba di Labuan Bajo. Kejadian yang dilaporkan, kami sudah cek dan benar adanya. Kami belum menghitung dampak ekonomi, karena harus ditetapkan status bencananya. Kejadian bencana hydrometeorologi, sejauh ini puji Tuhan belum ada laporan korban jiwa”, tutur Domi Hawan.Belum ada jalan yang putus total
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Mabar, Ir. Oktavianus Andi Bona kepada Komodopos.com via Whatsapp, Rabu malam (8/1/2020) menjelaskan hasil pantauan langsung di lapangan. Ia menerangkan, sejumlah ruas jalan yang rusak parah terpapar bencana longsor antara lain terjadi di kecamatan Kuwus, kecamatan Ndoso dan kecamatan Boleng.Ovan Adu menambahkan, arus transportasi kendaraan di sejumlah titik longsor itu masih berjalan. Belum ada ruas jalan yang putus total. Infrastruktur jembatan yang tersebar di wilayah kabupaten Mabar juga dalam kondisi aman.Hasil pantauan Dinas PUPR Mabar di lokasi longsor menunjukkan, arus transportasi di titik-titik longsor itu masih dapat dilalui kendaraan roda 4 dan roda 2. Sementara itu, kondisi infrastruktur jembatan yang tersebar di kabupaten Manggarai Barat masih aman.”Untuk sementara ternyata belum ada jalan yang putus total. Semua lokasi yang terpapar longsor masih bisa dilewati walau pas untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 saja. Infrastruktur jembatan dalam kondisi aman”, terang Ovan Adu.
Lebih rinci Ia menyebutkan, titik-titik longsor yang terjadi di kecamatan Kuwus, terdapat di desa Suka Kiong, desa Compang Suka, desa Coal dan desa Golo Ru’u. Longsor di kecamatan Ndoso terjadi di ruas jalan Dahang – Tentang – Siri Mese, tepatnya di kampung Kubur dan ruas Kasong-Raka. Di kecamatan Boleng terjadi di ruas jalan Kaca-Repes.
Sementara itu Jalan Provinsi juga mengalami longsor di beberapa segmen antara Lando – Golo Welu.Ditanya soal penanganan lebih lanjut di titik-titik longsor, Ovan Adu menjelaskan, Dinas PUPR bersama BPBD Mabar masih menghimpun data,secara keseluruhan kemudian menggelar rapat dengan BPBD untuk menghitung besaran dana. Setelah itu baru melakukan penanganan.”Harus didata secara keseluruhan, Mungkin masih ada lagi bencana baru atau susulan sehingga dapat terhitung semua. Sebab pembiayaan untuk penanggulangan bencana menjadi kewenangan atau tupoksi BPBD, DInas PUPR menjadi eksekutor di lapangan. Begitu mekanismenya”, jawab Ovan Adu.
Berita Komodopos.com Senin (6/1/2020) kemarin, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bersama tim terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar, camat dan lurah/kepala desa turun meninjau langsung ke sejumlah lokasi longsor yang terjadi di wilayah itu.Bupati Mabar imbau buka
posko tanggap darurat bencanaMengantisipasi cuaca ekstrem yang belum normal dan berbagai resiko yang ditimbulkannya, Bupati Mabar, Drs. Agustinus Ch. Dula meminta instansi teknis terkait unruk membuka posko tanggap darurat bencana dan bersiaga 1 X 24 Jam serta memastikan bantuan tanggap darurat bencana telah dipersiapkan secara baik dan memadai guna merespons setiap laporan dari lokasi bencana alam. Himbauan resmi Bupati Mabar, itu disampaikan melalui surat BPBD Nomor 360/338/1/2020, tanggal 4 Januari 2020.Bupati Gusti Dula juga mengisntruksikan jajaran pemerintah Kecamatan, kelurahan dan pemerintah desa untuk menghimbau RW dan RT masing-masing untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihan lingkungan bersama warga, terutama untuk membersihkan drainase dan selokan agar tidak tersumbat dan menyebabkan genangan air dan banjir.Dalam surat itu, Bupati Gusti Dula juga meminta warganya yang bermukim di sekitar area bencana untuk senantiasa waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrim berupa curah hujan dengan intensitas lebat serta angin kencang seturut update informasi BMKG dapat terjadi di wilayah NTT pada awal bulan Januari 2020. *(Robert Perkasa)
____________Titik-titik bencana alam (Longsor dan angin kencang) dan data korban terdampak bencana yang dihimpun Komodopos.com per Januari 2020 :
Titik Longsor ;1. Kecamatan Kuwus, terdapat di desa Suka Kiong, desa Compang Suka, desa Coal dan desa Golo Ru’u.
(Sumber : Dinas PUPR Mabar)2. Kecamatan Ndoso terjadi di ruas jalan Dahang – Tentang – Siri Mese, tepatnya di kampung Kubur dan ruas Kasong-Raka. (Sumber : Dinas PUPR Mabar).3. Di ruas jalan Lewur menuju dusun Bangka, desa Lewur, kecamatan Ndoso ((Sumber : Laporan warga)4. Di kecamatan Boleng terjadi di ruas jalan Kaca-Repes. ((Sumber : Dinas PUPR Mabar)4. Ruas jalan Provinsi longsor terjadi di beberapa segmen antara Lando – Golo Welu. (Sumber : Dinas PUPR Mabar)Korban bencana angin kencang/Puting beliung :
1. Kecamatan Sano Nggoang ; 3 unit rumah warga kampung Pinggong, desa Golo Ndaring, rusak berat diterjang angin kencang. Kejadian Minggu (5/1/2020). Rumah milik Alfonsius Suharmin, Viktor Kehadiran Lorensius Sudin. (Sumber Komodopos.com)
2. Sekitar Satu hektar kebun Cengkeh milik Matias Geo, Goris Ganggur dan Melania Anut, Warga Desa Benteng Suru Kecamatan Kuwus terpapar bencana longsor. lokasi kejadian ; Wae Teno yang terletak antara dusun Pata dan Lasang. Selain itu tanaman komodoti Vanili yang siap dipanen juga tertimpa longsor dan sejumlah sawah yang sudah ditanami padi juga tertimbun longsor.
(Sumber ; Kominfo Mabar, Selasa, 7/1/2020)
3. 4 unit rumah warga desa Temgku, kecamatan Kuwus Barat terdampak longsor yang terjadi Minggu (5/1/2020). Rumah warga yang tertimpa longsor yakni Primus Taur, Theodorus Jui dan Kletus di Dusun Borong. serta Yohanes Bosko dan Lorensius Jehadun di Dusun Monsok.(Sumber ; Kominfo Mabar, Selasa, 7/1/2020)

4. Di kecamatan Boleng, satu unit Gereja Katolik roboh terdampak angin kencang yang terjadi Sabtu petang (4/1/2020)
(Sumber ; Kominfo Mabar, Selasa, 7/1/2020) *(Robert Perkasa)













































