
KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Bantaran jembatan tergenang banjir yang meluap dari sungai Wae Weter 1 akibat saluran pembuangan tersumbat material lumpur serta beraneka jenis sampah. Debit air genangan makin parah ketika air hujan limpahan dan sedimen lumpur dari drainase jalan yang semrawut juga menggerus bantaran jembatan itu hingga menyerupai danau kecil. Kondisi ini terjadi sejak Sabtu (4/1/2020) kemarin hingga hari ini Minggu (5/1) akibat intensitas hujan tinggi sepanjang dua hari terakhir.
Jembatan yang terletak di gerbang ibukota kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu merupakan fasilitas publik vital menuju destinasi pariwisata Danau Sano Nggoang dan beberapa desa penyangga di sekitarnya.
Memperbaiki pemandangan yang “moncoreng” citra ibukota kecamatan Sano Nggoang, Camat Siprianus Silfris segera bertindak cepat turun ke sungai Wae Weter.
Minggu (5/1) petang tadi, Camat Siprianus Silfris bersama sejumlah warga setempat menggelar aksi gotong royong memperbaiki saluran drainase yang tersumbat di lokasi tersebut. Diguyur hujan lebat saat aksi tersebut, Camat muda ini tampak bermantel plastik warna merah apa adanya,

“Alhasil, aksi gotong royong yang berlangsung sekira 3 jam itu, genangan air di bantaran jembatan itu pun surut. Beraneka jenis sampah bawaan banjir yang menyumbat gorong-gorong jembatan dan saluran pembuangan dibersihkan agar air bah mengalir teratur pada salurannya”, terang Camat Siprianus Silfris saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Minggu (5/1) perang tadi.
Berita Komodopos.com sebelumnya, pemerintah kecamatan Sano Nggoang perintahkan para Kepala Desa di wilayahnya untuk melakukan pemantauan di setiap tempat atau kawasan yang berpotensi menimbulkan bencana alam di wilayah desa masing-masing. Apabila terjadi bencana alam, segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Camat Sano Nggoang.
Camat Siprianus Silfris dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Sabtu (4/1) malam terkait cuaca ekstrim intensitas hujan tinggi dan angin kencang berikut musibah yang menimpa warganya di kecamatan tersebut.
“Pemberitahuan kepada seluruh kades se-kec. Sano Nggoang untuk sigap dalam pemantauan dan pendektesian dini akan bencana alam. Dan bila itu terjadi untuk segera melaporkan dan dikoordinasikan kepada Camat dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut”, tegas Camat Siprianus.
Ia juga mengimbau para Kades di kecamatan Sano Nggoang untuk selalu berada di tempat dan menggiatkan kerja gotong royong bersama warga bilamana terjadi bencana.
“Kita harus selalu berada di tempat dan lakukan tindakan gotong rotong bilamana ada bencana”, imbau Camat Siprianus.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menegaskan pihaknya senantiasa siaga merespon kejadian yang menimpa warga di kabupaten Mabar.
Ia dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Sabtu (4/1/2020) malam terkait cuaca ekstrim dan beberapa musibah yang terjadi di berbagai wilayah di kabupaten Manggarai Barat.
“Menghadapi cuaca ekstrim, kita selalu siaga merespon kejadian yang menimpa warga di kabupaten Mabar. Setiap kejadian yang dilaporkan warga, kami segera mengecek ke lapangan. Kejadian sejak kemarin tanggla 1 Januari, dimana pohon-pohon tumbang di sekitar Labuan Bajo, segera bersama warga dan pemerintah desa, pihak kepolisian dan TNI melakukan pembersihan dan menyingkirkan kayu yang tumbang”, tegas Dominikus Hawan.
Ia kemudian mengimbau warga untuk giat bergotong royong membantu sesama warga yang lain apabila tertimpa musibah bencana alam.
“Jadi kami mendorong warga untuk secara gotong royong membantu apabila ada rumah atau gedung sekolah yang tertimpa pohon tumbang”, imbaunya.
*(Robert Perkasa)
































