Bantaran Jembatan Wae Weter 1 Tergenang Air, Camat Sano Nggoang Turun ke Sungai

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Bantaran jembatan tergenang banjir yang meluap dari sungai Wae Weter 1 akibat saluran pembuangan tersumbat material lumpur serta beraneka jenis sampah. Debit air genangan makin parah ketika air hujan limpahan dan sedimen lumpur dari drainase jalan yang semrawut juga menggerus bantaran jembatan itu hingga menyerupai danau kecil. Kondisi ini terjadi sejak Sabtu (4/1/2020) kemarin hingga hari ini Minggu (5/1) akibat intensitas hujan tinggi sepanjang dua hari terakhir.

Jembatan yang terletak di gerbang ibukota kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu merupakan fasilitas publik vital menuju destinasi pariwisata Danau Sano Nggoang dan beberapa desa penyangga di sekitarnya.

Memperbaiki pemandangan yang “moncoreng” citra ibukota kecamatan Sano Nggoang, Camat Siprianus Silfris segera bertindak cepat turun ke sungai Wae Weter.
Minggu (5/1) petang tadi, Camat Siprianus Silfris bersama sejumlah warga setempat menggelar aksi gotong royong memperbaiki saluran drainase yang tersumbat di lokasi tersebut. Diguyur hujan lebat saat aksi tersebut, Camat muda ini tampak bermantel plastik warna merah apa adanya,

“Alhasil, aksi gotong royong yang berlangsung sekira 3 jam itu, genangan air di bantaran jembatan itu pun surut. Beraneka jenis sampah bawaan banjir yang menyumbat gorong-gorong jembatan dan saluran pembuangan dibersihkan agar air bah mengalir teratur pada salurannya”, terang Camat Siprianus Silfris saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Minggu (5/1) perang tadi.

Berita Komodopos.com sebelumnya, pemerintah kecamatan Sano Nggoang perintahkan para Kepala Desa di wilayahnya untuk melakukan pemantauan di setiap tempat atau kawasan yang berpotensi menimbulkan bencana alam di wilayah desa masing-masing. Apabila terjadi bencana alam, segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Camat Sano Nggoang.

Camat Siprianus Silfris dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Sabtu (4/1) malam terkait cuaca ekstrim intensitas hujan tinggi dan angin kencang berikut musibah yang menimpa warganya di kecamatan tersebut.

“Pemberitahuan kepada seluruh kades se-kec. Sano Nggoang untuk sigap dalam pemantauan dan pendektesian dini akan bencana alam. Dan bila itu terjadi untuk segera melaporkan dan dikoordinasikan kepada Camat dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut”, tegas Camat Siprianus.

Ia juga mengimbau para Kades di kecamatan Sano Nggoang untuk selalu berada di tempat dan menggiatkan kerja gotong royong bersama warga bilamana terjadi bencana.

“Kita harus selalu berada di tempat dan lakukan tindakan gotong rotong bilamana ada bencana”, imbau Camat Siprianus.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menegaskan pihaknya senantiasa siaga merespon kejadian yang menimpa warga di kabupaten Mabar.

Ia dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Sabtu (4/1/2020) malam terkait cuaca ekstrim dan beberapa musibah yang terjadi di berbagai wilayah di kabupaten Manggarai Barat.

“Menghadapi cuaca ekstrim, kita selalu siaga merespon kejadian yang menimpa warga di kabupaten Mabar. Setiap kejadian yang dilaporkan warga, kami segera mengecek ke lapangan. Kejadian sejak kemarin tanggla 1 Januari, dimana pohon-pohon tumbang di sekitar Labuan Bajo, segera bersama warga dan pemerintah desa, pihak kepolisian dan TNI melakukan pembersihan dan menyingkirkan kayu yang tumbang”, tegas Dominikus Hawan.

Ia kemudian mengimbau warga untuk giat bergotong royong membantu sesama warga yang lain apabila tertimpa musibah bencana alam.

“Jadi kami mendorong warga untuk secara gotong royong membantu apabila ada rumah atau gedung sekolah yang tertimpa pohon tumbang”, imbaunya.
*(Robert Perkasa)

Camat Sano Nggoang : Kondisi Jembatan Wae Weter Normal

Foto : Camat Sano Nggoang

Gambar diambil Sabtu (4/1) malam ini pukul 22.48 Wita

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris menegaskan, kondisi jembatan Wae Weter 2 yang berada di ruas jalan Werang-Paku dalam kondisi normal. Demikian juga jembatan Wae Weter 1 sebelum memasuki Werang dalam keadaan aman.

Camat Siprianus menegaskan hal itu setelah ia meninjau langsung ke lokasi kedua jembatan tersebut, Sabtu (4/1) malam ini sekitar pukul 22.48 Wita.

“Saya dan beberapa warga baru pulang dari lokasi kedua jembatan Wae Weter 1 dan jembatan Wae Weter 2. Kondisi kedua jembatan ini baik adanya. Saya tegaskan bahwa kabar tentang jembatan Wae Weter yang ambruk karena banjir yang sedang beredar di media sosial, itu tidak benar”, tegas Camat Siprianus ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Sabtu (4/1) malam ini.

Untuk diketahui, sebuah status yang diunggah oleh akun facebook yang bernama “Syaiful Nak Mabar”
telah beredar luas di media sosial di grup ‘Demokrasi Mabar’ menyebutkan bahwa jembatan Wae Weter di Werang, kecamatan Sano Nggoang rusak parah.

Status tersebut disertai foto yang menggambarkan kerusakkan jembatan tersebut. Status tersebut kontan mendapat beragam komentar dari netizen. *(Robert Perkasa)

Camat Sano Nggoang Perintahkan Para Kades Pantau Lokasi yang Berpotensi Bencana Alam

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Pemerintah kecamatan Sano Nggoang perintahkan para Kepala Desa yang ada di wilayahnya untuk melakukan pemantauan serta pendeteksian dini setiap tempat atau kawasan yang berpotensi menimbulkan bencana alam di wilayah desa masing-masing. Dan apabila terjadi bencana alam, segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Camat Sano Nggoang.

Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris menegaskan hal itu tatkala dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya, Sabtu (4/1) malam terkait cuaca ekstrim intensitas hujan tinggi dan angin kencang berikut musibah yang menimpa warganya di kecamatan tersebut.

“Pemberitahuan kepada seluruh kades se-kec. Sano Nggoang untuk sigap dalam pemantauan dan pendektesian dini akan bencana alam. Dan bila itu terjadi untuk segera melaporkan dan dikoordinasikan kepada Camat dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut”, tegas Camat Siprianus.

Ia juga mengimbau para Kades di kecamatan Sano Nggoang untuk selalu berada di tempat dan menggiatkan kerja gotong royong bersama warga bilamana terjadi bencana.

“Kita harus selalu berada di tempat dan lakukan tindakan gotong rotong bilamana ada bencana”, imbau Camat Siprianus.

Berita Komodopos.com sebelumnya sebelumnya, dalam waktu berbeda di tempat yang sama, angin kencang disertai hujan deras mengamuk lalu merobohkan sedikitnya 3 unit rumah warga kampung Pinggong, desa Golo Ndaring, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/1) petang ini.

Pada pukul 16.30 Wita, angin ribut menerjang rumah Lorens Sudin. Sebagian atap rumahnya melayang terbawa angin.

Satu jam kemudian, sekitar pukul 17.30 wita giliran dapur serta gang rumah milik Alfonsius Suharmin dan Viktor Jehadu roboh tertimpa pohon kayu Sita yang tumbang diterjang angin ribut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Yohanes Buana menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun seluruh kerangka bangunan hancur total.

“Angin ribut kembali mengamuk lantas menerjang sebuah pohon kayu Sita yang tumbuh di pekarangan rumah warga. Pohon tersebut kemudian tumbang menerpa dapur serta gang rumah milik Alfons dan Viktor yang jaraknya berdekatan. Hancur total”, ujar Yohanes Buana ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya.

Terkait musibah tersebut, Camat Sano Nggoang membenarkan adanya kekafian yang menimpa warga kampung Pinggong. Berdasarkan laporan warga yang diterimanya , ada 2 unit rumah warga yang rusak parah tertimpa pohon yang tumbang.

“Barusan di Pinggong, 2 rumah penduduk tertimpa pohon kayu. Ini laporan dari warga”, ujar Camat Siprianus. *(Robert Perkasa)

BPBD Manggarai Barat Siaga Merespon Laporan Bencana Alam

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur selalu siaga merespon setiap laporan kejadian bencana alam yang menimpa warga di wilayah itu.

Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalu Whatsapp, Sabtu (4/1/2020) malam terkait cuaca ekstrim dan beberapa musibah yang terjadi di berbagai wilayah di kabupaten Manggarai Barat.

“Menghadapi cuaca ekstrim, kita selalu siaga merespon kejadian yang menimpa warga di kabupaten Mabar. Setiap kejadian yang dilaporkan warga, kami segera mengecek ke lapangan. Kejadian sejak kemarin tanggla 1 Januari, dimana pohon-pohon tumbang di sekitar Labuan Bajo, segera bersama warga dan pemerintah desa, pihak kepolisian dan TNI melakukan pembersihan dan menyingkirkan kayu yang tumbang”, tegas Dominikus Hawan.

Ia menambahkan, BPBD Mabar senantiasa mengimbau warga untuk giat bergotong royong membantu sesama warga yang lain apabila tertimpa musibah bencana alam.

“Jadi kami mendorong warga untuk secara gotong royong membantu apabila ada rumah atau gedung sekolah yang tertimpa pohon tumbang”, imbaunya.

Berita Komodopos.com sebelumnya, cuaca ekstrim curah hujan tinggi, kabut tebal dan angin kencang yang melanda wilayah kabuoaten Manggarai di awal Tahun 2020 telah mengakibatkan banjir serta merusakkan sejumlah rumah warga dan fasilitas publik lainnya di beberapa tempat.

Benerapa musibah yang terjadi antara lain, ruas jalan Werang-Paku di kecamatan Sano Nggoang yang lumpuh total karena banjir dan 3 unit rumah warga kampung Pinggong, desa Golo Ndaring serta gedung SDK Roe di kecamatan Mbeliling yang rusak parah tertimpa pohon yang tumbang pada Sabtu (4/1/2020). * (Robert Perkasa)

Breaking News : Angin Ribut, 3 Rumah di Pinggong Porakporanda

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Dalam waktu berbeda di tempat yang sama, angin kencang disertai hujan deras mengamuk lalu merobohkan sedikitnya 3 unit rumah warga kampung Pinggong, desa Golo Ndaring, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/1) petang ini.

Pada pukul 16.30 Wita, angin ribut menerjang rumah Lorens Sudin. Sebagian atap rumahnya melayang terbawa angin.

Satu jam kemudian, sekitar pukul 17.30 wita giliran dapur serta gang rumah milik Alfonsius Suharmin dan Viktor Jehadu roboh tertimpa pohon kayu Sita yang tumbang diterjang angin ribut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Yohanes Buana menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun seluruh kerangka bangunan hancur total.

“Angin ribut kembali mengamuk lantas menerjang sebuah pohon kayu Sita yang tumbuh di pekarangan rumah warga. Pohon tersebut kemudian tumbang menerpa dapur serta gang rumah milik Alfons dan Viktor yang jaraknya berdekatan. Hancur total”, ujar Yohanes Buana ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya. *(Robert Perkasa)

Breaking News : Gedung SDK Roe Rusak Parah Tertimpa Pohon Tumbang

KOMODOPOS.com-MBELILING-Gedung Sekilah Dasar Katolik (SDK) Roe, desa Cunca Lolos, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur rusak parah. Salah satu ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) gedung yang baru dibangun setahun lalu itu hancur berantakan akibat tertimpa pohon kemiri yang tumbang lantaran angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah itu, Sabtu (4/1) sekira pukul 14.30 Wita petang.

Sesaat kejadian, Kepala SDK Roe, Katarina Selina dan guru Senior Blasius Midun beserta beberapa pengurus Komite Sekolah dan beberapa tokoh masyarakat setempat menyambangi lokasi kejadian menyelamatkan buku-buku pelajaran dan barang penting lainnya yang berada di gedung naas itu.

Ketua Komite SDK Roe, Ferdinand Hamin ketika dikonfirmasi Komodopos.com sesaat kejadian menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kendati demikian, Ferdinand Hamin menyebutkan kerugian material akibat kejadian ini antara lain atap gedung hancur, rangka atap, plafon gedung rusak parah dan kaca jendela 1 daun pecah berkeping-keping.

“Hujan lebat yang disertai aangin kencang sejak Jumat kemarin hingga sepanjang hari ini, Sabtu (4/1). Pohon kemiri yang ada di kebun belakang sekolah tumbang lalu menimpa gedung baru yang berusia 1 tahun. Gedung ini bisa dibangun berkat bantuan Yayasan Hati Gembira Jakarta dan diresmikan penggunaannya tanggal 30 Maret 2019 yang lalu. Pohon kemiri di kebun sekolah yang jaraknya sekitar 15 meter di belakang gedung sekolah tumbang diterpa angin kencang yang terjadi sejak Jumat kemarin hingga sepanjang hari ini, Sabtu (4/1)”, tutur Ferdinand Hamin.

Ferdy menambahkan, kejadian ini murni bencana alam. Pihak Komite Sekolah akan segera membuat laporan bencana alam ke pihak terkait.

“Langkah antisipasi hari ini, kita pindahkan buku pelajaran yang ada di ruangan dan bersepakat untuk menebang pohon kemiri yang masih berdiri agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Hari Senin (6/1) sudah mulai KBM. Kami pastikan aktivitas KBM berjalan aman dan nyaman. Kami segera memanggil pemilik gergaji rantai untuk menebang pohon kemiri yang tersisa. Besok hari Minggu akan diumumkan di mimbar Gereja”, tandas Ferdy.

Tentang pohon kemiri yang tumbang, Ferdinand Hamin menegaskan, sejak awal alam sudah memberi isyarat agar beberapa pohon kemiri yang ada di belakang sekolah untuk segera ditebang.

Kepala SDK Roe, Katarina Selina hingga berita ini dihimpun belum dapat dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp. *(Robert Perkasa)

Dihadang Banjir, Pengunjung Pasar Werang Terdampar di Parek dan Watu Panggal

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Banjir besar yang meluap dari kali Wae Parek di desa Sano Nggoang dan kali Wae Jereng di desa Watu Panggal, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan pengunjung pasar dan sejumlah moda angkutan yang mengangkut warga 4 desa, yakni dari desa Golo Sengang, Golo Manting dan desa Sano Nggoang yang hendak ke pasar Werang ibu kota kecamatan Sano Nggoang, Sabtu (4/1) Pagi ini dilaporkan terdampar di kampung Parek, desa Sano Nggoang dan kampung Daleng dan Tenda, desa Watu Panggal.

Intensitas curah hujan tinggi sejak Jumat (3/1) kemarin hingga berita ini ditayangkan mengakibatkan arus lalulintas penumpang dan barang di ruas jalan Werang-Paku kecamatan Sano Nggoang lumpuh total.

Fredy Ampung, warga kampung Parek menjelaskan hal itu saat dikonfirmasi Komodopos.com, Sabtu (4/1) pagi ini melalui handphone seluler. Dia jelaskan, pengaruh curah hujan yang lebat sejak semalaman sampai saat ini mengakibatkan kali Wae Parek meluap hingga ke badan jalan.

“Banjir besar untuk saat ini mengakibatkan warga dari beberapa desa yang hendak ke pasar Werang terpaksa tertahan di kampung Parek. Potensi banjir makin lebih besar lagi karena hujan tak kunjung reda. Warga dari desa tetangga terpaksa terdampar di Parek menunggu arus banjir surut. Itu pun kalau tidak ada hujan lagi”, ujar Fredy Ampung.

Kondisi serupa dialami oleh warga kampung Daleng dan Tenda, desa Watu Panggal, kecamatan Sano Nggoang. Warga di dua kampung ini gagal pergi ke pasar Werang, Sabtu (4/1) pagi ini karena dihadang banjir yang meledak di kali Wae Jereng.

Berita Komodopos.com sebelumnya, intensitas hujan tinggi di kawasan itu mengakibatkan arus transportasi jalur Werang menuju wilayah Paku dan sekitarnya lumpuh total. Kondisi terparah terjadi karena infrastruktur jembatan Wae Jereng belum dibangun. Saat musim penghujan tiba, banjir besar yang meluap dari kali tersebut mengganggu kelancaran arus transportasi ke wilayah itu. Sejumlah moda angkutan pedesaan terpaksa mengantri berjam-jam lamanya di lokasi tersebut menunggu air surut.

Kamis pagi (2/1/2020), Tokoh masyarakat, Emanuel Selamat kepada Komodopos.com melalui handphone selulernya menuturkan, kemacetan terjadi sejak Rabu petang 1 Januari 2020 sampai pagi ini, Kamis, 2 Januari 2020.

“Kendaraan umum dan kendaraan pribadi masyarakat bersama penumpang jalur Werang menuju lembah Paku PP dihadang oleh Wae Jereng,, kali dekat kampung Tenda desa Wàtu Panggal” ujar Eman Selamat.

Eman menambahkan, masyarakat di wilayah itu kerap kali dibohongi oleh mulut manis sejumlah anggota DPRD Manggarai Barat terkait penyebaran informasi pembangunan jembatan Wae Jereng.

“Banyak yang merasa dibohongi DPRD Mabar yang telah memberikan informasi pasti ketika konsolidasi menuju Pileg 2019. Bahwa pada paruh 2 tahun 2019 deuker Wae Jereng akan selesai dibangun. Hanya dibangun deucker karena kalinya tak layak dibangun jembatan. Walaupun menurut mata awam Wae Jereng mestinya dibangun jembatan akan tetapi ketika dijanjikan deucker masyarakat senang juga sebagai pertolongan minimal yang didapat masyarakat. Tetapi hingga saat ini WAE Jereng tak memiliki deuker atau jembatan”, tandas Eman.

Eman Selamat sangat prihatin dengan kondisi tersebut. “Kasihan Mabar sudah berusia 17 tahun; sejak masa pejabat sampai sekarang sudah 4 orng pernah menjadi Bupati dan 3 wakil bupati tetapi tak punya hati menolong masyarakat di wilayah ini dengan membiarkan Wae Jereng tetap tampa jembatan. Sampai kapan Wae Jereng jadi penghambat mobilitas ekonomi dan mobilitas sosial masyarakat di wilayah ini”, pungkas dia. *(Robert Perkasa)

Breaking News Cuaca Ekstrim Melanda Kawasan Puarlolo-Mbeliling

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan kabut tebal melanda kawasan Sano Nggoang dan kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Cuaca ekstrim ini terjadi sejak Jumat (3/1/2020) kemarin.Terpantau Komodopos.com di kawasan Puarlolo, perbatasan kecamatan Sano Nggoang dan kecamatan Mbeliling, Sabtu (4/1/2020) pagi ini, tanaman jagung, pisang yang ada di kebun petan lululhlantak diterpa angin kencang.

Sementara, arus transportasi di jalan Trans Flores dari dan ke Labuan Bajo terpantau normal. Namun, kabut tebal yang menyelimuti kawasan ini membuat para sopir moda angkutan umum maupun mobil pribadi mengerem laju kecepatan kendaraannya.

Dari desa Tondong Belang, kecamatan Mbeliling dilaporkan, cuaca yang sama juga menerpa wilayah yang pernah terpapar bencana longsor pada 7 Maret 2019 lalu.

Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vidi menuturkan, kabut cukup tebal disertai hujan sedang menyelimuti kampung Culu, desa Tondong Belang, Sabtu (4/1) pagi ini. Ia berharap semoga tidak terjadi hal-hal buruk menerpa desanya.

“Cuaca pagi ini hujan gerimis disertai kabut, namun sesekali hujannya volumnya meningkat. Sedangkan semalaman hujan cukup deras. Sampai saat ini kondisi aman, hanya saja warga masih belum bisa beraktifitas di luar rumah karena masih ada hujan dengan volume kecil. Itu yg bisa sy informasikan utk saat ini pak Robert”, ujar Kades Fransiskus via Whatsapp.

Hingga berita ini dihimpun, hujan deras, kabut tebal dan angin kencang sedang bergemuruh di kawasan tersebut. Aktifitas warga setempat terganggu dan enggan ke luar rumah. *(Robert Perkasa)

Infrastruktur Jalan Ruteng-Iteng Rusak Parah

KOMODOPOS.com-RUTENG-Kondisi infrastruktur ruas jalan Ruteng-Iteng di kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur rusak parah. Titik kerusakan paling parah terdapat di area Golo Lusang, sebelum memasuki Nampong, desa Umung, kecamatan Satarmese.

Pantauan Komodopos.com di lokasi tersebut, Jumat (3/1/2020) pagi ini, ada sejumlah titik kerusakan badan jalan yang sangat mengganggu kelancaran berlalu lintas. Di titik-titik itu badan jalan berlubang dan tergenang air hujan. Batu kerikil berserakan, aspal jalan tergerus air hujan.

Para sopir moda angkutan pedesaan yang melintasi ruas jalan tersebut terpaksa meminta para penumpangnya turun sesaat dari kendaraan agar bisa lewat.

Saat ini, baru ada dua titik kerusakan yang sedang diperbaiki oleh pemerintah kabuoaten Manggarai. Itu pun pengerjaannya belum rampung.* (Robert Perkasa)

Arus Transportasi Werang-Paku Lumpuh Total

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Intensitas curah hujan tinggi di awal Tahun Baru 2020 mengakibatkan arus lalulintas penumpang dan barang terganggu di sejumlah ruas jalan di kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kondisi terparah terjadi di ruas jalan Werang-Paku, kecamatan Sano Nggoang, tepatnya di desa Watu Panggal. Arus transportasi Werang menuju wilayah Paku dan sekitarnya lumpuh total. Kelumpuhan terjadi karena infrastruktur jembatan Wae Jereng belum dibangun. Saat musim penghujan tiba, banjir besar yang meluap dari kali tersebut mengganggu kelancaran arus transportasi ke wilayah itu. Sejumlah moda angkutan pedesaan terpaksa mengantri berjam-jam lamanya di lokasi tersebut menunggu air surut.

Kamis pagi (2/1/2020), Tokoh masyarakat, Emanuel Selamat kepada Komodopos.com melalui handphone selulernya menuturkan, kemacetan terjadi sejak Rabu petang 1 Januari 2020 sampai pagi ini, Kamis, 2 Januari 2020.

“Kendaraan umum dan kendaraan pribadi masyarakat bersama penumpang jalur Werang menuju lembah Paku PP dihadang oleh Wae Jereng,, kali dekat kampung Tenda desa Wàtu Panggal” ujar Eman Selamat.

Eman menambahkan, masyarakat di wilayah itu kerap kali dibohongi oleh mulut manis sejumlah anggota DPRD Manggarai Barat terkait penyebaran informasi pembangunan jembatan Wae Jereng.

“Banyak yang merasa dibohongi DPRD Mabar yang telah memberikan informasi pasti ketika konsolidasi menuju Pileg 2019. Bahwa pada paruh 2 tahun 2019 deuker Wae Jereng akan selesai dibangun. Hanya dibangun deucker karena kalinya tak layak dibangun jembatan. Walaupun menurut mata awam Wae Jereng mestinya dibangun jembatan akan tetapi ketika dijanjikan deucker masyarakat senang juga sebagai pertolongan minimal yang didapat masyarakat. Tetapi hingga saat ini WAE Jereng tak memiliki deuker atau jembatan”, tandas Eman.

Eman Selamat sangat prihatin dengan kondisi tersebut. “Kasihan Mabar sudah berusia 17 tahun; sejak masa pejabat sampai sekarang sudah 4 orng pernah menjadi Bupati dan 3 wakil bupati tetapi tak punya hati menolong masyarakat di wilayah ini dengan membiarkan Wae Jereng tetap tampa jembatan. Sampai kapan Wae Jereng jadi penghambat mobilitas ekonomi dan mobilitas sosial masyarakat di wilayah ini”, pungkas dia. *(Robert Perkasa)