Bupati Gusti Dula : KTT G20 di Tana Mori Bukti Labuan Bajo Layak di Mata Dunia

“Jadi intinya Pemerintap Pusat yang menetapkan tempat itu. Bagi saya, yang terpenting akan ada pembangunqn sarana prasarana yang tentunya akan sangat mendukung Pariwisata Labuah Bajo Kelas Dunia”.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula mengemukakan, pemerintah pusat menetapkan Tana Mori, kawasan selatan desa Golo Mori, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sebagai tempat penyelenggaraan KTT G20 dan Asean Summit tahun 2023 mendatang. Forum G 20 itu adalah pertemuan besar para ekonom negara-negara untuk membicarakan perekonomian dunia. Pemerintah Indoneia menjadi tuan rumah.

Kawasan Tana.Mori arah selatan desa Golo Mori, kecamatan Komodo. Foto : istimewa

“Pertanyaan saya kenapa tidak di Jakarta atau di tempat lain di Republik Indonesia? Jadi jangankan mengusulkan, dengar arahan atau info saja. Bupati Mabar tidak tahu tentang rencana ini. Tiba-tiba akan ada G 20 di Tana Mori Manggarai Barat. Apalagi Tana Mori selelah Sok Nar itu masih hutan belukar. Jadi intinya Pemerintag Pusat yang menetapkan tempat itu. Bagi saya, yang terpenting akan ada pembangunqn sarana prasarana yang tentunya akan sangat mendukung Pariwisata Labuan Bajo kelas dunia.”, kata Bupati Gusti Dula saat dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Selasa (18/2).

Bupati Mabar dua periode itu menambahkan, ketika pemerintah pusat menunjuk Tana Mori sebagai tempat penyelenggaraan forum internasional, itu berarti Labuan Bajo kota yang dipandang cukup layak memenuhi persyaratan menampung peserta rapat ribuan orang.. Cukup kawasan yang menarik dan juga persayaratan amenitas atau hospitality lainnya..

Terkait persiapan infrastruktur yang menunjang penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut, Bupati Gusti Dula mengungkapkan
tahun 2020 pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan hotmix selebar 20 m dari Labuan Bajo ke Tana Mori.

“Tahun. 2020 sudah mulai pelaksanaan pembangunan dengan mematok jalan hot mix lebar 20 meter dariLabuan Bajo ke Tana Mori”, ujarnya.

Bupati Mabar, Drs. Agustinus Ch.Dula dan Kadis PUPR Mabar, Ir.Oktavianus Andi Bona saat mengunjungi desa Golo Mori beberapa waktu lalu. Foto ; Dok.Dinas PUPR Mabar.

Sosialisasi

Berita Komodopos.com sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kabuoaten Manggarai Barat, Ir
Oktavianus Andi Bona menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya turun sosialisasi kepada masyrakat terkait rencana pengerjaan jalan tersebut. Sosialisasi ini penting dilakukan karena lebar jalan yang dibutuhkan total 20 m. Jika masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan Simpang Pede-Nanga Na’e – Mbrata – Nalis – Cumbi – Kenari – Golo Mori sepakat, maka pihaknya siap memulai.

“Rencana begitu, kalau masyrakat sepanjang ruas jlalan tersebut setuju. Dalam waktu dekat saya turun sosialisasi kepada masyrakat karena lebar jlalan yang dibutuhkan total 20 m. Akan tetapi kalau masyarakat di sana tidak sepakat, maka kita rubah trasenya ke trase lama, yakni dari Simpang Pede atau dari Nggorang”, kata Ovan Adu saat dikonfirmaai Komodopos.com via Whatsapp, Sabtu siang (15/2).

Menurut Ovan Adu, ruas jalan tersebut lebih pendek, hanya 32 Km. Selain itu, ruas ini juga dapat dimaanfaatkan untuk akses menuju TPA Warloka karena lebih singkat
ketimbang dari Simpang Pede – Nanga Na’e – Mbrata – Lemes – Kacai – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tanah Mori sepanjang 36 km atau dari Simpang Nggorang – Tanah Dereng – Roang – Benteng – Lemes – Kacai – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tanah Mori sepanjang 39 km. *(Robert Perkasa)

Kemenkominfo Gelar Kegiatan Pojok Literasi Milenial Cerdas Peduli Sampah

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Pemerintah Kab. Manggarai Barat menggelar kegiatan Pojok Literasi “Milenial Cerdas Labuan Bajo Peduli Sampah”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Serbaguna D’ Aj Hall,
Komplek SMAK St. Ignatius Loyola, Jl. Van Bekkum No. 1, Labuan Bajo, Selasa, (18/2) pukul 13.00 Wita.

Dalam undangan yang diterima Komodopos.com dari dari Panitia Pojok Literasi Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Kominfo.

Keynote Speech dalam kegiatan lini ialah Prof.Dr. Widodo Muktiyo, SE, M.Com, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula sekaligus membuka secara resmi.kegiatan tersebut.
Hadir juga sejumlah narasumber yang lain, Septriana Tangkary, SE, MM (Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo RI), Ujang Solihin Sidik (Kasubdit Barang dan Kemasan, KLHK), Didi Kaspi Kasim (Editor in Chief National Geographic Indonesia) dan Abdul Jangkung (Laskar Peduli Kebersihan Kota Labuan Bajo).

Sedangkan moderator kegiatan ialah Ir. Dominikus Damsut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Barat. *(Robert Perkasa)

Promosi Desa Wisata Butuh Infrastruktur Jalan Memadai

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Promosi kepariwisataan yang masif harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan yang gencar. Selain jalan, jaringan komunikasi di desa-desa wisata juga harus tersedia. . Apa gunanya desa wisata jika akses jalan ke sana tidak ada atau ada tapi kondisinya buruk. Agar para wisatawan betah saat berada di sana, perlu juga menyiapkan jaringan komunikasi (internet) di desa-desa wisata itu. Sebab, kondisi jalan raya dan jaringan komunikasi yang buruk menjadi kendala utama dan keluhan para wisatawan selama ini.

Demikian intisari pendapat para warganet yang dirangkum dari berbagai grup Facebook menanggapi berita Komodopos.com tentang 68 desa wisata yang telah dilegitimasi oleh pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Berita Komodopos.com sebelumnya,
Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula menetapkan 67 desa dan 1 kelurahan dari total 169 desa di kabupaten Mabar menjadi desa wisata. Penetapan 68 desa wisata itu tertuang dalam Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor : 27/KEP/HK/2020 Tentang Perubahan Keputusan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : 90/KEP/HK/2019 Tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat tanggal 23 Januari 2020.

Ruas Jalan menuju destinasi wisata Istana Ular di desa wisata Galang, kecamatan Welak. Foto : istimewa/Google

Rincian per kecamatan, 12 Desa tersebar di kecamatan Komodo. 8 desa di kecamatan Mbeliling. 6 desa di kecamatan Sano Nggoang. 5 desa di kecamatan Lembor. 3 desa di kecamatan Lembor Selatan. 4 desa di kecamatan Boleng. 7 desa di kecamatan Pacar. 10 desa di kecamatan Macang Pacar. 4 desa di kecamatan Welak. 2 desa di kecamatan Ndoso. 3 desa dan 1 kelurahan di kecamatan Kuwus. 3 desa di kecamatan Kuwus Barat.

Berikut rangkuman beragam tanggapan netizen yang diunggah melalui media sosial grup Facebook ;

FB@Melqmetlando Yarno##
Satu hal yang paling penting untuk menunjang keberhasilan mempromosikan obyek wisata tersebut pak Bupati, yaitu infrastruktur (jalan) yang dapat memudahkan akses pengunjung ke sana. Semoga dengan berkembangnya potensi wisata di Mabar bisa membuka mata lebih lebar untuk melihat kondisi Mabar di luar Labuan Bajo.

FB@Jeremy##
Mantap, Tapi mestinya harus dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur yang baik ke desa-desa tersebut, khususnya menuju lokasi obyek wisata. Jika tidak, percuma ada banyak.

FB@Gesper Yakuze##
Destinasi wisatanya mungkin sudah bagus tapi apakah aksesnya dan pengelolaanya ke depan akankah berdampak baik bagi masyarakat setempat??? Semoga pihak yang terkait sudah memikirkan itu sebelumnya…. Biar tidak seperti pepatah hanya bisa memberi tapi tidak ada kontribusi buat daerah itu sendiri.
#salamanakrantau

FB@Lang Bupek##
Pemda lamban dalam mempromosikn wisata…Banyak hal yang harus diperbaiki, terutama jalan penghubung….perlu perubahan total.

FB@Yohanes Romik##
Banyak sebenarnya aset wisata Mabar tapi terkendala oleh akses ke tempat tujuan wisata.

FB@Ririn Tahun##
Untuk mengedepankan kepariwisataannya, utamakan dulu infrastrukturnya. Agar bisa terakses dengan baik. #salam suara milenial.

Warga perbaiki ruas jalan yang tertimbun longsor di desa wisata Watu Umpu, kecamatan Welak. Foto : istimewa

FB@Dyon Dola##
Percuma banyak desa wisata di Mabar kalau pemerintah tidak ldengar keluhan masyarakat soal jalan.

FB@Hendrayanto Pantun##
Yang terpenting tidak hanya orang-orang tertentu saja yang mengelola.
Baik adanya jika semua masyarakat diikutsertakan untuk kreatif. Mantap.

FB@Vian Hendra##
Masih banyak tempat wisata yg unik dan kren di desa Waning, kecamatan Ndoso. Hanya saja akses untuk ke sana masih susah.. *(Robert Perkasa)

Promosi Desa Wisata Butuh Infrastruktur Jalan Memadai

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Promosi kepariwisataan yang masif harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur jalan yang gencar. Selain jalan, jaringan komunikasi di desa-desa wisata juga harus tersedia. . Apa gunanya desa wisata jika akses jalan ke sana tidak ada atau ada tapi kondisinya buruk. Agar para wisatawan betah saat berada di sana, perlu juga menyiapkan jaringan komunikasi (internet) di desa-desa wisata itu. Sebab, kondisi jalan raya dan jaringan komunikasi yang buruk menjadi kendala utama dan keluhan para wisatawan selama ini.

Demikian intisari pendapat para warganet yang dirangkum dari berbagai Grup Facebook menanggapi berita Komodopos.com tentang 68 desa wisata yang telah dilegitimasi oleh pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Ruas jalan menuju Istana Ular desa wisata Galang, kecamatan Welak. Foto : Google

Berita Komodopos.com sebelumnya,
Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula menetapkan 67 desa dan 1 kelurahan dari total 169 desa di kabupaten Mabar menjadi desa wisata. Penetapan 68 desa wisata itu tertuang dalam Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor : 27/KEP/HK/2020 Tentang Perubahan Keputusan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : 90/KEP/HK/2019 Tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat tanggal 23 Januari 2020.

Rincian per kecamatan, 12 Desa tersebar di kecamatan Komodo. 8 desa di kecamatan Mbeliling. 6 desa di kecamatan Sano Nggoang. 5 desa di kecamatan Lembor. 3 desa di kecamatan Lembor Selatan. 4 desa di kecamatan Boleng. 7 desa di kecamatan Pacar. 10 desa di kecamatan Macang Pacar. 4 desa di kecamatan Welak. 2 desa di kecamatan Ndoso. 3 desa dan 1 kelurahan di kecamatan Kuwus. 3 desa di kecamatan Kuwus Barat.

Berikut rangkuman beragam tanggapan netizen yang diunggah melalui media sosial grup Facebook ;

FB@Melqmetlando Yarno##
Satu hal yang paling penting untuk menunjang keberhasilan mempromosikan obyek wisata tersebut pak Bupati, yaitu infrastruktur (jalan) yang dapat memudahkan akses pengunjung ke sana. Semoga dengan berkembangnya potensi wisata di Mabar bisa membuka mata lebih lebar untuk melihat kondisi Mabar di luar Labuan Bajo.

FB@Jeremy##
Mantap, Tapi mestinya harus dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur yang baik ke desa-desa tersebut, khususnya menuju lokasi obyek wisata. Jika tidak, percuma ada banyak.

FB@Gesper Yakuze##
Destinasi wisatanya mungkin sudah bagus tapi apakah aksesnya dan pengelolaanya ke depan akankah berdampak baik bagi masyarakat setempat??? Semoga pihak yang terkait sudah memikirkan itu sebelumnya…. Biar tidak seperti pepatah hanya bisa memberi tapi tidak ada kontribusi buat daerah itu sendiri.
#salamanakrantau

FB@Lang Bupek##
Pemda lamban dalam mempromosikn wisata…Banyak hal yang harus diperbaiki, terutama jalan penghubung….perlu perubahan total.

FB@Yohanes Romik##
Banyak sebenarnya aset wisata Mabar tapi terkendala oleh akses ke tempat tujuan wisata.

Ruas Jalan menuju desa wisata Watu Umpu, kecamatan Welak. Foto : Istimewa

FB@Ririn Tahun##
Untuk mengedepankan kepariwisataannya, utamakan dulu infrastrukturnya. Agar bisa terakses dengan baik. #salam suara milenial

FB@Dyon Dola##
Percuma banyak desa wisata di Mabar kalau pemerintah tidak ldengar keluhan masyarakat soal jalan.

FB@Hendrayanto Pantun##
Yang terpenting tidak hanya orang-orang tertentu saja yang mengelola.
Baik adanya jika semua masyarakat diikutsertakan untuk kreatif. Mantap.

FB@Vian Hendra##
Masih banyak tempat wisata yg unik dan kren di desa Waning, kecamatan Ndoso. Hanya saja akses untuk ke sana masih susah.. *(Robert Perkasa)

Puskesmas Wersawa Deteksi Gejala Penyakit Berbahaya di Tondong Belang

KOMODOPOS.com-MBELILING-Para petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wersawa melakukan sosialisasi pendeteksian dini gejala penyakit berbahaya di desa Tondong Belang, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/2) dan hari ini, Senin (17/2). Jenis penyakit berbahaya yang dideteksi adalah kanker serviks dan kanker payudara.

Kegiatan ini dilakukan di dua dusun selama dua hari. Hari pertama pembukaan sosialisasi dilaksanakan di dusun Culu, Jumatl (14/2). Sosialisasi kedua dilaksanakan di dusun Nobo, Senin (17/2).

Dalam sambutan pembukaan di dusun Culu, Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vidi mengungkapkan tentang bahaya kanker serviks dan kanker payudara tersebut, Karena itu ia menghimbau masyarakat di desa itu, khususnya para ibu untuk memperhatikan secara jeli tentang gejala penyakit tersebut.

“Jangan malu atau merasa tabu untuk menyampaikan permasalahan ini kepada petugas kesehatan hanya kerena menyangkut organ pribadi. Tidak ada yang rahasia untuk kesehatan”, ujar Kades Fransiskus mengingatkan warganya.

Warga desa Tondong Belang saat mengikuti sosialisasi. Foto : Dok. Kepala Desa Tondong Belang

Ia kemudian menyampaikan ucapan terimakasih kepada petugas kesehatan yang datang di desanya. “Saya berterimakasih kepada Puskesmas Wersawe yang melaksanakan kegiatan ini untuk kesehatan masyarakat”, ujarnya.

Kepala Puskesmas Warsawa, Yohanes G.Floriani hingga berita ini dihimpun belum memberikan tanggapan meski sudah dihubungi melalui Whatsapp. *(Robert Perkasa)

Bupati Gusti Dula Terbang Dengan Helikopter BNPB

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula meresmikan
penerbangan perdana (launcing) armada transportasi udara helikopter milik Pemkab Mabar di halaman Kantor Bupati Mabar, Senin pagi (17/2). Launching hari ini dilakukan setelah dua kali melakukan penerbangan percobaan di wilayah kabupaten Manggarai Barat pada Minggu (7/2) dan Jumat (14/2) kemarin.

Acara launching helikopter yang bernomor seri BK117 PK CFS diawali dengan misa pemberkatan helikopter dan ditandai 3 kali penerban mengitari kota Labuan Bajo. Misa pemberkatan dipimpin oleh Romo Lorens Sopang., Pr. Setelah misa, Bupati Gusti Dula didampingi ibu Maria Aloisia M. Daduk, S.Pd (ibu Wis Dula) dan Romo Lorens Sopang menumpang helikopter lalu terbang sekitar 20 menit mengitari kota Labuan Bajo. Kelompok terbang (kloter kedua, Kepada Dinas Peternakan, ibu Ney Asmon bersama sejumlah ASN terbang selama 20 menit mengelilingi kota Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Heli launching hari ini untuk dimanfaatkan sesuai peruntukannya”, kata Bupati Gusti Dula saat dikonfirmasi Komodopos.com via Whatsapp, Senin (17/2).

Hibah dari BNPB

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Drs.Dominikus Hawan menjelaskan, helikopter itu hibah dari pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dihibahkan kepada BPBD kabupaten Manggarai Barat untuk digunakan sesuai peruntukannya, yakni mempercepat pelayanan pemerintah, khususnya menangani bencana alam yang terjadi di wilayah kabupaten Manggarai Barat.

“Helikopter ini hibah dari BNPB untuk pemkab Manggarai Barat. Seluruh biaya operasional dan pilot helikopter disediakan oleh pemerintah pusat”, ujar Domi Hawan kepada Komodopos.com melalui Whatsapp, Senin (17/2).

Ia menambahkan, helikopter itu tiba di Labuan Bajo saat Presiden Jokowi mengunjungi wilayah itu pada pada 19 Januari 2020 lalu. Sudah dua kali melakukan penerbangan percobaan di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Penerbangan pertama, Minggu (7/2) Bupati Gusti Dula dan Kepala BPBD Mabar, Domi Hawan menumpang helikopter tersebut mengitari kawasan perairan Labuan Bajo selama 3 jam.

“Penerbangan kedua dilakukan tanggal 14 Februari kemarin. Saya dan beberapa orang BOP dan BTNK menumpang helikopter itu. Kami meninjau kawasan bentang alam Mbeliling lalu ke kecamatan Sano Nggoang hingga landing di Loh Buaya kawasan Taman Nasional Komodo selama 3 jam. Meninjau lokasi bencana tahun lalu. Selama peninjauan udara sangat jelas terlihat banyakbsekali tirik kerusakan kawasan pegunungan Mbeliling akibat bencana longsor yang terjadi tahun lalu”, ungkap Domi Hawan.

Ia juga mengatakan, penanganan darurat jika terjadi bencana bisa dilakukan secepatnya dengan adanya moda transportasi udara tersebut. Terutama evakuasi korban bencana dan pendistribusian logistik bencana ke lokasi yang terpapar bencana alam.

“Ya, kita sangat bersyukur dengan adanya helikopter ini. Memang kita tentu Tidak menginginkan bencana.. Akan tetapi jika hall itu terjadi kita tidak ada alasan lpemerintah lambat menangani bencana alam. Kita sudah punya armada yang sudah memadai”, kata Domii Hawan.

Ia juga menuturkan pengalamannya ketika menangani bencana alam yang terjadi pada Maret 2019 lalu. Hari pertama dan kedua menemui kesulitan menyalurkan bantuan logistik kepada para korban bencana akibat ruas jalan putus.

“Kita berharap, pengalaman tahun lalu itu tidak terulang lagi ke depan dengan adanya armada helikopter ini”, kata Domi Hawan optimis.
*(Robert Perkasa)

Mata Dunia Terpana ke Tana Mori Kawasan Selatan Komodo

(Catatan Komodopos.com di Hari Pers Nasional 9 Februari 2020/Bagian-3/Habis)

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium kini melebar ke kawasan selatan kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, Presiden Jokowi hanya menyebut 5 zona yang harus ditata di Labuan Bajo. Bukit Pramuka, Kampung Air, Pelabuhan Peti Kemas dan Dermaga Penumpang, Kawasan Marina, serta Kampung Ujung. Namun di tengah perjalanan, pemerintah pusat menyasar Tana Mori yang terletak di pesisir pantai selatan desa Golo Mori, kecamatan Komodo. Tana Mori ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menguat sinyal, kawasan Tana Mori itu ditentukan menjadi tempat penyelenggaraan KTT Ekonomi G20 dan Asean Summit pada tahun 2023 mendatang. Taktik Presiden Jokowi mengeksplor potensi kepariwisataan Nusa Tenggara Timur.

Hal ini tentu saja membawa angin segar bagi masyarakat di kawasan selatan kecamatan Komodo. Khususnya bagi masyarakat di desa Warloka, desa Golo Mori dan desa Tiwu Nampar yang telah lama merindukan infrastruktur jalan aspal, jaringan listrik dan komunikasi. Dan kerinduan warga di kawasan itu sebentar lagi terobati oleh kemurahan kawasan alam selatan Tana Mori.

Sekilas menoleh jejak kaki Presiden Jokowi dan para Menterinya ketika mengunjungi Labuan Bajo. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, misalnya, menyebut Labuan Bajo di diproyeksikan untuk menjadi calon lokasi pertemuan KTT APEC pada 2024 atau pun KTT G20 pada 2023.

Terkait hal itu, Luhut mendarat di Bandara Komodo oada Jumat, (27/12/2019). Kedatangan Luhut kala itu atas perintah Presiden Jokowi.

“Saya mau lihat, perintah Presiden, kita berharap ya mudah-mudahan bisa jadi ya itu (Labuan Bajo) untuk APEC atau G20 Meeting,” kata Luhut Pandjaitan di sela open house Natal 2019 di kediaman dinasnya di Jakarta, Rabu (25/12/2019). Ia mengungkapkan rencana tersebut saat ditanya awak media mengenai rencana liburan akhir tahunnya. Menurut Luhut, kunjungannya ke Labuan Bajo itu pun tidak sepenuhnya untuk berlibur karena ia ingin mengerjakan tugas dari Presiden Joko Widodo itu.

Dikutip dari ANTARA, Indonesia terus mengambil peluang untuk bisa unjuk gigi menggelar sejumlah kegiatan penting dunia. Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games dan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada 2018, Indonesia juga menyasar agenda internasional lainnya, termasuk Olimpiade 2032. Indonesia juga akan mengajukan diri jadi tuan rumah KTT APEC (2024), KTT Ekonomi G20 (2023), dan Ketua ASEAN (2022) sebagai peta solusi diplomasi ke depan.

Tidak lama kemudian, giliran Presiden Jokowi mengunjungi Labuan Bajo, Minggu (19/1/2020). Masih segar dalam ingatan saya pernyataan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur NTT dan Bupati Mabar yang digelar di Plataran Komodo Resort, Senin (20/1/2020). Saat itu Presiden Jokowi menyebut 5 zona yang harus ditata di Labuan Bajo. Bukit Pramuka, Kampung Air, Pelabuhan Peti Kemas dan Dermaga Penumpang, Kawasan Marina, serta Kampung Ujung.

Presiden Jokowi juga menyebut Rp1,2 triliun khusus untuk membenahi Bandara Komodo. Selain itu, peningkatan infrasrtuktur jalan dan trotoar di kota Labuan Bajo juga akan diperbaiki. Sarana dan prasarana air baku berupa bendungan dan pengolahan sampah juga dibemahi. Total anggaran yang digelontorkan untuk itu sebesar Rp 970 miliar.

Kementerian PUPR juga merincikan bahwa tahun 2020 menggelontorkan Rp 250 miliar untuk peningkatan rekonstruksi jalan, pelebaran, penataan trotoar, pemeliharaan rutin, dan pembangunan drainase. (Komodopos.com, Selasa ,21/1/2020).

Selanjutnya, Jumat (31/1/2020) sejumlah Kementerian terkait menggelar pertemuan bersama pemprov NTT dan Pemkab Manggarai Barat di Labuan Bajo. Pertemuan itu membahas terkait pembangunan jalan menuju Golo Mori sepanjang 32 km terkait persiapan KTT G-20 dan pertemuan Asean Sumit tahun 2023 mendatang.

Kamis (13/2/2020) Wakil Gubernur NTT Yosef Nai Soi mempimpin rapat koordinasi ((rakor) di kantor Bupati Mabar terkait rencana pengembangan pariwisata di kawasan Tana Mori yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan tersebut dipersiapkan untuk pelaksanaan KTT G-20 dan pertemuan Asean Sumit tahun 2023 mendatang. Wagub Nae Soi dalam arahannya menjelaskan tujuan rakor untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan Badan Usaha yang punya wewenang dalam mengelola kawasan tersebut.

Wagub Nae Soi menyebutkan, luas lahan yang telah diimiliki PT. ISTA 338 ha.100 ha digunakan untuk membangun hotel dan Convention Hall Center. dan 50 persen dari 200 heaktar akan dibuat hutan kota. Convention Hall Centre yang dibangun tidak hanya untuk pelaksanaan KTT G20 dan Asian Summit tapi untuk kebutuhan jangka panjang.

Ia juga menjelaskan, pengelola infrastruktur kawasan Tana Mori adalah Badan Usàha yang ditunjuk oleh pemerintah pusat Sedangkan untuk infrastruktur jalan menuju kawasan Tana Mori àkan dibangun oleh pemerintah.

Wagub juga mengajak warga lokal di kawasan itu untuk membangun home stay. “Pèngusaha besar dari luar NTT tidak diperbolehkan untuk membangun homestay. Mereka hanya diberi kesempatan untuk membangun hotel saja”, ujarnya.

Direktur PT. ITDC, Edwin dalam rakor itu memaparkan, tanah 100 ha di Tana Mori akan dibangun dua hotel dan resort berbintang 5, satu hotel berbintang 4, Convention Hall, Marina dan area bisnis. (Komodopos.com, Jumat ,15/2/2020)

Dari kunjungan maraton Presiden Jokowi berikut pertemuan-pertemuan yang digelar di Labuan Bajo menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia mempersiapkan berbagai hal terkait perhelatan forum internasional tersebut. Kendati masih 3 tahun yang akan datang, namun persiapan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan, kini tengah dikebut.

Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat kini fokus menggenjot peningkatan ruas jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tana Mori, lokasi perhelatan Forum internasinal tersebut. Kepala Dinas PUPR Mabar, Ir.Oktavianus Andi Bona menyebut trase jalan ke kawasan tersebut mulai dari Simpang Pede-Nanga Na’e – Mbrata – Nalis – Cumbi – Kenari – Golo Mori – hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tana Mori sepanjang 32 km segera dibangun mulus tahun 2020.

Menurut Ovan Adu, ruas jalan tersebut lebih pendek, hanya 32 Km. Selain itu, ruas ini juga dapat dimaanfaatkan untuk akses menuju TPA Warloka karena lebih singkat ketimbang dari Simpang Pede – Nanga Na’e – Mbrata – Lemes – Kaca – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tana Mori sepanjang 36 km atau dari Simpang Nggorang – Tana Dereng – Roang – Benteng – Lemes – Kaca – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tana Mori sepanjang 39 km.

Ovan Adu menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya turun sosialisasi kepada masyrakat terkait rencana pengerjaan jalan tersebut. Sosialisasi ini penting dilakukan karena lebar jalan yang dibutuhkan total 20 m. Jika masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan Simpang Pede-Nanga Na’e – Mbrata – Nalis – Cumbi – Kenari – Golo Mori sepakat, maka pihaknya siap memulai.

“Rencananya begitu, kalau masyarakat sepanjang ruas jalan tersebut setuju. Dalam waktu dekat saya turun sosialisasi kepada masyarakat karena lebar jalan yang dibutuhkan total 20 m. Akan tetapi kalau masyarakat di sana tidak sepakat, maka kita rubah trasenya ke trase lama, yakni dari Simpang Pede atau dari Nggorang”, kata Ovan Adu.(Komodopos.com, Jumat, 15/2/2020).

Golo Mori di desa Golo Mori, kawasan selatan kecamatan Komodo

Mata dunia kini tengah terpana ke kawasan alam selatan Tana Mori. Angin segar atau berkah bertiup kencang. Tidak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa suatu saat kawasan Tana Mori itu menjadi tanah terjanji, khususnya bagi masyarakat yang menghuni kawasan selatan kecamatan Komodo. Tentu saja bukan hanya infrastruktur jalan aspal yang bakal mulus. Jaringan listrik, komunikasi, dan lain-lain pasti datang. Mata pemerintah sedang fokus melirik ke selatan. Cerdaskah masyarakat di kawasan Selatan Komodo mengartikulasikan taktik Presiden Jokowi? * (Robert Perkasa)

32 Km Ruas Jalan Simpang Pede-Cumbi-Kenari-Golo Mori Segera Dimuluskan

Ir. Oktavianus Andi Bona, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Peningkatan ruas jalan mulai dari Simpang Pede-Nanga Na’e – Mbrata – Nalis – Cumbi – Kenari – Golo Mori – hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanah Mori sepanjang 32 km segera dibangun mulus tahun 2020. Peningkatan ruas jalan menuju kawasan KEK Tanah Mori itu segera dibangun karena terkait dengan pelaksanaan Konferensi G-20 dan Asean Summit tahun 2023 mendatang yang diselenggarakan di kawasan Tanah Mori, pantai selatan 3 Km dari Lenteng-desa Golo Mori, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona, ruas jalan tersebut lebih pendek, hanya 32 Km. Selain itu, ruas ini juga dapat dimaanfaatkan untuk akses menuju TPA Warloka karena lebih singkat
ketimbang dari Simpang Pede – Nanga Na’e – Mbrata – Lemes – Kacai – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tanah Mori sepanjang 36 km atau dari Simpang Nggorang – Tanah Dereng – Roang – Benteng – Lemes – Kacai – Mbuhung – Kenari – Golo Mori – hingga kawasan KEK Tanah Mori sepanjang 39 km.Ovan Adu menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya turun sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pengerjaan jalan tersebut. Sosialisasi ini penting dilakukan karena lebar jalan yang dibutuhkan total 20 m. Jika masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan Simpang Pede-Nanga Na’e – Mbrata – Nalis – Cumbi – Kenari – Golo Mori sepakat, maka pihaknya siap memulai.

“Rencana begitu, kalau masyarakat sepanjang ruas jalan tersebut setuju. Dalam waktu dekat saya turun sosialisasi kepada masyarakat karena lebar jalan yang dibutuhkan total 20 m. Akan tetapi kalau masyarakat di sana tidak sepakat, maka kita rubah trasenya ke trase lama, yakni dari Simpang Pede atau dari Nggorang”, kata Ovan Adu saat dikonfirmaai Komodopos.com via Whatsapp, Sabtu siang (15/2).

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Yohanes Sales Sodo mengungkapkan hal senada dalam forum Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Burung Indonesia di Meeting Room Hotel Jayakarta, Jumat (31/1/2020).“Baru saja kami mengikuti pertemuan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pembangunan jalan menuju Golo Mori sepanjang 30 km terkait persiapan KTT G-20 dan pertemuan Asean Sumit tahun 2023 mendatang. Suka atau tidak suka, ini adalah program nasional dan mereka harus disiapkan unttuk itu. Karena itu kerahkan semua sumber daya keuangan dan lain sebagainya yang menjadi kewenang pemda harus disiapkan. Tetapi di sisi lain kesejahteraan masyarakat desa juga harus didorong”, ujar John Sodo.Terpisah, Kamis (13/2/2020) kemarin, Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemkab Manggarai Barat serta para pengusaha menggelar rapat koordinasi terkait persiapan pelaksanaan forum internasional tersebut di kantor Bupati Mabar. Wakil Gubernur NTT Yosef Nai Soi mempimpin rapat koordinasi ((rakor).

Rakor itu terkait rencana pengembangan pariwisata di kawasan Tana Mori yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan tersebut dipersiapkan untuk pelaksanaan KTT G-20 dan pertemuan Asean Sumit tahun 2023 mendatang.Turut hadir dalam rakor tersebut direktur PT. PP, direktur PT Flores Presperindo, Kepala BP4D, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, dan beberapa pimpinan OPD terkait, tokoh masyarakat Pater Marselinus Agot SVD.

Seperti dirilis Kominfo Manggarai Barat, Wagub Nae Soi dalam arahanya menjelaskan tujuan rakor itu mengatakan Rencanà kerja untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan Badan usaha yg punya wewenang dalam mengelola kawasan tersebut.Wagub Nae Soi menyebutkan, luas lahan yang telah diimiliki PT. ISTA 338 ha.100 ha digunakan untuk membangun hotel dan Convention Hall Center. dan 50 persen dari 200 heaktar akan dibuat hutan kota. Convention Hall Centre yang dibangun tidak hanya untuk pelaksanaan KTT G20 dan Asian Summit tapi untuk kebutuhan jangka panjang.

Ia juga menjelaskan, pengelola nfrastruktur kawasan Tanamori adalah Badan Usàha yang ditunjuk oleh pemerintah pusat Sedangkan untuk infrastruktur jalan menuju kawasan Tanamori àkan dibangun oleh pemerintah.Ruas Jalan Cumbi – Kenari, desa Warloka, kecamatan Komodo. Foto ; Robert Perkasa/ Komodopos.com

Wagub juga mengajak warga lokal di kawasan itu untuk membangun home stay.

“Pèngusaha besar dari luar NTT tidak diperbolehkan untuk membangun homestay. Mereka hanya diberi kesempatan untuk membangun hotel saja”, ujarnya.

Direktur PT. ITDC, Edwin dalam rakor itu memaparkan, tanah 100 ha di Tanamori akan dibangun dua hotel dan Resort berbintang 5, satu hotel berbintang 4, Convention Hall, Marina dan area bisnis. *(Robert Perkasa)

68 Desa Di Manggarai Barat Ditetapkan Menjadi Desa Wisata

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Sebanyak 67 desa dan 1 kelurahan dari total 169 desa di kabuoaten Manggarai Barat ditetapkan menjadi desa wisata. 68 desa wisata itu tersebar di 12 kecamatan se-kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Rincian per kecamatan, 12 Desa tersebar di kecamatan Komodo. 8 desa di kecamatan Mbeliling. 6 desa di kecamatan Sano Nggoang. 5 desa di kecamatan Lembor. 3 desa di kecamatan Lembor Selatan. 4 desa di kecamatan Boleng. 7 desa di kecamatan Pacar. 10 desa di kecamatan Macang Pacar. 4 desa di kecamatan Welak. 2 desa di kecamatan Ndoso. 3 desa dan 1 kelurahan di kecamatan Kuwus. 3 desa di kecamatan Kuwus Barat.

Penetapan 68 desa wisata itu tertuang dalam Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor : 27/KEP/HK/2020 Tentang Perubahan Keputusan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : 90/KEP/HK/2019 Tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat tanggal 23 Januari 2020.

Danau Sano Nggoang

Dalam konsiderans ‘menetapkan’ dikrum kedua Keputusan Bupati Manggarai Barat tersebut dijelaskan bahwa, “Desa sebagai mana dimaksud dalam diktum kesatu dikembangkan menjadi desa wisata yang menunjang penyelenggaraan kepariwisataan di kabupaten Manggarai Barat.

Berikut l68 desa wisata yang tercantum dalam ampiran Keputusan Bupati Manggarai Barat ;

Kecamatan Komodo :
1. Desa Komodo
2. Desa Papa Garang
3. Desa Pasir Panjang
4. Desa Warloka
5. Desa Pasir Putih
6. Desa Macang Tanggar
7. Desa Batu Cermin
8. Desa Gorontalo
9. Desa Watu Nggelek
10. Desa Golo Muri
11. Desa Seraya Maranu
12. Desa Golo Bilas

Kecamatan Mbeliling :
1. Desa Liang Ndara
2. Desa Cunca Wulang
3. Desa Cunca Lolos
4. Desa Tondong Belang
5. Desa Tiwu Riwung
6. Desa Golo Damu
7. Desa Watu Wangka
8. Desa Golo Tantong

Kecamatan Sano Nggoang :
1. Desa Golo Ndaring
2. Desa Golo Manting
3. Desa Wae Sano
4. Desa Nampar Macang
5. Desa Kempo
6. Desa Wae Lolos

Kecamatan Lembor :
1. Desa Wae Bangka
2. Desa Daleng
3. Desa Pong Majok
4. Desa Ponto Ara
5. Desa Poco Rutang

Kecamatan Lembor Selatan:
1. Desa Repi
2. Desa Nanga Lili
3. Desa Watu Waja

Kecamatan Boleng :
1. Desa Tanjung Boleng
2. Desa Mbuit
3. Desa Golo Lujang
4. Desa Pota Wangka

Kecamatan Pacar :
1. Desa Loha
2. Desa Compang
3. Desa Pacar
4. Desa Kombo Tengah
5. Desa Kombo
6. Desa Romang
7. Desa Kombo Selatan

Kecamatan Macang Pacar :
1. Desa Bari
2. Desa Nanga Kantor
3. Desa Nanga Kantor Barat
4. Desa Rego
5. Desa Wontong
6. Desa Watu Manggar
7. Desa Ponti Anak
8. Desa Lewat
9. Desa Watu Baru
10. Desa Mbakung

Air terjun Cunca Lolos di desa wisata Wae Lolos

Kecamatan Welak :
1. Desa Galang
2. Desa Pong Welak
3. Desa Golo Ndari
4. Desa Watu Umpu

Kecamatan Ndoso :
1. Desa Ndoso
2. Desa Tentang

Kecamatan Kuwus :
1. Kelurahan Nantal
2. Desa Compang Suka
3. Desa Golo Pua
4. Desa Benteng Suru

Kecamatan Kuwus Barat :
1. Desa Ranggu
2. Desa Golo Lewe
3. Desa Tengku
*(Robert Perkasa)

Tim Kemenkominfo RI Kunjungi Air Terjun Cunca Lolos

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Aditya, Aris dan Galih, staf dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI menyambangi desa wisata Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/2).

Menurut Kepala Desa Wae Lolos, Gervinus Tony, kunjungan tim dari Kemenkominfo itu ke lokasi destinasi air terjun Cunca Lolos untuk pengembangan jaringan internet di lokasi destinasi wisata itu.

Aditya dkk tiba di kantor desa Wae Lolos sekitar pukul 12.00 wita. Setelah mengisi buku tamu di kantor desa, mereka didamping oleh dua orang staf desa, Wae Lolos Teresia A.K.Sari dan Yohanes Syukur.
meninjau destinasi wisata air terjun Cunca Lolos.

Setelah menikmati hawa segar di air terjun Cunca Lolos, Aditya dkk melanjutkan agenda kunjungan mereka ke danau Sano Nggoang dan air terjun Cunca Rami.

“Tujuan kedatangan mereka mengukur titik koordinat dan kekuatan jaringn internet di obyek wisata. Ketika berada di lokasi air terjun Cunca Lolos, mereka mengaku kagum dengan hawa yang sejuk. Panorama alamnya yang indah dan masih alami. Letaknya juga sangat strategis dekat dengan jalan raya dan berada di tengah hutan lindung”, ujar Gervinus.

Ia menambahkan, tim Kemenkominfo menitipkan pesan kepadanya agar pemerintah desa melakukan penataan akses ke destinasi air terjun yang lebih baik lagi.

“Saya sangat berterimakasih terkait kehadiran mereka hari ini. Apalagi tujuan mereka ke desa Wae Lolos untuk perluasan jaringan internet di sini”, kata Gervinus.

Menurut dia, tencana pengembangan jaringan internet oleh Kemenkominfo ke desa Wae Lolos tentu sangat positif. Dengan jaringan internet mempermudah akses informasi dan promosi terkait potensi wisata yang ada di desa Wae Lolos. Apalagi desa Waeolos telah ditetapkan menjadi desa wisata.

“Dan kita warga Wae Lolos memberi apresiasi kepada pemkab Manggarai Barat yang telah menjadikan sesa Wae Lolos sebagai Desa Wisata”, kata Gervinus.

Desa Wae Lolos salah satu dari 68 desa di kabupaten Manggarai Barat yang telah ditetapkan oleh Bupati Manggarai Barat menjadi desa wisata. Penetapan 68 desa wisata itu tertuang dalam Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor : 27/KEP/HK/2020 Tentang Perubahan Keputusan Bupati Manggarai Barat, Drs.Agustinus Ch.Dula Nomor : 90/KEP/HK/2019 Tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat tanggal 23 Januari 2020. *(Robert Perkasa)