Yel-Yel anak-anak PAUD & TK dalam Semarak Arena King’s Fun Ende

KOMODOPOS.com-ENDE-
King’s Fun (KF) Cabang Ende selenggarakan event/lomba Yel-yel antarsekolah kategori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Lomba tersebut berlangsung pada Kamis (13/2/2020) di Outlet KF – Barata Dept. Store Ende.

Katarina Geno, Kepala Cabang KF Ende menjelaskan, sekolah PAUD yang diundang untuk ikut terlibat dalam event ini ada 6 sekolah, yaitu TK Uniflor, KB Yapertif, TK Kusuma Udayana 2, TKS Nurul Hidayah, TKS Bunga Bangsa, dan TK Nazareth. Namun yang hadir hanya 3 sekolah, TK Uniflor, TKS Nurul Hidayah, dan TKS Bunga Bangsa.

“Ada 6 sekolah yang kita undang. Hanya 3 sekolah yang ikut. Sekolah yang lain tidak sempat hadir karena ada kegiatan lain dalam waktu yang sama”, jelas Katarina.

Di tempat yang sama, Promosi KF Indonesia Timur, Klementinus Elenora mengatakan, KF selain sebagai tempat untuk rekreasi keluarga, juga sebagai tempat belajar anak-anak usia dini. Setiap bulan KF membuat event minimal 3 kali.

“Di sini kami memperkenalkan permainan-permainan KF dan juga memperkenalkan sekolah-sekolah PAUD yang ikut terlibat setiap kali KF mengadakan event, seperti yang kami laksanakan hari ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membuat anak-anak usia dini lebih semangat, kompak, percaya diri dan juga dapat meningkatkan pengetahuan serta daya saing”, ucap Klementinus.

Ia menambahkan, KF juga akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah PAUD apabila ada kegiatan ekstra, KF akan memfasilitasi tempat jika kegiatannya hendak dilaksanakan di outlet KF. Tempatnya tidak dibayar (gratis). Persyaratannya, satu minggu sebelum kegiatan, silahkan menghubungi pihak KF.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Uniflor, Maria Rosalia Pili, di akhir kegiatan menyampaikan apresiasi kepada KF Ende yang telah mengadakan kegiatan tersebut dan hadiah yang disiapkan. Terima kasih juga buat orang tua dan guru-guru karena telah berpartisipasi dalam melatih anak-anak hingga tampil prima dalam kegiatan ittu.

“Pesan saya, kegiatan kali berikutnya, berikan waktu latihan kepada kami agak lama supaya penampilannya lebih bagus dan buat kegiatan yang nuansanya lebih besar lagi supaya sekolah yang ikut juga banyak”, lanjut Maria R. Pili.

Manager KF Indonesia Timur, Joko Riyadi, ketika diwawancara Komodopos.com memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah, orang tua, dan juga panitia yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan event tersebut.

Kepada panitia kegiatan, ia berharap agar event serupa ke depannya dipersiapkan lebih matang lagi. Kekurangan yang terjadi kali sebagai pembelajaran untuk event-event selanjutnya.

“Kesan dan pesan yang disampaikan oleh guru-guru sebagai bahan evaluasi kita agar event kedepannya lebih baik dan lebih ramai lagi”, ujar Joko.

Dari lomba tersebut pemenangnya adalah sebagai berikut. Juara 3, TKS Nurul Hidayah mendapatkan hadiah Tropi, Piagam Penghargaan, dan Kartu Bermain dengan jumlah saldo 100.000; Juara 2, TKS Bunga Bangsa mendapatkan hadiah Tropi, Piagam Penghargaan, dan Kartu Bermain dengan jumlah saldo 150.000; dan Juara 1, TK Uniflor mendapatkan Tropi, Piagam Penghargaan dan Kartu Bermain dengan jumlah saldo 200.000. * (Enthos)
Editor : Robert Perkasa

Unggul 10 Suara, Yusuf Gafur, Pimpin Kwaran Sano Nggoang

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Yusuf Gafur, S.Pd akhirnya terpilih menjadi Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Sano Nggoang periode 2020-2025. Ia terpilih secara demokratis melalui mekanisme voting tertutup dalam sidang pleno Musyawah Ranting (Musran) yang berlangsung di SMA Negeri 2 Sano Nggoang, kecamatan Sano Nggoang, kabuoaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/2).

Yusuf Gafur, unggul 10 suara dari 3 calon lainnya, Bonifantura Pon Arjo, S.Pd 8 suara, Fransisikus Bin 6 Suara

Sekretaris Panitia Pemilihan, Bonifantura Pon Arjo, S.Pd mengatakan, Musran ini dilakukan dalam dua termin sidangt pleno. Sidang pleno I dipimpin oleh Stefanus Sem. Agenda sidang pleno I yaitu pembahasan tatib, LPJ dan pemilihan ketua presidium sidang.

Selanjutnya Sidang pleno II dengan agenda pembagian komisi-komisi, pembahasan rancangan program kerja komisi, pengajuan kriteria bakal calon, pemilihan bakal calon, penetapan bakal calon, pemilihan calon, dan pengesahan calon terpilih Sidang Pleno II ini dipimpin oleh Falentinus Tandi, Kamabigus SMA 2 Sano Nggoang.

“Dinamika rapat pleno tersebut berjalan alot dan diwarnai hujan interupsi floor ketika pembahasan tata tertib (tatib) sidang dan pembahasan kriteria calon. Kendati demikian musran berlangsung demokratis, aman dan terkendali”, ujar Bonifantura. kepada Komodopos.com Kamis petang (13/2) usai pemilihan tersebut.

Acara pembukaan Musran ini dibuka resmi oleh Camat, Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris, S.Sos. Hadir dalam acara pembukaan Musran ini Ketua Kwarcab Manggarai Barat, Belasius Jeramun, sejumlah Pengurus Kwarcab Manggarai Barat, Kaoolsek Sano Nggoang, Kepala Puskesmas Werang, Para Kepala Sekolah SD SMP dan SMA dan para Pembina Pramuka SD, SMP, SMA, se-kecamatan Sano Nggoang.

Ketua Kwaran terpilih Yusuf Gafur, S.Pd langsung dikukuhkan oleh prrsidium sidang, Falentinus Tandi.
pada acara pemutusan Musran. *(Robert Perkasa)

Komunitas Einstein Makassar Safari Pendidikan ke SMPN 4 Lembor

KOMODOPOS.com-LEMBOR- Selama sepekan, Senin-Sabtu (3-8/2/2020) Komunitas Einstein Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) Makassar melakukan safari pendidikan ke SMP Negeri 4 Lembor, desa Wae Wako, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur,Sebanyak 101 peserta siswa dan siswi SMP Negeri 4 Lembor mengikuti berbagai kegiatan, antara lain, Olimpiade Matematika, latihan dasar kepemimpinan,mendirikan taman literasi, bakti social, dan seminar pendidikan.Kepala SMP Negeri 4 Lembor, Selfiana Adim menuturkan, kegiatan safari pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas,mental serta menambah wawasan para peserta didiknya.“ Kegiatan safari penddikan yang di lakukan oleh teman-teman komunitas Einstein YPUP meruoakan agenda setiap tahun. Tahun 2020 ini sentralnya di SMP Negeri 4 Lembor. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pengetahuan peserta didik. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses sampai akhir”, ujarnya.Dalam sambutan penutup kegiatan itu, Selviana berharap para siswa mendapat manfaat dari berbagai kegiatan yang telah diikuti. Terutama menciptakan suasana belajar yang lebih baik ke depan.”Kepada teman-taman komunitas Einstein YPUP, kami sangat berterimah kasih kehadiran aAnda di sini ini. Safari pendidikan ini merupakan penghargaan yang luar biasa buat kami, untuk kemajuan peserta didik, pendidik dan sekolah”, ungkap Selviana.Pada acara penutupan, Komunitas Einstein YPUP memberikan pigam penghargaan kepada SMP Negeri 4 Lembor berupa, piala, sertifikat, dan juga buku-buku bacaan.”Penghargaan ini luar biasa, dan kami sangat bangga. Terimah kasih banyak kepada, pendiri komunitas Einstein, para senior, pengurus dan anggota komunitas”, imvuh Selfiana lagi.Sementara itu, Ketua Panitia Safari Pendidikan, Olivia Saiman mengaku bangga atas penerimaan keluarga besar SMP Negeri 4 Lembor hibgga semua agenda kegiatan safari ini berjalan lancar. Ia juga berharap agar kegiatan serupa bisa dijalankan di waktu yang lain.”Keletihan selama kegiatan ini sudah terobati ketika serangkaian kegiatan mulai dari penyambutan, sampai penutup sudah berjalan dengan baik serta kebersamaan warga desa Wae Wako, teman-teman guru serta adik-adik SMP Negeri 4 Lembo dan juga teman-teman safari pendidikan komunitas Einstein YPUP 2020″, tandas Olivia.SMP Negeri 4 Lembor terletak di desa Wae Wako, paling barat kecamatan lLembor. Buruh waktu 30 menit perjalana dari pusat kota kecamatan. Akses jalan menuju sekolah iitu masih sangat memprihatinkan. Jaringan listrik PLN juga belum menjangkaui wilayah itu. Penerangan malam hari di desa ini masih menggunakan lampu tenaga surya, dan mesin genset untuk warga yang mampu.*(Djjoe)Editor : Robert Perkasa

Jelang Valentine Day, Kaum Milenial Waning Gelar Bakti Sosial

KOMODOPOS.com-KUWUS-
Komunitas sosial Himpunan Pemuda Waning (HPW) melaksanakan bakti sosial di berbagai tempat umum di Desa Waning, kecamatan Ndoso kabupaten Manggarai Barat, Rabu (12/2). Bakti sosial yang dilakukan oleh komunitas kaum milenial desa Waning menyambut Valentine Day 14 Februari dan juga sebagai wujud kesadaran dan kepekaan sosial anak-anak muda di desa tersebut akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Ketua Panitia Valentine Day Amandus Abu kepada Komodopos.com menjelaskan, Himpunan Pemuda Waning
merupakan organisasi kepemudaan untuk merajut semangat persatuan, persaudaraan dan kebersamaan dengan aksi nyata melalui kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Aksi sosial tersebut dilakukan untuk merespon persoalan-persoalan sosial di kampung Waning.

“HPW melakukab kegiatan bakti social ini dilakukan dalam rangka menyambut Valentine Day. Selain itu aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian kaum milenial di desa Waning terhadap persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan”, ujarnya.

Ia menyampaikan biasanya generasi muda mengartikulasikan momentum hari kasih sayang dengan saling berbagi kado atau hadiah yang bernuansa valentine day dengan orang-orang spesial. “Tidak demikian bagi kaum milenial desa Waning.Kami menyambut moment Valentine Day ini dengan aksi nyata. Membagi cinta dan kasih sayangvdi antara kami melaluit kegiatan bakti sosial”, imbuhnya.

Menjadi generasi muda yang bijak, kata Amandus, harus dimulai dari pribadi sendiri. Menjaga kebersihan lingkungan hidup hingga bermanfaat untuk kehidupan banyak orang, khususnya masyarakat di desa Waning. Sanitasi lingkungan yang bersih menentukan kualitas kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut.

“Banyak cara yang bisa ditempuh generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkunga. Salah satunya dengan melibatkan pemuda dalam kegiatan bakti sosial di halaman kampung sendiri”, kata Amandus.Ia optimis, dengan melakukan kegiatan seperti ini generasi muda bisa mengetahui tentang cara pelestarian serta manfaat dari lingkungan yang bersih. Pemuda, kata Amandus, harus peka dan berkontribusi terhadap masalah social di mana ia berada. Pemuda sebagai obor untuk menerangi banyak orang. Pemuda juga sebagai tongkat estafet pembangunan desa ke depannya.

Usai kegiatan, HPW mempaikan pesan Valentine Day kepada pemerintah desa Waning dan seluruh elemen masyarakat setempat supaya menggiatkan kerja gotong royong di desa Waning. Amandus juga berharap agar pemerintah desa Waning, senantiasa merespon segala bentuk persoalan social yang ada di desa Waning.

“Pemerintah desa tidak boleh tidur. dan buat suatu gerakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Pemerintah Desa Juga harus memonitoring segala bentuk persoalan sosial di desa tersebut.Terpisah, Petrus Hob, salah satu tokoh masyarakat di desa Waning yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan aspresiasi yang sangat luar biasa kepada anak-anak muda yang telah menggelar bakti sosial di halaman kampung Waning. Ia mengatakan, pemuda zaman sekarang, kalau mau maju harus kerja bergotong royong.

“Saya selaku orang tua sangat bangga dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak muda ini. Mewakili tokoh masyarakat kami tetap mendukung kegiatan anak-anak muda demi kebaikan bersama dan masa depan mereka sendiri, maupun bagi orang tua yang menghuni kampung Waning ini”, ujar Petrus seraya berpesan agar kerja gotongveoyong jangan hanya sebatas hari ini demi kemajuan desa Waning. *(Amandus Abu)Editor ; Robert Perkasa

“Putera Sano” Tergelincir, 5 Penumpang Selamat

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG- Moda angkutan pedesaan “Putera Sano” tergelincir di Werang, ibukota kecamatan Sano Nggoang, Kamis (13/2) sekira pukul 14. 50 Wita. Tepat di simpang Werang menuju pasar Werang. Ban depan mobil menghantam sebuah deker hingga ban depannya tergantung di trotoar jalan setinggi 1 m.

Kecelakaan ini terjadi ketika Mobil jenis Colt truk bernomor polisi EB 8215 GA ini meluncur dari arah Labuan Bajo menuju ke Nunang, desa Wae Sano. Saat memasuki area ibukota, Werang, mobil berwarna hijau itu tiba-tiba tergelincir ke luar beberapa meter darir badan jalan.

Saksi mata,, Martinus Frody dari TKP melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Ia menduga, mobil yang dikendarai oleh sopir bernama Adu itu tergelincir karena kelalaian sopir dan akibat badan jalan terlalu sempit.

“Beruntung,, spoir dan seorang kondektur serta 5 penumpang selamat dari kecelakaan ini”, kata Martinus Frody.

Hingga berita ini dihimpun, mobil milik Sebar Satu asal kampung Dasak, desa Wae Sano, kecamatan Sano Nggoang ini belum berhasil dievakuasi.

Sopir, kondektur dan pemilik kendaraan dibantu warga setempat kini sedang berusaha mengevakuasi mobil naas itu. *(Robert Perkasa)

Bakal Seru Pemilihan Ketua Kwaran Pramuka Sano Nggoang

KOMODOPOS.com-SANO NGGIANG-Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka kecamatan Sano Nggoang akan menggelar Musyawara Ranting (musran), Kamis (13/2). Salah satu agenda Musran adalah untuk memilihan pengurus Kwaran yang baru masa bakti 2020-2023 menggantikan posisi Muhamad Masir sebagai Ketua Kwaran Pramuka kecamatan Sano Nggoang periode sebelumnya.

Musran diselenggarakan mulai pukul 08. 00 Wita bertempat di SMA Negeriv2 Sano Nggoang.
.
Sekretaris Panitia Pemilihan, Bonifantura Pon Krjo,S.Pd menyampaikan hal ini kepada Komodopos.com melalu Whatsapp, Rabu Malam (12/2).

Bonifantura memastikan Musran itu dibuka rrsmi oleh Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris, S.Sos.

Musran itu akan dihadiri juga oleh Ketua Kwartis Cabang ( Kwarcab) Pramuka kabupaten Manggarai Barat, Blasius Jeramun beserta pengurus Kwarcab Manggarai Barat, Camat Sano Nggoang, kepala Puskesmas Werang, Kapolsek Werang, Babinsa, serta para kepala sekolah dan pembina pramuka se- kecamatan Sano Nggoang.

Foto ; Dok.Kwarcab Pramuka Manggarai Barat

Ditanya siapa saja bakal calon kandidat Ketua Ke arah yang siap bertarung, Bonifantura enggan memberitahukannya. “Besok baru diketahui.nama-nama bakal calonnya”, ujar Bonifantura. *(Robert Perkasa)

STOP Investasi Bisnis di Kawasan TNK dan Bubarkan BOP-LBF

“Kami melihat bahwa Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOP-LBF) merupakan institusi di lapangan yang berada di balik rencana utak-atik kawasan Taman Nasional Komodo sebagai target baru investasi. Karena itu kami menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan BOP-LBF dan mencabut Perpres No.32 tahun 2018. Sebaiknya Pemda Manggarai Barat harus diberi ruang untuk menentukan pembangunan pariwisata yang sesuai dengan konteks (ekonomi, budaya, lingkungan) masyarakat setempat”.

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat pelaku konservasi dan wisata, Asita, Askawi, HPI, Formapp, P3Kom, DOCK, Gahawisri, Garda Pemuda Komodo dan Sunspirit for Justice and Peace menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu siang (12/2). Selain BTNK, massa pendemo juga menyambangi kantor Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF), gedung DPRD dan Kantor Bupati Manggarai Barat untuk menyuarakan aspirasi yang sama.

Para pendemo ini mendesak DPRD, BTNK, BOP-LBF dan Pemkab Manggarai Barat untuk segera mengeluarkan pernyataan tertulis untuk menolak segala bentuk investasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo. DPRD, BTNK dan Pemda juga harus segera membangun komunikasi dengan Presiden dan pihak KLHK.

Massa aksi unjuk rasa ini juga mendesak pemerintah untuk membubarkan BOP-LBF dan mencabut Perpres No.32 tahun 2018. Mereka melihat BOP-LBF merupakan institusi di lapangan yang berada di balik rencana utak-atik kawasan Taman Nasional Komodo sebagai target baru investasi.

Dalam aksi ini mereka menyuarakan keprihatinan terkait arah pembangunan pariwisata yang tidak mengindahkan konservasi di Taman Nasional Komodo. Untuk dan atas nama pariwisata super premium, pemerintah sepihak mengutak-atik kebijakan di dalam kawasan dan memfasilitasi masuknya investasi bisnis di dalam kawasan TNK yang merupakan ekosistem alami Komodo dan satwa lainnya, serta ruang hidup masyarakat asli di dalam Kawasan TNK.

Ada beberapa hal substansial yang mereka kritisi terkait kebijakan pemerintah yang memfasilitasi pemberian izin investasi bisnis di dalam kawasan TNK.

Pertama, pemberian izin investasi kepada sejumlah perusahaan swasta, yaitu izin investasi Sarana Pariwisata Alam (IUPSWA) kepada (a) PT KWE di atas lahan seluas 151,94 hektar di Pulau Komodo dan seluas 274,13 hektar di Pulau Padar, dan (b) PT Sagara Komodo Lestari (PT SKL) di atas lahan seluas 22,1 hektar di Pulau Rinca.

Kedua, pemerintah menjadikan Pulau Komodo dan perairan sekitarnya sebagai destinasi wisata ekslusif super premium dengan tiket masuk sebesar 1000 USD dan pengelolaannya akan diserahkan kepada PT Flobamora yang nota bene sebuah perusahaan BUMD Pemprov NTT dan “pihak lain”. Mereka pertanyakan, siapa persisnya “pihak lain” yang dimaksud?.

Ketiga, pemerintah hendak merombak penataan Pulau Rinca dengan dalih persiapan agenda G-20 2023. Penataan ini dilakukan dengan cara meruntuhkan semua Barang Milik Negara (BMN) yang ada di Loh Buaya dalam waktu dekat dan digantikan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang baru. Pada saat yang sama, KLHK telah mengeluarkan izin investasi pariwisata alam (IUPSWA) kepada PT KWE di atas lahan seluas 151,94 hektar di Pulau Komodo dan seluas 274,13 hektar di Pulau Padar, dan PT Sagara Komodo Lestari (PT SKL) di atas lahan seluas 22,1 hektar di Pulau Rinca.

Keempat, pemerintah akan membangun dermaga dan pusat kuliner bertaraf premium di Pulau Padar yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak perusahaan. Pada saat yang sama, telah diserahkan kepada PT KWE untuk investasi sarana pariwisata alam (IUPSWA).

Kelima, pemerintah berencana mengelola Pulau Muang (dan mungkin juga Pulau Bero/Rohbong) yang terletak antara Pulau Rinca dan Golo Mori akan dijadikan sebagai area investasi untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tana Mori seluas 300 hektar. Dua pulau itu masing-masing adalah zona rimba dan zona inti TNK.

Keenam, pemerintah yang sebelumnya mengumumkan kebijakan relokasi warga kampung Komodo sampai saat ini belum membuat surat keputusan resmi yang membatalkan rencana tersebut.

“Setelah mencermati kebijakan-kebijakan tersebut, serta mempertimbangkan prinsip-prinsip konservasi serta pembangunan pariwisata berkelanjutan dan berkeadilan, kami mengeritik dengan keras agenda wisata super-premium atas Taman Nasional Komodo, sebab akan sangat sangat berbahaya bagi keberadaan TNK sebagai kawasan konservasi alami bagi satwa Komodo serta satwa lainnya baik di darat maupun di laut dan ruang hidup asli bagi masyarakat dalam kawasan. Kebijakan ini juga hanya akan memberikan keuntungan ke pengusaha besar di masa mendatang”, demikian pernyataan sikap bersama yang diterima Komodopos.com dari Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (FORMAPP) Manggarai Barat, Aloysius Suhartim, Rabu siang (12/2).

Pernyataan Sikap

Terhadap kebijakan pemerintah yang kontroversial itulah, massa pendemo menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah sebagai berikut ;

1. Segera meninjau kembali penerapan Permen KLHK No: P.8/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Marga Satwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Tawan Wisata Alam. Permen ini tidak cocok diterapkan di Kawasan TN-Komodo yang merupakan ekosistem khusus yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati (prudent).

2. Segera mencabut izin yang sudah diberikan kepada 2 Perusahaan swasta di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar, serta membatalkan rencana pemberian izin kepada PT Flobamor serta “pihak lainnya” di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pembangunan resort, villa, restaurant, dan fasilitas pendukung lainnya di dalam kawasan sangat bertentangan dengan prinsip konservasi yang sudah kita kerjakan bersama selama ini.

3. Menolak pemberlakukan kawasan Pulau Komodo dan Perairan sekitarnya sebagai Kawasan Wisata Ekslusif Super Premium dengan tiket masuk sebesar USD 1000 yang dikelola oleh PT Flobamor dan “pihak lainnya”. Praktek macam ini merupakan bentuk monopoli bisnis yang merugikan baik masyarakat Komodo sendiri maupun para pelaku pariwisata di Labuan Bajo pada umumnya. Sebaliknya, kami mendesak Pemerintah untuk tidak merevisi PP No. 12 tahun 2014 tentang PNPB dan tetap mempertahankan angka tarif masuk ke TNK yang telah berlaku sejak tahun 2019.

4. Mengutuk keras rencana untuk menata ulang kawasan Loh Buaya dalam waktu dekat; mengingat paket-paket wisata untuk 2020 umumnya sudah direncanakan dan akan terganggu akibat kebijakan yang mendadak dan serampangan seperti ini. Sebaliknya rencana penataan destinansi harus dilakukan lewat perencanaan yang transparan dan akuntable.

5. Menolak utak-atik status sejumlah Pulau yang berada dalam zona rimba dan zona inti di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo untuk menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

6. Mendesak pemerintah secara khusus BTNK untuk segera menerapkan kebijakan carrying capacity di tempat-tempat wisata seperti Pulau Siaba, Long Beach dan tempat-tempat lain demi menjaga kelangsungan ekologi dalam kawasan TNK.

7. Menuntut pemerintah untuk mengeluarkan jaminan tertulis dan permanen bahwa warga Komodo tidak akan dipindahkan dan/atau diganggu dengan rencana kebijakan relokasi; serta menuntut kebijakan yang memperhitungkan hak-hak dan partisipasi aktif mereka dalam konservasi dan pariwisata.

8. Meminta kepada pemerintah untuk mengembangkan model-model pembangunan pariwisata yang berbasis masyarakat seperti memaksimalkan dan melakukan pembinaan terhadap para pelaku UMKM lokal di Manggarai Barat dan membentuk BUMD yang diisi oleh orang-orang lokal.

9. Kami melihat bahwa Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOP-LBF) merupakan institusi di lapangan yang berada di balik rencana utak-atik kawasan Taman Nasional Komodo sebagai target baru investasi. Karena itu kami menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan BOP-LBF dan mencabut Perpres No.32 tahun 2018. Sebaiknya Pemda Manggarai Barat harus diberi ruang untuk menentukan pembangunan pariwisata yang sesuai dengan konteks (ekonomi, budaya, lingkungan) masyarakat setempat.

10. Mendesak DPRD, BTNK, dan Pemda Manggarai Barat untuk segera mengeluarkan pernyataan tertulis untuk menolak segala bentuk investasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo. DPRD, BTNK dan Pemda juga harus segera membangun komunikasi dengan Presiden dan pihak KLHK.

“Demikian tuntutan kami. Kami siap bekerjasama dengan Pemerintah untuk setiap kerja nyata dan bertanggungjawab demi keseimbangan konservasi dan pariwisata, serta demi pembangunan ekonomi yang berkeadilan”, bunyi peryataan sikap para pendemo. *(Robert Perkasa)

Anggota DPRD Mabar, Yosep Suhardi : Lapangan SDN Rangat Siap Diratakan

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Anggota DPRD Manggarai Barat, Yosep Suhardi,SH memastikan penggususuran lapangan SDN Rangat dikerjakan tahun 2020.

Menurut Yos, kepastian lapangan itu digusur setelah pagu anggarannya telah ditetapkan dalam Buku APBD kabupaten Manggarai Barat TA 2020.

Dalam lampiran daftar usulan pembangunan prasarana/infrastruktur yang dibutuhkan dari alokasi dana APBD Kabupaten Manggarai Barat untuk dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebesar Rp 186 juta.

Sebelumnya, warga di dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang mengajukan usulan secara tertulis terkait prasarana dan infrastruktur yang belum diakomodir dalam ABPD Mabar maupun Dana Desa Wae Lolos. Usulan tersebut mereka sampaikan langsung kepada anggota DPRD Mabar Dapil 1, Yosep Suhardi dari Partai Gerindra.

“Lapangan SDN Rangat sudah anggarkan tahun ini sesuai permintaan mereka dan sebentar lagi akan diserver oleh dinas terkait untuk segera dikerjakan”, ujar Yos saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Sabtu (8/2).

Saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Manggarai Barat, Bernadus Dandur belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut. *(Robert Perkasa)

Anggota DPRD Mabar, Yosep Suhardi : Lapangan SDN Rangat Siap Diratakan

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Anggota DPRD Manggarai Barat, Yosep Suhardi,SH memastikan penggususuran lapangan SDN Rangat dikerjakan tahun 2020.Menurut Yos, kepastian lapangan itu digusur setelah pagu anggarannya telah ditetapkan dalam Buku APBD kabupaten Manggarai Barat TA 2020.Dalam lampiran daftar usulan pembangunan prasarana/infrastruktur yang dibutuhkan dari alokasi dana APBD Kabupaten Manggarai Barat untuk dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebesar Rp 186 juta.Sebelumnya, warga di dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang mengajukan usulan secara tertulis terkait prasarana dan infrastruktur yang belum diakomodir dalam ABPD Mabar maupun Dana Desa Wae Lolos. Usulan tersebut mereka sampaikan langsung kepada anggota DPRD Mabar Dapil 1, Yosep Suhardi dari Partai Gerindra.“Lapangan SDN Rangat sudah anggarkan tahun ini sesuai permintaan mereka dan sebentar lagi akan diserver oleh dinas terkait untuk segera dikerjakan”, ujar Yos saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Sabtu (8/2).Saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui Whatsapp, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Manggarai Barat, Bernadus Dandur belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut. *(Robert Perkasa)

Merantau Untuk Mandiri

Kisah Perantau Anak kampung Mbala-Bima-Jepang/Bagian 6/Habis)

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Banyak alasan yang membuat seseorang lebih memilih untuk keluar dari kampungnya dan merantau ke tempat lain. Misalnya untuk melanjutkan pendidikan. Mencari pekerjaan. Atau sekedar mencari pengalaman hidup di tanah rantau.

Apapun alasannya, merantau agar mandiri. Kita terbiasa mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang tua atau keluarga. Di sana kita belajar mengatur waktu untuk bekerja atau belajar menjalani suka-duka kehidupan tanpa orang tua atau sanak saudara. Dengan itu kita semakin dewasa dan pantang menyerah.

Jika mampu bertahan, yakin dan percaya usaha kita tidak akan pernah sia-sia. Teruslah berusaha selama masih ada jalan yang terbuka. Niscaya kesuksesan menjadi bagianmu.

“Sukses tidaknya seseorang di perantauan tergantung seberapa giatnya mereka berusaha. Berusaha mengejar peluang,. Tidak gengsi. Menunaikan mandat atau kepercayaan dengan jujur. Lebih jauh selalu mengandalkan Tuhan”, kata Sem.

Sem Gizygoy adalah satu dari sekian banyak orang pernah merantau seperti yang penulis telah paparkan sebelumnya.

Ia adalah sosok tangguh yang telah menghabiskan separuh usianya di tanah rantau selama 26 tahun.

Merantau sejak tamat SD 1988 dan kembali ke kampung halamannya pada 2014.

Ia sosok yang kokoh bertahan menjalani kehidupannya puluhan tahun di tanah rantau hingga kini mandiri. Kembali ke kampung halamannya, Sem menekuni usaha budidaya jamur tiram di kota Labuan Bajo. *(Robert Perkasa)