Pelatihan Pengelolaan Makanan Sehat Bagi Ibu Hamil di Desa Golo Desat

KOMODOPOS.com-MBELILING-
Pemerintah Desa Golo Desat, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menggelar Kegiatan Pelatihan Pengelolaan makanan sehat bagi ibu hamil dan balita. Pelatihan itu diikuti oleh 35 orang kader posyandu dan warga dari 2 dusun di wilayah desa Golo Desat. Pelatihan ini digelar selama sehari, Senin (18/11/2019) di Rangawatu, ibu kota desa Golo Desat.

Pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah desa Golo Desat menghadirkan sesikitnya 3 narasumber dari Puskesmas Rekas, yakni bidan Evi, perawat Ecy dan perawat Mery.

Kepala Desa Golo Desat, Paulus D.Datang melalui Sekretaris desanya, Alexander Sabin menjelaskan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan demi tercapainya kesehatan masyarakat, terutama untuk para ibu hamil dan anak-anak balita yang ada wilayah desanya.

Bahan makanan yang digunakan dalam pelatihan ini merupakan pangan lokal seperti wortel, sayur bayam, buah-buahan yang ada di desa Golo Desat.

“Sasaran kegiatan ini adalah para ibu hamil dan anak balita di desa Golo Desat. Ibu-ibu dan kader posyandu sangat antusias mengikuti pelatihan. Kegiatan pelatihan iru dibiayai Dana Desa Golo Desat Tahun 2019”, ujar Alexander. *(Robert Perkasa)

HUT PGRI, Romo Edy Menori, Pr Ingatkan Pemerintah Agar Pendidikan Jangan Dipolitisir

KOMODOPOS.com- SATARMESE -Ketua Yayasan Sukma Pusat Ruteng, Romo.Edy Menori, Pr mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan pendidikan sebagai komoditas politik.

“Tolong, pendidikan di daerah ini jangan dipolitisir” tegas Rm Edy Memori, Pr ketika membawa materi dalam dialog HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional ke-25 di Iteng, kecamatan Satarmese, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (25/11/2019).

Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI ke-74, PGRI Cabang Satarmese menggelar dialog dengan tema umum “Sosok Guru Dalam Harapan dan Realita”.
Kegiatan ini diselenggarakan di SMAK St. Maria, Iteng, kabuoaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/11/2019). Diawali dengan upacara benderal di lapangan SMAK St. Maria Iteng.

Ratusan Guru se-kecamatan Satarmese yang terhimpun dalam organisasi PGRI dan para undangan lainnya. Tampak diantara para undangan, Camat Satarmese, Damianus Arjo, Koramil 1112 Satarmese, Kapolsek Iteng, Gabriel Taek dan para tokoh masyarakat setempat.

Tiga narasumber dalam dialog itu yakni, Rm. Edy Menori, Pr, Dr, Kosmas Takung, Gradus Pape, MM.

Pada sesi dialog, Dr.Geradus Pape,MM menjelaskan, dasar penetapan Hari Guru Nasional (HGN) pertama kali adalah Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Lalu dimantapkan oleh Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. HGN diperingati setiap tanggal 25 November mengacu pada hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia, sebuah organisasi profesi guru terbesar di Indonesia yang lahir pada tanggal 25 November 1945.

Dengan demikian, peringatan Hari Guru Nasional sekaligus merupakan Hari Ulang Tahun PGRI. Pada tahun 2019 ini, PGRI genap berusia 74 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Dalam perjalanannya, PGRI terus berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

“Peringatan HGN merupakan momentum penting bagi anggota PGRI yang berprofesi sebagai guru untuk merefleksikan kembali bahwa peran guru itu bukan saja melakukan transfer ilmu pengetahuan. Kita mesti mampu menjadi orang yang diteladani oleh peserta didik”, imbuh Geradus Pape, MM.

Ketua PGRI Cabang Satarmese, Yustina Heni Julita mengatakan,
kegiatan ini dilaksanakan atas hasil musyawarah bersama yang dibahas dalam rapat anggota PGRI Cabang Satarmese pekan lalu. Kegiatan ini, ungkap Yustina, merupakan bagian dari evaluasi diri PGRI. Yustina berharap agar semua angota PGRI bisa ambil bagian dalam dialog.

Kegiatan ini, ungkap Yustina, merupakan bagian dari evaluasi diri PGRI. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa berdiskusi tentang dunia pendidikan, kiranya nanti mampu diimplementasikan lewat pengabdian kita sebagai guru demi mewujudkan Guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.

“Saya berharap semua angota PGRI bisa mengikuti kegiatan ini karena kegiatan ini merupakan kegiatan penting sekaligus evaluasi diri kita sebagai guru agar bisa diterapkan di sekolah kita masing-masing demi terwujudnya Guru yang profesional,sejahtera dan martabat”, terang Yustina ketika dikonfirmasi Komodopos.com, Senin (25/11/2019).

Kordinator Pendidikan kecamatan Satarmese, Fransiskus Jebau
menambahkan dalam momentum ini dirinya berharap agar semua guru yang hadir bisa menaruh harapan yang positif.

“Tugas kita sebagai guru memang sulit, tapi tolong jangan jadikan sebuah beban. Jadikanlah tugas Guru sebagai tugas pangilan mulia buat kita”, ujar Fransiskus. *(Djoe)
Editor : Robert Perkasa

Mengejar Tenar Melalui Wajah ‘Orang Besar’

Oleh : Sil Joni *)

FOTO atau gambar, dalam kajian semiotika, lebih dari sekadar ‘ornamen visual’ yang bersifat atraktif. Foto merupakan ‘teks historis’ yang mengandung deskripsi dan narasi tentang ‘subyek potret’. Tegasnya, dalam dan melalui foto, terselip ‘pesan spesifik’ tentang ‘siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana’ itu terjadi.

Pemirsa (penikmat) foto diberi ruang untuk menginterpretasikan ‘rangkaian momen’ yang terpatri dalam foto itu. Actus penafsiran semacam itu, bermuara pada penciptaan impresi dan imajinasi tentang ‘konten potret itu’. Dengan itu, foto bisa ‘mendongkrak positive image’ dari seorang individu. Citra diri seseorang, boleh jadi berubah, setelah orang lain ‘menikmati hasil jepretan kamera’ dengan pengaktifan elemen persepsi dan imajinasi.

Atas dasar itu, tidak terlalu mengejutkan jika kita ‘berusaha mengabadikan setiap detail kisah hidup’ dalam bentuk pengambilan gambar (taking picture). Kita tidak ingin ‘kisah perjumpaan’ dengan figur-figur top, berlalu begitu saja. Kita coba membujuk para ‘pejabat besar’ untuk foto bersama kita. Kita tidak peduli apakah ‘sosok tenar’ itu, mengenal pribadi kita dengan baik atau tidak. Kita hanya ingin ‘wajah orang besar itu’, turut memberi warna terhadap wajah kita sendiri.

Sadar atau tidak, sebenarnya ada semacam dambaan dalam alam bawah sadar bahwa ‘persepsi tentang eksistensi seseorang’ turut berubah ketika ‘wajak seorang elit politik’, nongol dalam album foto kita. Harapannya, para pemirsa foto itu nanti, memproduksi kesan ‘ketenaran serupa’ untuk diri kita. Setidaknya, publik akan menilai bahwa kita memiliki koneksi dan relasi yang akrab dengan orang-orang besar itu.

Sampai pada titik ini, kita coba menganalisis foto-foto para bakal calon bupati yang ‘didiseminasi’ secara kreatif dan agresif dalam ruang publik (public sphere). Ada sebagian dari bakal kandidat itu, yang ‘memamerkan’ sejumlah foto kenangan perjumpaan dengan ‘sejumlah pejabat terkenal’. Foto politis semacam itu, tentu secara sengaja dipajang dalam pasar politik, agar menuai semacam ‘pencitraan diri (self-image) yang menguntungkan dari sisi elektabilitas dan popularitas. Pemasaran ‘foto politis’, dengan demikian, merupakan bagian dari trik dan strategi menaikan citra diri sebagai ‘sosok yang tenar’. Bahasa teknisnya adalah personal political branding.

Kita membutuhkan ‘wajah orang besar’ untuk menuai efek ‘ketenaran’ di musim kontestasi politik. Mungkin sang calon mengidap semacam ‘rasa kurang percaya diri politis’, ketika ‘wajah politiknya’ dipajang seorang diri di berbagai tempat.

Sebagai bagian dari ‘strategi politik’, upaya ‘mencuri’ wajah orang besar semacam itu, tentu sah-sah saja. Kita coba ‘menggiring opini publik’ tentang ‘siapa kita’ melaui kemasan ‘sisi lahiriah’ yang menawan. Kita lebih ‘mendandani’ kulit pembungkus ketimbang substansi. Kita semua tahu bahwa politik di era posmodern ditandai oleh selebrasi yang massif terhadap ‘kulit palsu’ itu. Politisi medioker dan hipokrit, sangat lihai ‘memanfaatkan’ watak politik seperti itu.

Ruang pasar politik lokal, kian semarak. Aneka produk politik, baik yang polos maupun palsu, dijajakan secara aktif-progresif. Di tengah situasi pasar seperti itu, konsumen politik mesti cerdas dan selektif ‘memilih’ produk politik itu. Pastikan bahwa produk itu, belum ‘terkontaminasi efek visualitas teknologi digital’ yang bisa mengelabui ‘indera politik publik’. Semuanya tergantung pada proses deliberasi rasional para voters. Apakah kita lekas tergoda dengan ‘wajah politik palsu’ di ruang virtual yang hanya pandai mencari sensasi belaka atau sosok politik yang tampil otentik dan tidak dibalut dengan kepura-puraan?

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Gereja Stasi Nggorang Ambruk, Taksasi Kerugian Ratusan Juta Rupiah

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Angin kencang yang menyapu sebagian wilayah desa Nggorang, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/11) kemarin meninggalkan bekas yang memprihatinkan. Bangunan Gereja Stasi Beata Maria Theresa Nggorang, Paroki Theresia Lisieux Longgo, Keuskupan Ruteng hancur berantakan. Taksasi kerugian material bangunan Gereja yang terletak di bukit Watu Langkas, itu mencapai ratusan juta rupiah.

Berita Komodopos.com sebelumnya, kerusakan sangat parah terdapat pada bangunan Sakrrsti Gereja. Konstruksi Atap bagian timur Gereja yang terbuat dari rangka baja ringan, hancur total diterjang angin kencang. Sink atap dan rangka baja ringan terlempar berantakan ke tanah dan tidak dapat dimanfaatkan lagi.

“Kondisi paling parah di sebelah timur sayap gereja yang tahun sebelumya telah dibagun ruangan Sakresti. Atap sink, rangka baja, semuanya terlempar ke bubungan gereja hingga hancur berantakan”, terang Berty Agung, umat Stasi Beata Maria Theresa Nggorang yang rumahnya dekat dengan lokasi Gereja tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 2 Mbeliling, Paulinus Rodi, S.Pd yang tinggal di Watu Langkas tidak jauh dari lokasi Gereja tersebut juga mengemukakan hal senada.

“Derasnya angin yang terjadi kemarin memporakporandakan bangunan Sakresti Gereja yang dibangun belum setahun ini. Konstruksi bangunan Gereja seluruhnya terbuat dari baja ringan. Namun angin kencang menyapu bersih dalam seketika. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun taksasi kerugian umat diperkirakan ratusan juta rupiah”, ungkap Paulinus Rodi ketika dikonfirmasi Komodopos.com melalui handphone selularnya , Minggu (24/11) pagi.

Ia menambahkan, sejumlah barang kudus dan bangku tempat duduk yang ada di dalam Gereja luput dari amukan angin kencang. Namun kondisinya memprihatinkan lantaran basah kuyup tersiram air hujan. Kondisi di dalam Gereja juga tampak sangat kotor. Dedaunan kayu yang terbawa angin berserakan di dalam Gereja.

Berty Agung menambahkan, sesaat usai kejadian kemarin warga Watulangkas berbondong-bondong menuju lokasi Gereja yang tidak jauh dari pemukiman warga. Mereka berupaya memindahkan puing-puing bangunan yang yang tercecer dan berantakan di tanah fan membersihkan kotoran di dalam dan halaman Gereja.

Jaringan listrik putus total

Informasi yang dihimpun Komodopos.com, Minggu (24/11) pagi ini menyebutkan, kebaktian umat setempat hari Minggu pagi ini tetap berjalan meskipun tanpa menggunakan sound system karena jaringan listrik putus total.

Sementara itu, banyak umat yang datang mengikuti perayaan Ekaristi terpaksa berdiri atau duduk di bawah pohon kayu yang masih tersisa di lokasi Gereja yang ambruk tersebut.

Foto/Facebook Paulinus Rodi

“Misa pagi hari Minggu (24/11) tetap berjalan hanya saja banyak umat yang tidak tertampung di dalam gereja. Mereka hanya berdiri/duduk di luar. Selain itu sampai saat ini baja ringan beserta sinknya masih berada di atas atap Gereja yang lama belum dibersihkan. Misa juga tanpa sound system karena listrik putus total”, terang Paulinus. *(Robert Perkasa)

Kapela Watu Langkas Rusak Parah Dihajar Angin Kencang

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Angin ribut disertai hujan deras dan petir menggelegar. Melanda sejumlah wilayah di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/11/2019) sekitar
pukul 15.00 Wita petang . Akibat cuaca buruk ini, Kapela Stasi Beata Maria Theresa Nggorang, Paroki Theresia Lisieux Longgo, Labuan Bajo, rusak parah terpapar badai angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun taksasi kerugian material bangunan Kapela ini hingga ratusan juta rupiah.

Saksi mata, Berty Agung yang berada di lokasi kejadian melaporkan, atap bagian timur sayap Kapela yang terbuat dari rangka baja ambruk. Sink atap dan rangka baja terlempar berantakan ke tanah dan tidak dapat lagi dimanfaatkan.

“Kondisi paling parah di sebelah timur sayap Kapela yang tahun sebelumya telah dibagun ruangan tambahan. Atap sink, rangka baja, semuanya terlempar ke bubungan gereja. Hancur berantakan”, terang Berty Agung.

Ia menambahkan, sore tadi usai kejadian, warga Watulangkas berbondong-bondong menuju lokasi Kapela yang tidak jauh dari pemukiman warga. Mereka berupaya memindahkan puing-puing bangunan yang tercecer dan berantakan di tanah.

Meski demikian, kata Berty, kebaktian hari Minggu besok (24/11) tetap dilaksanakan di Kapela yang rusak parah tersebut.

“Kondisi fisik bangunan Kapela memang sudah hancur berantakan. Namun umat telah sepakat unruk tetap melakukan kebaktian hari Minggu besok tseperti biasa. Kondisi keseluruhan material bangunan Kapela memang tidak bisa lagi di manffaatkan. Namun masih ada tempat duduk seperti bangku yang masih bisa dipakai untuk perayaan besok”, terang Berty Agung. *(Robert Perkasa)

Cegah Stunting, Puskesmas Benteng Gandeng Yayasan 1000 Hari

Gelar Pelatihan Kader Posyandu

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak penderita stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Mencegah bahaya Stunting, UPTD Puskesmas Benteng bekerja sama dengan Yayasan 1000 Hari menggelar kegiatan Pelatihan dan Sosialisai Cegah Stunting bagi para kader posyandu di wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (22-23/11/2019 dengan jumlah peserta sebanyak 63 orang.

Kepala Puskesmas Benteng, Vinsensius Paul,S.Kep berharap kegiatann itu berjalan lancar dan sukses. Untuk itu ia membentuk Panitia kecil yang dimotori oleh Rohana Alun, S.KM, dengan kawan-kawan.

Staf UPTD Puskesmas Benteng, Kader Posyandu bersama Tim Yayasan 1000 Hari. Foto/Dok : Puskesmas Benteng

Vinsensius menjelaskan, kegiatan pelatihan hari pertama, Jumat (22/11) dihadiri oleh 32 orang. Sedangkan 31 peserta berikutnya hadir mengikuti pelatihan ini pada hari kedua, Sabtu (23/11).

“63 peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut merupakan Kader Posyandu perwakilan dari setiap Posyandu dan didampingi oleh masing-masing Tenaga Kesehatan dari tingkat desa”, jelas Vinsensius.

Ia melanjutkan, pemateri dalam pelatihan ini, yakni Jesica Arawinda, yang akrab disapa ibu Sisi, dari Yayasan 1000 Hari. Jesika memberikan materi tentang Stunting. Sementara pemateri dari UPTD Puskesmas Benteng, Yuliana Yuyun, A.Md.Keb menyajikan materi tentang Tablet Tambah Darah bagi ibu hamil dan remaja putri.

Vinsensius juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan 1000 Hari yang telah mendukung program prioritas nasional dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benteng.

Dalam kesempatan itu, Director Operation Yayasan 1000 Hari, Mr.Zack Peterson berharap agar para peserta kegiatan itu mendapatkan pengetahuan baru demi peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mencegah stunting.

“Melalui pelatihan dan sosialisasi hari ini, kami mengaharapkan akan mendapat bekal pengetahuan baru yang akan meningkatkan kemampuan Kader Posyandu dalam upaya pencegahan Stunting, dan kami datang mau berhadapan langsung dengan Kader Posyandu sebagai ujung tombak”, jelas Mr.Zack.

Puskesmas Benteng adalah salah satu UPTD yang berada langsung di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat. Puskesmas Benteng terletak di sebelah selatan kota Labuan Bajo. Puskesmas Benteng merupakan penopang pelayanan kesehatan dasar. Wilayah kerja Puskesmas Benteng mencakup tujuh desa yakni Desa Compang Longgo, Desa Pantar, Desa Golo Pongkor, Desa Macang Tanggar, Desa Tiwu Nampar, Desa Warloka dan Desa Golo Mori. *
(Robert Perkasa )

Imapelma-Ende Gelar RUA ke-14 di Aula Kampus Uniflor

KOMODOPOS.com-ENDE-
Ratusan mahasiswa dan Pelajar yang bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) di Aula Kampus 2 Uniflor Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. RUA ke-14 Imapelma berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Minggu (23-24/11/2019). RUA kali ini
bertajuk “Bersatu Kita Ciptakan Perubahan Menuju Imapelma yang Berprogresif dalam kemandirian”.

Ketua Panitia Ovaldus Jemadur, dalam laporannya mengatakan, Forum RUA merupakan forum terhormat dari sekian forum yang diadakan oleh Imapelma. Dalam forum terhormat ini seluruh anggota Imapelma bersama-sama merancang atau mendesain segala bentuk aktivitas-aktivitas yang menunjang demi kemajuan Imapelma ke depan.

“Adu gagasan merupakan hal yang biasa dalam forum ini, supaya dapat menguji kematangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dari setiap kader-kader terbaik”, ujar Ovaldus.

Dia tegaskan, forum ini juga akan membahas transformasi kepemimpinan dari periode ke periode, supaya dalam periode berikutnya memberikan kesempatan bagi kader terbaik Imapelma untuk memimpin organisasi tersebut.

Ovaldus melanjutkan, kegiatan RUA bertujuan untuk merancang segala bentuk agenda kegiatan yang akan dijalankan selama satu tahun kedepan dan sebagai suatu bentuk proses transformasi kepemimpinan di internal organisasi Imapelma.

Sementara itu, Ketua Imapelma Andrianus Adu, dalam sambutannya mengatakan, RUA merupakan pengambilan keputusan tertinggi di tingkat organisasi. Selain untuk memilih mandataris RUA periode 2019/2020 juga mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2018/2019.

“Di forum RUA ini kader-kader Imapelma merumuskan kembali secara bersama-sama arah pergerakan Imapelma kedepannya sehingga mampu menciptakan kader-kader yang berkualitas dan inilah memen sakral bagi segenap anggota Imapelma” tegas Andrianus.

Andrianus berharap, semua anggota Imapelma agar kegiatan RUA tahun ini berlangsung sukses.

Hadir dalam forum itu sejumlah senior Alumni Imapelma-Ende. Tampak di antaranya Klementinus Elenora. Dalam sambutan singkatnya, ia memberikan pesan kepada para anggota Imapelma untuk menjalankan proses RUA tahun ini dengan baik dan aman.

“Pilihlah mandataris RUA yang kualitasnya bisa menyetir roda perhimpunan ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Jangan memilih mandataris RUA karena ada hubungan seperti teman dekat ataupun keluarga”, tegasnya. *(Enthos) Editor : Robert Perkasa

Indonesia Muda Tersingkir Digasak Awas FC Wolotopo 3-1

KOMODOPOS.com-ENDE-
Juara Pool C Indonesia Muda (IM) tersingkir dari Turnamen sepak bola Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 setelah digasak 3-1 oleh laskar Awas FC Wolotopo di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/11) petang tadi.

Menampilkan permainan ofensif sejak pluit kickoff, laga hidup mati ini berlangsung sengit. Jual beli serangan dan saling mengancam gawang lawan

Indonesia Muda yang bermaterikan pemain muda sempat unggul lebih dahulu melalu freekick Ariyanto Safrudin (23) pada paruh babak pertama. Shoting keras Ariyanto tidak mampu ditepis keluar oleh penjaga gawang Awas. 1-0 IM memimpin.

Foto : Dok/Hero Dores

Teringgal satu gol, tensi permainan bergulir ketat. Laskar Awas Wolotopo mencoba menggempur pertahanan IM. Serangan Awas Wolotopo nyaris menyamakan skor dengan sebuah peluang yang didapatkan Ongki Lobo (7) dari crosing Noldi Umbu Pati (21). Sayangnya, sontekan Ongki Lobo yang sudah berada di depan gawang malah melebar jauh dari gawang.
Skor 1-0 menutup babak pertama.

Di paruh kedua, pola permainan kedua tim makin agresif. Awas Wolotopo mendominasi permainan di menit away babak kedua ini.

Kerja sama squad Awas Wolotopo akhirnya berbuah gol. Kali ini Ongki Lobo (7) tidak ingin mengulangi kesalahannya di babak pertama. Shoting terukur yang dilesakkan Ongko dari sisi kanan membentur mistar gawang. Bola kemudian terpental jatuh persis ke dalam gawang. Wasit pun mengesahkan gol tersebut.

Para pemain dan official IM sempat melakukan aksi protes kepada wasit terkait gol kontroversial itu. Namun wasit tetap pada keputusannya. Skor berimbang 1-1.

Tensi pertandingan makin tinggi. Jual beli serangan datang silih berganti. Kedua tim ini bermain ngotpr dan benerapa saling menebar ancaman ke benteng pertahanan lawan.

Di tengah agresi gempur-menggempur inilah petaka datang menerpa area pertahanan IM. Wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan pain IM terhadap Syahril (15) yang dijatuhkan di kotak pinalti. Kubu IM kembali melancarkan aksi protes atas keputusan wasit hingga pertandingan sempat terhenti sesaat. Kendati demikian, wasit tetap konsisten pada keputusannya.

Sayangnya, Charles Buru yang didapuk menjadi eksekutor pinalti gagal menunaikan tugasnya. Eksekusi Charles malah melambung gawang.

Foto : Dok/Perse Ende News

Hingga usai waktu normal, skor masih imbang 1-1. Laga sengit ini berlanjut ke fase perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Pada paruh waktu pertama squad IM menguasai bola. Laskar hijau Awas Wolotopo nyaris terkurung di lapangan permainan sendiri. Tak lama kemudian anak-anak Awas Wolotopo keluar dari tekanan dan langsung melakukan serangan balik yang cepat.

Heri Gara (10) akhirnya mampu membawa timnya unggul 2-1 melalui aksi headingnya. Gol Heri tercipta ketika ia menyambut tendangan bebas dari kanan yang mengarah ke gawang lawan. Heri lantas menyambar bola dengan heading yang keras.

Gol Heri Gara ini membuat psikis anak-anak IM runtuh. Terbukti beberapa menit kemudian, laskar Awas Wolotopo tampil kian liar. Kerja sama satu dua sentuhan membuahkan hasil manis.
Kali ini giliran Syharil (15) sukses menggandakan keunggulan Awas Wolotopo memanfaatkan asist manis Heri Gara (10).

Foto : Dok/Yos Sudin

Tertinggal dua gol, para pemain Indonesia Muda bangkit menekan arra pertahanan Awas Wolotopo . Namun lini belakang Awas Wolotopo menerapkan skema pertahanan berlapis yang cukup solid dan rapat.
Hingga usai babak perpanjangan

Gol pamungkas Syharil (15) sekaligus menutup laga sengit yang berlangsung sepanjang 120 menit. Dengan kemenangan ini, Awas Wolotopo akhirnya lolos ke babak semifinal turnamen EGDMC 2019. Di babak Semi Final nanti, Awas Wolotopo menunggu pemenang antara Persandora vs Angkasa Kupang yang berlaga, Minggu (24/11) besok. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Pilkada 2020 : Jangan Ada Intimidasi ke Masyarakat (1)

Oleh : Usman D.ganggang*)

HARAPAN para pengamat, agar Pilkada pada tahun 2020 nanti, jangan ada intimidasi ke masyarakat. Harapan ini bukan tanpa dasar. Setidaknya, setiap ada kegiatan Pilkada, selalu saja ada masalah yang bisa memicu konflik, di antara kontituen yang satu dengan konstituen dan kandidat lainnya..

Sekedar disebutkan di sini, salah satu penyebabnya adalah kuatnya hubungan emosional antara kandidat dengan konstituen. Maka dapat dilihat secara jelas, betapa nyata (baca: fakta riil di lapangan) sensitivitas konstituen dalam Pilkada sangat tinggi. Akibatnya, , jika tidak ada manajemen konflik yang baik, , terutama bolong-bolong yang terdapat pada aturan Pilkada, maka bukan tidak mungkin, timbul rasa ketidakpuasan konstituen terhadap konstituen dan kandidat lain , bisa memicu lahirnya konflik di daerah pemilihan.

Tahun depan sekitar 400 hari lagi, Pilkada sudah mulai. Harapan rakyat dalam menuju Pilkada itu, hindari intimidasi dan tekanan dari pihak mana pun. Karena itu, jauh-jauh hari perlu ada kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dari semua elemen penyelenggara. Berilah kepercayaan besar kepada masyarakat pemilik suara untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya. Itu berarti harus hindari intimidasi kepada masyarakat.

Hal ini terlaksana bila ada kerja sama dalam mengamankan Pilkada, dan tentu saja perlu secara kontinyu adakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana masyarakat memberikan hak pilih pada Pilkada. Bukan malah memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengintimidasi konstuen dan kandidat lainnnya.

Oleh karena itu, pilihlah tema yang mendukung kegiatan Pilkada seperti yang sering diungkapkan para pengamat, harus melekat pada kata /istilah : bersih, jujur, dan tanpa celah. Ujungnya, harapan kita semua, agar dalam Pilkada harus mandiri, akuntabel, responsibility, aksebilitas, sinergistas dan objektif, akan terwujud.***) BERSAMBUNG

*) Penulis Sastrawan, tinggal di Bima, Nusa Tenggara Barat

Arsenal & MU Melangkah ke Semi Final Turnamen EGDMC Ende 2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Arsenal Terong Adonara, tim kedua yang lolos ke babak Semi Final usai menghempaskan Persema Menanga FC dengan skor skor telak 3-0 pada laga babak delapan besar hari kedua Turnamen Sepak Bola Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019, Jumat (22/11/2019) petang di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, laskar Maumere United (MU) melenggang ke Semi Final setelah menggulung badai pantura PSM Maurole 4-1, Kamis (21/11) kemarin.

Laga derby yang mempertemukan dua club asal Flores Timur, Persema Menanga vs Arsenal Terong Adonara berlangsung ketat dalam tempo tinggi. Persema dan Arsenal yang sering berhadapan di tanah Nagi, kali ini kembali berduel sengit mencari peruntungan di bumi Kelimutu.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Sejak wasit meniup pluit kickoff babak pertama, kedua tim tampil ofensif saling menyerang. Persema menguasai bola pada menit-menit awal. Variasi serangan Persema kerap kali menusuk ke jantung pertahanan Arsenal. Pengawalan kurang akurat di lini belakang Arsenal membuat Persema bermain leluasa. Persema hampir saja membuka peluang gol dari kaki striker mungil, Syukur Kasim (10) memanfaatkan blunder kiper Arsenal di mulut gawang. Namun sayang, Syukur terjebak offside.

Arsenal yang bermaterikan beberapa pemain bintang Perse Ende seperti Alfian, Adi Atep, Chandra Halim mencoba keluar dari tekanan lawan. Adi Atep dkk membangun serangan balik menekan pertahanan Persema. Namun lini belakang Persema yang dikawal Haji Ali, Muh. Wahid, Abdurahman Usman dan Hasyim Muhidin bermain sangat apik menghalau laju gempuran Arsenal.

Ambisi Arsenal membobol gawang Persema nyaris terjadi melalui kaki Said Rino (21). Rino yang mampu lolos dari kepungan defender Persema tanpa kompromi melesakan sebuah tendangan keras ke gawang Persema.. Sayangnya shoting Rino masih melebar tipis dari gawang Persema.

Kerja sama tim yang kompak di semua lini Arsenal akhirnya membuahkan hasil manis berkat freekick Adi Atep (10). Shoting mendatar Adi Atep menukik tajam ke sudut kanan gawang Persema. Kiper terkecoh. Ia mengkira bola out Namun bola ternyata bersarang di gawangnya. 1-0 Arsenal unggul.
Skor ini bertahan hingga akhir babak pertama.

Selebrasi kemengan Arsenal berlanjut. Baru beberapa menit laga babak kedua bergulir, Adi Atep kembali unjuk taji. Aksi solo Adi yang bergerak dari kiri mampu mengecoh penjaga gawang dan melesakan bola ke sudut kanan gawang Persema. Skor 0-2 Persema tertinggal.

Kebobolan dua gol, tekanan darah squad Persema memuncak. Laju arus serangan pun tancap gas menggempur benteng pertahanan Arsenal. Namun lini belakang Arsenal tampak cukup solid menahan gempuran anak-anak Menanga.

Giliran Arsenal berbalik menekan lawan. Mendominasi permainan, kerjasama satu dua squad Arsenal kembali menuai hasil. Asist terukur Endong Tirtayasa (18) ke Said Rino (21) yang menusuk dari belakang sulit dihalau lawan. Jala gawang Persema disobek 3-0 tanpa balas.

Unggul tiga gol memantik semangat anak-anak Arsenal. Mengurung sambil terus menekan pertahanan Persema.

Meski terkurung, semangat perlawanan serdadu Persema tak pernah kendor. Alih-alih mencicil gol, Persema kembali melancarkan agresi cepat ke jantung pertahanan Arsenal. Satu peluang tercipta di ujung laga dari aksi Syukur Kasim. Namun akurasi tendangannya masih dapat ditangkap kiper Arsenal, Andreas Baran (1).

Hingga usai babak kedua, skor 3-0 berakhir hingga wasit meniup pluit bubar Di babak Semi Final, Arsenal Terong Adonara ditunggu tetangga sebelah Maumere United yang sehari sebelumnya mengalahkan PSM. Maurole 4-1. 4 gol MU ke gawang PSM Maurole masing-masing dicetak oleh Flori Dedi (9), Eka Hera (8), Yanto wada (7) dan Econk Rera (4). 1 gol laskar pantura PSM Maurole dilesakkan Muhamad Guntur (18). *(Hero Dores/Robert Perkasa)