Gilas Nusantara FC 2-0, Arsenal Bertengger di Puncak Klasmen Sementara Pool D

Foto : MediacentreEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Arsenal Terong , club sepak bola asal Adonara kembali meraihkemenangan ketiga setelah menggilas Nusantara FC 2-0 lanjutan Turname. Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga- Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/11).
Dengan ketiga kemenangan itu, Arsenal kini bertengger di puncak klasnen sementara Pool D mengoleksi 9 poin hasil 3 kali laga. Belum pernah kalah atau seri.

Melibas Persandora FC 3-2 pada laga pertama, Selasa (5/11) pekan lalu, menang tipis 1-0 atas Persando FC pada laga kedua Jumat (8/11) dan menggilas Nusantara FC 2-0 pada laga ketiga.

Ujung tombak Atsenal di lini serang, Pati Sari Aukoli (11) menjadi man of the match yang bersinar pada laga petang tadi melalui aksi individunya yang gemilang.

Ketajamannya di lini depan Arsenal menjadi momok yang kerap menebar ancaman ike gawang lawan.
Dua gol untuk kemenangan Arsenal diborong oleh Pati Sari. 1 gol tercipta pada babak pertama dan 1 gol di babak kedua.

Arsenal hanya menyisahkan satu pertandingan melawan Loyas United pada Sabtu, 16 November 2019. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Proviciat Yang Mulia Mgr.Siprianus Hormat, Pr Uskup Ruteng

Ini Profil Uskup Ruteng yang Baru

KOMODOPOS.com–RUTENG—–Romo Paus Frasiskus mengamgkat Romo Siprianus Hormat, Pr sebagi Uskup Keuskupan Ruteng yang baru. Pengumuman kepada seluruh umat Katolik di Keuskupan Ruteng baru saja diumumkan di Gereja Katedral Ruteng, Rabu malam (13/11).

Mgr. Siprianus Hormat, Pr menggantikan Mgr. Hubertus Leteng, Pr yang mengundurkan diri dua tahun lalu.

Romo Sipri lahir di Cibal, Manggarai pada 16 Juli 1966. Ia menamatkan pendidikan SD di SDK Ri’I (1974-1980), lalu SMP dan SMA di Seminari Pius XII Kisol (1980-1986).

Ia kemudian melamar menjadi imam projo Keuskupan Ruteng. Ia studi di STFK Ledalero pada 1987-1991, lalu studi teologi di kampus yang sama pada 1993-1995.

Romo Sipri menempuh studi lanjurt di Universitas Lateran, Italia (Licenciat) pada 1999-2001 dan Kursus Formasi di Gregoriana (2001-2002).

Diitahbiskan menjadi Imam pada tahun 1995. Ia ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng dan menjadi Pastor kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng hingga 1996.

Tahun 1996-1997 ia menjadi Pastor pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere, Flores.

Tahun 1998 menjadia Pastor rekan Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Tahun 2002-2012 menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.

Pada saat bersamaan tahun 2003-2012 juga menjadi staf pengajar STFK Ledalero. Ia juga menjadi Dosen tamu di STKIP St. Paulus Rutengf (Sekarang Unika St Paulus) pada 2007-2011.

Sejak 2012 Romo Sipri hijrah ke Jakarta menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan sekrtaris hraian BKBLII KWI. Ia juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014.

Pada November 2016, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI pada sidang tahunan KWI tahun 2016, menggantikan RD Edy Purwanto. *(Robert Perkasa dari berbagai sumber)

Kandidat Bacawabup Dr.Bernadus Barat Daya Daftar di PAN Mabar

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Dr. Bernadus Barat Daya, SH., MH kembali mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati (bacawabub) di Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada siqng hari ini, Rabu, (13/11/2019).

Berdasarkan catatan media komodopos.com, pendaftaran Barat Daya di PAN merupakan Parpol yang ke 7, setelah sebelumnya ia juga telah mendaftar diri di 6 Parpol lain, seperti: PDIP, PPP, GERINDRA, PKS, HANURA dan DEMOKRAT.

Saat pendaftaran di PAN, Barat Daya didampingi oleh sejumlah keluarganya, antara lain: Lambertus Landing, Yosep Opol dan lainnya.

Rombongan Barat Daya diterima oleh sejumlah pengurus DPD PAN Mabar serta 12 tim kerja yang bertugas sebagai Panitia Penerimaan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tampak di antaranya antara lain: Tan Hasiman, ST (Ketua Panitia Penjaringan), Marsel Jeramun, SE (Wakil Ketua DPD PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD), Ino Peni (Pengurus PAN sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPRD), Anton Aron, ST (Pengurus DPD PAN sekaligus Anggota DPRD), Rudolfo Alfons, S.Fil (Pengurus DPD PAN sekaligus Sekretaris Panitia Pendaftaran), Frans Tasman, S.Fil (Pengurus DPD PAN yang juga anggota Panitia Pendaftaran), Stepanus Herson, SE (Pengurus DPD PAN sekaligus Panitia Pendaftaran), serta sejumlah pengurus dan jajaran panitia lainnya.

Sebelum penyerahan dan pemeriksaan berkas pencalonan, rombongan Barat Daya mengawalinya dengan tata cara adat dengan menyerahkan simbol keadatan berupa Ayam jantan (Manuk Bakok), Tuak dan lainnya.

Baik berkas pencalonan maupun simbol adat tersebut, diterima oleh Ketua Panitia, Tan Hasiman, ST.

Dalam sesi sambutan, Tan Hasiman menyatakan bahwa berkas lamaran yang diajuka Barat Daya beserta lampirannya, akan ditindaklanjuti oleh DPD PAN Mabar sesuai mekanisme yang berlaku di PAN.

“Saya akan tindaklanjuti semua berkas ini ke jenjang partai di atas, yakni ke DPW NTT di Kupang hingga ke DPP di Jakarta. Saya memastikan bahwa semua dokumen yang diserahkan ini, akan diamankan hingga diterima dan ditindaklanjuti oleh struktur partai di atas kami”, ujar Tan Hasiman.

Sementara itu, dalam sesi sambutan singkatnya, Barat Daya memberi apresiasi atas keterbukaan PAN dalam menerima kehadiran dirinya di Parpol tersebut.

“Saya berterima kasih atas kesediaan PAN menerima pendaftaran saya sebagai bakal calon Wakil Bupati. Saya siap menerima apapun keputusan PAN terhadap diri saya. Jika PAN berkenan memberikan kepercayaan pada saya untuk ikut berkompetisi bersama kompetitor lainnya pada ajang Pilkada 2020 nanti, maka saya siap lahir bathin untuk berjuang memperoleh dukungan dari masyarakat. Saya juga siap mengabdikan diri saya seutuhnya bagi kepentingan daerah tercinta Mabar”, ujar Barat Daya.

Saat ditanya komodopos.com mengenai posisi lamaran Barat Daya pada 7 Parpol yang konsisten mengambil posisi sebagai Wakil Bupati, ia hanya menjawab singkat, kalau dirinya perlu tahu diri dan konsisten untuk posisi itu.

“Prinsipnya begini: porong bae leru, agu leru baen (agar tahu diri dan dengan kesadaran penuh)”, pungkas Barat Daya. *(bet)

Editor: Detianus De Gea

Dr. Bernadus Barat Daya, Daftar di PAN Manggarai Barat

KOMODOPOD.com-LABUAN BAJO-Hari ini Rabu, 13/11/2019 salah satu kandidat calon Wakil Bupati, Dr. Bernadus Barat Daya, SH., MH kembali mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati di Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Berdasarkan catatan media komodopos.com, pendaftaran Barat Daya di PAN merupakan Parpol yang ke 7, setelah sebelumnya ia juga telah mendaftar diri di 6 Parpol lain, seperti: PDIP, PPP, GERINDRA, PKS, HANURA dan DEMOKRAT.

Saat pendaftaran di PAN, Barat Daya didampingi oleh sejumlah keluarganya, antara lain: Lambertus Landing, Yosep Opol dan lainnya.

Rombongan Barat Daya diterima oleh sejumlah pengurus DPD PAN Mabar serta 12 tim kerja yang bertugas sebagai Panitia Penerimaan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Tampak di antaranya antara lain: Tan Hasiman, ST (Ketua Panitia Penjaringan), Marsel Jeramun, SE (Wakil Ketua DPD PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD), Ino Peni (Pengurus PAN sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPRD), Anton Aron, ST (Pengurus DPD PAN sekaligus Anggota DPRD), Rudolfo Alfons, S.Fil (Pengurus DPD PAN sekaligus Sekretaris Panitia Pendaftaran), Frans Tasman, S.Fil (Pengurus DPD PAN yang juga anggota Panitia Pendaftaran), Stepanus Herson, SE (Pengurus DPD PAN sekaligus Panitia Pendaftaran), serta sejumlah pengurus dan jajaran panitia lainnya.

Sebelum penyerahan dan pemeriksaan berkas pencalonan, rombongan Barat Daya mengawalinya dengan tata cara adat dengan menyerahkan simbol keadatan berupa Ayam jantan (Manuk Bakok), Tuak dan lainnya.

Baik berkas pencalonan maupun simbol adat tersebut, diterima oleh Ketua Panitia, Tan Hasiman, ST.

Dalam sesi sambutan, Tan Hasiman menyatakan bahwa berkas lamaran yang diajuka Barat Daya beserta lampirannya, akan ditindaklanjuti oleh DPD PAN Mabar sesuai mekanisme yang berlaku di PAN.

“Saya akan tindaklanjuti semua berkas ini ke jenjang partai di atas, yakni ke DPW NTT di Kupang hingga ke DPP di Jakarta. Saya memastikan bahwa semua dokumen yang diserahkan ini, akan diamankan hingga diterima dan ditindaklanjuti oleh struktur partai di atas kami”, ujar Tan Hasiman.

Sementara itu, dalam sesi sambutan singkatnya, Barat Daya memberi apresiasi atas keterbukaan PAN dalam menerima kehadiran dirinya di Parpol tersebut.

“Saya berterima kasih atas kesediaan PAN menerima pendaftaran saya sebagai bakal calon Wakil Bupati. Saya siap menerima apapun keputusan PAN terhadap diri saya. Jika PAN berkenan memberikan kepercayaan pada saya untuk ikut berkompetisi bersama kompetitor lainnya pada ajang Pilkada 2020 nanti, maka saya siap lahir bathin untuk berjuang memperoleh dukungan dari masyarakat. Saya juga siap mengabdikan diri saya seutuhnya bagi kepentingan daerah tercinta Mabar”, ujar Barat Daya.

Saat ditanya komodopos.com mengenai posisi lamaran Barat Daya pada 7 Parpol yang konsisten mengambil posisi sebagai Wakil Bupati, ia hanya menjawab singkat, kalau dirinya perlu tahu diri dan konsisten untuk posisi itu.

“Prinsipnya begini: porong bae leru, agu leru baen (agar tahu diri dan dengan kesadaran penuh)”, pungkas Barat Daya. *(bet)

Editor: Detianus De Gea

Hari ini, Vatikan Umumkan Uskup Ruteng

Katedral Ruteng. (Foto: Ist)

KOMODOPOS.com-RUTENG– Kabar gembira muncul dari Keuskupan Ruteng hari ini, Rabu, (13/11/2019). Vatikan dikabarkan akan mengumumkan secara resmi uskup baru, pengganti Mgr Hubertus Leteng Pr, yang sudah mengundurkan diri dua tahun lalu.

Pimpinan Keuskupan menyampaikan bahwa pada Rabu sore pukul 18.30 Wita, uskup baru itu akan diumumkan kepada umat di Gereja Kathedral Ruteng.

Para vikep, provinsial, imam, biarawan/biarawati dan ketua dewan paroki di Kota Ruteng diundang untuk mendengarkan pengumuman tersebut.

“Pengumuman didahului ibadat sore bersama. Sangat diharapkan kehadiran kita semua,” demikian isi pengumuman tersebut yang ditandatangani oleh Vikjen, Rm Alfons Segar Pr.

Sejak 2017, Keuskupan Ruteng dipimpin sementara oleh Uskup Denpasar, Mgr Silvester San Pr. Penunjukkan Mgr Silvester sebagai Administrator Apostolik kala itu diumumkan bertepatan dengan hari pengumuman pengunduran diri Mgr Huber pada 11 Oktober 2017.

Pengunduran diri Mgr Huber terjadi menyusul mencuatnya polemik dengan para imam terkait dengan masalah dugaan penyelewengan keuangan dan hubungan khusus dengan seorang perempuan, meski dalam surat pengumuman pengunduran dirinya, kedua hal itu tidak disinggung Vatikan.

Katedral Ruteng. (Foto: Ist)

Mgr Huber saat ini bertugas di Keuskupan Bandung.

Keuskupan Ruteng secara geografis meliputi tiga kabupaten di Flores barat, yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dari populasi sekitar 820 ribu jiwa di tiga kabupaten itu, 96.36% adalah Katolik.
(Sumber : Katoliknews.com)
Rabu, 13 November 2019

Persando di Ujung Tanduk, Persandora Raup 3 Poin

KOMODOPOS.com-ENDE-
Persando kembali menderita kekalahan digebuk 2-1 oleh Persandora dalam laga lanjutan babak penyisihan Pool D Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) malam ini pukul 18.30 Wita. Selasa (5/11) pekan lalu Arsenal Terong Adonara menggilas Persando FC dengan skor 1-0. Dengan kekalahan tersebut membuat posisi Persando FC di tangga klasmen sementara Pool D berada di ujung tanduk.

Laga kedua babak penyisihan Pool D Persando FC vs Persandora berlangsung sengit sejak wasit membunyikan pluit kick off babak pertama bergulir. Bermain agresif dan saling menyerang.

Persandora lebih dahulu menekan pertahanan Persando. Namun tak lama berselang, squad Persando balik menyerang lawan. Jual beli serangan tak terhindarkan.

Persandora membuka gol melalui kaki Fortunatus. A. Lay (26). Menusuk dari kiri lapangan, Fortunatus melesakkan tendangan mendatar yang terarah ke gawang Persando. 1-0 Persandora memimpin.

Tertinggal 1 gol, suhu squad Persando memanas. Tempo serangan dipertajam. Jainal Muhammad (21) yang menjadi ujung tombak Persando berusaha menjebol gawang Persandora. Sial, heading Jainal masih melebar gawang.

Foto : MediaCenterEGDMC2019

Mendapat perlawanan ketat Persando, squad Persandora yang memiliki kecepatan sprint menerapkan skema permainan long passing dan umpan-umpan terobosan ke area pertahanan Persando. Beberapa kali ancaman Persandora merepotkan lini belakang Persando.

Petaka menerpa gawang Persandora ketika salah satu pemain belakang Persandora menjatuhkan pemain Persando Muhamad Amarulah Usman (9) di area terlarang. Wasit pun mengganjari pelanggaran itu dengan menunjuk titik putih.

Yulius Leonardo Kurniawan (7) yang mengambil eksekusi pinalti mampu menjebol gawang Persandora. Skor berimbang 1-1 hingga turun minum.

Pada babak kedua, kedua tim bermain terbuka dan saling menggempur. Jual beli serangan kembali berlangsung sengit.
Beberapa peluang tercipta untuk masing-masing squad, namun belum mampu menembus gawang lawan.

Persando yang berusaha meraih tiga poin dalam laga ini terus mempresure pertahanan Persandora. Namun selalu kandas di kaki anak-anak Persandora yang menerapkan skema pertahanan berlapis.
Usaha anak-anak Persando untuk mencetak gol tak kunjung tiba. Padahal Jainal cs memiliki banyak kesempatan yang diperoleh, namun tak satu pun peluang itu dikonversi menjadi gol.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Persandora. Bermula dari kemelut yang terjadi di depan gawang Persando, anak-anak Persandora mampu memaksimalkan peluang emas tersebut. Kali ini giliran Bonefasius Woge (6) menjebol gawang Persando. Skor berubah menjadi 2-1 hingga usai laga babak kedua.

Persandora mengukuhkan kemenangan dan kembali meraup tiga poin. Sementara Persando berada di ujung tanduk lantaran mengalami dua kekalahan beruntun. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Indonesia Muda (IM) Jinakkan Gelombang Samudera Maumere 3-1

iKOMODOPOS.com-ENDE-
Squad Indonesia Muda (IM) yang dihuni pemain-pemain muda sukses menjinakkan gelombang Samudera FC Maumere dengan skor akhir 3-1 pada Laga babak penyisihan Pool C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) prtang pukul 16.00 Wita.Indonesia Muda dikejutkan dengan gol cepat Samudera FC pada menit-menit awal babak pertama. Gol pembuka ini lahir dari titik putih menyusul sebuah pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia Muda di kotak terlarang. Pemain Samudera FC bernomor punggung (8) selaku eksekutor pinalti menyempurnakan peluang emas itu. 1-0 Samudera FC memimpin.Sayangnya selebrasi squad Samudera itu tak berlangsung lama. Satu menit kemudian, Beckham Seda (22) berhasil menjebol gawang Samudera menyamakan skor menjadi imbang 1-1.Foto : MediaCenterEGDMC2019Beberapa menit kemudian giliran Safrin Ahmad (7) menggetarkan gawang Samudera FC. Sarfin Ahmad berlari dari sisi kiri area pertahanan lawan lalu menerobos dari sudut sempit menyasar bola ke gawang Samudera. Gol Sarfin Ahmad (7) membalikkan keadaan hingga IM memimpin skor menjadi 2-1.Tertinggal gol, Samudera menaikan tempo serangan. Namun lini belakang IM cukup ketat mengawal areanya. Di menit-menit akhir babak pertama Sarfin Ahmad kembali menjebol gawang Samudera dengan shot kerasnya menggandakan keunggulan IM menjadi 3-1.
Kedudukan ini bertahan hingga jeda minum babak pertama.Di babak kedua, Samudera Maumere berupaya mencicil gol dengan meningkatkan tempo serangan. Alih-alih menambah daya gedor, pelatih Samudera menarik beberapa pemainnya. Namun masuknya amunisi baru ke lapangan tidak membawa perubahan yang signifikan.Sementara squad IM yang dihuni pemain muda tampil all out dengan stamina mumpuni sepanjang laga. Tekanan demi tekanan dilakukan menggempur benteng pertahanan lawan.IM kembali mendapat satu peluang emas ketika wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain Samudera di area terlarang. Sayangnya eksekusi pinalti mampu ditepis penjaga gawang SamuderaIM terus menggempur pertahanan Samudera. Aksi-aksi anak-anak IM beberapa kali mengancam gawang Samudera namun mampu diselamatkan penjaga gawang. Hingga laga bubar, skor 3-1 tidak berubah untuk kemenangan IM
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

Skripsi: Tanda Sarjana Bisa Menulis?

Oleh: Sil Joni *)

Para calon sarjana di Perguruan Tinggi resmi, harus menyusun sebuah ‘karya tulis ilmiah’ yang lazim disebut Skripsi. Suka tidak suka, jika ingin meraih gelar sarjana untuk ‘strata satu (S1), seorang mahasiswa/i tingkat akhir, mesti merampungkan jenis tulisan ilmiah itu sesuai batas waktu yang ditentukan oleh pihak kampus.

Idealnya, para mahasiswa semester akhir tidak mengalami banyak kendala teknis dan substantif dalam menggodok skripsi. Mengapa? Mereka sudah dibekali dengan seperangkat ilmu, metodologi, dan latihan yang cukup untuk menuangkan ide secara sistematis dalam sebuah tulisan. Hampir setiap hari mereka berurusan dengan ‘latihan menulis’ melaui berbagai tugas akademik yang diberikan oleh para dosen. Dunia menulis, praktisnya bukan ‘barang asing’ bagi seorang calon sarjana.

Selain itu, pihak kampus tetap ‘bermurah hati’ di mana proses penggarapan tulisan itu dibantu atau dibimbing oleh seorang dosen yang berkompeten dalam isu yang dikaji. Dengan itu, seorang penulis skripsi tidak ‘sesuka hati’ membangun argumentasi dan memformat hal teknis-metodologis pada tubuh tulisan itu. Tegasnya, proses pengerjaan itu berjalan dalam kerangka dan koridor aturan yang berlaku dalam sebuah komunitas ilmiah (Perguruan Tinggi).

Dengan demikian, maka asumsinya adalah para calon sarjana punya ‘kapasitas/potensi’ dalam menyelesaikan salah satu persyaratan akhir untuk meraih gelar sarjana itu. Tentu, tidak salah jika ada penialaian bahwa para sarjana adalah kelompok intelektual yang bisa menulis secara sistematis dan berbobot. Dasarnya adalah mereka sudah teruji dan diuji dalam proses penggarapan skripsi yang bermutu. Tidak ada cerita bahwa para sarjana kita menderita simpton ‘kurang percaya diri’ ketika diberi tantangan untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.

Namun, faktanya masih banyak sarjana yang ‘gagap’ dalam membuat tulisan baik yang bersifat ilmiah maupun bergaya populer, fiksi atau non-fiksi. Pertanyaannya adalah apakah ‘skripsi’ itu dilihat sebagai ‘parameter’ untuk mengukur kemampuan sarjana dalam menulis? Apakah ada korelasi antara ‘lulus ujian skripsi’ dengan peningkatan keterampilan menulis dari seorang sarjana?

Saya berpikir, kita mesti ‘menguji kembali’ anggapan bahwa skripsi merupakan indikator mutu analisis seorang sarjana terhadap sebuah isu yang tertuang dalam bentuk tulisan. Mengerjakan ‘Skripsi” boleh jadi hanya karena ‘keterdesakan’, tidak ada alternatif lain, bukan karena memiliki kapasitas yang memadai dalam menulis. Dengan rumusan lain, skripsi itu merupakan ‘kewajiban akademik’ yang mesti dipenuhi, bukan sebagai sarana untuk meningkatkan ‘kualitas berliterasi’.

Kita sering mendengar atau membaca berita tentang isu plagiarisme (penjiplakan) karya ilmiah di kalangan mahasiswa dan para staf pengajar. Mental cari gampang (easy going, instan, menerabas) sudah menjalar di dunia kampus. Sarjana yang ‘tidak bisa menulis”, patut diduga bahwa selama mengikuti proses perkuliahan, dirinya mengidap virus pencurian karya orang lain.

Disinyalir bahwa biro penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi sudah beroperasi di beberapa kota besar di Indonesia. Tentu, ini sebuah lonceng kematian bagi pengembangan dan penghayatan ‘kultur akademik’ dalam lembaga pendidikan tinggi kita. Saya menduga, para sarjana yang ‘tidak tahu menulis’, kemungkinan menggunakan ‘jasa biro penulisan’ dalam menggarap tugas akhir seperti skripsi itu. Sebuah fakta yang membuat hati kita miris.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Jangan ‘Salah Pilih Lagi’ (Sebuah Gugatan Politik di Masa Kontestasi Pilkada)

Oleh : Sil Joni *)

Saya tak pernah kehilangan inspirasi dan kreasi ketika menulis tentang ‘apa saja’ di wilayah Mabar ini. Bagi saya, Mabar adalah sebuah ‘teks besar’ yang dibaluti dengan lapisan problematika yang kompleks. Tugas kita adalah ‘membongkar’ berbagai persoalan itu sebelum berubah menjadi kanker yang menggerogoti tubuh kabupaten ini.

Menurut saya, semenjak Kabupaten ini terbentuk persoalan demi persoalan datang silih berganti. Mabar tidak seindah obyek wisata alam dan budaya yang sering dibangga-banggakan itu. Memang semua aset itu, sejatinya menghadirkan rasa bahagia bagi warga. Tetapi, faktanya masih banyak warga Mabar yang terhimpit berbagai beban derita tersebab oleh ‘kelengahan’ pemerintah dalam mencari solusi guna mengatasi tumpukan persoalan yang menindih kabupaten ini.

Tentu, ruang ini terlalu sempit untuk melitanikan dan menarasikan berbagai persoalan itu. Poinnya adalah Mabar belum finis atau masih dalam ‘proses menjadi’. Rupa-rupa isu itu,sebetulnya merupakani bagian dari sebuah proses untuk menjadi Mabar seutuhnya. Kita tidak bisa mengelak dari berbagai prahara sosial dan politik di sini.

Kontestasi Pilkada Mabar sebentar lagi akan dihelat. Tetapi, khasak-khusuk seputar ‘sosok yang ideal’ untuk menjadi top political leader di sini, semakin ramai diperbincangkan di berbagai kanal diskursus publik. Pilkada ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan ‘masa depan’ dari kabupaten ini.

Wajah Mabar dalam lima tahun ke depan sangat bergantung pada ‘kecerdasan publik’ memilih pemimpin politik di musim kontestasi ini. Perjalanan selama 15 tahun bersama beberapa ‘nahkoda politik’ menjadi lensa ideal untuk menentukan secara tepat kandidat bupati yang pantas untuk Mabar.

Tesis saya adalah wajah Mabar tidak ‘sekusam’ sekarang jika selama 15 tahun ini, dikendalikan oleh pemimpin yang visioner, progresif, kreatif, inovatig, berkompeten, dan imajinatif. Pasalnya, wilayah ini dianugerahi sumberdaya alam (keunggulan komparatif) yang mengundang decak kagum publik. Namun, semua aset itu gagal ‘direkayasa’ oleh elit politik lokal sebagai ‘ladang rezeki’ bagi warga Mabar. Entah mengapa, dari bupati ke bupati, publik Mabar belum ‘mendarat di pantai kemaslahatan’ yang semestinya.

Pilkada adalah momentum mengevaluasi sekaligus menghakimi para elit politik yang hendak merebut kuasa di tanah wisata ini. Namun, masalahnya adalah akses publik untuk menentukan secara lansung dan terbuka sosok yang dianggap kapabel dalam mengemudikan ‘biduk politik Mabar’ sangat terbatas untuk tidak dibilang tidak ada sama sekali. Mengapa?

Proses perekruitmen para kandidat masih bersifat elitis dan tertutup. Partai politik mendapat ‘previlese ‘ untuk memasarkan kandidat ke publik. Kita terpaksa atau lebih tepat dipaksa untuk menerima begitu saja ‘figur politik’ yang disodorkan parpol tersebut.

Pertanyaannya adalah apakah seruan agar publik “tidak salah memilih”, masih memiliki basis argumentasi yang meyakinkan? Bukankan ‘ruang pertimbangan kritis’ sudah dibatasi oleh mekanisme dan regulasi formal yang berlaku?

Saya berpikir, justru karena ‘kelemahan prosedural itulah’ maka publik mesti cermat dalam menentukan preferensi politik dalam musim kontestasi ini. Publik tidak boleh menyerah begitu saja pada skenario parpol yang dibungkus dengan dalil regulasi itu. Para kandidat yang diorbitkan parpol mesti dievaluasi dan diseleksi secara kritis oleh publik.*

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Breaking News Gunung Mas Masuk Got, Penumpang Selamat

Foto : Saksi mata, Silvester Bay

KOMODOPOS.com-RUTENG-
Armada angkutan umum Gunung Mas tergelincir hingga ban mobil ini masuk ke got. Kecelakaan lalulintas ini terjadi di ruas jalan Trans Flores Ruteng-Labuan Bajo. Tepatnya di depan Kantor Pos Cancar, desa Rai, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11) pagi sekira pukul 09.00 Wita.

Gunung Mas melaju dari arah Ruteng, kabupaten Manggarai hendak ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. Gunung Mas membawa penumpang sejumlah siswa SMK Sadar Wisata-Ruteng.

Saksi mata, Silvester Bay yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, kejadian ini diduga sopir Gunung Mas kaget ketika sebuah mobil Inova dari arah yang sama tiba-tiba menyalib Gunung Mas. Sopir Gunung Mas terpaksa cikar kiri menghindari mobil Inova tersebut. Akibatnya mobil masuk got. Kendati demikian, tidak ada korban dalam kecelakaan ini.

“Penumpang tidak apa-apa. Mobil sudah melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo”, ujar Silvester saat dikonfirmasi Komodopos.com melalui pesan messenger. *(Robert Perkasa)