

Foto : MediaCenterEGDMC2019
KOMODOPOS.com-ENDE-
Badai pantai utara (pantura) PSM Maurole menghantam Awas Wolofeo dengan skor 4-2 pada Laga babak penyisihan Grup C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11) pukul 18.30 Wita.
4 gol PSM Maurole masing-masing dicetak oleh Suwandri A. Ki (11), Rivan Abdulah Depa (10) pada babak pertama. Ramadhan A. Nggori dan Topanius Dala (9) memperlebar keunggulan laskar pantura Maurole pada babak kedua.
Awas Wolofeo yang sebelumnya sudah menderita kekalahan 2-4 ditekuk Samudera FC Maumere, Senin (4/11) lebih dahulu menekan pertahanan Maurole. Namun anak-anak pantura mampu meladeni irama permainan Awas Wolofeo. Gelombang serang Maurole malah balik menyerang.
Tercatat, dua kali Badai Pantura Maurole mengamuk hingga benteng pertahanan Awas Wolofeo nyaris kedodoran. Gawang Awas Wolofeo hampir saja bergetar. Beruntung penjaga gawang Awas tampil cekatan menghalau bola.

Tak lama berselang, squad Awas Wolofeo mampu keluar dari kepungan lawan. Tidak ingin didikte Maurole, anak-anak Awas Wolofeo melancarkan counter attack menebar ancaman berbahaya ke gawang Maurole. Sayangnya, tembakan ujung tombak Awas Wolofeo belum tepat sasaran.
Maurole akhirnya mampu menjebol gawang Awas melalui kaki Suwandri A. Ki (11). Suwandri yang menerima umpan terobosan menusuk dari tengah dan mengecoh penjaga gawang Awas. Dengan cekat Suwandri menjebol gawang Awas. 1-0 Maurole unggul.
Unggul 1 gol, gelombang serangan laskar pantura Maurole justru makin ganas dan membuahkan hasil manis. Tendangan bebas yang keras dari luar kotak pinalati Rivan Abdulah Depa (10) tidak dapat ditepis kiper Awas Wolofeo. Gawang Awas kembali dikoyak lawan untuk kedua kalinya. 2-0 Maurole memimpin.
Tertinggal 2 gol, squad Awas Wolofeo terus melakulan perlawanan ketat. Alih-alih membalas gol, Awas menggempur benteng pertahanan Maurole habis-habisan. Kerja sama tim yang dibangun anak-anak Awas mampu menciptakan beberapa peluang, namun belum mampu menembus gawang Maurole tersebab kokohnya lini belakang Maurole.
Kendati demikian, tempo serangan Awas dipertajam melalui variasi serangan long passing dan umoan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang sangat merepotkan barisan pertahanan Maurole. Alur gempuran Awas Wolofeo akhirnya mampu mencicil gol setelah Yovansius Radja (21) merangsek masuk ke area pertahanan Maurole. Aksi individu Yovansius memperdaya kiper Maurole. Skor berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga jeda babak pertama.
Ketika babak kedua bergulir, Awas langsung meningkatkan tempo serangan. Menerapkan strategi menyerang total football, squad Awas tampak mendominasi permainan. Upaya anak-anak Wolofeo menuai hasil. Bermula umpan crosing Sergius Ariantono Radja (7) dari sisi kiri, Tono yang menusuk dari sisi kanan dengan mudah menjebol gawang Maurole. Papan skor berubah menjadi imbang 2-2.

Skor berimbang membakar adrenalin laskar pantura Maurole. Membangun serangan dari lini ke lini menggedor jantung pertahanan lawan. Intensitas serangan Maurole memang menciptakan beberapa peluang tapi belum menggapai hasil. Tekanan demi tekanan anak-anak Maurole berujung petaka di gawang Awas Wolofeo melalui kaki Ramadhan A. Nggori. Berlari dari sudut sempit, Ramadhan sukses melesakkan bola hingga bersarang di gawang Awas Wolofeo. Skor kembali berubah menjadi 3-2.
Unggul 1 gol, squad pantura Maurole terus melancarkan serangan demi serangan dan mengurung lawan di lapangan permainan sendiri.
Topan Dala (9) yang lolos dari jebakan offside menjebol gawang Awas Wolofeo. Skor kian melebar menjadi 4-2 hingga wasit meniup pluit bubar. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

KOMODOPOS.com-ENDE-
Foto : MediaCenterEGDMC2019
Tertinggal 1 gol, tensi serangan Persema bergulir dengan tempo tinggi. Tekanan demi tekanan terus dilakukan. Mendapat perlawanan ketat, laga ini diwarnai permainan keras hingga wasit Engga Diaz harus mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Napumere, Petrus Mite Tudu (18) yang melakukan tekelan keras terhadap pemain Persema.
Skor imbang, kedua kesebelasan bermain makin agresif. Wasit Engga Diaz kembali mengeluarkan kartu kuning yang kedua untuk pemain Napumere, Julio D. Selan (10) yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persema, Rian Fitra Hidayat (15). Walau Napumere terus menekan pertahanan Persema, namun skor imbang 1-1 bertahan hingga usai babak pertama.
Imbang gol, kedua tim bermain makin terbuka dan saling menyerang. Jual beli serangan dilakukan untuk bisa menembus gawang lawan.
Persema juga nyaris menggandakan keunggulannya. Shooting yang dilesakkan Syukur Kasim (10) dari jarak dekat justru melambung persis ke arah kiper Napumere. Padahal ia sudah lolos dari pengawalan lini belakang dan kiper Napumere yang melakukan intersep menyambut bola.

























