Badai Pantura Maurole Hantam Awas Wolofeo 4-2

Foto : MediaCenterEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Badai pantai utara (pantura) PSM Maurole menghantam Awas Wolofeo dengan skor 4-2 pada Laga babak penyisihan Grup C Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 yang berlangsung di Stadion Marilonga-Ende, ibu kota kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11) pukul 18.30 Wita.

4 gol PSM Maurole masing-masing dicetak oleh Suwandri A. Ki (11), Rivan Abdulah Depa (10) pada babak pertama. Ramadhan A. Nggori dan Topanius Dala (9) memperlebar keunggulan laskar pantura Maurole pada babak kedua.

Awas Wolofeo yang sebelumnya sudah menderita kekalahan 2-4 ditekuk Samudera FC Maumere, Senin (4/11) lebih dahulu menekan pertahanan Maurole. Namun anak-anak pantura mampu meladeni irama permainan Awas Wolofeo. Gelombang serang Maurole malah balik menyerang.

Tercatat, dua kali Badai Pantura Maurole mengamuk hingga benteng pertahanan Awas Wolofeo nyaris kedodoran. Gawang Awas Wolofeo hampir saja bergetar. Beruntung penjaga gawang Awas tampil cekatan menghalau bola.

Tak lama berselang, squad Awas Wolofeo mampu keluar dari kepungan lawan. Tidak ingin didikte Maurole, anak-anak Awas Wolofeo melancarkan counter attack menebar ancaman berbahaya ke gawang Maurole. Sayangnya, tembakan ujung tombak Awas Wolofeo belum tepat sasaran.

Maurole akhirnya mampu menjebol gawang Awas melalui kaki Suwandri A. Ki (11). Suwandri yang menerima umpan terobosan menusuk dari tengah dan mengecoh penjaga gawang Awas. Dengan cekat Suwandri menjebol gawang Awas. 1-0 Maurole unggul.

Unggul 1 gol, gelombang serangan laskar pantura Maurole justru makin ganas dan membuahkan hasil manis. Tendangan bebas yang keras dari luar kotak pinalati Rivan Abdulah Depa (10) tidak dapat ditepis kiper Awas Wolofeo. Gawang Awas kembali dikoyak lawan untuk kedua kalinya. 2-0 Maurole memimpin.

Tertinggal 2 gol, squad Awas Wolofeo terus melakulan perlawanan ketat. Alih-alih membalas gol, Awas menggempur benteng pertahanan Maurole habis-habisan. Kerja sama tim yang dibangun anak-anak Awas mampu menciptakan beberapa peluang, namun belum mampu menembus gawang Maurole tersebab kokohnya lini belakang Maurole.

Kendati demikian, tempo serangan Awas dipertajam melalui variasi serangan long passing dan umoan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang sangat merepotkan barisan pertahanan Maurole. Alur gempuran Awas Wolofeo akhirnya mampu mencicil gol setelah Yovansius Radja (21) merangsek masuk ke area pertahanan Maurole. Aksi individu Yovansius memperdaya kiper Maurole. Skor berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga jeda babak pertama.

Ketika babak kedua bergulir, Awas langsung meningkatkan tempo serangan. Menerapkan strategi menyerang total football, squad Awas tampak mendominasi permainan. Upaya anak-anak Wolofeo menuai hasil. Bermula umpan crosing Sergius Ariantono Radja (7) dari sisi kiri, Tono yang menusuk dari sisi kanan dengan mudah menjebol gawang Maurole. Papan skor berubah menjadi imbang 2-2.

Skor berimbang membakar adrenalin laskar pantura Maurole. Membangun serangan dari lini ke lini menggedor jantung pertahanan lawan. Intensitas serangan Maurole memang menciptakan beberapa peluang tapi belum menggapai hasil. Tekanan demi tekanan anak-anak Maurole berujung petaka di gawang Awas Wolofeo melalui kaki Ramadhan A. Nggori. Berlari dari sudut sempit, Ramadhan sukses melesakkan bola hingga bersarang di gawang Awas Wolofeo. Skor kembali berubah menjadi 3-2.

Unggul 1 gol, squad pantura Maurole terus melancarkan serangan demi serangan dan mengurung lawan di lapangan permainan sendiri.

Topan Dala (9) yang lolos dari jebakan offside menjebol gawang Awas Wolofeo. Skor kian melebar menjadi 4-2 hingga wasit meniup pluit bubar. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Persema Menanga Gasak Napumere FC 3-2

KOMODOPOS.com-ENDE-
Persema Menanga melumat Napumere FC dengan skor 3-2 dalam laga penyisihan Grup B Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11) petang pukul 16.00 Wita.

Napumere FC yang turun dengan jersey biru hitam bermotif Sarung Ende mendapat tekanan squad Persema Menanga sejak wasit Engga Diaz meniup pluit kickoff babak pertama. Emsal Pangeran Jou (9) melesakkan sebuah shooting dari sisi kanan mengarah ke gawang Persema, namun masih melambung mistar gawang.Foto : MediaCenterEGDMC2019

Napumere FC yang keluar dari tekanan lawan berbalik mempresure jantung pertahanan Persema. Dimotori Hamdan Mustafa (9), serangan laskar Napumete FC membuahkan sebuah peluang emas menyusul pelanggaran yang terjadi di area terlarang. Sayang, Hamdan Mustafa (9) yang menjadi algojo tendangan pinalti, gagal menyempurnakan peluang tersebut. Tendangan Hamdan yang mengarah ke gawang mampu ditepis kiper Persema.

Tak lama berselang, jual beli serangan ditampilkan oleh kedua tim. Napumere yang terus mengatur ritme serangan, kembali mendapat peluang hasil kerjasama apik. Hamdan Musatafa yang menerima umpan crosing dari sektor kiri menggiring bola menerobos jantung pertahanan lawan hingga menjebol gawang Persema. 1-0 Napumere unggul.Tertinggal 1 gol, tensi serangan Persema bergulir dengan tempo tinggi. Tekanan demi tekanan terus dilakukan. Mendapat perlawanan ketat, laga ini diwarnai permainan keras hingga wasit Engga Diaz harus mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Napumere, Petrus Mite Tudu (18) yang melakukan tekelan keras terhadap pemain Persema.

Giliran Persema mendapat satu peluang dari tendangan sudut, namun belum beruntung. Heading Abdurahman Usaman (17) menyambut sepak pojok itu masih melambung tipis di atas mistar gawang. Perjuangan anak-anak Persema akhirnya terjawab melalui aksi striker mungil Syukur Kasim. (10). Assit silang Simon P. Arkian (12) dimanfaatkan dengan sempurna oleh Syukur Kasim (10). Lolos dari pengawalan ketat pemain belakang Napumete FC, Syukur Kasim dengan cerdik mengecoh Artafan (20) penjaga gawang Napumere FC. Skor berubah menjadi 1-1.Skor imbang, kedua kesebelasan bermain makin agresif. Wasit Engga Diaz kembali mengeluarkan kartu kuning yang kedua untuk pemain Napumere, Julio D. Selan (10) yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persema, Rian Fitra Hidayat (15). Walau Napumere terus menekan pertahanan Persema, namun skor imbang 1-1 bertahan hingga usai babak pertama.

Di babak kedua, squad Persema langsung menggempur lawan. Kerjasama melalui penetrasi satu dua sentuhan membawa petaka bagi Napumere. Rian Fitra Hidayat (15) yang merupakan pemain asuhan Arema Malang berhasil menjebol gawang Napumere. Gol Rian berawal dari long passing. Rian dengan sigap menjebol gawang Napumere selepas melewati beberapa pemain belakang lawan. Skor 2-1 untuk keunggulan Persema..

Tertinggal gol, giliran Napumere menyerang lawan. Tempo serangan dipertajam dan menggedor habis-habisan jantung pertahanan Persema. Ikram Aksa (19) yang berdiri bebas di samping gawang gagal memanfaatkan kemelut yang terjadi di mulut gawang Persema. Shooting Ikram malah melambung gawang.

Usaha ngotot Napumere berbuah manis ketika wasit menunjuk titik putih mengganjari pelanggaran terhadap pemain Napumere Jendra S. Kapitan (14) di kotak terlarang. Sang Kapten Hamdan Mustafa yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil mengecoh kiper Persema. Papan skor berubah menjadi 2-2 .Imbang gol, kedua tim bermain makin terbuka dan saling menyerang. Jual beli serangan dilakukan untuk bisa menembus gawang lawan.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Persema. Kali ini Syukur Kasim (10) menjadi pahlawan Persema. Umpan Emsal Pangeran Jou dari rusuk kanan gagal dihalau oleh pemain lini belakang Napumere. Syukur yang berdiri bebas di kanan gawang langsung menjebol gawang Napumere. 3-2 untuk keunggulan Persema.

Terpaut 1 gol di masa kritis, memaksa pelatih Napumere menarik beberapa pemainnya. Meski demikian, amunisi baru tidak membawa perubahan signifikan di lapangan.
Orkin Kedebu Tagu Soba (11) yang baru masuk langsung mendapat peluang emas. Umpan terobosan dari tengah disambar Orkin yang berada di depan gawang lawan. Sayangnya, Shooting Orkin malah melambung gawang.Persema juga nyaris menggandakan keunggulannya. Shooting yang dilesakkan Syukur Kasim (10) dari jarak dekat justru melambung persis ke arah kiper Napumere. Padahal ia sudah lolos dari pengawalan lini belakang dan kiper Napumere yang melakukan intersep menyambut bola.

Di waktu injuri time, Persema kembali mendapat peluang emas. Lagi-lagi umpan crosing dari Emsal Pangeran Jou di sisi kanan tidak dapat dimaksimalkan oleh Syukur Kasim. Skor 3-2 bertahan hingga wasit Engga Diaz meniup pluit bubar.

Dengan kemenangan ini Persema mengantongi 6 poin hasil 3 kali laga. Dua kali menang dan sekali kalah. Pada laga sebelumnya membungkam Go Raung FC 3-0 fan dibungkam Angkasa Kupang 0-1 pada Rabu (6/11) petang.
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

‘Virus Literasi’ Menyebar di Manggarai Barat

Oleh : Sil Joni *)

Saatnya sudah tiba. Virus literasi (aktivitas baca-tulis) menyebar dalam seluruh ‘tubuh pendidikan’ di Kabupaten ini. Media Pendidikan Cakrawa (MPC) dengan playmaker Gusti Richarno relatif sukses menjadi ‘peransang sekaligus agen penyebar virus literasi di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Mabar.

Gaung pun bersahut. Anggota komunitas akademik di beberapa lembaga itu, begitu antusias merespons ‘pancingan dan rangsangan’ dari kru MPC tersebut. Bayi literasi dalam tubuh mereka seolah melonjak kegirangan menerima ‘sentuhan kreatif’ dari para rasul literasi itu.

Api optimisme dan komitmen untuk ‘membumikan spirit literasi’, menjalar dan berkobar dalam dada para staf pengajar. Mereka mengakui bahwa potensi literasi dan gairah berliterasi dalam diri para siswa, sebenarnya cukup membanggakan. Namun, masalahnya adalah mereka kurang mendapat ‘asupan nutrisi literasi’ dari para penggerak kultur itu di lingkungan sekolah.

Kerinduan lama tentang hadirnya ‘wadah penyalur gairah berliterasi’ di Mabar, akhirnya terbayar. Sekelompok staf pengajar dari beberapa sekolah, dengan gagah bernazar, wadah itu mesti secepatnya menyebar dan berkibar di bumi Mabar. Hotel Prundi menjadi ‘saksi bisu’ bagaimana spirit besar itu, termanifestasi. Wadah itu diberi nama: “Komunitas Literasi Cakrawala di Manggarai Barat. Ibu Hortensia Herima, kepala sekolah SMKN Lembor Selatan dipercayakan sebagai ‘presiden literasi’ pada periode pertama ini.

Merawat peradaban tanpa menekuni dunia literasi, rasanya sebuah misi yang mustahil. Literasi adalah peta jalan atau penuntun dalam merawat peradaban yang bermutu dan produktif. Para peserta didik mesti ‘disadarkan’ untuk menjadikan buku sebagai ‘menu intelektual yang mereka kosumsi setiap hari. Selain itu, mereka juga perlu didorong untuk membiasakan diri menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan refleksi dan diskusi mesti didokumentasikan dalam bentuk media agar berbagai ide itu tidak menguap bersama berlalunya waktu.

Karena itu, kita berharap ‘gerakan literasi’ yang sudah mulai menggeliat ini, terus dipertahankan dan membias ke seluruh pelosok Mabar. Dengan itu, literasi menjadi gerakan betsama yang dijalankan secara reguler dan kontinyu sehingga generasi muda Mabar semakin bernas dan berdaya saing. Sumberdaya manusia yang unggul dan handal hanya mungkin terwujud jika dan hanya jika ‘kultur literasi’, terinternalisasi dalam tubuh kawula muda kita.*
*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Momentum Hari Pahlawan, Imapelma Ende Bakti Sosial di Rumah Pengasingan Bung Karno

KOMODOPOS.com-ENDE-
Memperingati Hari Pahlawan 10 November, ratusan mahasiswa Manggarai yang bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende menyambangi Rumah Pengasiang Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11). Para mahasiswa dan pelajar itu menggelar kerja bakti di tempat bersejarah itu.

Ketua Imapelma Ende, Andrianus Adu
menjelaskan, tujuan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan wujud penghormatan orang muda terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, ujar Andrianus.

Tiba di rumah tersebut Andrianus Adu dkk memohon izin terlebih dahulu kepada Bapak A. Fatur Rizal, selaku penjaga Rumah Pengasingan Bung Karno.

A. Fatur Rizal menyampaikan terima kasih kepada organisasi Imapelma Ende melaksanakan kegiatan pembersihan di Rumah Pengasingan Bung Karno pada momentum Hari Pahlawan.

Menurit Fatur Rizal, baru kali ini orang muda berkunjung untuk membersihkan bagian luar dan bagian dalam Rumah Pengasingan Bung Karno. Kedatangan Imapelma Ende sangat tepat, sesuai dengan mementum hari Pahlawan yang kita rayakan bersama hari ini.

“Perlu kita hargai Pahlawan, karena sudah berjasa untuk berjuang kepada negara Indonesia, lebih khusus Ir. Soekarno sebagai Pahlawan Revolusioner. Untuk orang muda perlu merawat dan menjaga hasil-hasil jerih payah para Pahlawan, ujarnya bangga

Fatur Rizal berharap, Rumah pengasingan Bung Karno perlu dipublikasikan ke banyak orang lewat media sosial, lebih khusus bagi orang-orang yang belum pernah berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Ende. “Ketika kalian sudah Wisuda dan bekerja di luar Ende, perlu menceritakan kepada orang-orang di sana tentang sejarah yang sebagaimana tidak dipelajari di bangku sekolah, lebih khusus sejarah Bung Karno ketika diasingkan di Ende”, lanjut A. Fatur Rizal.

“Harapan saya, ke depannya Imapelma Ende lebih tingkatkan lagi semangatnya untuk melaksanakan kegiatan seperti ini. Jangan hanya di Rumah Pengasingan Bung Karno saja melainkan di tempat bersejarah yang lain”, tegas A. Fatur Rizal. *(Klementinus Elenora).
Editor : Robert Perkasa

MU Permalukan Juara Bertahan Awas FC 5-0

Angkasa Kupang Gasak Go Raung FC 10-0

Foto : MediacentreEGDMC2019.

KOMODOPOS.com-ENDE-
Maumere United (MU) Club asal kabupaten Sikka mempermalukan squad juara bertahan, Awas FC Wolotopo 5 gol tanpa balas pada laga babak penyisihan grup A turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11). 5 gol MU merupakan kado terindah MU untuk masyarakat kabupaten Sikka pada moment Hari Pahlawan 10 November 2019.

Kelima pahlawan MU yang mencetak gol ke gawang Awas FC, yakni Flori Deddy 2 gol, Eka Hera 2 gol dan Andi Sae 1 gol.

Pada babak pertama, MU memimpin 1-0 melalui tendangan bebas Eka Hera (8). MU kemudian menggandakan keunggulannya dengan melesakkan 4 gol pada babak kedua.

Pada pertandingan sebelumnya, Selasa (5/11) MU juga berpesta gol usai membantai Rol Lamawolo FC dengan skor 5-3 dan menderita kekalahan 0-2 pada laga perdana dilumat Putra Nage, Sabtu (2/11).

Dengan dua kemenangan ini, MU kini memuncaki klasmen sementara Grup A dengan mengoleksi 6 poin. Hasil ini sekaligus menggeser Putra Nage asal kabupaten Nagekeo yang lebih dahulu mengantongi 6 poin hasil dua kali main, dua kali menang. MU unggul produksi 10 gol.

MU masih melakoni satu laga babak penyisahan Grup A melawan Kalvari FC.

Sementara itu, sang Juara bertahan Awas FC Wolotopo juga menorehkan 6 poin hasil 3 kali laga. 2 kali menang dan sekali kalah.

Di Stadion yang sama, laga kedua babak penyisihan Grup B hari ini, Minggu (10/11) pukul 18.30 Wita, Angkasa Kupang mencukur-gundulkan Go Raung FC dengan skor memalukan 10-0.

10 gol Angkasa Kuoang dicetak oleh Angga Lada (6) 2 Gol
Anjelo Embu (13) 2 Gol dan
Kiko T’nome (21) 1 Gol dan pemain Angkasa lainnya.
(Hero Dores/Robert Perkasa)

Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019

JAKARTA-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2019. Burung pengisap madu asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nama ilmiahnya memakai nama Ibu Negara, Iriana, diumumkan sebagai Ikon Satwa Nasional 2019.

“Telah terpilih sebagai Ikon Puspa Nasional Tahun 2019 adalah Saninten (Castanopsis argentea) dan sebagai Ikon Satwa Nasional yaitu Burung Isap Madu Rote (Myzomela irianawidodoae),” demikian sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya yang dibacakan Kabiro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi, Sabttu (9/11/2019).

Acara ini digelar di Area Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul’. Penetapan Ikon Puspa dan Satwa ini untuk memperkenalkan serta mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai aset yang harus dijaga dari kepunahan di habitat aslinya di alam Indonesia.

Burung Isap Madu Rote ditemukan peneliti biologi LIPI pada Okober 2017 lalu. Habitat burung kecil berukuran panjang tubuh 11,8 cm ini berada di hutan, semak-semak, kebun, dan pohon yang sedang berbuah. Ia juga menyukai serangga kecil seperti laba-laba.

“Pemberian nama Ibu Negara atas burung ini sebagai wujud penghargaan kepada Ibu Iriana Joko Widodo, yang dinilai sangat memperhatikan kehidupan burung. Burung Iriana ini masuk dalam keluarga Meliphagidae di mana semua jenisnya merupakan burung dilindungi. Ancaman burung ini cukup tinggi, karenanya para peneliti merekomendasikan agar IUCN (Badan Konservasi Dunia) agar memasukkannya dalam kategori rentan/vurnerable,” bebernya.

Sementara pohon saninten ialah pohon yang tumbuh di hutan campuran tajuknya lebat dengan buah mirip rambutan. Namun rambut pada buah Saninten sangat keras.

“Untuk membukanya diperlukan alat pemukul. Buah Saninten sangat disukai monyet dan aman dikonsumsi oleh manusia. Buah Saninten yang matang akan pecah dengan sendirinya. Di masa lampau, anak-anak di Jawa Barat mencari buah Saninten di hutan sambil bermain,” demikian kata KLHK seperti diunggah dalam Instagram-nya.

Pameran Kehati Nusantara Expo 2019 diselenggarakan pada 8 November-8 Desember. Selain pameran, serangkaian kegiatan juga akan diselenggarakan di antaranya meliputi pementasan seni, lomba melukis dan mewarnai, lomba desain filateli/perangko, lomba fotografi dan lain sebagainya. **(Sumber : detik.com) Minggu, 10 November 2019

Putra Nage di Puncak Klasmen Sementara Pool A Usai Cukur Kalvari FC 1-0

KOMODOPOS.com-ENDE-
Putra Nage kembali memetik kemenangan kedua usai mencukur Kalvari FC 1-0 pada laga lanjutan babak penyisihan turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11). Dengan kemenangan ini, laskar hitam-abu-abu Putra Nage kini memuncak klasmen sementara Pool A dengan mengoleksi 6 poin hasil 2 kali menang. Melumat Maumere United 2-0 pada laga pertama, Sabtu (2/11) pekan lalu dan mencukur Kalvari FC 1-0 hari ini, Sabtu (9/11). Sedangkan Kalvari FC yang menjalani debutnya malam ini pukul 18.30 Wita langsung menelan pil pahit akibat menderita kekalahan.

Kalvari FC bermain terbuka menebar ancaman ke gawang Putra Nage.
Mendominasi permainan pada menit-menit awal babak pertama, namun keok kemudian.

Sebaliknya pelan tapi pasti, putra Nage bermain taktis. Sesekali membangun serangan balik, namun sangat merepotkan lini belakang Kalvari.

Mendapat perlawanan ketat anak-anak Nagekeo, Kalvari FC terus berupaya menekan lawan. Namun usaha anak-anak Kalvari belum menemui sasaran yang tepat.
Hingga akhir babak pertama, tak satu pun peluang yang berujung gol.

Di babak kedua, Kalvari maupun Putra Nage sama-sama bermain ngotot untuk menjebol gawang lawan. Peluang demi peluang terjadi, namun penyelesaian akhir di lini depan kurang akurat.

Kebuntuan ini akhirnya berakgir kertka dewi fortuna berpihak kepada Putra Nage. Yoh. Brekhmans Karo mampu memecahkan kebuntuan ini dengan shooting keras ke mulut gawang Kalvari. 1-0 untuk Putra Nage.

Tertinggal satu gol, ttim besutan coach Dondo Lamba, tampil makin garang dan agresif. Tekanan demi tekanan terus dilakukan. Namun lini pertahanan Putra Nage terlalu sigap menjaga areanya dari gempuran anak-anak Kalvari.

Laga ini lemudian terpaksa dihentikan Wasit karena adanya insiden casbody ketika berduel di udara merebut bola.di lapangan pertandingan. Seorang pemain Putra Nage, Vian Tey (17) terjatuh dengan posisi dagunya membentur tanah. Vian pingsan sesaat. Karena kondisi tersebut, inspektur pertandingan langsung mengrhentikan laga tersebut. Vian kemudian langsung mendapat perawatan dari tim medis. Lima menit kemudian laga kembali dilanjutkan.

Kalvari terus melakukan tekanan. Namun hingga usai babak kedua tidak ada gol balasan yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Putra Nage bertahan hingga Laga usai.

Gol semata wayang Yohanes Brekhmans Karo itu mengantar Putra Nage ke puncak klasmen sementara Pool A. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Persandora Gilas Loyas United 3-2

Foto : MediacenterEGDMC2019

KOMODOPOS.com-ENDE-
Laga lanjutan babak penyisihan Pool D Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019, Loyas United kontra Persandora tersaji sengit dan menarik di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11) petang,

Tertinggal 3 gol pada babak pertama, Loyas United bangkit menggempur Persandora FC di babak kedua. Perjuangan pantang menyerah squad Loyas mampu mencicil gol menjadi 2-3.

3 gol Persandora tercipta secara beruntun melalui kaki Bonefasius Moge (6) yang mencetak 2 gol ke gawang Loyas. Rfikardus Pango (8) menggandakan keunggulan Persandora menjadi 3-0.

Dua gol balasan Loyas United tercipta dari kaki Firgianto Lando (17) di awal babak kedua.
pada babak kedua. Aldino Pati (8) berhasil mencicil gol menjadi 2-3 melaui eksekusi pinalti menjelang laga usai.

Pada laga sebelumnya, Persandora menderita kekalahan 2-3 ketika menjamu Arsenal Adonara, Selasa (5/11) . Sementara Loyas United mengantongi 3 poin klasemen sementara Poll D ketika mencukur Nusantara FC 1-0 pada laga pertama, Senin (4/11/2019).

Babak pertama

Sejak wasit meniuo pluit kickoff babak pertama, Persandora mengepung benteng pertahanan Lo Loyas United dengan serangan beruntun.

Bonefasius Moge (6) membuka keunggulan Persandora FC pada babak pertama. Bone bergerak dari belakang menyambut umpan crossing dari rusuk kanan. Tanpa kompromi, ia melesakkan bola hingga bersarang di gawang Loyas United. 1-0 Persandora unggul.

Kebobolan satu gol, Squad Loyas United bangkit melakukan serangan balik. Sial, kerja keras pasukan Loyas United selau buntu saat penyelesaian akhir.

Beberpa menit kemudian, giliran Rikardus Pango (8) merobek jala Loyas United. Gol kedua Persandora ini terciota gegara skema pertahanan lini belakang Loyas United melemah. Celah ini dimanfaatkan dengan baik oleh laskar anak singkong Nuabosi. Lolos dari pengawalan tiga pemain belakang Loyas, Rfikardus (8) yang menerobos ke sisi kiri gawang langsung menyontek bola dari celah sempit. Papan skor berubah jadi 2-0 untuk Persandora FC.

Unggul 2 gol, anak-anak Nuabosi tampil makin tajir membombardir jantung pertahanan Loyas United Meakipun anak-anak Loyas mampu keluar dari kotak kurungan Persandora, tapi geliat serangan balik yang dilakukan belum tepat sasaran. Satu peluang didapat anak-anak Loyas namun gagal karena kepiawaian Mario kiper Persandora menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang lawan, lengah menjaga benteng pertahanan. Celakanya, pada saat bersamaan laskar Persandora balik menyerang memanfaatkan lini belakang Loyas yang nyaris keropos.

Kali ini, Bonefasius (6) kembali menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak yang layak dioerhitung oleh lawan-lawan Persandora. Sama seperti gol pertama, mendapat umpan crosing dari sisi kanan, Bone leluasa merobek gawang Loyas United tanpa terkawal lawan. Skor 3-0 bertahan hingga usai babak pertama.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, Loyas bermain atraktif dan menekan pertahanan Persandora. Upaya squad Loyas membuahkan hasil di awal babak kedua melalui kaki Firgianto Lando (17). Ia menyempurnakan bola crosing dari kanan dan menjebol gawang Persandora. Skor berubah menjadi 3-1.

Gol balasan ini memacu adrenalin dan semangat juag pantang menyerah anak-anak Nuabosi. Tempo serangan dipertajam sembari membenahi lini belakang yang sempat keropos pada babak pertama. Terbukti, Persandora mulai menguasai jalannya pertandingan babak kedua. Sejumlah peluang emas terjadi, namun kurang akurat.

Kendati demikian, Loyas United terus menekan dan mengurung Persandora. Serangan yang datang berrubi-tubi cukup merepotkan lini belakang Persandora.

Petaka kembali terjadi menerpa gawang Persandora menjelang masa injuri time, Kiper pengganti Persandora melakukan pelanggaran terhadap penyerang Loyas di kotak terlarang. Mengganjar pelanggaran teraebut, wasit menunjuk titik putih. Aldino Pati (8) yang dipercaya menjadi eksekutor pinalti mampu memperdaya kiper Persandora. Skor berubah menjadi 3-2. Selepas pinalti, wasit yang memimpin pertandingan meniup pluit bubar.
*(Hero Dores/Robert Perkasa)

Menyambut Hari Pahlawan, Imapelma Gelar Seminar di Uniflor-Ende

KOMODOPOS.com-ENDE-
Ratusan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma) Ende mennggelar Seminar memperingati Hari Pahlawan 10 November ke-74. Seminar yang bertajuk “Menyemai Semangat Kepahlawanan pada Kaum Muda” digelar di Aula FKIP Universitas Flores (Uniflor) kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/11).

Ketua Imapelma Ende, Andrianus Adu, dalam sambutannya menggedor kesadaran kaum muda Imapelma akan jasa dan semangat patriotisme para pahlawan bangsa yang telah gugur. Adrianus menjelaskan, seminar ini bertujuan membangun ingatan kolektif untuk menggerakkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Memperkokoh nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan serta kesetiakawanan sosial demi keutuhan Pancasila dan NKRI.

“Jadilah pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat, maupun bangsa ini. Selamat menyongsong hari pahlawan tahun 2019 yang ke-74”, pekik Andrianus.

Adrianus berharap, seminar tidak hanya rutinitas belaka. Lebih penting dari iru, Hari Pahlawan mesti dimaknai secara tegas dan konsisten dalam kata dan tindakan kaum muda sebagai pahlawan masa kini.

“Seminar ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat nasionalisme, cinta tanah air dalam diri kaum muda sebagai pahlawan masa kini. Untuk itu, kita kaum muda sejatinya memiliki daya kritis, inovatif dan solutif terhadap berbagai problema sosial. Turut berpartisipasi, progresif membangun bangsa. Inilah makna Hari Pahlawan bagi kita sebagai agen of change dan pahlawan masa kini”, tandas Andrianus.

Seminar dibuka oleh Dr. Dra. Imaculata Fatima Pampe, M. M. A, d
sesepuh Manggarai di Ende sekaligus sebagai penasehat Imapelma Ende. Dalam sambutannya, Dr.Imaculata Pampe menyampaikan terima kasih kepada organisasi Imapelma Ende yang telah berinisiatif untuk melaksanakan Seminar ini. Walaupun hanya kelompok kecil tapi kaum muda Imapelma memiliki kesadaran kritis mengenang jasa para pahlawan bangsanya.

“Pahlawan itu ada di tengah keluarga kita, di kelompok-kelompok kecil seperti ini, kelompok-kelompok besar seperti level nasional dan internasional. Pahlawan biasanya memberikan sesuatu yang hebat dalam keluarga itu, dalam kondisi tidak berdaya lagi atau mampu memberikan nilai/manfaat bagi orang lain”, ujar Dr. Imaculata.

Hadir pula Marianus Ola Kenoba, S.Sos., M.Hum., narasumber dalam seminar tersebut. Marianus membawakan materi tentang “Heroisme Kartini dalam Cahaya Feminisme Liberal”.

Marianus menyarankan peserta seminar agar sedapat mungkin meminimalisasi upaya kultus terhadap figur kepahlawanan.

“Kartini boleh jadi hanya memenuhi target-target artifisial semata. Ritual-ritual untuk membangkitkan memoria kita atas pahlawan-pahlawan terdahulu juga penting kita lakukan. Namun, jauh lebih penting dari itu, melalui membaca, Mari kita menimba spirit dari orang-orang terpilih itu, mendialogkannya dengan orang lain dan kemudian mempublikasikan hasil olahan gagasan kita agar berfaedah pula bagi segmen publik yang lebih luas”, pinta Marianus.

Fiktorianus Afri, salah seorang peserta seminar menyampaikan apresiasi kepada Imapelma Ende karena telah melaksanakan seminar sebagai bentuk aktualisasi orang muda terhadap jasa para pahlawan demi mewujudkan NKRI. *(Reporter Klementinus Elenora)

Editor : Robert Perkasa

Mengolah ‘Hawa Nafsu’ (Sebuah Urgensi)

Oleh : Sil Joni *)

PERTAMA-tama kita perlu membuat definisi atau batasan dari term kompositip hawa nafsu di atas. Hawa sebetulnya selalu dikaitkan dengan udara. Namun, bisa juga dihubungkan dengan dunia batin sebagai suasana atau kondisi yang selalu menghiasi kepribadian seseorang. Sedangkan nafsu selalu mengacu pada keinginan atau hasrat yang kuat untuk memiliki atau melaksanakan sesuatu.
Dari penjelasan singkat itu, maka hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang.

Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Keinginan dan kegairahan untuk mendapatkan sesuatu itu terekspresi dalam banyak hal, seperti pengetahuan, kekuasaan, kekayaan, kenikmatan, seks, dll.

Nafsu merupakan salah satu ‘fakultas mental (psikis)’ yang terdapat dalam tubuh manusia. Tidak ada manusia yang tidak ‘dilengkapi’ dengan anasir nafsu dalam hidupnya. Bahkan ada teoretisi sosial yang dengan lantang membentangkan ‘peran vital’ elemen nafsu dalam seluruh dinamika dan kompleksitas perkembangan personalitas seorang anak manusia. Tegasnya, manusia tanpa nafsu tentu bersifat pincang dan mandul. Pertanyaannya adalah apakah hidup manusia ‘didikte’ sepenuhnya oleh nafsu-nafsu itu? Bagaimaba semestinya manusia merespons dan mengolah dorongan dan gejolak yang bersifat naluriah itu?

Salah satu nafsu yang kerap menghadirkan bahagia sekaligus bencana bagi manusia adalah nafsu seks (libido). Gerakan untuk menyalurkan libido itu terkadang muncul sangat kuat melampaui energi normal kemanusiaan untuk mengontrolnya. Jika kita cerdas mengolahnya, maka hasrat libidinal itu membawa rasa bahagia. Namun, ketika nafsu itu gagal dikendalikan, maka derita dan malapetaka siap menyergap kehidupan kita.

Jauh hari, Plato, salah satu filosof terbesar sepanjang sejarah filsafat sudah mengingatkan kita akan dua jenis energi (nafsu) yang bersemayam dalam tubuh manusia. Gagasan Plato itu diperdalam oleh Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa pada jamannya.

Kedua energi yang mereka maksudkan adalah thanatos dan eros. Thanatos adalah energi atau naluri yang bersifat destruktif (merusak). Sedangkan eros adalah nafsu yang bersifat konstruktif (membangun). Tentu, sangat riskan jika unsur thanatos mendominasi kepribadian manusia.

Nafsu birahi misalnya, bisa menjadi ‘pedang bermata dua’ bagi manusia. Nafsu itu bisa menjadi ‘motor penggerak’ kehidupan di satu sisi dan serentak penghancur kehidupan manusia pada sisi yang lain.

Freud, bahkan secara bombastis mengafirmasi bahwa ‘syahwat’ itu dianggap sebagai ‘jantung peradaban’. Maju mundurnya peradaban sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakan nafsu seksnya untuk tujuan yang yang bersifat ppsitif, kreatif, produktif, progresif dan konstruktif. Itu berarti bahwa jika manusia ‘salah menggunakan’ perangkat nafsu itu, maka ongkosnya adalah kehancuran peradaban.

Saya kira gagasan Freud ini, kendati banyak dikritik, tetap aktual dan relevan untuk situasi kita di jaman posmodern ini. Kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, cabul, pornografi, pedofilia dan perilaku deviatif lainnya seperti yang diekspos oleh berbagai media, memperlihatkan gejala kemerosotan peradaban tersebab oleh ‘kegagalan’ manusia mengendalikan hawa nafsu yang berkecamuk dalam dirinya. Akar dari kejahatan itu adalah ‘terlalu dominannya’ unsur thanatos (nafsu destruktif) atau meredupnya peran eros dalam tata perilaku kita.

Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan RH, seorang guru komite, terhadap ASP, murid kelas IV di SDN Munting Renggeng, Kec. Masang Pacar seperti yang dilansir oleh beberapa media daring hari-hari ini, hanya salah satu contoh bagaimana manusia tidak cerdas dalam mengolah hawa nafsunya. Nafsu itu, sejatinya adalah ‘alat bantu’ untuk memanifestasikan ‘rasa kemanusiaan’ kita kepada orang lain. Pemenuhan hawa nafsu seks tidak bisa dijadikan tujuan (ends) yang menyebabkan ‘orang lain’ (lawan jenis) dijadikan obyek pelampiasan hasrat sesaat. *

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.