Ilmuwan Ungkap Perubahan Iklim Dunia Sudah dalam Tahap Darurat

Oleh : Benedikta Miranti Tri Verdiana

11.000 ilmuwan dari seluruh dunia telah meluncurkan hasil penelitian yang mengatakan bahwa dunia ini sedang mengalami masa darurat terkait perubahan iklim atau pemanasan global.

Dilansir dari BBC, Rabu (6/11/2019), dalam studi yang berdasarkan data pengukuran selama 40 tahun terakhir juga menyampaikan bahwa pemerintah telah gagal menangani krisis lingkungan ini.

Selain itu, studi tersebut juga menyatakan bahwa dunia ini sedang menghadapi penderitaan yang besar.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memberi peringatan perihal bahaya yang sedang mengancam.

Dirilis pada hari yang sama ketika data satelit menunjukkan bahwa bulan lalu tercatat sebagai Oktober dengan suhu terhangat, studi baru mengatakan bahwa hanya mengukur suhu permukaan global adalah cara yang tidak memadai untuk menangkap bahaya nyata dari dunia yang dilanda panas berlebih.

Maka dari itu, penulis dari studi tersebut memasukkan serangkaian data yang mereka yakini mewakili serangkaian tanda-tanda vital grafis dari perubahan iklim selama 40 tahun terakhir.

Ilustrasi perubahan iklim (AFP)

Indikator-indikator ini termasuk pertumbuhan populasi manusia dan hewan, produksi daging per kapita, kehilangan perlidungan dari pohon secara global, serta konsumsi bahan bakar fosil.

Beberapa kemajuan telah terlihat di beberapa bidang. Misalnya, energi terbarukan telah tumbuh secara signifikan, dengan konsumsi angin dan matahari meningkat 373% per dekade. Walaupun begitun angka tersebut masih 28 kali lebih kecil dari penggunaan bahan bakar fosil pada tahun 2018.

Secara keseluruhan, para peneliti mengatakan sebagian besar indikator tanda-tanda vital mereka berada di arah yang salah dan menambah keadaan iklim menjadi semakin darurat.

“Keadaan darurat berarti bahwa jika kita tidak bertindak atau menanggapi dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon kita, mengurangi produksi ternak kita, mengurangi pembukaan lahan dan konsumsi bahan bakar fosil, dampaknya mungkin akan lebih parah daripada yang kita alami saat ini,” ujar penulis utama studi, Dr Thomas Newsome, dari University of Sydney.

“Itu bisa berarti ada area di Bumi yang tidak dapat dihuni lagi oleh manusia.” tambahnya.

Studi Ini Harapkan Aksi Nyata

Studi ini menggemakan banyak peringatan yang telah dilaporkan oleh para ilmuwan termasuk IPCC.

Para penulis bermaksud untuk menyajikan gambaran grafis yang jelas dan sederhana tentang indikator yang lebih luas yang dapat diberikan ke publik dan kepada pemerintah bahwa ancamannya serius sementara responsnya masih buruk.

Perbedaannya adalah dalam menunjukkan bahwa walaupun keadaannya sangat memprihatinkan, tapi masih bisa diperbaiki.

Para peneliti menunjukkan enam bidang di mana langkah-langkah segera harus diambil yang dapat membuat perbedaan besar.

Beberapa saran yang diberikan oleh hasil studi tersebut di antaranya di bidang energi, dimana pemerintah diharapkan dapat meningkatkan harga karbon sehingga dapat mencegah penggunaan bahan bakar fosil yang terlalu banyak. Cara lain yang disarankan adalah menggantikan minyak dan gas dengan energi alternatif yaitu energi terbarukan.

Saran-saran di bidang lainnya juga dituliskan oleh para ilmuwan seperti polutan, alam, kebutuhan pangan hingga populasi.

Harapan Para Ilmuwan

Para peneliti merasa muak atas berbagai konferensi iklim dan majelis yang gagal menghasilkan tindakan yang berarti. Namun mereka percaya bahwa gerakan protes secara global yang berkembang akan memberi harapan.

“Kami didorong oleh gelombang kekhawatiran global baru-baru ini, pemerintah mengadopsi kebijakan baru, anak-anak mogok sekolah, proses hukum, dan gerakan masyarakat menuntut perubahan.”

“Sebagai ilmuwan, kami mendesak penggunaan luas tanda-tanda vital dan berharap indikator grafis akan lebih memungkinkan pembuat kebijakan dan publik untuk memahami besarnya krisis, menyelaraskan prioritas dan melacak kemajuan,” tambah mereka. **(Sumber : Liputan6)
Rabu, 6 Nov 2019

Angkasa Kupang Tundukkan Persema Menanga 1-0

Gol Semata Wayang Hendro Ate (9)

KOMODOPOS.com-ENDE-
Laga kedua penyisihan Grup Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup 2019, Persema Menanda FC menjamu Angkasa Kupang di stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/11) petang pukul 18.30 Wita.

Angkasa Kupang runner up Turnamen yang sama tahun 2018 silam memetik 3 poin usai menundukkan Persema Menanga FC dengan skor tipis 1-0. Sementata Persema sudah mengantongi 3 poin hasil laga Pool B sebelumnya membungkam Go Raung FC 3-0.

Tim tamu Angkasa Kupang langsung bermain ofensi sejak wasit meniuo pluit kickoff babak pertwma. Menampilkqn permainan atratktif, anak-anak Angkasa Kuoang menggesor jantung pertahanan Persema.

Tidak ingin didikte lawan, squad Persema balik melancarkan counter attack. Variasi serangan longbpassing dan umoan-umpan terobosan acapkali merepotkan jangkar pertahanan Angkasa Kuoang. Jual beli serangan terjadi silih berganti. Banyak peluang terciota sepanjang babak pertama, namun buang percuma lantaran penyelesaian akhir kurang akurat.

Peluang emas menghampiri Angkasa menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain Persema di kotakbterkarang. Sayang, hafiah pinalti ini gagal dikonversi menjadi gol. Anjelo Embu (13) yang menjadi algojo tendangan pinalti gagal mengeksekusi pinalti ini. Tendangan Anjelo malah melebar gawang.

Selamat dari trkanan lawan, squad Persema meningkatkan tempo serangan. Penetrasi bola-bola pendek bergulir dari kaki ke kaki menusuk ke jantung pertahanan Angkasa. Sial, pergerakan anak-anak Persema diantisipasi dengan cermat oleh defender Angkasa dengan menerapkan skema pertahanan berlapis. Solidnya lini belakang Angkasa menjadi penyebab serangan ujung tombak Persema selalu kandas.

Angkasa kembali mendapat peluang dari kaki Lutfin Panggo (7) yang melakukan freekick dari sisi kanan gawang. Tapi crossing melengkung Lutfin masih melambung tipis di atas mistar gawang. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Angkasa Kupang tampil lebih agresif. Berrmain atraktif dan tampak unggul menguasai bola. Aksi tiki taka individu dan kerja sama tim di semua lini membangun serangan ke area pertahanan Persema. Gempuran bertubi-tubi yang dilancarkan anak-anak Angkasa Kupang berbuah manis pada pertengahan babak kedua.

Hendro Ate (9) yang menerima umpan dari rusuk kiri mampu memperdaya kiper Persema. Tendangan keras Hendro menggetarkan gawang Persema. 1-0 Angkasa Kuoang unggul. Gol Hendro ini sekaligus mengakhiri masa paceklik gol sejak babak pertama bergulir.

Tertinggal satu gol, Persema bangkit menggempur lawan. Mengandalkan kemampuan adu sprint, anak-anak Persema mengepung benteng pertahanan Angkasa habis-habisan. Kerja sama kompak diimbangi dengan kecepatan Syukur Kasim (10) dkk memaksa lini belakang Angkasa bekerja extra menghalau laju serangan Persema.

Syukur Kasim (10) menjadi sosok yang menjadi fokus penjagaan fullback Angkasa karena gerakannya selalu mengancam gawang Angkasa. Banyak peluang Persema menjelang masa injury time, tapi lagi-lagi kandas lantaran pertahanan lapis baja lini belakang Angkasa yang di dikawal Anjelo Cs.

Gol semata wayang Hendro Ate (9) bertahan hingga usai laga babak kedua. *(Hero Dores/Robert Perkasa)
Foto : MediaCenterEGDMC2019.

Half Marathon Digelar di Labuan Bajo

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Lomba lari Labuan Bajo half marathon dengan kategori 5 – 21,1 kilometer akan digelar pertama kali pada pertengahan tahun 2020 di ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kominfo Mabar melansir, Santi Gunawan, selaku Ketua Panitia Pelaksana Labuan Bajo Half Marathon di ruang kerja Bupati Manggarai Barat kepada media ini, Selasa,(5/11/2019) menjelaskan, lomba yang akan berlangsung pada pertengahan tahun depan, diinisiasi oleh beberapa passionate runner dengan dukungan dari Pemerintah Daerah dan Kadin Mabar.

“Targetnya 2000-3000 peserta baik dalam maupun luar negri”, ungkap Santi yang juga pelari world marathon major itu.

Ia juga menjelaskan, untuk usia peserta lomba dimulai dari 13 tahun dengan syarat menunjukan surat persetujuan dari orang tua,sedangkan bagi yang berusia di atas 17 tahun tidak diberlakukan syarat.

“Hingga berapapun usianya dengan kondisi fisik yang sehat dan memahami kondisi untuk lomba lari sejauh 21 km,”, kata dia.

Kepada Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, Ia sampaikan ucapan terimakasih atas sambutan hangat serta restu beliau terhadap rencana kegiatan Ini.

“Hari ini kami dapat bertemu dengan Bapak Bupati dan mendapat tanggapan positif serta restu beliau untuk terselenggaranya lomba lari Labuan Bajo Half Marathon ini”, ungkap sang juara finalis lomba lari Tambora Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer.

Usai temui Bupati Gusti Dula, pihaknya langsung melakukan survey ke beberapa titik lokasi lintasan.

“Kami pun melakukan survey rute lomba yang akan melewati tempat dengan pemandangan yang luar biasa indahnya”, tutupnya.

Santi Gunawan sudah mulai berlari dari tahun 2013 .Sudah menyelesaikan 5 dari 6 marathon dunia (World Marathon Major), berulang kali menjuarai lomba lari hingga mengikuti lomba lari terjauh dan terganas se-Asia Tenggara yakni Tambora lintas Sumbawa sejauh 320KM.

Santi Gunawan adalah brand ambassador sepatu dan apparel skechers, kacamata Rudy Project, healthy drink Hydrococo dan multi function headwear Buff Indonesia.** (Louis Mindjo/Hans).
Editor Robert Perkasa

Guru dan Pendidikan Psikoseksual (Ketika Siswi Dijadikan ‘Budak Seks’)

Oleh: Sil Joni

Memalukan. Guru yang seharusnya memberikan perlindungan dan menghadirkan ‘rasa nyaman’ bagi para murid, ternyata tampil sebgai ‘predator seks yang buas’. Muridnya dijadikan ‘terget pelampiasan’ naluri animalitas.

Kata terlampau miskin untuk mengekspresikan ‘kemarahan kita’ terhadap perilaku seorang guru olahraga di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang tega menjadikan salah satu siswinya budak seks. Seperti yang dilansir oleh media daring floreseditorial.com edisi 4/11/2019 guru yang berinisial RH memperlakukan ASP, siswi kelas IV SDN Munting Renggeng, Masang Pacar sebagai ‘pemuas libido’ semata.

Tindakan pelecehan itu sudah berlangsung lama, sejak ‘korban’ duduk di kelas III SD. Korban menuturkan bahwa RH sudah enam kali melakukan ‘aksi bejat itu’ selama kelas III dan hampir setiap hari selama kelas IV ketika korban berada di sekolah. Jenis tindakan ‘pelecehannya’ bermacam-macam, yaitu meraba ‘alat vital korban’, memasukkan penis pelaku ke mulut korban (oral seks), memegang penis pelaku, dan mengeluarkan sperma ke mulut pelaku. Sadis!

Tindakan dari oknum guru komite itu sulit dicerna nalar sehat. Satu-satunya penjelasan yang mungkin diterima adalah RH mengidap ‘kelainan seksual’ yang dalam psikologi seksual disebut paedofilia. Sebuah simpton patologis di mana ‘anak kecil’ menjadi kiblat ketertarikan seksualnya.

Namun, fenomen ‘abnormalitas’ itu tidak menjadi ‘alibi’ untuk membiarkan pelaku lolos dari jeratan hukum. Apapun alasan dan motifnya, actus pelecehan itu sama sekali tidak bisa diterima apalagi dibenarkan. Tindakan itu tetap dikategorikan sebagai aksi kriminalitas yang sangat keji dan sadistis. RH dengan tahu dan mau ‘menodai’ perangkat cinta sang anak dan dirinya untuk memuaskan ‘naluri seks’ yang liar.

RH rupanya sangat ‘cerdik’ memanipulasi relasi emosional antara guru dan murid. Hubungan fungsional itu ternyata ‘belepotan’ dengan lumpur nafsu. RH memperlakukan ASP sebagai objek. Martabat ASP di mata RH setaraf dengan benda yang gampang ‘diatur’ sesuai dengan selera libidinalnya.

Saya kira kasus yang dibuat oleh RH ini tentu menjadi ‘tamparan serius’ untuk para guru sekaligus sebagai ‘cermin’ untuk melihat seberapa tulus kita menjalin relasi afektif dengan para siswa/i kita. Kedekatan dan keintiman dalam berkomunikasi tidak boleh ditafsir secara liar sebagai kesempatan untuk ‘merenggut kesucian’ seorang murid yang berbeda jenis kelamin dengan guru.

Sudah saatnya para guru dan para calon guru mengikuti semacam ‘pengolahan nafsu birahi’ secara teratur. Selain itu, wacana tentang “tes orientasi seksual”, perlu diintroduksi dan dimplementasikan dalam dunia pendidikan keguruan saat ini. Kita tidak ingin ‘citra guru’ terus ternoda oleh ulah segelitir oknum yang memang memiliki ‘kelainan psikoseksual’. Penerapan pendidikan psikoseksual yang produktif tidak hanya relevan tetapi cukup urgen saat ini.*

*Penulis pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

Kontroversi Ujian Nasional Berbasis Komputer

Oleh : Benyamin Ewa *)

Alasan mendasar pemilihan tema di atas adalah pendidikan dilihat sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa seperti termaktup dalam UUD 45 alinea ke-4 dan dipertegas dalam UU NO 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Itu berarti pendidikan merupakan ‘hak dasar’ semua warga yang mesti dipenuhi oleh negara.
Ketika anak menjadi subjek belajar dan masuk dalam lembaga formal, maka akan ada interaksi edukatif dalam memanusiakan manusia (humanisasi). Semua proses itu dirumuskan dalam konsep dan sebuah sistem yang terukur sehingga suatu kegiatan praktis dapat berlangsung dalam satu masa. Kegiatan itu juga terikat dalam satu situasi dan terarah pada satu tujuan yang diimplementasikan dalam sebuah lembaga yang kadang kontroversial. Salah satu sistem yang menimbulkan reaksi pro dan kontra (kontroversi) itu adalah penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Guru harus berani melawan UNBK

Hemat penulis tidak semua kebijakan dari kementerian pendidikan berdampak baik terhadap proses pendidikan di lapangan. Ada kebijakan yang tidak bisa dipaksakan untuk diterapkan di semua daerah di Indonesia. Salah satunya adalah penerapan UNBK di semua satuan pendidikan dasar dan menengah. Argumentasi dasarnya adalah titik tolak perkembangan dan kemajuan pendidikan di berbagai kota dan desa di pelosok tanah air tentu tidak sama.

Sejak masuknya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sebagai instrumen evaluasi akhir hasil belajar menimbulkan problem besar bagi lembaga-lembaga pendidikan di desa tersebab oleh keterbatasan saranan dan prasarana dalam mendukung kebijakan itu. Tidak heran, banya peserta didik yang pesimis, frustasi, dan kurang termotivasi dalam mengejar mimpi mereka Oleh sebab itu, maka guru sebagai aktor penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak/peserta didik harus melawan setiap kebijakan yang cenderung merugikan peserta didik termasuk penerapan sistem UNBK itu. Guru dalam lembaga itu mesti mencanangkan berbagai konsep dan metode belajar demi meningkatkan kemampuan dan kecerdasan peserta didik (siswa), bukan demi sebuah UNBK.

Guru mesti kreatif dalam menerapkan berbagai metode belajar para siswa. Ada banyak instrumen penilaian yang bisa digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Jangan hanya terpaku pada UNBK. Semua instrumen atau saranan itu dirumuskan dalam sudut normatif dan teknis dengan demikian proses belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikis-fisik menuju perkembgan pribadi peserta didik seutuhnya. Itu berarti unsur cipta dari ranah KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK serta emosional dalam berbagai porsinya, diakomodasi dan dielaborasi dengan baik.

Dari tahun ke tahun, dalam proses belajar di lembaga pendidikan, guru memberi penilaian terhadap siswa dengan kurang lebih mengakomodasi tiga unsur di atas. Tetapi, dengan hadirnya UNBK hemat saya, negara yang memberi penilaian hasil bukan lagi guru. Penilaian itu pun hanya ditinjau dari sisi kognitif saja dan tergantung pada komputer.

Efeknya menurut saya adalah jika UNBK ini tidak dihapus, maka para siswa dan guru nantinya akan lebih fokus pada aspek kongnitif saja (kecerdasan), sehingga unsur afektif dan psikomotorik diabaikan. Itulah sebabnya saya mengambil kesimpulan bahwa UNBK kontroversial sebab sangat merugikan siswa dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah.

Sayangnya ada banyak mata yang mampu melihat dan menulis dengan gampang bahwa ‘PEMUDA DAN PELAJAR Indonesia mengalami degredasi etika, tanpa melihat akar dari persoalan kemerosotan. Kita sering menilai bahwa Guru dan Murid selalu salah ketika hasil UNBK mereka kurang memuaskan.*

*Penulis adalah mahasiswa Semester V IKIP PGRI Bali. Tinggal di Denpasar.

Laga MU vs Rol Lamawolo FC, Hujan Gol di Stadion Marilonga

KOMODOPOS.com-ENDE-
Maumere United (MU) merayakan pesta usai melesakkan 5 gol ke gawang Rol Lamawolo pada laga hidup-mati Pool A di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara, Timur, Selasa (5/11) petang pukul 18.30 Wita. Dengan kemenangan ini, MU kini mengoleksi 3 poin klasemen sementara Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019. MU maupun Rol Lamawolo sama-sama menderita kekalahan pada laga pertama sebelumnya.

Rol Lamawolo sempat unggul 3-2 di babak pertama melalui kaki Umar Boro Nele (9) yang mencetak hattrick ke gawang MU. Namun keunggulan Umar dkk tidak bertahan lama. Pada babak kedua, MU bangkit dan sukses membalikkan keadaan. Tambahan 3 gol MU pada babak kedua, lahir dari kaki Situmoris Alamin (17) dan Florianus Dedi yang melesakkan kuartet (4 gol) ke gawang Rol Lamawolo.

Rol Lamawolo yang turun dengan jersey kebesarannya hijau merah hitam membuka peluang lebih awal melalui tendangan sudut terarah ke gawang MU. Sayang bola masih melebar tipis dari tiang gawang.

Sedangakan Maumere United yang turun dengan jersey merah berbalik menekan lawan. Walau banyak peluang tercipta, namun tembakan striker MU belum menemui sasaran.

Jual beli serangan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ngotot memburu poin penuh pada laga hidup mati itu. Kerja sama apik yang diperagakan anak-anak MU akhirnya berbuah manis melalui kaki Florianus Dedy (12). Shooting lurus terarah dari luar kotak pinalti yang dilesakkan Flori tidak mampu ditepis kiper Rol Lamawolo. MU memimpin dengan skor sementara 1-0.

Tertinggal satu gol, squad Rol Lamawolo bangjkit melakukan presure ke area pertahanan MU. Kerja sama dari lini ke lini akhirnya merubah kedudukan menjadi imbang 1-1 lewat aksi Umar Boro Nele (9). Umar yang menusuk dari belakang mampu melewati pemain belakang MU dan mengecoh kiper MU.

Selebrasi anak-anak Lamawolo makin panjang. Satu menit usai menyamakan skor, kiper MU dikejutkan dengan gol cepat Umar Boro Nele (9). Mengandalkan kualitas individu beradu sprint, Umar yang sukses mencetak gol keduanya melalui aksi yang sama persis dengan proses terjadinya gol yang pertama.. Rol Lamawolo pun balik memimpin skor menjadi 2-1.

Namun sayang, selebrasi Umar dkk tak berlangsung lama. Satu menit usai mencetak gol kedua, datang gempuran cepat anak-anak MU. Ujung tombak MU, Florianus Dedi (9) kembali unjuk taji menyamakan skor menjadi 2-2 dengan gol yang dilesakkannya ke gawang lawan.

Sukses menyamakan skor, MU tampak terlena hingga benteng pertahanannya terbuka lebar. Peluang ini dimanfaatkan Umar dkk yang berlari cepat melancarkan serangan balik. Lagi-lagi, Umar Boro Nele (9) memanfaatkan kecepatannya yang sulit dikejar lawan. Berlari sembari mendribling bola melewati pemain belakang MU hingga menambah keunggulan bagi Rol Lamawolo. Skor berubah menjadi 3-2 sekaligus menyudahi laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, giliran MU tampil habis-habisan menekan pertahanan Rol Lamawolo. Aksi brilian Bomber MU, Flori Dedy (9) menjadi momok yang menakutkan saat menguasai bola. Hal itu memaksa skema pertahanan Rol Lamawolo yang dikawal play maker Emanuel Tupen (5) siaga satu menyelamatkan gawang dari amukkan Flori Dedi ujung tombak maut MU.

Tidak mau didikte lawan, Squad Rolat Lamawolo membangun serangan balik yang cepat. Aksi jual beli serangan kembali diperagakan kedua tim di babak kedua.
Beberapa peluang emas tercipta dalam aksi saling serang ini. Namun kurang akurat dalam penyelesaian akhir.

Petaka datang melanda gawang Rol Lamawolo ketika wasit menunjuk titik putih menyusul handball pemain belakang Rol Lamawolo di kotak terlarang. Situmoris Alamin (17) eksekutor tendangan pinalti berhasil mengeksekusi bola hingga memperdayai kiper Rol Lamawolo, Skor kembali berimbang 3-3.

Mampu menyamakan skor,membuat adrenalin squad MU terbakar. Usai mencetak gol ketiga, gempuran MU mengalir deras ke area pertahanan Rol Lamawolo. Kerja sama tim yang kompak di semua lini kubu MU berujung malang bagi Rol Lamawolo di sisa waktu normal.

MU akhirnya mampu membalikkan keadaan di lapangan melalui kaki Florianus Dedi (9). Lolos dari pengawalan lawan, Flori sukses melewati beberapa pemain palang pintu Rol Lamawolo. Kali ini, Flori mengecoh lawan dengan akurasi tendangannya yang sulit dihalau kiper. Bola bundar kembali bersarang di gawang lawan hingga merubah papan skor menjadi 4-3.

Terpaut 1 gol menjelang injury time, mental anak-anak Rol Lamawolo mendidih dan bangkit menyerang MU
Beberapa peluang terjadi, namun selalu kandas di tengah jalan.
Asyik menyerang lawan, benteng pertahanan Rol Lamawolo tampak melanggar. Datang serangan balik MU memanfaatkan lini belakang lawan yang kendor. Kualitas sprint Flori Dedi kembali membawa sial bagi Rol Lamawolo. Bergerak sendirian, ia dengan mudah membobol gawang lawan untuk keempat kalinya. Skor makin melebar menjadi 5-3. Tidak lama setelah mencetak gol kelima MU, wasit meniuo pluit bubar. *(HERO Dores/Robert Perkasa)
Foto : MediaCenterEGDMC2019.

Arsenal Terong Menang Tipis 3-2 vs Persandora FC

Ema Gadi Djou Memorial Cup 2019 di Ende

KOMODOPOS.com-ENDE-
Laskar Arsenal Terong Menang tipis 3-2 menundukkan Persansora FC dalam laga penyisihan Pool D di Stadion Marilonga-Ende, kavuoaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/11) petang tadi. Pati Sari Aukoli (11) membuka keunggulan Arsenal Terong melalui eksekusi pinalti pada menit awal babak pertama. Memanfaatkan pelanggaran fullback Persandora FC di area terlarang, Pati Sari Aukoli (11) tanpa kesulitan mengecoh kiper Persansora dari titik putih, 1-0.

Sejak wasit meniup pluit kick off babak pertama, kedua club pendatang baru di Turnamen ini bermain ofensif dan saling menyerang. Arsenal Terong, club asal Adonara ini turun dengan jersey merah putih. Sementara Persandora FV asal Nuabosi-Ende berkostum dobel orange ala Belanda. Sama -sama bermain ngotot dan menerapkan skema permainan terbuka. Jual beli serangan di lapangan pertandingan memukau ribuan pasang mata yang menyaksikan laga ini dari tribun Stadion Marilonga.

Petaka menerpa Persansora datang pada pertengahan babak pertama. Berawal dari handball fullback Persansora di area terlarang, wasit seketika itu pula menunjuk titik putih. Pati Sari Aukoli yang dipercaya sebagai algojo tendangan pinalti menyempurnakan peluang emas itu. Tendangan spekulasinya sukses mengecoh kiper Persandora FC, Mario (88) yang nota bene kiper kawakan Perse Ende. Arsenal unggul 1-0.

Tertinggal gol, adrrnalin squad Persandora memuncak. Ritme serangan dipertajam. Persandora nyaris menyamakan skor melalui sebuah peluang emas freekick. Namun sial, penjaga gawang Arsenal Y. Sisu RK. Baon (30) tampil gemilang menepis tendangan keras pemain Persandora. Tidak lama berselang, anak-anak Nuabosi kembali mengancam gawang Arsenal Terong. Striker Persandora,
Dortius Nega (10) yang sudah lolos dari pengawalan pemain belakang lawan, gagal melesakkan bola ke gawang Arsenal Terong. Tendangan voly yang dilepaskannya melebar tipis dari gawang.

Arsenal Terong diperkuat oleh beberapa pemain bintang Perse Ende seperti, Alfian, Adi Atep, Chandra Halim, Maskur Husen, Iwan Aji, Abdul Azis maupun punggawa Perseftim seperti Pati Sari Aukoli, dan Endong Tirtayasa. Berpengalaman mumpuni di lapangan hijau, para bintang tersebut mendominasi jalannya pertandingan.

Arsenal kembali menggedor jantung pertahanan Persandora di menit-menit akhir babak pertama. Adi Atep (10) yang tidak terkawal disisi kiri menerobos masuk memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang. Tanpa kompromi, Adi Atep menjebol gawang Persandora, 2-0. Gol Adi ini menutup separuh laga babak pertama

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil makin garang. Meski sudah unggul dua gol, Adi Atep dkk terus menggempur bentang pertahanan Persandora. Arsenal nyaris menggandakan keunggulannya melalui eksekusi tendangan pojok. Namun bola masih membentur mistar gawang.

Asyik menyerang, area pertahanan Arsenal tampak terbuka lebar. Memanfaatkan peluang itu, Persandora dengan gesit melancarkan counter attack yang merepotkan barisan jangkar pertahanan Arsenal. Alhasil, serangan balik squad Persandora berbuah manis hingga mampu menjebol gawang Arsenal. Dortius Nega (10) yang menusuk dari kanan dengan sigap menyambut umpan crosing langsung menjebol gawang Arsenal. Papan skor berubah menjadi 2-1.

Tidak lama berselang, anak-anak Nuabosi kembali menggempur Arsenal. Mendapat perlawanan ketat Persandora yang kian menjadi-jadi, Arsenal bangkit menekan dengan serangan balik yang cepat. Jual beli serangan kembali twrlihat di babak kedua ini. Gempuran Arsenal yang datang beruntun menyebabkan skema pengawalan lini belakang Persandora tampak kewalahan dan harus berjibaku menahan arus serangan Arsenal.

Sang Kapten Arsenal Dieogo (77) yang luput dari pengawalan lawan, sukses merobek jala Persandora yang ketiga kali. Menerima umpan silang, Diego dengan cerdik mengecoh penjaga gawang Persandora. Stadion Marilonga pun kembali bergemuruh. Unggul 3-1, Arsenal di atas angin.

Interval gol yang kian melebar tidak membuat semangat Persandora patah arang. Memanfaatkan sisa waktu, giliran Persandora menggempur Arsenal. Sejumlah peluang terjadi, namun belum beruntung mencicil gol.

Peluang emas kembali menghampiri squad Persandora ketika kemelut menerpa gawang Arsenal. Stefanus Lopes (19) yang berdiri di area kemelut langsung melesakkan bola ke gawang Arsenal. Skor 3-2 dan bertahan hingga wasit meniup pluit bubar.

Dengan kemenangan ini, Arsenal memetik tiga poin pertamannya dalam turnamen tersebut. *(Hero Dores/Robert Perkasa)

Sumber Foto :
MediaCenterEGDMC2019.

Jumlah minimum dukungan Bagi Calon Perseorangan Sebanyak 16.788

Pilkada Manggarai Barat 2020

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat menetapkan jumlah minimum dukungan dan persebarannya bagi calon perseorangan yang akan mendaftarkan diri pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat Tahun 2020.

Rapat pleno penetapan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu. Hadir dalam Rapat Pleno Penetapan, Ketua, Anggota dan Sekretaris serta para Kasubag KPU Kabupaten Manggarai Barat. Hadiri pula Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT, Thomas Dohu dan staff sekretariat KPU Provinsi NTT. Kehadiran KPU Provinsi selain untuk koordinasi dan supervisi rutin juga penguatan kelembagaan.

“Jumlah Minimum Persyaratan Dukungan dan Persebaran yang ditetapkan adalah sebanyak 16.788 (Enam Belas Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Delapan) Orang dan harus tersebar di 7 (tujuh) Kecamatan atau lebih yang tersebar dalam Wilayah Kabupaten Manggarai Barat”, ujar Ketua KPU Mabar, Robert V. Din.

Foto : Humas KPU Mabar

Dijelaskan, penetapan angka minimum tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 82/Pl.02.2-Kpt/5315/Kpu-Kab/X/2019 Tentang Penetapan Jumlah Minimum Persyaratan Dukungan Dan Persebaran Pasangan Calon Perseorangan Berdasarkan Rekapitulasi DPT Pemilu/Pemilihan Terakhir.**(Sumber : KPUMANGGARAIBARAT.ID)
Editor : Robert Perkasa

Breaking News : Pengendara Sepeda Motor Terjungkal di Kawasan Pede

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Kecelakaan lalulintas (lakalantas) menimpa seorang pengendara sepeda motor bernomor polisi EB 4869 G. Peristiwa naas ini terjadi di ruas jalan Pede, dekat hotel Luwansa, desa Gorontalo, kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Selasa (5/11) siang sekira pukul 12.00 Wita.

Hingga berita ini dihimpun, belum diketahui pasti identitas korban dan penyebab kecelakaan tersebut.

Saksi mata yang melihat kecelakaan ini, Beokina Palas mengunggah foto motor korban yang terjungkal ke trotoar jalan. Informasi yang dihimpun Beokina Palas di TKP menyebutkan, korban mengalami kecelakaan tunggal saat ia hendak mengikuti kegiatan di Hotel Luwansa. Namun sebelum sampai di tempat tujuan, korban diduga menabrak tiang listrik yang ada di pinggir ruas jalan tersebut.

Foto : Facebook Beokina Palas

Akibat kecelakaan ini, korban jatuh terpelanting hingga motor yang dikendarainya terjungkal ke got trotoar. Kondisi korban dikabarkan sangat parah. Ia pun telah dievakuasi oleh warga setempat menuju Rumah Sakit Silloam untuk mendapat perawatan medis. (Robert Perkasa)

Indonesia Muda FC vs Perselaya Lamahala 3-1

KOMODOPOS.com-ENDE-Indonesia Muda (IM) FC memetik 3 poin setelah melibas Perselaya Lamahala FC 3-1 pada laga kedua turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup (EGDMC) 2019 di Stadion Marilonga-Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu, (4/11/2019) pukul 18.30 Wita.

Menurunkan pemain muda yang memiliki skill mumpuni mengolah si kulit bundar di lapangan hijau, kedua tim menampilkan permainan atraktif dengan aksi-aksi individu yang cantik memukau ribuan pasang mata di Stadion Marilonga.

Sejak wasit meniuo pluit kickoff babak pertama, kedua keseblasan saling menekan. Jual beli serangan berlangsung sengit. Peluang demi peluang tercipta namun tak satu pun yang dikonversi menjadi gol.

Perselaya Lamahala yang menurunkan bintang-bintang muda Perseftim seperti Ahmad Ratuloluly, dan Rafiqi Atapukan berupaya melakukan presure ke jantung pertahanan IM FC. Walau beberapa mendapat peluang emas, namun belum mampu menjebol gawang IM.

Demikian sebaliknya. Aksi individu pemain-pemain muda IM yang juga menjadi langganan pemain Perse Ende seperti Munawar Samsudin Sumby, Eby Tena, Faris Salman Hakim, dkk beberapa kali mengancam gawang Perselaya Lamahala. Banyak peluang terjadi sepanjang babak pertama, tapi belum membuahkan gol. Skor Kacamata bertahan hingga usai babak pertama.

Pada babak kedua, kedua tim masih bermain terbuka dan saling menekan.
IM akhirnya membuka kebuntuan melalui pemain pengganti Yohanes Brekhmans Seda (22). Shoting keras bola mati menukik ke tiang jauh hingga tidak dapat diselamatkan oleh penjaga gawang Perselaya, Ram Metha (20). Bola bersarang di jala Perselaya, 1-0. IM unggul sementara atas Perselaya.

Tertinggal satu gol, Perselaya meningkatkan daya gedor. Beberapa kali melancarkan serangan mematikan ke jantung pertahanan IM. Upaya anak-anak Perselaya untuk menyamakan kedudukan akhirnya berbuah hasil manis melalui heading cantik Ade Asraf (4). Menyempurnakan crossing silang yang cantik dari sisi kanan lantas diheading dengan keras oleh Asraf hingga kiper M terperangah tatkala bola bersarang di gawangnya. Skor berimbang 1-1.

Laga imbang, IM bermain atraktif dan menekan pertahanan Perselaya. Kerjasama tim yang kompak di semua lini berujung peranan bagi Perselaya. Iqra Hasibun (13) yang menusuk dari belakang berhasil menyambar bola crosing merobek jala Perselaya, 2-1, IM unggul satu gol.

Perselaya yang kembali tertinggal berupaya mengejar dan menekan pertahanan IM. Peluang demi peluang yang tercipta dipenghujung waktu belum mampu menyamakan kedudukan.

Asyik menyerang, pertahanan Perselaya malah rapuh dan sangat terbuka. Elias Krisna (17) yang masuk menggantikan Eby Tena di menit injuritime malah sial bagi Persebaya. Amunisi baru Elias Krisna yang terlepas dari jebakan offside sukses memperdayai kiper Perselaya dengan tendangan mencatatnya. Bola bergulir deras menggetarkan gawang Persebaya. Skor berubah menjadi 3-1.

Gol Krisna ini sekaligus menyudahi laga babak kedua dengan memetik tiga poin pertamanya dalam turnamen ini. *(Hero Dores/Robert Perkasa) Sumber data dan Foto :
MediaCenterEGDMC2019.