Laga Perdana Pool D, Loyas United Petik Poin Penuh vs Nusantara FC

KOMODOPOS.com-ENDE-
Loyas United vs Nusantara FC melakoni laga perdana Pool D dalam partai kedua Turnamen EGDMC di stadion Marilonga, Ende , kabuoaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/11/2019) pukul 18.30 wita.

Laga derby (dua tim sekota) Loyas United vs Nusantara FC ini berlangsung dalam tempo tinggi. Jual beli serangan diperagakan oleh kedua keseblasan menghibur ribuan pasang mata di stadion termegah di NTT itu.

Loyas United yang mengenakan jersey putih hitam membuka keunggulan di pertengahan babak pertama memanfaatkan kemelut di gawang Nusantara FC. Pemain Loyas yang lolos dari pengawalan lawan langsung menyarangkan bola ke gawang Nusantara FC, 1-0.

Kebobolan satu gol, Nusantara FC yang turun dengan jersey merah- putih merah berusaha bangkit untuk menyamakan skor. Kerja sama tim yang kompak didukung kualitas individu pemain menciptakan beberapa peluang dan mengancam area pertahanan Loyas United. Namun lemahnya penyelesaian akhir tidak merubah papan skor hingga turun minum.

Pada babak kedua, Loyas United meningkatkan daya gedor untuk menggandakan keunggulannya.Skema serangan dengan memainkan bola-bola pendek dan kerja sama antar lini, acapkali mengancam benteng pertahanan Nusantara FC.

Sebaliknya Nusantara FC yang sudah tertinggal satu gol di babak pertama berbalik menekan lawan. Atea pertahanan Loyas United menjadi bulan-bulanan gempuran anak-anak Nusantara FC. Laju gempuran anak-anak Nusantara FC hanya mampu menciptakan beberapa peluang gol. Tumpulnya penyelesaian akhir di lini depan membuat jala gawang Loyas United tetap perawan hingga laga bubar.

Skor 1-0 bertengger hingga usai babak kedua. Dengan kemenangan tersebut, Loyas United memetik poin penuh 3 dalam laga perdana pool D klasemen sementara Turnamen tersebut. *(Hero Dores/Robert Perkasa) Sumber data dan Foto : MediaCenterEGDMC2019.

Camat Sano Nggoang : Dinas Peternakan Segera Terbitkan Kartu Identitas Ternak

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Camat Sano Nggoang, Siprianus Silfris mendesak Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk segera menerbitkan Kartu Identitas Ternak (KIT). KIT ini penting diterbitkan untuk memastikan siapa pemilik ternak. Selain KIT, Camat Siprianus juga mendesak Dinas Perhubungan Lalulintas atau Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat untuk segera memasang rambu lalulintas berupa plank untuk mengingatkan pengguna jalan di kawasan rawan kecelakaan akibat hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum, seperti di kawasan Indrong, desa Golo Leleng, kecamatan Sano Nggoang.

Camat Siprianus juga menghimbau masyarakat, terutama kepada para pemilik ternak di kawasan itu untuk mentaati Perdes yang telah dibuat. Menurut Camat Siprianus, langkah cepat dan tepat mengakhiri fenomena sosial (kecelakaan berulang-ulang terjadi di kawasan yang sama) adalah sesegera mungkin membuat kandang ternak, kerbau, sapi, kambing yang selama ini berkeliaran bebas di jalan raya. Dengan demikian tidak ada lagi kecelakaan serupa.

Camat Siprianus menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi Komodopos.com via handphone seluler, Senin (4/11) malam terkait fenomena laka lantas tersebab hewan ternak berkeliaran yang kerap terjadi di kawasan Indrong, desa Golo Leleng, kecamatan Sano Nggoang.

“Saya menyarankan pihak terkait seperti Dinas perhubungan Lalulintas dan dinas PUPR memasang plank khusus untuk mengingatkan pengguna jalan. Di samping itu dari dinas Peternakan mesti dilibatkan dalam kaitan dengan penerbitan Kartu Identitas Ternak(KIT) untuk memastikan siapa pemilik tenak tersebut”.

Camat Siprianus berharap, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Data yang diperoleh pemerintah kecamatan Sano Nggoang menunjukkan hampir setiap tahun ada saja kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Yang cukup sering adalah laka lantas karena menabarak hewan ternak. Entah itu hewan piaraan atau hewan liar. Ini sangat berbahaya bagi pengendara kendaraan roda 4 maupun roda 2, apa lagi terjadi pada malam hari. Ada ternak yang melintasi jalan atau sedang tidur di badan jalan. Untung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang baru terjadi di kawasan Indrong itu”, sesal Camat Siprianus.

Butuh Dukungan Masyarakat

Menyinggung Perdes tentang penertiban hewan ternak yang telah diterbitkan oleh pemeribtah desa Golo Leleng, Camat Siprianus mengatakan, hal itu baik adanya. Namun ia menambahkan, perdes itu menyelesaikan masalah jika didukung penuh oleh masya akar setempat, terutama para pemilik hewan ternak di wilayah itu.

Saya dengar dari pak Kades Golo Leleng, ada Perdes terkait penertiban Ternak. Perdes itu langkah yang baik. Tetapi lebih penting dari itu, butuh dukungan masyarakat”, tutur Camat Siprianus.
Saya menghimbau masyarakat di desa kawasan itu untuk mentaati Perdes yang telah dibuat dan sesegera mungkin kerbau, sapi, kambing dibuatkan kandang. Dengan demikian tidak ada lagi kecelakaan serupa”, imbau Camat Siprianus. *(Robert Perkasa)

Samudera FC Maumere Taklukkan Awas FC Wolofeo 4-2.

KOMODOPOS.com-ENDE-
Samudera FC Maumere menaklukkan Awas FC Wolofeo 4-2 dalam laga lanjutan Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup di stadion Marilonga, Ende, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/11/2019) petang. Laga perdana mempertemukan dua club debutan baru dalam invitasi Sepak Bola EGDMC, Samudera FC Maumere vs Awas FC Wolofeo.

Unggul lebih dahulu pada menit awal babak pertama, Awas FC Wolofeo yang turun dengan jersey merah hitam tampil ofensif menggempur jantung pertahanan squad Samudera FC. Skema serangan anak-anak Wolofeo bervariasi melalui long passing dan short passing dari kaki ke kaki. Pola serangan ini terbukti efektif dan menuai hasil. Gol perdana bersarang di gawang Samudera FC.

Tertinggal satu gol di menit awal babak pertama, Samudera FC yang turun merumput dengan jersey putih biru berusaha menyamakan skor. Mengandalkan kemampuan adu sprint, moat-moat Sikka melancarkan counter attack yang sangat taktis. Long passing dari lini belakang melebar ke dua sayap menerobos ke jantung pertahanan Awas FC. Kerja keras anak-anak Maumere ini membuahkan hasil manis. Memanfaatkan blunder yang dilakukan fullback Awas FC ketika menghalau laju bola. Penyelamatan kurang cermat menyebabkan bola justru bergulir ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini sekaligus menyamakan skor menjadi 1-1.

Petaka kembali menghampiri sarang Awas FC menjelang masa injuri time babak pertama. Umpan silang dari play maker dari lini tengah disempurnakan oleh striker Samudra FC. Meski dikawal ketat lawan, striker Samudera FC lolos dari dari pengawalan hingga melesakkan bola ke gawang Awas FC. Skor 2-1 menyudahi laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, Squad Awas FC meningkatkan tempo serangan. Variasi serangan dari berbagai lini kerap kali mengancam gawang Samudera FC. Meski lawan menggempur bertubi-tubi, jangkar pertahanan Samudera FC menerapkan skema pengawalan exstra ketat sembari sesekali membangun counter attack berbahaya ke mulut gawang Awas FC.

Petaka kembali menyelimuti squad Awas FC tatkala asyik menyerang lawan. Ketidaksigapan lini belakang Awas FC menghalau badai serangan balik Samudera FC menjadi penyebab petaka itu. Tendangan mendatar yang dilesakkan striker Samudera FC sukses mnerebos gawang Awas FC. Skor pun kian melebar menjadi 3-1.

Terpaut dua gol, adrenalin Aqas FC terbakar lantas bangkit menggempur lawan. Peluang demi peluang tercipta, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Sebaliknya, Unggul dua gol, anak-anak Sikka bermain taktis. Variasi serangan balik sambil tertib mengawal benteng pertahanan. Pola tersebut terbukti efektif. Gempuran beruntun yang dilancarkan Awas FC mampu dipatahkan.

Menjelang waktu injury time, Samudera FC berhasil merubah papan skor menjadi 4-1. Memanfaatkan pelanggaran pemain lawan, eksekusi tendangam bebas gagal ditepis kiper Awas FC. Sorak sorai ribuan pasang mata pun membahana stadion Marilonga menyambut gol keempat Samudera FC.

Pesta gol Samudera FC tak berlangsung lama. Memanfaatkan dia waktu jelang pluit bubar, Awas FC mampu mencicil gol menjadi 2-4. Gol balasan ini tercipta dari sebuah perjuangan tanpa lelah dan sportivitas anaj-anak Awas FC yang bermain total football hingga pluit wasit meniup pluit bubar. serangan balik yang datang tiba-tiba. *(Hero Dores/Robert Perkasa)
Sumber :MediaCenterEGDMC2019

SMP Satap Pulau Komodo Boyong Piala LPI Mabar 2019

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Anak-anak Pulau Komodo berhasil memboyong Piala Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Kabupaten Manggarai Barat 2019. Pada laga Final, ekor Komodo mengibas 4 gol tanpa balas ke gawang laskar Macan Selatan SMPN 7 Warloka di lapangan Sepak Bola SMPK A rnoldus Labuan Bajo, Minggu (3/11) petang kemarin.

Sukses menggilas SMPN 3 Komodo 1-0 pada laga Semi Final sehari sebelumnya, anak-anak Komodo tampil ofensif sepanjang laga Final. Dominasi ekor Komodo tampak jelas terlihat dalam laga puncak ini. Penetrasi bola dari lini ke lini didukung dengan kemampuan adu sprint yang mumpuni membuat perlawanan Macan Selatan mati suri.

Sebaliknya, menang 5-3 adu pinalti melibas juara bertahan SMPN 1 pada laga semifinal, squad macan selatan SMPN 7 Warloka tampil mandul ketika melawan anak-anak Pulau Komodo di laga Final. Pola serangan Macan Selatan yang sangat rapi di laga Semi Final remuk di kaki anak-anak Pulau Komodo.

Terpantau melalui live video facebook Ferdinand Mocok, laga Final SMP Satap pulau Komodo vs Macan Selatan SMPN 7 Warloka berlangsung dalam ritme sengit. Sejak wasit meniup pluit kick off babak pertama, kedua tim tampil saling menggempur. Jual beli serangan berlangsung ketat.

Variasi serangan anak-anak Pulau Komodo bergulir melalui long passing dan penetrasi satu dua sentuhan bola-bola pendek mengalir dari lini ke lini. Turun merumput dengan jersey biru laut tampak mendominasi permainan. Perlawanan Macan Selatan di babak pertama tidak membawa perubahan signifikan di papan skor. Counter attack yang dilancarkan Macan Selatan kerap kandas lantaran sekema pertahanan anak-anak pulau Komodo yang sangat taktis mengawal pergerakan lawan di area benteng pertahanannya. Banyak peluang gol mAcan Selatan, namun tak satu pun yang dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, pasukan biru laut pulau Komodo kembali unjuk kualitas mengolah si kulit bundar. Penetrasi bola-bola pendek dari lini ke lini menusuk jantung pertahanan macan selatan. Gempuran demi gempuran sepanjang babak kedua menuai hasil memuaskan. 4 gol bersarang di gawang macan selatan. Hingga wasit meniup pluit bubar, skor telak 4-0 menyudahi laga babak final LPI Mabar 2019.

Hasil akhir Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2019 di Labuan Bajo, kabuoaten Manggarai Barat ;
Juara 1 : SMP Satap Pulau Komodo, Juara 2 : SMPN 7 Komodo, Juara 3 : SMPN 1 Komodo, Juara 4 : SMPN 3 Komodo. *(Robert Perkasa)

Kades Golo Leleng : Sesuai Perdes, Pemilik Ternak Ganti Rugi Kerusakan Mobil

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG-Peraturan Desa Tentang Penertiban hewan ternak di desa Golo Leleng telah dibuat pada tahun 2018. Hanya saja kesadaran warga tentang beternak yang baik, masih sangat minim. Kerap kali terjadi kecelakaan dan menyebabkan kerugian material bahkan hingga menelan korban jiwa manusia gegara hewan ternak berkeliaran di jalan raya Trans Flores, tepatnya di kawasan Indrong, desa Golo Leleng, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Apabila terjadi kecelakaan tersebab hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum, maka pemilik ternak memggantirugi seluruh kerugian yang ditimbulkan dalam kecelakaan tersebut.

Demikian penegasan Kepala Desa Golo Leleng, Monaldus menjawab Komodopos.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Minggu (3/11) malam beberapa saat setelah terjadi tabrakan di wilayah itu.

Diberitakan sebelumnya, Mobil travel bernomor plat EB 1194 EC menabrak seekor kerbau betina di ruas jalan Trans Flores, tepatnya di kawasan Indrong, desa Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/11) malam sekira pukul 19.30 Wita. Mobil travel yang membawa 3 penumpang dewasa dan seorang balita ini melaju dari arah Ruteng, Manggarai menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Tidak ada korban jiwa dalam naas tersebut. 4 penumpang dan 2 sopir selamat dari kecelakaan. Kecuali itu, mobil travel rusak parah. Bodi mobil bagian depan hancur dan sebagaiannya penyok. Radiator mobil pecah.
Sementara itu seekor kerbau masih hidup namun tak bisa bangun.

Terhadap kecelakaan yang baru saja terjadi di wilayah desanya, Kades Monal menegaskan akan menerapkan aturan yang telah dibuat. “Mulai malam ini hingga besok, Saya akan menurunkan tim melakukan identifikasi siapa pemilik kerbau yang menyebabkan tabrakan tersebut”, ujar Kades Monal.

Karena itu, ia menyarankan sopir mobil apes itu agar kerbau segera diamankan. “Besok (hari ini, Senin, 4 November) kasus ini segera dilaporkan ke kantor desa Golo Leleng untuk mencari solusi penyelesaiannya”, tuturnya.

Kades Mobal juga mengakui kerap kali terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) serupa di kawasan tersebut. Kecelakaan itu terjadi disebabkan karena hewan ternak, kerbau atau sapi yang berkeliaran di wilayah itu. Kata Kades Monaldus, kesadaran warga untuk bagaimana cara beternak yang baik di wilayah itu masih sangat minim.

“Kecelakaan seperti ini terjadi berulang-ulang di kawasan ini. Penyebabnya juga karena hewan ternak kerbau dan sapi yang berkeliaran. Banyak pemilik ternak kerbau dan sapi yang melepas-bebaskan ternaknya di kawasan ini”, ujar Kades Monal.

Kades Monal melanjutkan, kerbau dan sapi yang berkeliaran itu bukan hanya milik warga desa Goo Leleng. Banyak pula kerbau dan sapi milik warga dari kecamatan Mbeliling, kecamatan Lembor dan kecamatan Welak yang berkeliaran di kawasan tersebut.

Kades Monal membantah tudingan para pihak bahwa seolah-olah Pemerintah Desa Golo Leleng apatis dengan fenomena lakalantas yang disebabkan oleh hewan ternak liar di kawasan itu.

“Pemdes Golo Leleng sangat konsen dengan penertiban hewan ternak di wilayah ini. Perdes tentang penertiban hewan ternak sudah dibuat sejak tahun 2018 lalu. Hanya saja kesadaran warga terkait beternak yang baik, itu yang masih minim. Masih banyak warga yang tidak mematuhi aturan yang sudah dibuat.

“Selama ini banyak media menulis bahwa kami sebagai pemerintah desa tidak konsen menangani masalah ini. Jadi tolong media tulis, kami sangat konsen. Hal ini kami lakukan untuk mendukung keberadaan Manggarat Barat sebagai kabupaten pariwisata. Apalagi Manggarai Barat menjadi salah satu destinasi super prioritas”, tandas Kades Monal. *(Robert Perkasa)

Tabrak Kerbau, Sopir & Penumpang Selamat, Mobil Rusak Parah

KOMODOPOS.com-SANO NGGOANG- Mobil travel bernomor plat EB 1194 EC menabrak seekor kerbau betina di ruas jalan Trans Flores, tepatnya di kawasan Indrong, desa Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/11) malam sekira pukul 19.30 Wita. Mobil travel yang membawa 3 penumpang dewasa dan seorang balita ini melaju dari arah Ruteng, Manggarai menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Satu dari 4 penumpang dalam mobil naas itu adalah wartawan KOMODOPOS, Robert Perkasa. Ia bersama istri dan anak bungsunya yang masih balita baru pulang dari kecamatan Satarmese mengikuti acara kenduri bapak mertuanya di Pocoleok, Satarmese, Manggarai.

Ketika memasuki kawasan tersebut, seekor kerbau tiba-tiba menerobos masuk ke badan jalan. Beruntung sopir dalam konsentrasi tinggi serentak mengrem laju mobilnya. Tabrakan pun tak terhindarkan. Bagian depan mobil menabrak bodi bagian samping kerbau hingga terseret di atas badan jalan sejauh beberapa meter.

Tidak ada korban jiwa dalam naas tersebut. 4 penumpang dan 2 sopir selamat dari kecelakaan. Kecuali itu, mobil travel rusak oarah. Bodi mobil bagian depan hancur dan sebagaian ya penyok. Radiator mobil pecah.
Sementara itu seekor kerbau masih hidup namun tak bisa bangun.

Kepala Desa Golo Leleng, Monaldus Mansuandi ketika dikonfirmasi Komodopos.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjelaskan, pemerintah desa Golo Leleng telah membuat Peraturan Desa pada 2018 lalu tentang penertiban hewan ternak. Perdes tersebut sangat jelas mengatur soal sanksi kepada siapa saja yang melanggar.

“Pemilik hewan ternak yang berkeliaran dan menyebabkan kecelakaan pengguna jalan umum Trans Flores harus menanggung ganti rugi kerusakan kendaraan akibat kecelakaan yang disebabkan hewan ternak yang berkeliaran. Namun masih banyak pemilik ternak yang tidak mematuhi aturan tersebut”, terang Kades Monal.

Terhadap kecelakaan yang baru saja terjadi di wilayah desanya, Kades Monal menegaskan akan menerapkan aturan yang telah dibuat. Mulai malam ini hingga besok, ia berjanji melakukan identifikasi siapa pemilik kerbau yang menyebabkan tabrakan tersebut. Karena itu, ia menyarankan sopir mobil apes iri agar kerbau segera diamankan. Besok kasus ini segera dilaporkan ke kantor desa Golo Leleng untuk mencari solusi penyelesaiannya.

Ia juga mengakui kerap kali terjadi kejadian serupa di kawasan tersebut. Kecelakaan tabrakan mobil dengan hewan ternak yang sering terjadi di wilayah itu, kata Kades Monaldus disebabkan karena banyak pemilik ternak kerbau dan sapi yang melepas-bebaskan ternaknya di kawasan itu.

“Kecelakaan seperti ini terjadi berulang-ulang di kawasan ini. Penyebabnya juga karena hewan ternak kerbau dan sapi yang berkeliaran”, ujar Kades Monal.

Kades Monal melanjutkan, kerbau dan sapi yang berkeliaran itu bukan hanya milik warga desa Goo Leleng. Banyak pula kerbau dan sapi milik warga dari kecamatan Mbeliling, kecamatan Lembor dan kecamatan Welak yang berkeliaran di kawasan tersebut.

Kades Monal membantah tudingan para pihak bahwa seolah-olah Pemerintah Desa Golo Leleng apatis dengan fenomena lakalantas yang disebabkan oleh hewan ternak liar di kawasan itu.

“Pemdes Golo Leleng sangat konsen dengan penertiban hewan ternak di wilayah ini. Perdes tentang penertiban hewan ternak sudah dibuat sejak tahun 2018 lalu. Hanya saja kesadaran warga terkait beternak yang baik, itu yang masih minim. Masih banyak warga yang tudak mematuhi aturan yang sudah dibuat.

“Selama ini banyak media menulis bahwa kami sebagai pemerintah desa tidak konsen menangani maslah ini. Jadi tolong media tulis, kami sangat konsen. Hal ini kami lakukan untuk me dulung keberadaan Manggarat Barat sebagai kabuoaten pariwisata. Apalagi Manggarai Barat menjadi salah satu destinasi suoer peioritas”, tandas Kades Monal. *(bet)

Editor : Silvester De Gea

Kebakaran di Desa Siru, Satu Rumah Warga Rata Tanah

KOMODOPOS.com-LEMBOR-
Sebuah rumah milik Ndikang, warga Ngalor Kalo, RT.004/RW 002 desa Siru kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, rata tanah dilalap api. Kebakaran ini berkobar, Minggu (3/11) siang sekira pukul 11.25 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini, namun seluruh isi Rumah hangus terbakar.

Foto : Faceboik Jaelani/Saksi mata

Saksi mata, Jaelani yang ada di lokasi kejadian menuturkan, rumah yang beratap sini milik warga tersebut tidak dapat diselamatkan karena kobaran api sangat besar. Warga setempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya tapi sia-sia.

“Apinya sudah padam pak, dan isi rumahnya sudah hangus semua. Tidak ada korban jiwa”, ujar Jaelani ketika dikonfirmasi Komodopos.com via akun Facebooknya.

Hingga berita ini dihimpun, belum diketahui penyebab kebakaran ini.
Kepala Desa Siri, Sumardi hingga berita ini dikirim ke Redaksi, pukul 15.53 Wita belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa kebakaran yang menimpa warganya.
*(Robert Perkasa)

Pendekar 212 Wiro Sableng Rela Jadi Petani Demi Sesuap Nasi

KOMODOPOS.com– – Serial drama Wiro Sableng atau Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212″ cukup fenomenal di layar kaca Indonesia pada era 1990-an.

Diangkat dari sebuah novel Bastian Tito yang berjudul Wiro Sableng atau Pendekar 212, serial ini menceritakan tentang sosok Wira Saksana.

Wira Saksana adalah laki-laki yang jago dalam dunia persilatan setelah digembleng oleh gurunya, Sinto Gendeng.

Karakter Wiro Sableng era 1990-an memang sempat berganti beberapa kali, yakni oleh Tony Hidayat, Herning Sukendro, dan Abhi Cancer.

Namun demikian, aktor yang paling fenomenal dalam memerankan karakter Wiro Sableng tak lain adalah Hening Sukendro atau yang akrab disapa Ken Ken.

Berkat perannya tersebut, Ken Ken sampai menempati posisi aktor papan atas.

Sejumlah harta benda mewah seperti rumah dan mobil pun dimilikinya.

Tapi, itu dulu. Kehidupan Ken Ken sekarang telah berubah 180 derajat.

Harta miliknya amblas dalam sekejap.

Mobil mahalnya tinggal kenangan, begitu pula dengan rumah mewahnya.

Ken Ken diketahui tinggal di rumah sederhana, di sebuah pedesaan yang berada di kawasan Bogor.

RumahKen KenWiro Sableng

Ken Ken yang tak lagi menghiasi layar kaca kemudian memutuskan untuk menjadi petani.

Dia menanam berbagai jenis buah dan sayuran di lahan seluas enam hektar miliknya.

Ken Ken mengimpor bibit sayur dan buah dari Korea Selatan.

Setelah panen, dia mengekspor kembali hasilnya ke negeri Ginseng tersebut.

Ken Ken kini berprofesi sebagai petani. **(Sumber: GridHot.id)
Minggu, 3 November 2019 11:51

Editor : Robert Perkasa

Artikel ini telah tayang di Gridhot.id dengan judul Tinggal di Desa Usai Tak Lagi Bergelimang Harta, Aktor Pemeran Wiro Sableng Ini Kini Hidupnya Sederhana, Rela Jadi Petani Demi Sesuap Nasi.

Usai “Dimakamkan”, Sunarto Malah Balik ke Rumah

IDN Times/ Istimewa

TUBAN– Sunarto (40) warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban tiba-tiba pulang ke rumahnya. Sebelumnya warga setempat menduga Sunarto telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di Kecamatan Brondong, Senin (7/10), dini hari.

Jenazah yang diambil pihak keluarga di Brondong, oleh para warga setempat kemudian dikebumikan. Namun selang enam jam kemudian, Sunarto kembali pulang dan membuat warga setempat gempar dan ketakutan.

1. Warga setempat salah memakamkan jenazah

IDN Times/ Istimewa

Usut punya usut, ternyata warga sekitar salah memakamkan orang. Sontak kepulangan Sunarto membuat para pelayat dan keluarganya yang tengah berkumpul di rumahnya, kaget dan ketakutan.

Kapolsek Grabagan, AKP Ali Kantha menjelaskan, bahwa korban yang dimakamkan adalah Wartim (35) warga Dusun Jarum, Desa Prunggahan kulon, Kecamatan Semanding, bukan Sunarto.

2. Korban tidak membawa identitas

IDN Times/ Istimewa

Saat terjadinya kecelakaan, korban tidak membawa identitas apa pun. Petugas hanya menemukan identitas Sunarto yang berada di dalam jok motor yang dikendarai oleh korban.

Berawal dari situlah warga mengira jika korban yang telah meninggal dunia dan dikebumikan adalah Sunarto. “Korban meminjam motor milik Sunarto dan korban sendiri tidak membawa identitas yang lengkap,” imbuhnya.

Baca Juga: Haru, Begini Suasana Pemakaman Ibunda Rio Febrian di Kota Malang

3. Berita jenazah balik ke rumah juga sudah menyebar ke dunia maya

IDN Times/ Istimewa

Tak hanya warga sekitar yang dibuat heboh dengan pemberitaan tersebut, jagad maya juga dibuat gempar dengan adanya pemberitaan tentang jenazah balik ke rumah usai dikubur selama 6 jam tersebut.

“Berita tentang jenazah balik ke rumah itu tidak benar. Yang meninggal akibat kecelakaan itu ternyata asli warga Dusun Jarum, Desa Prunggahankulon, Kecamatan Semanding,” pungkasnya. **(Sumber : IDN Times)

Umat Watu Langkas Misa Arwah di Kuburan Umum

KOMODOPOS.com-LABUAN BAJO-Semua umat Watu Langkas, Desa Nggorang Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT mengadakan misa di kuburan umum di Watu Langkas, Sabtu (2/11/2019). Perayaan ini diadakan dalam rangka memperingati hari Arwah Semua Orang Beriman dalam kalender Gereja Katolik Roma.

Berdasarkan informasi yang diterima Komodopos.com, perayaan ini berlangsung kusyuk di wilayah pekuburan. Semua umat berdiri di kuburan keluarga masing-masing.

Misa kudus untuk para arwah yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIT ini dipimpin langsung oleh P. Marsel, O,Carm, Pastor Paroki St. Teresa Lexeuit Longgo.

Menariknya, umat begitu antusias dan kusyuk mengikuti perayaan misa ini walau dalam keadaan hujan gerimis. Umat tetap berdiri di sekitar kuburan keluarga dengan berteduhkan payung.

Perayaan ini mau menunjukan relasi yang tak terputuskan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup. “Kami percaya, bahwa arwah oma, opa, kakak, adik, dan semua keluarga yang sudah meninggalkan dunia ini, masih mempunyai relasi dengan kami yang masih hidup. Mereka menjadi pendoa bagi kami yang ditinggalkan”, ungkap Maximus Urung, salah satu umat yang turut hadir dalam misa itu, via whatsapp.

Selain itu, misa ini seakan mau membuka kenangan bersama mereka yang sudah meninggal. “Sedih ketika membayangkan wajah-wajah dari mereka yang telah meninggal. Mengingat canda dan tawa mereka semasa bersama”, pungkasnya.* (Rudi Haryatno)